• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Komisi Informasi DKI Jakarta Gelar Launching E-Monev di Momen HUT Jakarta ke-496

Komisi Informasi DKI Jakarta Gelar Launching E-Monev di Momen HUT Jakarta ke-496

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 23 June 2023

Mengambil momentum HUT Jakarta ke-496, Komisi Informasi DKI Jakarta dengan bangga menggelarLaunching E-Monev Keterbukaan Informasi Publik (KIP) badan publik di Provinsi DKI Jakarta yang digelar di Gedung Graha Mental Spiritual, Jakarta Pusat (23/6).

“Acara ini bertujuan untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas segenap badan publik Jakarta, serta memanfaatkan momentum perayaan HUT Jakarta untuk memperkuat keterbukaan informasi bagi masyarakat,” ujar Ketua KI DKI Jakarta, Harry Ara Hutabarat.

Dilakukan secara hibrid dan dikemas dalam bentuk talk show, Lauching E-Monev ini dihadiri sekitar 100 lebih peserta perwakilan badan publik di DKI Jakarta. Hadir sebagai pembicara: pengamat sosial politik, Ray Rangkuti, komika muda, Anyun Cadel, Harry Sanjaya sebagai perwakilan Plt Kadis Kominfotik Pemprov DKI Jakarta, dan sebagai keynote speaker, Raides Aryanto, selaku Kepala Bidang Informasi Publik mewakili Sekda Provinsi DKI Jakarta.

“Kami dengan bangga dan penuh semangat meluncurkan kegiatan e-Monev KIP tahun 2023 dalam momentum HUT Jakarta ke-496. Semoga pelaksanaan E-monev tahun ini berjalan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” tandas Harry Arra.

Sementara itu, Luqman Hakim Arifin selaku Wakil Ketua Komisi Informasi DKI Jakarta sekaligus Penanggung Jawab E-Monev tahun 2023 menjelaskan secara lebih detail kisi-kisi dan alur e-Monev berikut tahapannya yang sedikit banyak berbeda Monev tahun 2022.

“Kita sangat menyadari arus perubahan besar terkait kebutuhan informasi di masyarakat. Karena itu, kami mengajak semua badan publik di Jakarta untuk lebih aktif mengoptimalkan PPID-nya, khususnya melalui kegiatan e-monev ini, sehingga warga Jakarta memiliki akses yang luas ke badan publik,” jelas Luqman Hakim Arifin.

Menurut Luqman, E-Monev KIP di Provinsi DKI Jakarta tahun 2023 ini juga merupakan ajang yang penting bagi badan publik untuk meningkatkan pelayanan informasi pubiknya. “Komisi Informasi DKI Jakarta siap memberikan dukungan teknis dan bimbingan kepada badan publik mengikuti e-Monev tahun 2023 ini,” tambahnya.

Dalam perbincangan talkhsow-nya, para narasumber lebih jauh lagi memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang pentingnya keterbukaan informasi publik dalam menjalankan badan publik yang transparan dan akuntabel.

E-monev KIP Badan Publik merupakan kegiatan tahunan yang sangat penting dalam upaya mengoptimalkan peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di masing-masing banda publik di Jakarta guna menciptkan pemerintahan yang transparan, akutabel, dan responsif terhadap kepentingan masyarakat Jakarta .

Untuk informasi lebih lanjut tentang acara E-Monev KIP DKI Jakafta dapat diperoleh melalui kontak di bawah ini.

 

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat

August 20, 2026

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat

August 20, 2026

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat

By Kata IndonesiaAugust 20, 20260

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat  Oleh: Alfian Dwi P. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perekonomian lokal. Ketika kebutuhan pangan untuk jutaan penerima manfaat dipenuhi secara rutin, program tersebut menciptakan permintaan yang relatif stabil terhadap berbagai komoditas pertanian, peternakan, perikanan, dan pangan lokal. Kondisi ini membuka peluang bagi petani, peternak, nelayan, koperasi, pelaku usaha mikro, hingga masyarakat desa untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok MBG. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, mengatakan MBG telah mendorong peningkatan penyerapan pangan langsung dari petani dan peternak. Menurutnya, kebutuhan bahan pangan yang besar dan berlangsung secara rutin membuat hasil produksi masyarakat memiliki pasar yang lebih jelas. Kondisi tersebut semakin kuat apabila petani dan peternak mengonsolidasikan produksinya melalui koperasi sehingga hasil produksi dalam skala kecil dapat dikumpulkan menjadi pasokan yang lebih besar dan mampu memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ketut menjelaskan bahwa pola tersebut dapat membentuk ekosistem pangan yang menghubungkan produksi di tingkat hulu dengan kebutuhan konsumsi di tingkat hilir. Kehadiran MBG memberikan kepastian pasar bagi petani dan peternak karena terdapat kebutuhan bahan pangan yang dapat diproyeksikan secara berkala. Dengan adanya permintaan yang lebih terukur, pelaku usaha pangan dapat menyesuaikan volume produksi, menjaga kualitas komoditas, serta merencanakan kegiatan usaha secara lebih berkelanjutan. Ketersediaan pangan nasional yang relatif kuat menjadi modal penting bagi keberlanjutan MBG. Berdasarkan proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026, stok beras pada akhir tahun diperkirakan mencapai sekitar 16 juta ton, yang berasal dari stok awal sekitar 12,4 juta ton dan proyeksi produksi beras 34,7 juta ton setelah memperhitungkan kebutuhan konsumsi sekitar 31,1 juta ton. Selain beras, ketersediaan telur ayam, daging ayam, bawang merah, dan cabai juga disebut berada dalam kondisi cukup kuat bahkan surplus. Kekuatan pasokan tersebut menunjukkan bahwa MBG memiliki peluang untuk menjadi instrumen yang mempertemukan kepentingan gizi dengan kepentingan ekonomi masyarakat. Ketut mengatakan pemenuhan kebutuhan pangan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T dapat mempertimbangkan potensi produksi setempat. Wilayah yang memiliki hasil perikanan melimpah, misalnya, dapat memanfaatkan ikan lokal sebagai salah satu sumber protein dalam menu MBG sehingga kebutuhan program sekaligus menciptakan pasar bagi hasil produksi masyarakat setempat. …

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat

By Kata IndonesiaAugust 20, 20260

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat  Oleh: Alfian Dwi P. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perekonomian lokal. Ketika kebutuhan pangan untuk jutaan penerima manfaat dipenuhi secara rutin, program tersebut menciptakan permintaan yang relatif stabil terhadap berbagai komoditas pertanian, peternakan, perikanan, dan pangan lokal. Kondisi ini membuka peluang bagi petani, peternak, nelayan, koperasi, pelaku usaha mikro, hingga masyarakat desa untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok MBG. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, mengatakan MBG telah mendorong peningkatan penyerapan pangan langsung dari petani dan peternak. Menurutnya, kebutuhan bahan pangan yang besar dan berlangsung secara rutin membuat hasil produksi masyarakat memiliki pasar yang lebih jelas. Kondisi tersebut semakin kuat apabila petani dan peternak mengonsolidasikan produksinya melalui koperasi sehingga hasil produksi dalam skala kecil dapat dikumpulkan menjadi pasokan yang lebih besar dan mampu memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ketut menjelaskan bahwa pola tersebut dapat membentuk ekosistem pangan yang menghubungkan produksi di tingkat hulu dengan kebutuhan konsumsi di tingkat hilir. Kehadiran MBG memberikan kepastian pasar bagi petani dan peternak karena terdapat kebutuhan bahan pangan yang dapat diproyeksikan secara berkala. Dengan adanya permintaan yang lebih terukur, pelaku usaha pangan dapat menyesuaikan volume produksi, menjaga kualitas komoditas, serta merencanakan kegiatan usaha secara lebih berkelanjutan. Ketersediaan pangan nasional yang relatif kuat menjadi modal penting bagi keberlanjutan MBG. Berdasarkan proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026, stok beras pada akhir tahun diperkirakan mencapai sekitar 16 juta ton, yang berasal dari stok awal sekitar 12,4 juta ton dan proyeksi produksi beras 34,7 juta ton setelah memperhitungkan kebutuhan konsumsi sekitar 31,1 juta ton. Selain beras, ketersediaan telur ayam, daging ayam, bawang merah, dan cabai juga disebut berada dalam kondisi cukup kuat bahkan surplus. Kekuatan pasokan tersebut menunjukkan bahwa MBG memiliki peluang untuk menjadi instrumen yang mempertemukan kepentingan gizi dengan kepentingan ekonomi masyarakat. Ketut mengatakan pemenuhan kebutuhan pangan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T dapat mempertimbangkan potensi produksi setempat. Wilayah yang memiliki hasil perikanan melimpah, misalnya, dapat memanfaatkan ikan lokal sebagai salah satu sumber protein dalam menu MBG sehingga kebutuhan program sekaligus menciptakan pasar bagi hasil produksi masyarakat setempat. …

MBG Menggerakkan Ekonomi Daerah: Dari Piring Anak ke Pasar Petani

By Kata IndonesiaAugust 20, 20260

MBG Menggerakkan Ekonomi Daerah: Dari Piring Anak ke Pasar Petani Oleh: Rangkai Ahmad Yusuf Program…

Ribuan Mahasiswa Gelar Kirab Merah Putih, Serukan Persatuan Tanpa Provokasi

By Kata IndonesiaAugust 20, 20260

Ribuan Mahasiswa Gelar Kirab Merah Putih, Serukan Persatuan Tanpa Provokasi JAKARTA – Ribuan pemuda dan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.