• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Mendorong Bawaslu Optimal Awasi Masa Tenang Pemilu

Mendorong Bawaslu Optimal Awasi Masa Tenang Pemilu

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 11 February 2024

Mendorong Bawaslu Optimal Awasi Masa Tenang Pemilu

Oleh : Maya Naura Lingga

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) memiliki komitmen yang sangat kuat dan mengaku sudah siap untuk mengawasi masa tenang Pemilu 2024. Beberapa strategi juga dilakukan, yakni dengan menggencarkan penertiban dan melakukan patroli pengawasan.

Salah satu patroli yang dilakukan secara intensif oleh pihak penyelenggara Pemilu tersebut, yakni untuk bisa mencegah terjadinya kemungkinan atau potensi akan praktik politik uang, terlebih di masa-masa krusial seperti sekarang ini.

Ketua Bawaslu Kalimantan Timur (Kaltim), Hari Darmanti menyampaikan bahwa pihaknya memang harus terus menguatkan pengawasan menjelang beberapa hati lagi setelah memasuki masa tenang, yakni pada tanggal 11 Februari 2024. Menurutnya justru dalam masa tenang itu sekaligus menjadi masa yang paling krusial karena sebagai detik-detik terakhir sebelum terlaksananya puncak pesta demokrasi, sehingga kesiapan harus dilakukan untuk memastikan tidak adanya pelanggaran di lapangan.

Terlebih, bagaimana peranan dari Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) juga menjadi sangat vital, utamanya dalam upaya untuk mampu mencegah terjadinya pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu) pada beberapa hari ke depan. Sebab, para pengawas di TPS itu yang sangat bersentuhan secara langsung dengan masyarakat, sehingga mereka harus bisa mencegah dan mengontrol agar pelanggaran tidak terjadi.

Keberadaan PTPS itu akan mampu menjaga akuntabilitas dari pemungutan suara yang dilakukan di setiap TPS nantinya. Mereka juga memiliki wewenang dalam memastikan setiap tahapan Pemilihan Umum, utamanya dalam kesuksesan Pemilu sendiri.

Pihak Bawaslu Kaltim juga akan menggerakkan sejumlah personel untuk melaksanakan patroli pada masa tenang yang juga hal tersebut dilakukan dengan berkolaborasi pada beberapa stakholder atau pemangku kepentingan. Stakeholder yang terlibat itu diantaranya adalah Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan lainnya.

Kepada seluruh peserta Pemilu, diimbau juga untuk sesegera mungkin melakukan penertiban alat peraga kampanye (APK) mereka masing-masing, baik itu untuk tim pemenangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres), Dewan Perwakilan Daerah (DPD) hingga Partai Politik (Parpol).

Jika misalnya imbauan yang sudah ditegaskan oleh Bawaslu itu sama sekali tidak dilaksanakan oleh para peserta pemilu termasuk tim pemenangan mereka, maka dengan sangat tegas, lembaga penyelenggara Pemilihan Umum tersebut sendiri yang akan melakukan penertiban pada alat peraga kampanye.

Harapan besar agar pelaksanaan pesta demokrasi dan kontestasi politik dalam perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 bisa berjalan dengan sangat lancar tanpa adanya hambatan apapun. Karena dengan adanya kelancaran yang terjadi, maka Pemilu tahun ini akan bisa menciptakan integritas yang tinggi dan juga rasa adil secara serentak.

Dengan tegas pula pihak Bawaslu mengimbau kepada seluruh elemen untuk tetap patuh serta mampu menjaga pilar demokrasi dengan baik, karena nantinya bagaimana pelaksanaan Pemilihan Umum pada tahun 2024 ini juga akan menjadi sejarah yang selalu dikenang, sehingga bisa pula menjadi percontohan untuk setiap pelaksanaan Pemilu yang ada selanjutnya di Tanah Air.

Senada, Bawaslu Samarinda juga terus berkomitmen penuh untuk semakin memperketat pengawasan mereka, utamanya pada saat masa krusial seperti masa tenang Pemilu 2024 seperti sekarang ini. Bukan hanya itu, namun mereka juga akan melakukan patroli pengawasan pada masa tenang.

Adanya patroli pengawasan yang dilakukan bertujuan untuk memastikan supaya tidak ada kegiatan kampanye lagi yang dilakukan oleh para peserta pemilu ataupun dari tim sukses (timses) mereka. Surat imbuan pun juga sudah dibuat kepada semua peserta Pemilu agar mereka tidak lagi melakukan kegiatan kampanye pada masa tenang.

Namun, misalnya jika masih saja ada pihak tertentu yang terbukti melakukan pelanggaran, maka pihak Bawaslu juga akan langsung memberikan tindakan tegas, bahkan bisa pula berujung pada pidana.

Imbauan bukan hanya diberikan kepada seluruh peserta Pemilu saja, melainkan juga digencarkan kepada seluruh masyarakat di Indonesia untuk bisa ikut serta dalam melaporkan jika misalnya mereka menemui sejumlah pelanggaran di lapangan, agar penindakan bisa segera dilakukan.

Seluruh langkah yang dilakukan oleh Bawaslu tersebut supaya gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024 bisa berjalan dengan lancar, aman dan terus menjunjung asas demokratisasi. Maka dari itu mereka melakukan tugas pengawasan secara sangat maksimal.

Tidak tanggung-tanggung, bahkan sebanyak ribuan personel juga diterjunkan oleh Bawaslu di setiap daerah untuk melakukan pengawasan di masa tenang Pemilu. Agenda pengawasan itu dilakukan, mulai dari tingkat terkecil seperti kelurahan dan desa hingga tingkat kecamatan, yang amna semuanya akan bekerja dengan sangat keras siang dan malam demi mengantisipasi kecurangan seperti praktik politik uang.

Penggencaran berbagai macam penertiban pada alat peraga kampanye (APK) dan juga pelaksanaan patroli pengawasan secara sangat intensif tersebut terus dilakukan oleh pihak Bawaslu khususnya pada masa tenang Pemilu seperti sekarang ini yang juga menjadi masa rawan atau krusial terjadinya pelanggaran demi menciptakan kondusivitas dan menjunjung demokrasi lebih baik di Indonesia.

)* Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantara

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

September 29, 2026

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

September 29, 2026

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana Oleh: Miftah Hizyan Agenda pendidikan nasional…

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan Oleh: Rizky Adi Perman Perluasan…

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi Oleh : Yohanes Wandikbo Pendidikan merupakan…

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda 

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda  Oleh: Yusuf Rinaldi Program Magang Nasional yang diperluas pemerintah menjadi 150 ribu peserta pada 2026 menunjukkan upaya memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring profesional, dan memperbesar peluang masuk ke pasar kerja formal di tengah persaingan memperoleh pekerjaan yang semakin ketat. Sejak 2025, pemerintah membuka Program Magang Nasional dengan target 100 ribu peserta. Pada 2026, kuotanya diperluas menjadi 150 ribu peserta. Program berlangsung selama enam bulan dengan fasilitas pelatihan, pendampingan mentor, sertifikat, jejaring profesional, serta uang saku yang ditanggung pemerintah. Besaran uang saku mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota di lokasi pemagangan dan dibayarkan setiap bulan berdasarkan jumlah hari yang diperhitungkan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan perluasan program tersebut dilakukan secara bertahap dan tetap disertai evaluasi terhadap pelaksanaan setiap angkatan. Pada batch pertama terdapat 46.160 peserta, sedangkan batch kedua menetapkan 40.962 peserta. Pemerintah kemudian menyiapkan batch ketiga dengan sekitar 62 ribu peserta untuk memenuhi target 150 ribu peserta pada 2026. Pendaftaran penyelenggara disiapkan sejak September, seleksi peserta pada Oktober, dan pelaksanaan batch ketiga ditargetkan dimulai pada November. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan pemagangan benar-benar memberikan kesempatan kepada peserta meningkatkan kompetensi, memperoleh pengalaman kerja, membangun portofolio, serta memperluas jejaring. Untuk batch ketiga, pemerintah juga mengubah skema penempatan dengan menempatkan seluruh peserta di perusahaan, tanpa kementerian dan lembaga pemerintah. Dari perspektif ekonomi, pemberian uang saku selama enam bulan memberikan dukungan bagi lulusan baru yang berada dalam masa transisi dari pendidikan menuju pekerjaan. Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta mendapatkan tunjangan yang disesuaikan dengan upah minimum daerah. Pemerintah juga memberikan fasilitas Pajak Penghasilan Pasal 21 ditanggung pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2026 yang berlaku hingga Desember 2026. Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting dalam melihat keberlanjutan program. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menyampaikan bahwa sekitar 30 ribu dari 60 ribu alumni Magang Nasional 2025 yang menjalani pemagangan di industri telah bekerja tiga bulan setelah menyelesaikan program. Tingkat penyerapan tersebut meningkat dari sekitar 30 persen ketika peserta baru menyelesaikan masa pemagangan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.