• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Komunitas Internasional Dukung Papua sebagai Bagian dari NKRI

Komunitas Internasional Dukung Papua sebagai Bagian dari NKRI

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 2 April 2024

Komunitas Internasional Dukung Papua sebagai Bagian dari NKRI

Oleh: Petrus Bame

Papua telah menjadi fokus perhatian dalam konteks diplomasi internasional. Sebagai bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Papua sering kali menjadi subjek perdebatan dan analisis tentang statusnya dalam komunitas internasional. Namun yang pasti, berbagai forum dan organisasi internasional telah secara konsisten mengakui Papua sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI.

Pertama-tama, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebagai lembaga internasional yang memiliki peran penting dalam pemeliharaan perdamaian dan keamanan dunia, telah mengeluarkan berbagai resolusi yang menegaskan kedaulatan Indonesia atas Papua. Resolusi ini, didukung oleh sebagian besar negara anggota PBB, memperkuat posisi Papua sebagai bagian integral dari NKRI.

Selain itu, negara-negara anggota PBB secara individu juga telah menyatakan dukungan mereka terhadap kedaulatan Indonesia atas Papua. Dalam berbagai forum internasional, seperti Sidang Umum PBB dan pertemuan bilateral, pemimpin negara-negara lain telah menegaskan bahwa Papua adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia.

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), sebagai organisasi internasional yang mewakili negara-negara dengan mayoritas Muslim, juga telah mengakui Papua sebagai bagian dari NKRI. OKI sering memperhatikan isu-isu terkait Papua, dan mayoritas anggotanya tetap mengakui kedaulatan Indonesia.
Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) juga menjadi platform di mana Papua diakui sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI. Dalam pertemuan APEC, anggota negara-negara Asia Pasifik telah menegaskan dukungan mereka terhadap integritas wilayah Indonesia, termasuk Papua.
Dalam konteks domestik, tokoh-tokoh pemerintah Indonesia, seperti Presiden dan Menteri Luar Negeri, secara konsisten menegaskan bahwa Papua adalah bagian integral dari NKRI. Pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia juga menunjukkan komitmen untuk memperkuat kedaulatan dan integrasi Papua dalam kerangka negara kesatuan.
Tidak hanya dari pemerintah, tetapi tokoh-tokoh masyarakat Papua juga telah mendukung keberadaan Papua sebagai bagian NKRI. Banyak tokoh masyarakat yang menegaskan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam kerangka NKRI.
Selain itu, pemimpin agama baik dari dalam maupun luar Papua juga menekankan pentingnya persatuan dan integrasi Papua dalam kerangka NKRI. Melalui serangkaian pengajaran dan dakwah, tokoh agama berperan dalam memperkuat identitas nasional Papua sebagai bagian yang tak terpisahkan dari Indonesia.
Di tingkat internasional, beberapa tokoh internasional juga telah secara terbuka menyatakan dukungan mereka terhadap kedaulatan Indonesia atas Papua. Dari pemimpin negara hingga tokoh-tokoh sipil dan aktivis kemanusiaan, ada suara-suara yang menegaskan bahwa Papua adalah bagian yang sah dari NKRI.
Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama menyatakan dukungannya terhadap integritas wilayah Indonesia, termasuk Papua, dalam kunjungannya ke Indonesia pada 2017. Dalam konteks ini, “integritas wilayah” menggambarkan keutuhan atau kesatuan teritorial Indonesia, yang mencakup semua wilayah yang diakui sebagai bagian dari negara Indonesia, termasuk Papua.
Konsensus internasional tentang status Papua sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI merupakan langkah penting dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut. Dengan pengakuan luas dari berbagai komunitas dan tokoh internasional, Papua dapat terus berkembang dan berpartisipasi dalam pembangunan nasional Indonesia.
Asisten Teritorial Kodam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf Yarnedi Mulyadi mengatakan saat ini terdapat sebuah inisiatif atau visi sederhana yaitu “Gereja untuk Papua” yang telah berkembang menjadi sebuah gerakan yang menginspirasi banyak orang, dengan telah dibangunnya 40 gereja yang tersebar di berbagai wilayah seperti Jayapura, Sentani, Kerom, Merauke, Nduga, dan Sorong. Inisiatif ini bukan hanya tentang membangun struktur fisik, melainkan juga tentang membangun jembatan antar komunitas, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, dan mendorong perdamaian di Papua.
Kunci sukses dari pembangunan gereja-gereja ini terletak pada kolaborasi yang erat antara berbagai pihak. Tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuka agama, pemerintah daerah, TNI, sektor swasta, dan individu yang peduli dengan Papua, semuanya bergandengan tangan dalam semangat gotong royong. Kolaborasi ini mencerminkan sebuah harapan bahwa melalui kerja sama, berbagai tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Papua dapat diatasi bersama.
Meskipun tantangan dan perdebatan mungkin terus ada, legitimasi Papua dalam komunitas internasional sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI memberikan dasar yang kuat untuk memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Papua. Dengan dukungan dari berbagai pihak, Papua dapat terus berkontribusi pada kemajuan dan keberlanjutan NKRI secara keseluruhan.
Pengakuan dunia terhadap Papua sebagai bagian yang tak terpisahkan dari NKRI menjadi landasan yang kuat bagi Indonesia untuk terus memajukan Papua dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, di tengah masih adanya perdebatan dan tantangan yang perlu dihadapi. Melalui pembangunan dan dialog yang inklusif, Indonesia dapat mengokohkan kedaulatan dan integritas wilayahnya serta mengatasi konflik dan ketegangan yang mungkin muncul.
Dukungan terhadap Papua Bersatu juga menegaskan komitmen dunia internasional terhadap prinsip-prinsip demokrasi, kedaulatan negara, dan penyelesaian konflik secara damai. Melalui kolaborasi antarnegara dan kerja sama regional, upaya untuk memperkuat pembangunan, perlindungan hak asasi manusia, dan penghormatan terhadap keragaman budaya di Papua dapat menjadi landasan yang kokoh untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi seluruh masyarakat Papua serta memperkuat persatuan Indonesia dalam kerangka keberagaman dan inklusi.

)* Penulis adalah mahasiswa asal Papua tinggal di Jakarta

Koperasi Merah Putih: Jalur Baru Pemerataan Barang Subsidi Rakyat

October 3, 2026

Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Penyalur Subsidi yang Lebih Teratur

October 3, 2026

Koperasi Merah Putih: Jalur Baru Pemerataan Barang Subsidi Rakyat

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Koperasi Merah Putih: Jalur Baru Pemerataan Barang Subsidi Rakyat Oleh : Jonathan Janoel Pemerataan subsidi…

Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Penyalur Subsidi yang Lebih Teratur

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Penyalur Subsidi yang Lebih Teratur JAKARTA – Pemerintah memperkuat peran…

Koperasi Merah Putih Mulai Bergerak Salurkan Barang Subsidi

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Koperasi Merah Putih Mulai Bergerak Salurkan Barang Subsid JAKARTA – Upaya memperluas jangkauan distribusi kebutuhan…

Dari Rafale hingga Kapal Induk, Mengapresiasi Modernisasi Pertahanan Era Presiden Prabowo

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Dari Rafale hingga Kapal Induk, Mengapresiasi Modernisasi Pertahanan Era Presiden Prabowo  Oleh: Giana Sulistya Modernisasi pertahanan Indonesia semakin memperlihatkan hasil pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Penerimaan kendaraan tempur amfibi AAV M-35, kedatangan pesawat tempur Rafale, hingga bergabungnya kapal induk pertama Republik Indonesia menjadi perkembangan penting dalam penguatan TNI. Pada saat yang sama, pembangunan kapal selam Scorpène di dalam negeri membuka peluang memperkuat kemampuan pertahanan sekaligus penguasaan teknologi nasional. Rangkaian tersebut patut diapresiasi sebagai bagian dari kesinambungan kebijakan pertahanan. Sejumlah pengadaan yang dimulai ketika Prabowo menjabat Menteri Pertahanan kini memasuki tahap penerimaan dan pengoperasian. Sementara itu, pembangunan alutsista bersama mitra internasional memberi kesempatan bagi industri Indonesia untuk meningkatkan kemampuan produksi, pemeliharaan, dan pengembangan sumber daya manusia. Salah satu perkembangan terbaru berlangsung di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2026). Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyerahkan 12 kendaraan tempur amfibi AAV M-35 kepada jajaran TNI. Kendaraan varian AAV-7A1 RAM/RS asal Amerika Serikat tersebut memperkuat kemampuan Korps Marinir bergerak dari laut menuju pantai dan melanjutkan operasi di daratan. Bagi negara kepulauan, kemampuan tersebut memiliki arti strategis. Mobilitas pasukan dari kapal menuju daratan merupakan bagian penting dalam operasi amfibi. Kehadiran kendaraan yang dapat beroperasi di kedua medan itu memperluas kemampuan Marinir menjalankan tugas pertahanan wilayah. Penguatan maritim juga ditandai oleh peresmian KRI Sriwijaya-100 sebagai kapal induk pertama Republik Indonesia. Kapal yang sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi dan berdinas di Angkatan Laut Italia itu resmi masuk jajaran TNI AL pada 24 September 2026. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin peresmiannya di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kehadiran kapal induk pertama merupakan tonggak penting dalam perjalanan pertahanan Indonesia. Menurut penjelasan Panglima TNI yang dipublikasikan Kementerian Pertahanan, KRI Sriwijaya-100 dapat menjalankan peran sebagai pusat komando operasi laut, sarana diplomasi pertahanan, serta pendukung bantuan kemanusiaan. Dengan demikian, pemanfaatannya memiliki cakupan yang luas dalam mendukung kepentingan nasional.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.