• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Pemerintah Ajak Masyarakat Jaga Iklim Kondusif Menjelang PSU

Pemerintah Ajak Masyarakat Jaga Iklim Kondusif Menjelang PSU

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 29 July 2025

Pemerintah Ajak Masyarakat Jaga Iklim Kondusif Menjelang PSU

Menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga iklim yang kondusif demi terciptanya suasana demokrasi yang aman dan damai.

 

Penjabat Gubernur Papua Agus Fatoni dalam kunjungannya ke Kabupaten Keerom dan Kabupaten Jayapura, menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokrasi merupakan salah satu fondasi penting dalam mendukung pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.

 

“Saya mengimbau seluruh warga yang memiliki hak suara agar hadir di TPS dan memanfaatkan hak pilihnya secara optimal,” ujar Fatoni.

 

Ia juga mengingatkan bahwa PSU yang akan digelar pada 6 Agustus mendatang adalah momen penting lima tahunan yang tidak boleh disia-siakan. Guna memastikan pelaksanaan berjalan lancar, Pemerintah Provinsi Papua telah menerbitkan Surat Edaran yang menetapkan tanggal 6 Agustus sebagai hari libur daerah khusus dalam rangka pelaksanaan PSU.

 

“Karena kesempatan PSU ini hanya terjadi lima tahun sekali, maka jangan kita sia-siakan kesempatan kita ini dan kita pilih calon pemimpin Papua dalam lima tahun ke depan,” tambahnya.

 

Fatoni juga mendorong masyarakat untuk menjaga iklim kondusif sebagai syarat utama bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak terpancing oleh informasi palsu yang berpotensi merusak persatuan.

 

“Kondisi yang kondusif harus terus dijaga dan dipelihara, karena dengan itu pembangunan dapat berlangsung lebih cepat dan kesejahteraan warga bisa tercapai,” tegasnya.

 

Upaya menjaga ketertiban dan kedamaian juga disuarakan oleh Penjabat Wali Kota Pangkalpinang M. Unu Ibnudin yang meminta masyarakat menjauhi politik uang dan isu-isu SARA menjelang PSU di wilayahnya.

 

“Perbedaan pilihan itu biasa. Namun setelah tanggal 27 Agustus, siapapun yang terpilih akan menjadi pemimpin bagi kita semua. Mari kita jaga proses ini agar tetap bermartabat, tanpa politik uang dan SARA,” ungkapnya.

 

Ketua KPU Kota Pangkalpinang Sobarian juga menekankan pentingnya deklarasi kampanye damai sebagai bentuk komitmen bersama seluruh pihak dalam mewujudkan pemilu yang demokratis dan damai.

 

“Deklarasi kampanye damai bukan hanya seremonial, tapi merupakan komitmen seluruh pihak untuk menjalankan kampanye dengan taat aturan, dengan damai, menghormati hak masyarakat, dan menghindari konflik,” jelasnya.

 

Melalui ajakan dan kebijakan strategis ini, pemerintah menegaskan bahwa menciptakan suasana aman dan tertib bukan hanya soal politik, melainkan bagian integral dari upaya memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan membangun masa depan bangsa yang inklusif dan sejahtera.****

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi

September 23, 2026

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

September 23, 2026

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi JAKARTA — Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU)…

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik  Oleh : Abdul Razak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki tahap penguatan tata kelola melalui mekanisme evaluasi yang melibatkan sekolah sebagai penerima layanan secara langsung. Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan aplikasi yang memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian terhadap layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari kualitas menu hingga ketepatan distribusi. Mekanisme tersebut dapat menjadi instrumen koreksi untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, aplikasi tersebut dirancang agar kepala sekolah dapat memberikan rating dan catatan terhadap dapur yang melayani sekolah masing-masing. Masukan dapat mencakup kondisi menu, keterlambatan pengiriman, serta persoalan lain yang ditemukan selama pelaksanaan MBG. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bersumber dari pengalaman penerima layanan di tingkat sekolah. Menurut Sudaryono, sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan dapat diakses kepala sekolah dalam waktu sekitar satu hingga tiga minggu. Bagi BGN, umpan balik dari sekolah diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kepuasan terhadap layanan SPPG sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap penyedia makanan. Dalam perspektif tata kelola, mekanisme penilaian semacam ini memiliki fungsi penting karena memperpendek jarak antara pelaksana program dan pengambil keputusan. Keluhan mengenai menu yang kurang bervariasi, kualitas makanan, keterlambatan distribusi, maupun persoalan pelayanan dapat dicatat secara lebih terstruktur. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menemukan pola persoalan, menentukan tindak lanjut, dan mengevaluasi kinerja SPPG berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penguatan evaluasi juga berkaitan erat dengan aspek keamanan pangan. BGN telah menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat penerima makanan, tetapi turut berperan sebagai lapisan pengawasan sebelum makanan dikonsumsi peserta didik. Guru didorong makan bersama siswa sekaligus melakukan pemeriksaan fisik terhadap makanan yang diterima, termasuk kondisi wadah, keberadaan label, dan kejelasan batas waktu konsumsi. …

Sistem Penilaian MBG: Pemerintah Serius Membenahi Kualitas Layanan

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Sistem Penilaian MBG: Pemerintah Serius Membenahi Kualitas Layanan Oleh: Nadira Citra Maheswari Program Makan Bergizi…

Penilaian MBG Berbasis Aplikasi Disiapkan untuk Awasi Dapur SPPG

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Berbasis Aplikasi Disiapkan untuk Awasi Dapur SPPG Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional,…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.