• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Mendukung Upaya Pemerintah Cegah Terorisme Jelang Natal

Mendukung Upaya Pemerintah Cegah Terorisme Jelang Natal

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 4 December 2023

Mendukung Upaya Pemerintah Cegah Terorisme Jelang Natal

Oleh : Ahmad Dzul Ilmi Muis

Segenap masyarakat di Tanah Air mendukung penuh upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia (RI) untuk mencegah adanya potensi kemunculan terorisme menjelang perayaan Hari Raya Natal pada tahun 2023 ini.

Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian meminta kepada seluruh daerah bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan juga berbagai pemangku kepentingan terkait upaya menguatkan sinergitas bersama untuk kesiapsiagaan mereka menjelang perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru).

Adanya peningkatan sinergitas dari berbagai pihak tersebut jelas merupakan sebuah hal yang sangat penting lantaran akan mampu semakin memperkuat koordinasi, fasilitasi, pengendalian hingga mampu memonitor bagaimana persiapan akan pelaksanaan libur Nataru di masyarakat.

Mendagri juga meminta kepada pihak Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk memetakan kegiatan keagamaan di rumah ataupun tempat ibadah, khususnya pada saat perayaan ibadah Natal. Bukan hanya itu, namun Pemda juga sangat perlu menjalin koordinasi yang baik dengan Forkopimda untuk melakukan pengamanan sebagai upaya demi menciptakan kondisi yang aman, nyaman serta tertib.

Selain itu, penting juga dilakukan oleh Pemda untuk bisa mengendalikan terjadinya inflasi dengan cara meningkatkan dan mengoptimalkan pengawasan berbagai macam harga serta ketersediaan kebutuhan pokok hingga bahan bakar. Pasalnya, biasanya menjelang perayaan hari raya Natal sampai tahun baru, beberapa kebutuhan pokok di masyarakat akan mengalami kenaikan harga. Maka dari itu, supaya tidak memberatkan masyarakat, pengawasan dan pengendalian sejak dini perlu untuk dilakukan.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan dalam mengendalikan inflasi sehingga harga bisa dikendalikan dan tidak terlalu mengalami kenaikan secara signifikan adalah dengan melalui sejumlah tindakan strategis seperti memonitor ketersediaan pasokan, stabilisasi harga dan juga memastikan adanya kelancaran distribusi akan bahan pangan pokok maupun barang penting lainnya oleh Satuan Ketahanan Pangan Daerah.

Dengan adanya antisipasi sejak awal tersebut pada terjadinya kemungkinan lonjakan permintaan dari para konsumen, yang mana ketika permintaan semakin meningkat maka jelas sangat berpotensi untuk menimbulkan kelangkaan. Maka dari itu, pemerintah langsung berupaya untuk memastikan ketersediaan jumlah dan stok bahan pangan pokok, Bahan Bakar Minyak (BBM), Bahan Bakar Gas (BBG) dan Liquid Petroleum Gas (LPG).

Terlebih, hal yang juga sangat penting untuk terus menjadi perhatian adalah Pemda diminta untuk meningkatkan kewaspadaan akan adanya potensi kerawanan dan gangguan keamanan serta ketentraman pada saat perayaan Tahun Baru 2024 di berbagai tempat yang kemungkinan akan menimbulkan kerumunan.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa dengan adanya perayaan Natal serta Tahun Baru, maka biasanya potensi akan terorisme juga semakin meningkat. Maka dari itu, Pemda perlu menempatkan berbagai unsur pengamanan pada beberapa titik tertentu di setiap kegiatan keramaian dengan terus menjalin kolaborasi bersama aparat keamanan gabungan seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Intelijen Negara (BIN) serta unsur terkait lainnya.

Koordinasi sangat intensif memang penting untuk dilakukan oleh Pemerintah Daerah setempat bersama pihak aparat keamanan dalam melakukan deteksi dini akan situasi serta kondisi keamanan dan juga ketertiban umum yang sangat berpotensi akan menjadi gangguan yang disebabkan oleh berbagai macam tindakan. Beberapa gangguan tersebut diantaranya adalah aksi terorisme, pencurian, penodongan, sweeping oleh organisasi masyarakat (ormas) tertentu serta kejahatan lainnya.

Tidak tanggung-tanggung, bahkan koordinasi untuk meningkatkan keamanan bisa dilakukan dari lingkungan terkecil di masyarakat seperti dari lingkungan RT dan RW untuk mencegah terjadinya terorisme serta kemungkinan adanya pencurian pada rumah-rumah kosong yang ditinggalkan oleh para penghuninya pada saat libur.

Upaya terus dilakukan oleh pemerintah untuk menanggulangi berbagai macam potensi akan kemunculan aksi terorisme di Tanah Air. Berbagai strategi telah ditempuh mulai dari pendekatan secara keras (hard approach) melalui tindakan pihak Detasemen Khusus 88 Anti Teror Kepolisian Negara Republik Indonesia (Densus 88 AT Polri) hingga juga menggunakan pendekatan yang lunak (soft approach) dengan dibentuknya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Melalui BNPT, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat dalam upaya untuk bisa mencegah aksi terorisme hingga kemungkinan bisa menghasilkan tren yang positif. Penyebaran akan beberapa paham terorisme seperti adanya intoleransi memang tetap wajib diwaspadai, khususnya ketika hal tersebut menyasar kepada generasi muda. Karena jika terus dibiarkan terjadi, maka jelas akan sangat kontraproduktif terhadap upaya pemerintah dalam menciptakan generasi emas pada tahun 2045 mendatang.

Berbagai macam upaya memang telah dilakukan oleh pemerintah untuk bisa menanggulangi adanya potensi munculnya banyak gangguan, utamanya adalah terorisme tatkala pelaksanaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru mendatang. Maka dari itu, untuk semakin memperlancar upaya pemerintah tersebut, penting juga segenap elemen bangsa memberikan dukungan penuhnya.

)* Penulis adalah Alumni Fisip Unair

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

October 26, 2026

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

October 26, 2026

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor…

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 25, 20260

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat JAKARTA — Sektor hulu minyak dan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.