• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Kembali Cetak Sejarah, Indonesia Modernisasi Pertahanan lewat KRI Sriwijaya-100

Kembali Cetak Sejarah, Indonesia Modernisasi Pertahanan lewat KRI Sriwijaya-100

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 4 October 2026

Kembali Cetak Sejarah, Indonesia Modernisasi Pertahanan lewat KRI Sriwijaya-100

Jakarta – Indonesia kembali mencatat sejarah dalam modernisasi pertahanan dengan bergabungnya KRI Sriwijaya-100 sebagai kapal induk pertama TNI AL. Kapal eks-ITS Giuseppe Garibaldi tersebut memperkuat kemampuan maritim sekaligus disiapkan untuk mendukung penanganan bencana dan misi kemanusiaan.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meresmikan kapal itu melalui upacara peresmian, shipnaming, dan pengukuhan komandannya di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/9/2026).

Agus menekankan kebutuhan Indonesia terhadap pertahanan laut yang modern dan tangguh. Luasnya wilayah perairan serta posisi strategis Indonesia menjadi dasar penguatan kemampuan tersebut.

“Kehadiran KRI Sriwijaya-100 dengan kemampuan sebagai pusat komando operasi laut yang andal, sekaligus sarana diplomasi pertahanan dan bantuan kemanusiaan dapat memperkuat peran TNI secara nasional maupun di tingkat regional dan global,” kata Agus.

Untuk memaksimalkan pemanfaatannya, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali menetapkan empat pilar penguatan operasional. Arahan itu disampaikan dalam diskusi di geladak kapal pada Selasa (29/9).

“Dalam mendesain penggunaan tempur KRI Sriwijaya-100 terdapat empat pilar yang harus dikuatkan, yaitu modernisasi kapalnya, peningkatan kemampuan personelnya,” kata Ali.

“Pengembangan organisasinya dan penyempurnaan doktrin operasinya, yang salah satunya adalah petunjuk referensi penggunaan tempurnya,” lanjutnya.

Menurut Ali, pembaruan kapal harus diikuti kesiapan awak, organisasi, dan pedoman penggunaan tempur. Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi kemampuan militer.

Diskusi melibatkan purnawirawan pimpinan TNI AL, 100 perwira terbaik, serta perwakilan Kementerian Pertahanan dan unsur lintas matra. Masukan mereka dihimpun untuk menyelaraskan operasi militer perang maupun operasi militer selain perang. Kesiapan tersebut juga menunjang koordinasi antarunsur dalam operasi gabungan.

Kementerian Pertahanan turut menyiapkan anggaran operasional, pemeliharaan, dan peremajaan teknis kapal. PT PAL Indonesia bekerja sama dengan Fincantieri Italia dalam proyek retrofit, termasuk mengganti perangkat komunikasi standar NATO dengan sistem nasional.

TNI AL menyatakan kapal berada dalam kondisi baik dan siap ditugaskan sambil menunggu pelaksanaan retrofit.

Selain mendukung operasi pertahanan, kemampuan kapal mengoperasikan helikopter serta membawa kebutuhan logistik membuka peluang pengerahan personel dan penyaluran bantuan ke wilayah sulit dijangkau.

Dengan demikian, penguatan armada ini memperluas jangkauan operasi TNI sekaligus mendukung respons negara terhadap bencana. Modernisasi pertahanan berjalan bersama penyiapan kemampuan melindungi masyarakat dalam situasi darurat.***

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

October 26, 2026

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

October 26, 2026

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi Oleh: Dhita Karuniawati Pemerintah menempatkan Anggaran Pendapatan…

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas Oleh: Rangga Mahendra Program Makan Bergizi…

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.