• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Kolaborasi AMANAH dan Berbagai Lembaga Pendidikan sebagai Upaya Presiden Jokowi Memberdayakan Generasi Z di Sektor Ekonomi Kreatif

Kolaborasi AMANAH dan Berbagai Lembaga Pendidikan sebagai Upaya Presiden Jokowi Memberdayakan Generasi Z di Sektor Ekonomi Kreatif

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 30 September 2024

Kolaborasi AMANAH dan Berbagai Lembaga Pendidikan sebagai Upaya Presiden Jokowi Memberdayakan Generasi Z di Sektor Ekonomi Kreatif

Oleh: Teuku Adi Pranama

Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama masa pemerintahannya terus meninjau dan memperkuat pengembangan sektor ekonomi kreatif di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Aceh, dengan tujuan untuk memberdayakan generasi Z. Salah satu inisiatif penting dalam usaha ini adalah melalui kolaborasi antara Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) dan berbagai lembaga pendidikan di Aceh. Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada pengoptimalan potensi pendidikan, tetapi juga membangun kapasitas generasi muda serta menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan di sektor ekonomi kreatif.

Melalui berbagai kebijakan dan program, pemerintah menggarisbawahi pentingnya pengembangan ekonomi kreatif di daerah-daerah yang kaya akan budaya dan sumber daya alam yang melimpah, seperti Aceh. Dengan warisan budaya dan seni yang kaya di Aceh, termasuk kain tradisional, kerajinan tangan, serta komoditas unggulan seperti minyak nilam, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

Salah satu langkah strategis yang diambil dalam rangka memberdayakan generasi muda di sektor ekonomi kreatif adalah kolaborasi AMANAH dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC). Kerja sama ini bertujuan untuk menyelenggarakan pelatihan bertajuk “X Fashion – Explore Your Passion in Fashion.”

Pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan bakat dan potensi generasi Z Aceh dalam bidang fashion, dengan fokus pada cara mengembangkan produk fashion berbasis lokal yang dapat bersaing di pasar internasional. Dalam sesi pelatihan ini, para peserta menerima materi mengenai perkembangan industri fashion global, strategi untuk menembus pasar internasional dengan menggunakan kain tradisional Aceh (wastra), serta konsep sustainable fashion. Selain itu, mereka juga diajarkan teknik pemasaran dan branding yang diperlukan untuk memperkuat produk mereka di pasar.

Pembicara dan mentor dalam pelatihan ini terdiri dari nama-nama besar di industri fashion Indonesia, seperti Ali Charisma dan Ketua IFC Khairul Fajri. Para mentor tidak hanya membagikan pengetahuan mendalam, tetapi juga pengalaman berharga yang sangat berguna bagi para peserta. Khairul Fajri, dalam sambutannya, menekankan bahwa fashion adalah salah satu sektor yang paling diminati oleh generasi muda di Aceh, yang pada saat yang sama menjadi sektor kedua dengan pendapatan terbesar di industri kreatif Indonesia.

Salah satu mentor utama dalam pelatihan tersebut, Ali Charisma, menekankan pentingnya mempromosikan budaya lokal dalam desain fashion. Ia menjelaskan bahwa kain tradisional Aceh, seperti bordir dan batik Aceh, memiliki potensi besar di pasar global jika diolah dan dipresentasikan dengan cara yang tepat. Selain itu, Charisma juga memberikan beberapa tips kepada para peserta, seperti tetap jujur pada budaya setempat, menentukan target pasar yang tepat, serta menjaga konsistensi dalam berkarya.

Tidak hanya di sektor fashion, AMANAH juga memperluas cakupan kolaborasinya dengan menggandeng Atsiri Research Center (ARC) Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUIPT) Nilam Aceh Universitas Syiah Kuala (USK). Kolaborasi ini bertujuan untuk memberdayakan milenial Aceh dalam mengembangkan produk-produk kreatif berbasis minyak nilam, yang merupakan salah satu komoditas unggulan Aceh.

Pelatihan yang dilakukan berfokus pada pengembangan empat produk turunan dari minyak nilam, yaitu parfum, body butter, pomade (minyak rambut), dan sabun body wash. Melalui pelatihan ini, para peserta diajarkan proses pembuatan produk turunan nilam, serta cara memasarkan dan mengembangkan produk-produk tersebut di pasar lokal dan internasional.

Ketua AMANAH, Muhammad Tanwier, menegaskan bahwa pengembangan industri nilam Aceh sangat penting untuk memajukan perekonomian daerah. Menurutnya, nilam adalah salah satu dari sembilan komoditas unggulan Aceh yang memiliki nilai ekonomi tinggi, terutama sebagai komoditas ekspor. Ia berharap melalui pelatihan ini, generasi muda Aceh dapat terlibat aktif dalam mengembangkan industri nilam yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

Menurut data terbaru, sektor ekonomi kreatif di Aceh menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Dalam laporan yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik, industri kreatif, khususnya di bidang fashion dan kerajinan, menjadi salah satu sektor yang berkembang pesat.

Kolaborasi AMANAH dengan berbagai lembaga, baik di sektor fashion maupun minyak nilam, merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam memberdayakan generasi Z Aceh di sektor ekonomi kreatif. Dengan adanya pelatihan dan dukungan yang berkelanjutan, generasi muda Aceh memiliki peluang besar untuk mengembangkan karier di sektor kreatif dan berkontribusi dalam memperkuat perekonomian daerah dan nasional.

Pemerintah berharap bahwa dengan kolaborasi dengan lembaga pendidikan seperti ini dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Aceh dan membuka lebih banyak peluang bagi milenial untuk berinovasi serta menciptakan produk-produk berkualitas yang dapat bersaing di pasar global. Melalui semangat kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta, generasi muda Aceh kini memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengambil peran aktif dalam pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.

Di masa depan, diharapkan kolaborasi semacam ini tidak hanya membekali generasi muda Aceh dengan keterampilan yang diperlukan untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga menginspirasi mereka untuk menciptakan perubahan positif di komunitas mereka. Dengan dorongan yang tepat, generasi muda dapat menjadi penggerak utama dalam memperkuat identitas budaya dan ekonomi Aceh, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

)* Anggota Komunitas Seni dan Budaya Aceh

Kasus Penembakan Aceh Jadi Perhatian, Perlindungan Warga Diutamakan

November 8, 2026

Pembahasan UMP 2027 Didorong Sejalan dengan Penguatan UU Ketenagakerjaan

November 8, 2026

Kasus Penembakan Aceh Jadi Perhatian, Perlindungan Warga Diutamakan

By Kata IndonesiaNovember 8, 20260

Kasus Penembakan Aceh Jadi Perhatian, Perlindungan Warga Diutamakan Oleh: Damar Setiawan Pemerintah terus menunjukkan komitmen…

Pembahasan UMP 2027 Didorong Sejalan dengan Penguatan UU Ketenagakerjaan

By Kata IndonesiaNovember 8, 20260

Pembahasan UMP 2027 Didorong Sejalan dengan Penguatan UU Ketenagakerjaan Jakarta – Pembahasan penetapan Upah Minimum…

UMP 2027 Menjaga Keseimbangan Upah Layak dan Keberlanjutan Usaha

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

UMP 2027 Menjaga Keseimbangan Upah Layak dan Keberlanjutan Usaha Oleh: Anggi Kurniawan Penyusunan kebijakan Upah…

UU Ketenagakerjaan dan UMP 2027 Menjadi Jalan Memperkuat Kesejahteraan Buruh

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

UU Ketenagakerjaan dan UMP 2027 Menjadi Jalan Memperkuat Kesejahteraan Buruh Oleh: Mega Triyana Pembahasan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2027 menjadi momentum penting untuk memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan pengupahan yang lebih terarah. Kehadiran undang-undang ketenagakerjaan yang baru diharapkan memberikan landasan lebih kuat bagi pemerintah dalam memastikan hak-hak pekerja terlindungi. Penetapan upah minimum juga perlu memperhatikan perkembangan kebutuhan hidup masyarakat, daya beli, serta kemampuan dunia usaha agar peningkatan kesejahteraan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan mulai mempersiapkan berbagai aspek yang menjadi dasar penetapan UMP 2027. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan bahwa formula pengupahan tahun mendatang akan mengacu pada undang-undang perlindungan ketenagakerjaan yang baru disahkan DPR pada 6 Oktober 2026. Regulasi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kepastian hukum sekaligus memberikan pedoman bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pengupahan. Dengan landasan hukum yang diperbarui, penetapan upah diharapkan semakin memperhatikan keseimbangan antara perlindungan pekerja dan keberlangsungan kegiatan ekonomi. Salah satu aspek yang menjadi perhatian pemerintah adalah kebutuhan hidup layak (KHL) sebagai pertimbangan dalam menentukan besaran upah minimum. Yassierli menjelaskan bahwa pemerintah sedang menghitung estimasi KHL dengan memanfaatkan data yang dihimpun dan dievaluasi oleh kementerian serta lembaga terkait. Penghitungan ini diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai kebutuhan riil pekerja dalam memenuhi kehidupan sehari-hari. Komponen kebutuhan tersebut mencakup pangan, tempat tinggal, transportasi, pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan rumah tangga yang terus mengalami perkembangan. Penempatan KHL dalam pembahasan UMP menunjukkan bahwa kebijakan pengupahan tidak semata-mata berorientasi pada persentase kenaikan tahunan. Upah minimum memiliki keterkaitan langsung dengan kemampuan pekerja memenuhi kebutuhan dasar dan mempertahankan kualitas hidup keluarganya. Penghasilan yang lebih layak dapat memberikan ruang bagi pekerja untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak, memperoleh layanan kesehatan, serta membangun ketahanan ekonomi rumah tangga. Oleh karena itu, penghitungan kebutuhan hidup perlu menjadi pertimbangan substantif agar kebijakan pengupahan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata. Pembahasan kebijakan juga dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur melalui mekanisme kelembagaan yang telah ditetapkan. Yassierli menyampaikan bahwa prosesnya akan dimulai melalui Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional sebelum berlanjut ke Dewan Pengupahan Nasional. Selanjutnya, masukan dari Dewan Pengupahan Daerah menjadi bagian dari pertimbangan gubernur dalam menetapkan besaran UMP di masing-masing wilayah. Mekanisme ini memberikan ruang bagi pemerintah, pengusaha, dan pekerja untuk menyampaikan pandangan berdasarkan kepentingan serta kondisi yang mereka hadapi. Dari kalangan pekerja, usulan kenaikan UMP 2027 sebesar 7,5 hingga 9,5 persen telah disampaikan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh. Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Pekerja, Said Iqbal, juga menyampaikan pandangan mengenai kebutuhan peningkatan upah minimum pada tahun mendatang. Simulasi yang mempertimbangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi menghasilkan perkiraan kenaikan sekitar 7,8 persen berdasarkan asumsi yang digunakan. Masukan dari kalangan pekerja menjadi bagian penting karena buruh merupakan kelompok yang merasakan langsung dampak perubahan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.