Menteri ESDM Ignasius Jonan Resmikan 5 Infrastruktur Kelistrikan di Sumsel

0

Menteri ESDM (Energi Dan Sumber Daya Mineral) Ignasius Jonan meresmikan 5 Infrastruktur kelisrikan yang terdiri dari GIS (Gas Insulated Swicthgear) GIS, GI dan SKTT yang ditandai dengan penandatanganan prasasti.

Diharapkan dengan diresmikannya ini bisa memenuhi kebutuhan listrik sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan adanya listrik yang handal di Sumsel. Turut hadir dalam acara tersebut Dirjen Ketenagalistrikan Rida Mulyana, Direktur Bisnis Regional Bisnis Sumatera PLN Wiluyo Kusdwiharto , Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya meresmikan Peresmian tersebut dilakukan di PT PLN Unit Pelaksana Transmisi yang berada di Jalan Demang Lebar Daun, Minggu (31/3).

Hadir juga dalam acara tersebut jajaran PT PLN UP3B Sumatera Unit Pelaksana Transmisi Palembang dan PLN Persero Unit Pembangunan Pembangkit Sumatera Unit Pelaksana Proyek Pembangunan Sumatera 7, General Manager PT PLN Wilayah Sumatera Selatan Jambi dan Bangka Belitung (WS2JB).

Advertisement

“Kami ucapkan terima kasih kepada PLN yang telah membangun infrastruktur ketenagalistrikan yang lebih baik untuk masyarakat, dimana Sumsel merupakan salah satu provinsi lumbung energi nasional. Diharapkan dengan peresmian ini bisa meningkatkan kehandalan listrik di Sumsel,” kata Menteri ESDM Ignatius Jonan.

Jonan menambahkan untuk kehandalan GIS, pemasoknya ada dua, dan bisa saling memback up. Biasanya disalurkan untuk layanan VVIP dan premium.

“Kami sepakat, sampai akhir tahun 2019 untuk transmisi dan gardu induk 275 kV akan selesai. Untuk dua tahun kedepan Jaringan Tegangan Ekstra Tinggi 500 kV akan kita realisasikan, seluruh jaringan di Sumatera akan menjadi satu seperti di Jawa dan Bali,” ujarnya.

Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Wiluyo menambahkan pentingnya listrik sebagai kebutuhan dasar pembangunan, untuk itu terus dilakukan upaya peningkatan kehandalan dan pasokan diseluruh Wilayah. Untuk daerah Sumatera , hambatan terbesar yakni ada beberapa daerah transmigrasi yang sulit dijangkau. Namun PLN akan terus berupaya untuk mengatasi semua hambatan agar seluruh lapisan masyarakat bisa menikmati listrik.

“Saat ini ratio elektrifikasi di Sumatera Selatan sudah mencapai 91 persen, Insha Allah kedepan tidak ada pemadaman lagi,” jelasnya.

Pasokan listrik di Provinsi Sumatera Selatan aman dan handal dengan kapasitas pembangkit 1.358 MW dengan beban puncak 705 MW Keandalan penyediaan listrik di Sumatera Selatan tersebut selain didukung dari jumlah kapasitas pembangkit itu sendiri juga didukung dengan Sistem Interkoneksi Tegangan Ekstra Tinggi Sumatera 275 kV dan Sistem Interkoneksi Tegangan Tinggi Sumatera 150 KV dan sistem 70 kV.

Adapun proyek yang diresmikan pada Proyek Kelistrikan Di Wilayah Sumatera Bagian Selatan, yaitu:
1. GIS (Gas Insulated Switchgear) 150 kV Kota Barat dengan kapasitas 1 x 60 MVA yang merupakan instalasi GIS pertama di Sumatera Bagian Selatan,
2. GI 150 kV Gandus kapasitas sebesar 1×30 MVA dan 1×60 MVA dengan total kapasitas 90 MVA
3. GI 150 kV Kenten dengan kapasitas 2×60 MVA total kapasitas sebesar 120 MVA
4. GI 150 kV Kayu Agung dengan kapasitas 1×60 MVA .
5. SKTT (Saluran Kabel Tegangan Tinggi) 150 kV Kota Barat – Gandus sepanjang 5,1 kms yang merupakan Instalasi SKTT pertama di Sumatera Bagian Selatan.

Dengan beroperasinya kelima proyek diatas memberikan manfaat yang besar untuk sistem kelistrikan di Provinsi Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang.

“Meningkatkan keandalan suplai energi Listrik Kota Palembang dengan terbentuknya Sistem Ring Gardu Induk 150 kV Kota Palembang yang terkoneksi dengan sistem 70 kV menjadi salah satu sumber suplai utama untuk pertumbuhan permintaan energi listrik di Kota Palembang di masa yang akan datang dan diharapkan menekan biaya pokok produksi serta memperbaiki susut dan mutu tegangan di kota Palembang karena lebih dekat dengan beban” Pungkas Wiluyo.

 

Info Lomba Terbaru