• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Mendorong Kreativitas UMKM Melalui Digitalisasi Guna Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Mendorong Kreativitas UMKM Melalui Digitalisasi Guna Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 29 February 2024

Mendorong Kreativitas UMKM Melalui Digitalisasi Guna Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Oleh: Kurniawan Mulyanto

Pada era digital yang semakin berkembang, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi suatu kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Hal ini juga berdampak pada sektor ekonomi yang semakin terbuka lebar peluangnya untuk berkembang melalui digitalisasi.

Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara melalui berbagai program dan kebijakan yang diterapkan. Salah satu yang menjadi fokus utama adalah pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Digitalisasi merupakan salah satu solusi yang dianggap dapat mendorong kreativitas UMKM dan berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan Indonesia perlu melahirkan lebih pebisnis dan mewujudkan UMKM atau ekonomi baru melalu pendekatan inkubasi berbasis digitalisasi untuk menghasilkan produk baru yang kompetitif. Indonesia memiliki potensi menjadi negara maju dengan minimum pendapatan perkapita 13.000 dolar AS. Kalau tidak ada perubahan dan tidak mungkin bisa mencapai pendapatan untuk menuju 2045.
Digitalisasi merujuk pada proses perubahan dari sistem manual menjadi sistem digital yang dilakukan oleh suatu organisasi atau lembaga. Dalam hal ini, digitalisasi akan membawa dampak positif bagi UMKM, terutama dalam hal pemasaran dan penjualan produk. Dengan adanya digitalisasi, UMKM dapat memanfaatkan berbagai platform digital seperti media sosial, marketplace, dan website untuk mempromosikan dan menjual produk mereka. Hal ini akan membantu UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke pasar internasional.
Selain itu, digitalisasi juga dapat mempermudah proses transaksi dan pembayaran bagi pelanggan. Penggunaan sistem pembayaran digital seperti e-wallet atau mobile banking telah menjadi tren di masyarakat saat ini. Dengan adanya digitalisasi, UMKM dapat menyediakan berbagai opsi pembayaran yang lebih praktis dan efisien bagi pelanggan mereka, sehingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan meningkatkan penjualan.
Tidak hanya itu, digitalisasi juga dapat memperluas akses UMKM pada sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis mereka. Melalui platform digital, UMKM dapat mengakses informasi, pelatihan, dan koneksi yang dapat membantu mereka untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk yang mereka hasilkan. Hal ini juga akan membantu UMKM untuk meningkatkan daya saing di pasar yang semakin kompetitif.
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan mengatakan pelaku UMKM dan pedagang pasar rakyat harus terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dengan masuk ke pasar digital melalui platform niaga elektronik. Saat ini UMKM telah menjadi tulang punggung bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Penyesuaian perkembangan digitalisasi saat ini adalah ilmu.
Saat ini telah dilakukan berbagai upaya untuk mendorong digitalisasi di kalangan UMKM. Salah satunya adalah melalui program pemerintah yaitu Gerakan Ekonomi Digital Indonesia (GEDI). Program ini bertujuan untuk membantu UMKM dalam mengembangkan kapasitas dan kemampuan digital mereka. Selain itu, pemerintah juga telah mengadakan berbagai pelatihan dan workshop terkait digitalisasi bagi UMKM.
Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis digital. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, digitalisasi dijadikan sebagai salah satu prioritas untuk meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia. Pemerintah juga mendorong pelaku usaha untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan dalam menggunakan teknologi digital melalui program pelatihan dan pendidikan.
Tidak hanya itu, digitalisasi juga mendorong lahirnya inovasi baru yang dapat memperkaya ragam produk dan layanan yang ditawarkan. Dengan inovasi yang terus berkembang, diharapkan dapat meningkatkan daya saing bisnis Indonesia di pasar global. Selain itu, melalui digitalisasi, pelaku usaha juga dapat memperluas kerja sama dengan pelaku usaha di luar negeri, sehingga dapat meningkatkan ekspor Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada komoditas tertentu.
Meski masih banyak tantangan yang harus dihadapi, namun pemerintah yakin bahwa Indonesia dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital di Asia Tenggara. Dengan adanya komitmen yang kuat dari pemerintah dan dukungan dari seluruh stakeholders, target untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis digital di tahun 2024 dapat tercapai.
Untuk mencapai visi pertumbuhan ekonomi berbasis digital, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi krusial. Pentingnya infrastruktur digital yang handal dan terjangkau juga tidak bisa diabaikan. Pemerintah perlu terus berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, termasuk peningkatan akses internet di seluruh wilayah Indonesia.
Regulasi yang mendukung dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku bisnis digital perlu terus disempurnakan. Keselarasan regulasi akan menciptakan lingkungan usaha yang kondusif dan mendorong investasi di sektor digital. Peningkatan literasi digital di kalangan masyarakat juga menjadi fokus penting untuk memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat dapat mengambil manfaat penuh dari perkembangan ekonomi digital.
Oleh karena itu, pembangunan ekosistem startup dan inovasi perlu terus didorong. Dukungan finansial, aksesibilitas terhadap sumber daya, serta fasilitasi bagi inovator dan entrepreneur akan menjadi penentu keberhasilan ekosistem ini. Melalui langkah-langkah ini, diharapkan Indonesia dapat mencapai posisi unggul dalam perekonomian digital, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

)* Penulis merupakan peneliti di Citra Media Consulting

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

September 29, 2026

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

September 29, 2026

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana Oleh: Miftah Hizyan Agenda pendidikan nasional…

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan Oleh: Rizky Adi Perman Perluasan…

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi Oleh : Yohanes Wandikbo Pendidikan merupakan…

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda 

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda  Oleh: Yusuf Rinaldi Program Magang Nasional yang diperluas pemerintah menjadi 150 ribu peserta pada 2026 menunjukkan upaya memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring profesional, dan memperbesar peluang masuk ke pasar kerja formal di tengah persaingan memperoleh pekerjaan yang semakin ketat. Sejak 2025, pemerintah membuka Program Magang Nasional dengan target 100 ribu peserta. Pada 2026, kuotanya diperluas menjadi 150 ribu peserta. Program berlangsung selama enam bulan dengan fasilitas pelatihan, pendampingan mentor, sertifikat, jejaring profesional, serta uang saku yang ditanggung pemerintah. Besaran uang saku mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota di lokasi pemagangan dan dibayarkan setiap bulan berdasarkan jumlah hari yang diperhitungkan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan perluasan program tersebut dilakukan secara bertahap dan tetap disertai evaluasi terhadap pelaksanaan setiap angkatan. Pada batch pertama terdapat 46.160 peserta, sedangkan batch kedua menetapkan 40.962 peserta. Pemerintah kemudian menyiapkan batch ketiga dengan sekitar 62 ribu peserta untuk memenuhi target 150 ribu peserta pada 2026. Pendaftaran penyelenggara disiapkan sejak September, seleksi peserta pada Oktober, dan pelaksanaan batch ketiga ditargetkan dimulai pada November. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan pemagangan benar-benar memberikan kesempatan kepada peserta meningkatkan kompetensi, memperoleh pengalaman kerja, membangun portofolio, serta memperluas jejaring. Untuk batch ketiga, pemerintah juga mengubah skema penempatan dengan menempatkan seluruh peserta di perusahaan, tanpa kementerian dan lembaga pemerintah. Dari perspektif ekonomi, pemberian uang saku selama enam bulan memberikan dukungan bagi lulusan baru yang berada dalam masa transisi dari pendidikan menuju pekerjaan. Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta mendapatkan tunjangan yang disesuaikan dengan upah minimum daerah. Pemerintah juga memberikan fasilitas Pajak Penghasilan Pasal 21 ditanggung pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2026 yang berlaku hingga Desember 2026. Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting dalam melihat keberlanjutan program. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menyampaikan bahwa sekitar 30 ribu dari 60 ribu alumni Magang Nasional 2025 yang menjalani pemagangan di industri telah bekerja tiga bulan setelah menyelesaikan program. Tingkat penyerapan tersebut meningkat dari sekitar 30 persen ketika peserta baru menyelesaikan masa pemagangan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.