• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Olimpiade 100 Tahun Gontor Bakal Hadirkan Calon Presiden, Calon Kyai, Calon Menteri dan Calon Bupati

Olimpiade 100 Tahun Gontor Bakal Hadirkan Calon Presiden, Calon Kyai, Calon Menteri dan Calon Bupati

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 22 September 2025

Bupati Ponorogo, Bapak H. Sugiri Sancoko, S.E., M.M., membuka kegiatan Olimpiade 100 Tahun Gontor pada Senin (22/9) di Lapangan Sepak Bola Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Dalam pidatonya, beliau mengaku bangga dengan pencapaian PMDG yang terus berkontribusi bagi masa depan bangsa, dan kini telah mencapai usianya yang ke-100 tahun.

“Kami bangga dengan keberadaan Pondok Modern Darussalam Gontor yang hari ini sudah menuju seratus tahun. Dari sana lahir generasi yang top, sebagaimana hari ini bagaikan konferensi orang-orang hebat di masa depan,” ungkap beliau dalam sambutannya.

Pimpinan PMDG, KH. Hasan Abdullah Sahal, turut menyampaikan bahwa PMDG terus berkembang seiring bertambahnya usia, dengan tetap mempertahankan nilai dan falsafah yang telah ditanamkan para pendirinya.

“Sekarang seratus tahun, ada banyak perkembangan ke depan, tetapi tetap al-muhafazhatu ‘ala al-qiyam wa taghyīr ilā al-kamāl (menjaga nilai-nilai dan berkembang menuju kesempurnaan),” tutur beliau.

Seremoni pembukaan olimpiade berlangsung meriah. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum Panitia Peringatan 100 Tahun Gontor, para ketua lembaga PMDG, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para kiai dari pondok pesantren sekitar Ponorogo.

Sebagai lembaga pendidikan komprehensif, PMDG mendidik santrinya dari berbagai aspek, mulai dari intelektual, mental, spiritual, hingga fisik. Olimpiade Olahraga 100 Tahun Gontor hadir sebagai salah satu bentuk pendidikan tersebut. Sebanyak lebih dari 1.500 peserta yang berasal dari 34 lembaga pendidikan berkompetisi sekaligus belajar makna kebersamaan, sportivitas, dan semangat juang.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum Peringatan 100 Tahun PMDG, Assoc. Prof. Dr. Khoirul Umam, M.Ec., melalui sambutannya bahwa kegiatan ini merupakan wadah pendidikan calon pemimpin masa depan.

“Ini bukan sembarang olimpiade. Ini adalah berkumpulnya santri calon pemimpin masa depan. Di masa depan, merekalah yang akan menanamkan nilai-nilai Islam dan menyemai peradaban utama di Indonesia bahkan dunia. Ada calon Presiden, calon Menteri, Calon Kyai dan Calon Bupati,” ucap Khoirul Umam.

Sebanyak tujuh cabang olahraga, yaitu sepak bola, futsal, voli, basket, takraw, tenis meja, dan bulu tangkis, hadir dalam olimpiade yang berlangsung pada 22–29 September 2025. Harapannya, perhelatan ini mampu menjadi inspirasi bagi seluruh lembaga pendidikan, khususnya pondok pesantren, untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki di bidang olahraga.

Olimpiade Olahraga 100 Tahun Gontor menunjukkan konsistensi PMDG dalam menjaga nilai-nilainya agar tetap eksis mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan falsafah yang telah ditanamkan para pendirinya.

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital

July 29, 2026

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital 

July 29, 2026

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan teknologi digital telah…

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital 

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital  Oleh : Gavin Asadit Perkembangan teknologi digital telah membawa banyak manfaat bagi masyarakat, mulai dari kemudahan akses informasi hingga percepatan transformasi ekonomi. Namun, di balik berbagai peluang tersebut, ruang siber juga menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran paham radikal, propaganda ekstremisme, rekrutmen anggota kelompok teror, hingga pendanaan terorisme melalui platform digital. Pemerintah memandang ancaman tersebut sebagai bentuk baru terorisme yang membutuhkan pendekatan penanganan yang lebih adaptif dan kolaboratif. Oleh karena itu, sepanjang 2026 pemerintah terus memperkuat strategi nasional dalam menghadapi terorisme digital melalui sinergi antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), aparat penegak hukum, penyelenggara platform digital, serta masyarakat. Perubahan pola penyebaran paham radikal menjadi perhatian serius pemerintah. Jika sebelumnya proses radikalisasi banyak berlangsung melalui pertemuan langsung, kini media sosial, aplikasi percakapan, forum daring, hingga berbagai platform digital menjadi sarana utama penyebaran propaganda. Laporan tren terorisme yang dipublikasikan BNPT bersama UNDP menunjukkan bahwa sebagian pelaku tindak pidana terorisme dalam beberapa tahun terakhir pertama kali terpapar konten ekstremis melalui internet, bahkan terdapat pelaku yang seluruh aktivitas radikalisasinya berlangsung di ruang digital. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa ancaman terorisme kini semakin bergeser ke ranah siber sehingga strategi pencegahan harus ikut bertransformasi dengan memperkuat literasi digital, pengawasan ruang siber, serta ketahanan masyarakat terhadap propaganda ekstremisme. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono, menegaskan bahwa pencegahan terorisme tidak lagi hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga harus mengedepankan upaya preventif melalui penguatan ketahanan masyarakat di ruang digital. Menurutnya, BNPT terus memperkuat strategi kontra narasi, meningkatkan kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait, serta memperluas edukasi kepada generasi muda agar mampu mengenali dan menolak berbagai bentuk propaganda ekstremisme yang beredar melalui internet. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci karena ancaman digital berkembang sangat cepat dan tidak mengenal batas wilayah. Sejalan dengan penguatan strategi pencegahan, pemerintah juga memperkuat tata kelola ruang digital melalui berbagai regulasi dan kebijakan. Kementerian Komunikasi dan Digital terus meningkatkan kerja sama dengan BNPT dalam mempersempit ruang gerak penyebaran konten radikal, termasuk melalui implementasi kebijakan perlindungan anak di ruang digital dan peningkatan pengawasan terhadap platform digital. Pemerintah menilai bahwa ruang digital yang sehat harus dibangun melalui keseimbangan antara perlindungan kebebasan berekspresi dan perlindungan masyarakat dari konten yang mengandung unsur radikalisme, kekerasan, maupun propaganda terorisme. Pendekatan tersebut dilakukan secara bertahap melalui penguatan sistem pengawasan, peningkatan literasi digital, serta koordinasi dengan penyelenggara platform digital nasional maupun global. …

Terorisme Digital Makin Adaptif, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pencegahan Ekstremisme

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Terorisme Digital Makin Adaptif, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pencegahan Ekstremisme Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah…

Pemerintah Mitigasi Terorisme Digital, 250 Anak Terpapar Ekstremisme Dibina dan Direhabilitasi

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Pemerintah Mitigasi Terorisme Digital, 250 Anak Terpapar Ekstremisme Dibina dan Direhabilitasi Jakarta – Pemerintah terus…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.