• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Masyarakat Perlu Waspadai Adanya Potensi Politik Adu Domba Menjelang Pemilu 2024

Masyarakat Perlu Waspadai Adanya Potensi Politik Adu Domba Menjelang Pemilu 2024

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 12 September 2023

Masyarakat Perlu Waspadai Adanya Potensi Politik Adu Domba Menjelang Pemilu 2024

Oleh : Ahmad Dzul Ilmi Muis

Mendekati Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 memang banyak potensi-potensi yang bisa saja terjadi, khususnya potensi radikalisme, politik adu domba, hingga intoleran yang berkedok agama dalam upaya memecah-belah persatuan dan kesatuan Indonesia. Untuk itu, seluruh lapisan masyarakat wajib mewaspadai potensi tersebut agar terwujudnya Pemilu 2024 yang aman, damai, dan sejahtera untuk Indonesia.

Kontestasi politik di tahun 2024 memang salah satu ajang untuk menunjukkan bagaimana nantinya masyarakat memilih calon-calon pemimpin yang lebih baik lagi untuk membawa Indonesia bergerak maju dan hasilkan generasi emas ditahun 2045 mendatang. Tentu saja dalam hal ini masyarakat Indonesia memiliki hak suara untuk memilih calon yang tepat di hati mereka.

Perbedaan pendapat boleh saja, bahkan memang itu sudah menjadi hak seluruh umat manusia untuk memiliki pendapatnya sendiri. Akan tetapi, memang ajang politik ini juga membawa bola panas yang dapat menyerang siapa saja. Oleh karenanya, warga negara Indonesia wajib untuk berhati-hati terhadap serangan bola panas yang melintas kapanpun itu.

Pesta demokrasi 2024 nantinya harus menjadi sebuah pesta bagi seluruh rakyat Indonesia karena dapat menyuarakan hak dan pendapatnya. Tentu saja, situasi yang diinginkan apalagi kalau bukan kedamaian, ketentraman, dan kesejahteraan antar umat manusia.

Untuk mewujudkan situasi dan kondisi tersebut sudah menjadi tugas kita seluruh masyarakat Indonesia untuk mengawal jalannya Pemilu 2024 agar terhindar dan waspada dari potensi yang mengakibatkan perpecahan. Ada banyak oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab mulai bertebaran demi kepentingannya sendiri. Mereka para oknum yang tidak bertanggung jawab itu terkadang membawa kedok agama sebagai selimut yang bertujuan untuk melakukan upaya adu domba di tahun-tahun politik. Berbahaya bukan? Memang, hal ini sangat berbahaya.

Sebagai masyarakat yang pintar, hendaknya kita bersatu padu untuk memperhatikan dan mengecek informasi apapun yang diterima, baik secara lisan ataupun tulisan di sosial media. Seperti kata Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid yang mulai mewanti-wanti masyarakat Indonesia mulai saat ini harus waspada terhadap kemampuan dan keahlian kelompok politik khilafah yang sekiranya dapat mengembangkan lisan mereka untuk mengadu domba anak bangsa. Bukan hanya itu saja, oknum-oknum tersebut juga bisa saja menyampaikan narasi yang berisi tentang kebencian yang dapat memecah-belah bangsa kita. Sebagai generasi penerus bangsa yang cerdas, kita harus bisa membedakan dan memilah dengan baik seluruh informasi yang ada, khususnya di media sosial.

Adapun hal-hal yang di zaman sekarang perlu diwaspadai yakni sudah bukan teror fisik lagi, melainkan teror-teror yang dibuat melalui lisan dengan narasi-narasi yang dikembangkan oleh oknum yang tak bertanggung jawab itu. Mereka sebenarnya memiliki idealisme sendiri yang bisa saja bertentangan dengan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Terlebih lagi memang saat-saat seperti ini menjelang Pemilu 2024 mendatang, kelompok radikal dan intoleransi marak bertebaran dimana-mana berlomba-lomba untuk menunjukkan eksistensinya demi mewujudkan keinginan lain, bahkan mereka bisa saja memecah belah dengan kampanye terselubung. Untuk menghindari hal-hal yang sifatnya demikian, sebaiknya kita tingkatkan literasi, khususnya literasi digital agar terhindar dari berita hoaks yang menyesatkan.

Seperti yang sudah diketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia, persatuan, toleransi, gotong-royong adalah sebuah hal yang harus dan secara wajib kita jaga. Kita menyadari di Indonesia ini banyak sekali suku, budaya, agama, ras, dan lain sebagainya, untuk itu beberapa hal di atas haruslah kita tingkatkan lagi, tidak peduli tahun politik atau dalam keadaan apapun. Persatuan dan kesatuan tetaplah nomor satu. Pasalnya, memang untuk membangun bangsa yang kokoh dan kuat, sikap-sikap seperti itu harus kita junjung tinggi. Dengan kata lain, kita semua wajib untuk menolak adanya politisasi identitas, politisasi agama, intoleran, radikalisme dan lainnya yang berpotensi untuk menghancurkan bangsa.

Selain itu juga disebutkan bahwa terdapat indikasi yang kuat bahwa adanya permainan geopolitik dalam memperebutkan pengaruh di Indonesia ini. Lalu, tujuannya apa? Tentu saja, tujuannya yakni untuk mengadu domba antarseluruh anak bangsa di Indonesia. Anak bangsa yang menyumbang suara calon pemilih terbesar di tahun 2024 mendatang haruslah pandai-pandai menyaring informasi. Bahkan, mereka juga harus membentengi diri agar tidak mudah dipengaruhi oleh bangsa asing. Bangsa kita harus bersatu dan melek untuk berhati-hati terhadap adu domba yang menjadi potensi paling menakutkan menjelang Pilpres 2024 mendatang.

Dengan demikian, masyarakat Indonesia mulai saat ini harus bersatu padu untuk mewujudkan pesta demokrasi yang aman, damai, dan sejahtera. Ibu Pertiwi tentunya akan senang jika kita semua bekerja sama untuk membangun Indonesia yang memiliki karakter yang kuat sebagai bangsa dan memegang erat persatuan dan kesatuan. Kekayaan alam dan budaya yang kita miliki juga wajib dijaga untuk mewujudkan cita-cita bangsa menuju Indonesia Emas tahun 2045 mendatang.

)* Penulis adalah alumni Fisip Unair

Pekerja Hijau Disiapkan dari Sabang sampai Merauke lewat Balai Vokasi

September 21, 2026

Pemerintah Perkuat Balai Vokasi demi Cetak Pekerja Hijau Nasional

September 21, 2026

Pekerja Hijau Disiapkan dari Sabang sampai Merauke lewat Balai Vokasi

By Kata IndonesiaSeptember 21, 20260

Pekerja Hijau Disiapkan dari Sabang sampai Merauke lewat Balai Vokasi JAKARTA — Pemerintah memperluas penyiapan…

Pemerintah Perkuat Balai Vokasi demi Cetak Pekerja Hijau Nasional

By Kata IndonesiaSeptember 21, 20260

Pemerintah Perkuat Balai Vokasi demi Cetak Pekerja Hijau Nasional Jakarta, – Pemerintah terus memperkuat kualitas…

Langkah Pemerintah Pulihkan Korban Pelanggaran HAM Mendapat Apresiasi

By Kata IndonesiaSeptember 21, 20260

Langkah Pemerintah Pulihkan Korban Pelanggaran HAM Mendapat Apresiasi Oleh: Fauzan Ali Upaya pemerintah dalam menyelesaikan persoalan hak asasi manusia (HAM) terus berjalan dengan menempatkan pemulihan korban sebagai bagian penting dari proses penanganan. Langkah pemerintah mencakup penanganan kekerasan yang masih terjadi hingga membuka kembali proses penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran HAM berat pada masa lalu. Pemulihan korban menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyelesaian kasus HAM. Proses penanganan tidak cukup berhenti pada pengungkapan peristiwa atau penegakan hukum terhadap pelaku, tetapi juga perlu memastikan hak dan kebutuhan korban mendapatkan perhatian. Komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pemulihan korban mendapat apresiasi karena menunjukkan adanya upaya untuk melihat penyelesaian kasus HAM secara lebih menyeluruh. Penanganan tidak hanya diarahkan pada aspek hukum, tetapi juga mempertimbangkan dampak yang dirasakan korban dan masyarakat yang terdampak. Komitmen pemerintah terlihat dari respons terhadap kekerasan yang terjadi di Papua Pegunungan. Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) mengecam penembakan tiga warga sipil ASN Dinas Pertanian di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Staf Khusus Menteri HAM, Thomas Harming Suwarta, menegaskan bahwa kekerasan terhadap warga sipil yang tengah menjalankan aktivitas untuk mencari penghidupan tidak dapat dibenarkan. KemenHAM meminta kasus tersebut diusut secara tuntas dan pelaku diproses secara tegas berdasarkan hukum yang berlaku. Thomas juga menekankan pentingnya memastikan masyarakat sipil tetap mendapatkan perlindungan. KemenHAM mengimbau seluruh pihak menahan diri agar penanganan persoalan di Papua tidak menimbulkan korban baru. Perlindungan terhadap warga sipil menjadi semakin penting ketika persoalan HAM beririsan dengan konflik dan kekerasan. Pemerintah telah menunjukkan komitmennya dengan memastikan setiap tindakan penanganan tetap berada dalam koridor hukum sekaligus menghormati hak dasar masyarakat.…

Pidato Kyai Gontor: Cermin Kejujuran di Hadapan Kekuasaan

By Kata IndonesiaSeptember 21, 20260

Oleh : KH Anis Maftukhin Viral. Zaman sekarang menyebutnya begitu. Dulu, istilahnya nggregeti—bikin gelisah. Bikin…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.