• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Politik»Nama-Nama Bintang Masuk di Bursa Pilgub DKI 1 di Diskusi Kelompok Cipayung Plus: Ada Sri Mulyani, Andika Perkasa, Anies Baswedan, Sudirman Said

Nama-Nama Bintang Masuk di Bursa Pilgub DKI 1 di Diskusi Kelompok Cipayung Plus: Ada Sri Mulyani, Andika Perkasa, Anies Baswedan, Sudirman Said

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 28 May 2024

Pengamat Pemilu dari Rumah Demokrasi Ramdansyah mempertanyakan apakah Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2024-2029 masih keren. Seperti Pilgub sebelumnya. Sebab jelas Ramdansyah yang juga mantan Ketua Panwaslu DKI Jakarta tersebut masuk dalam kawasan Aglomerasi.

“Sebenarnya pilgub DKI itu potensial masih tetap seperti dulu. Keren nggak sih dengan adanya aglomerasi bahwa hari ini Cianjur Bogor Kabupaten Tangerang dan seterusnya itu akan dipimpin oleh Wakil Presiden,” ujar Ramdansyah saat diskusi bertajuk Perang Bintang Menuju Pilkada Jakarta 2024 di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (26/5/2024).

“Sementara Gubernur DKI adalah bagian dari aglomerasi itu. Jadi keren enggak sih sebenarnya pilgub itu? Kalau nggak keren buat apa kita cawe-cawean,” imbuh Ramdansyah yang saat ini menjadi Kabid Kepemiluan di Majelis Nasional KAHMI.

Seperti diketahui Jakarta termasuk ke dalam kawasan aglomerasi menurut Rancangan Undang-undang Daerah Khusus Jakarta (RUU DKJ). Adapun, RUU tersebut sudah ditetapkan menjadi Undang-undang pada Kamis (28/3/2024) melalui pengambilan keputusan tingkat II Rapat Paripurna DPR RI.

Aglomerasi merupakan sentralisasi kegiatan ekonomi dan industri di kawasan tertentu, terutama perkotaan. Kawasan aglomerasi yang tertuang dalam UU DKJ mencakup Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur (Jabodetabekjur).

Lebih lanjut Ramdansyah mengatakan, walaupun masuk aglomerasi bukan berarti tidak peduli dengan Pilgub. Menurutnya pengawasan perlu dilakukan.

Selain itu pihaknya jelas Ramdansyah juga perlu menyoroti politik uang.

“Di Jakarta politik uang itu masih saja terjadi ya nilai 100 atau 200 ribu rupiah.

Juga cliktivisme, kecepatan tangan lebih cepat dari pikiran. Kalau kita sudah benci dengan seseorang kalau ada berita walaupun infonya belum tentu benar, kita langsung share,” jelas Ramdansyah.

“Dalam Pilkada potensi terjadi pelanggaran bisa saja terjadi. Setiap tahapan pasti terjadi potensi. Misalkan dalam daftar pemilih mau nggak KPU dan teman-teman itu memperbaiki DPT-nya secara akurat,” jelas Ramdansyah.

“Di Jakarta pertumbuhan penduduk terus bertumbuh tetapi daftar pemilih seringkali pertumbuhannya naik atau turun. Itu harus kemudian diperhatikan dengan benar. Saya yakin di DKI Jakarta punya potensi untuk meminimalisasikan hal itu karena sebagian besar itu terjadi kantong-kantong yang sulit diakses. Potensi itu membuat DPT yang benar itu sulit,” imbuhnya.

Sementara itu terkait siapa calon Gubernur DKI Jakarta, Ramdansyah mengatakan saat ini sudah banyak nama yang beredar di media massa. Seperti Anies Baswedan, Andika Perkasa, Sudirman Said dan Sri Mulyani. Menurutnya ini adalah perang bintang, tetapi Parpol-Parpol yang akan mengusung Gubernur DKI masih belum dapat persetujuan dari DPP Partai.

Sikap kehati-hatian ini karena ada alasan tersendiri menurut Ramdansyah, “Level jakarta sama dengan menteri. Maksud saya kalau mereka muncul yang jadi pemimpin DKI adalah yang berpengalaman dan berpotensi jadi Presiden di Pemilu 2029. Karenanya Pimpinan Pusat partai politik cukup berhati-hati dalam membuat keputusan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU DKI Jakarta Dody Wijaya mengatakan pihaknya akan transparan di semua tahapan untuk mencegah adanya intervensi.

“Terkait pemilihan kepala daerah ini, kita meyakini karena kita membuka secara transparan, proses dan tahapannya dengan terbuka, kita yakin cara kita menghindari intervensi dengan membuka semua tahapan,” ujarnya.
Dody juga berharap masyarakat Jakarta, agar memastikan namanya masuk dalam daftar pemilih.

“Dari sisi pemilih, tentu ini menjadi isu yang penting ya. Pemilih di DKI Jakarta, dan teman-teman yang punya hak pilih, pastikan nanti terdaftar dalam daftar pemilih,” kata Dody.

Suspend Dapur MBG Bermasalah, Bukti Negara Tidak Berkompromi

September 22, 2026

Pemerintah Tegaskan Suspend untuk SPPG – MBG yang Belum Penuhi SLHS

September 22, 2026

Suspend Dapur MBG Bermasalah, Bukti Negara Tidak Berkompromi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Suspend Dapur MBG Bermasalah, Bukti Negara Tidak Berkompromi Oleh: Anggun Wiratama Program Makan Bergizi Gratis…

Pemerintah Tegaskan Suspend untuk SPPG – MBG yang Belum Penuhi SLHS

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pemerintah Tegaskan Suspend untuk SPPG – MBG yang Belum Penuhi SLHS Jakarta – Pemerintah melalui…

Suspend Diterapkan, Sekolah Diminta Tolak Ompreng MBG Tanpa Label

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Suspend Diterapkan, Sekolah Diminta Tolak Ompreng MBG Tanpa Label JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN)…

Pemerintah Terus Benahi Berbagai Masalah, Penyampaian Aspirasi Jangan Dikotori Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pemerintah Terus Benahi Berbagai Masalah, Penyampaian Aspirasi Jangan Dikotori Provokasi Oleh: Stefano Listanto Menjelang dua…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.