• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pemerintah Ajak Generasi Muda Terlibat dalam Hilirisasi Pertanian

Pemerintah Ajak Generasi Muda Terlibat dalam Hilirisasi Pertanian

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 6 August 2025

Pemerintah Ajak Generasi Muda Terlibat dalam Hilirisasi Pertanian

 

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mengajak generasi muda, khususnya para pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), untuk turut serta dalam percepatan hilirisasi sektor pertanian. Langkah ini dinilai strategis dalam meningkatkan nilai tambah komoditas, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

 

 

 

 

Ajakan ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam kegiatan Sarasehan Keluarga Besar BPD HIPMI DIY. Dalam forum tersebut, Mentan Amran menyebut bahwa hilirisasi menjadi prioritas utama dalam pembangunan pertanian ke depan.

 

 

 

 

“Kami diberi mandat untuk memimpin proses hilirisasi ini, namun kami tidak mungkin melaksanakannya sendiri. HIPMI perlu menjadi mitra strategis dalam menjalankan upaya ini,” ujar Amran.

 

 

 

 

Ia mengungkapkan bahwa potensi penyerapan tenaga kerja dari proses budidaya hingga pengolahan hasil perkebunan dapat mencapai 8,6 juta orang.

 

 

 

 

Menurut Amran, komoditas seperti kelapa, kakao, kopi, mete, kelapa sawit, dan kapas memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk turunan bernilai tinggi.

 

 

 

 

“Nilai tambah komoditas harus tinggal di dalam negeri. Kita tidak boleh lagi menjual bahan mentah. Semua produk perkebunan harus diolah dan diserap oleh industri dalam negeri,” tegasnya.

 

 

 

 

Amran mencontohkan potensi besar dari kelapa dalam. Komoditas ini dapat diolah menjadi beragam produk turunan, antara lain virgin coconut oil (VCO), cocopeat, cocofiber, hingga bioenergi.

 

 

 

 

“Nilai produk turunannya bisa meningkat hingga 107 kali lipat dari harga kelapa awal,” tambahnya.

 

 

 

 

Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia memiliki keunggulan komparatif berupa kekayaan sumber daya alam dan produksi sepanjang tahun. Oleh karena itu, menurutnya, sinergi antara pemerintah dan berbagai pihak, termasuk HIPMI, sangat penting dalam mempercepat hilirisasi dan memperkuat ketahanan pangan.

 

 

 

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum BPD HIPMI DIY, Ekawati Rahayu Putri, menyatakan komitmennya untuk mendukung program hilirisasi yang diusung Kementerian Pertanian.

 

 

 

 

“Terima kasih Pak Menteri telah memberikan motivasi pada kami. Kami siap menjadi inisiator dalam mengumpulkan pengusaha muda pertanian untuk bersinergi dengan pemerintah,” ungkap Ekawati.

 

 

 

 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa HIPMI DIY siap menjadi motor penggerak pembangunan pertanian nasional.

 

 

 

 

“Kami berharap dapat ambil bagian dalam mewujudkan ketahanan serta kemandirian pangan nasional secara bersama-sama,” tutupnya.

 

 

 

 

Dengan keterlibatan generasi muda dalam hilirisasi pertanian, diharapkan Indonesia tidak hanya menjadi produsen komoditas mentah, tetapi juga mampu menjadi kekuatan industri berbasis pertanian yang tangguh dan berdaya saing tinggi.***

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana

September 8, 2026

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan

September 8, 2026

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana Oleh: Camelia Kencana Risiko bencana merupakan…

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan…

Pemerintah Pantau Erupsi Anak Krakatau, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Pantau Erupsi Anak Krakatau, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas Pemerintah memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat…

Jaga Indonesia, Persatuan dan Kritik Konstruktif Jadi Kunci Mengawal Prabowo-Gibran

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Jaga Indonesia, Persatuan dan Kritik Konstruktif Jadi Kunci Mengawal Prabowo-Gibran Oleh : Gavin Asadit Menjaga persatuan nasional menjadi salah satu kunci penting dalam mengawal jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Di tengah dinamika politik, ekonomi, dan sosial yang terus berkembang, masyarakat memiliki peran strategis untuk memastikan perbedaan pandangan tetap berada dalam koridor demokrasi yang sehat. Persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan pendapat. Sebaliknya, persatuan dapat diwujudkan dengan menjadikan perbedaan sebagai bagian dari proses demokrasi, sekaligus memastikan setiap kritik disampaikan secara konstruktif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Situasi bangsa yang kondusif membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah. Perbedaan pilihan politik merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk membangun permusuhan ataupun memperlebar polarisasi di tengah masyarakat. Dukungan terhadap pemerintahan juga tidak harus dipahami sebagai sikap yang menutup ruang kritik. Masyarakat tetap mempunyai hak untuk memberikan masukan, melakukan pengawasan, dan menyampaikan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah. Hal terpenting adalah kritik tersebut disampaikan dengan cara yang bertanggung jawab serta didasarkan pada kepentingan publik. Kritik konstruktif justru dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat pemerintahan. Masukan dari masyarakat dapat membantu pemerintah melihat persoalan secara lebih luas, terutama ketika sebuah program masih menghadapi kendala dalam pelaksanaannya. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.