PT PLN Indonesia Power melalui Unit Pembangkitan (UP) Keramasan memperkuat komitmennya dalam menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Gerakan Kolaborasi Nasional Sedekah Sampah untuk Pendidikan. Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan di Desa Quran, Palembang, Rabu (3/6).
Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Manager PLN Indonesia Power UP Keramasan Rendi Wijaya Putra bersama Presiden Gerakan Kolaborasi Nasional Sedekah Sampah untuk Pendidikan Wahyu Griya Suryana. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia usaha dan komunitas sosial guna mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
Program Sedekah Sampah untuk Pendidikan merupakan inisiatif yang mengintegrasikan pengelolaan sampah bernilai ekonomis dengan pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan. Melalui program ini, sampah plastik yang selama ini menjadi tantangan lingkungan akan dikelola dan didaur ulang menjadi produk yang memiliki nilai guna serta nilai ekonomi.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kolaborasi lintas sektor merupakan elemen penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan. Karena itu, PLN Indonesia Power terus mendorong terciptanya inisiatif yang mampu menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui program ini, kami berharap dapat menciptakan nilai bersama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujar Bernadus.
Senada dengan hal tersebut, Manager PLN Indonesia Power UP Keramasan Rendi Wijaya Putra menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Gerakan Kolaborasi Nasional Sedekah Sampah untuk Pendidikan merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“PLN Indonesia Power UP Keramasan terus mendorong terciptanya program-program berkelanjutan yang tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat menumbuhkan budaya peduli lingkungan sekaligus mendukung dunia pendidikan melalui pengelolaan sampah yang lebih produktif dan bernilai ekonomi,” ujar Rendi.
Kerja sama ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan, menumbuhkan budaya peduli lingkungan sejak dini, mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi sirkular, serta memperkuat kolaborasi multipihak dalam program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan dan pendidikan.
Dalam implementasinya, program akan melibatkan lingkungan perusahaan, sekolah, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam kegiatan pengumpulan sampah botol plastik. Sampah yang terkumpul selanjutnya akan dikelola oleh Gerakan Kolaborasi Nasional Sedekah Sampah untuk Pendidikan untuk dimanfaatkan dan didaur ulang menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Sementara itu, Presiden Gerakan Kolaborasi Nasional Sedekah Sampah untuk Pendidikan Wahyu Griya Suryana mengapresiasi dukungan PLN Indonesia Power terhadap gerakan kolaboratif yang mengedepankan solusi atas isu lingkungan dan pendidikan.
“Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat dan dukungan terhadap pendidikan. Kami optimistis sinergi ini akan memberikan manfaat yang luas dan berkelanjutan,” ungkap Wahyu.
Melalui kolaborasi ini, PLN Indonesia Power menegaskan perannya sebagai perusahaan energi yang tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik yang andal, tetapi juga aktif menciptakan nilai tambah sosial, lingkungan, dan ekonomi bagi masyarakat. Program Sedekah Sampah untuk Pendidikan diharapkan dapat menjadi model kolaborasi berkelanjutan yang mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals /SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta pelestarian lingkungan.