Panitia Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor bersama Forum Pondok Alumni Gontor (FPAG) akan menyelenggarakan Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) pada 5–6 September 2026 di Jakarta. Forum internasional ini digagas sebagai bagian dari rangkaian peringatan satu abad Gontor, sekaligus ajang membedah konsep pendidikan holistik dalam pendidikan Islam kepada dunia.
Ketua Panitia Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi, mengungkapkan bahwa isu kesiapan generasi muda memasuki dunia kerja bukan hanya menjadi keluhan di Indonesia, tetapi juga terjadi di negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Dirinya menyebut generasi sekarang banyak yang belum siap secara mental untuk bekerja.
“Tidak saja di Indonesia, di Amerika pun ada keluhan. Generasi sekarang ini, generasi yang tidak siap mental untuk bekerja. Tidak bisa berkolaborasi. Tidak mempunyai etos kerja. Tidak mempunyai leadership. Tidak mempunyai service orientation,” kata Prof. Hamid dalam keterangan pers, Rabu (19/8/2026).
Menurut Prof. Hamid, pihaknya menemukan bahwa pendidikan di negara-negara Barat cenderung belum melibatkan seluruh aspek pengembangan manusia secara menyeluruh, mulai dari potensi, keterampilan, cara berpikir, hingga bekal hidup.
“Dalam kajian kami, di negara-negara Barat itu, pendidikan yang melibatkan semua aspek, potensi, skill, cara berpikir, sebagai bekal hidup,” ujar Prof. Hamid.
Dirinya menilai bahwa konsep pendidikan holistik justru telah lama diterapkan di lingkungan pesantren, karena santri hidup dalam pembinaan selama 24 jam penuh, mencakup pembentukan mental, moral, soft skill, hingga jiwa kepemimpinan.
“Saya melihat bahwa kepemimpinan holistik itu tak hanya ada di pesantren. Karena santri hidup 24 jam, dan di situ dibentuk mentalnya, moralnya, soft skill-nya, leadership-nya, dan segala macam kemampuan,” ungkapnya.
Prof. Hamid menegaskan, konsep itulah yang sebenarnya disebut sebagai holistic education yang selama ini banyak dibicarakan di negara-negara Barat, namun menurutnya belum pernah benar-benar berhasil diterapkan secara utuh oleh lembaga pendidikan mana pun di sana.
“Dan itulah sebenarnya yang disebut dengan holistic education, yang selalu dibicarakan di negara-negara Barat, dan belum pernah berhasil dilaksanakan oleh satu lembaga pendidikan pun di negara Barat,” jelasnya.
Dirinya berpendapat, model pendidikan holistik yang berjalan di pondok pesantren modern dapat menjadi alternatif pendidikan yang ditawarkan secara global.
“Holistic education yang ada di dalam pondok pesantren modern ini merupakan alternatif pendidikan yang bisa ditawarkan secara global ke seluruh dunia,” terangnya.
Prof. Hamid juga mengundang seluruh pimpinan pondok pesantren modern, sekolah Islamic boarding school, serta sekolah-sekolah dari Malaysia, Thailand, dan kawasan Asia Tenggara yang memiliki metode pendidikan holistik untuk turut serta dalam GIHES, sebagai forum berbagi praktik pendidikan holistik lintas lembaga dan lintas negara.
FPAG Dukung Penuh Penyelenggaraan GIHES
Ketua Forum Pondok Alumni Gontor (FPAG), KH. Zulkifli Muhadli, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan GIHES yang akan digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.
Kiai Zulkifli mengajak para pakar pendidikan Islam, rektor, dosen, serta pemerhati dunia pendidikan Islam untuk turut hadir dan berpartisipasi demi menyukseskan penyelenggaraan GIHES, sebagai bagian dari rasa syukur menyambut satu abad Gontor.
“Saya mengajak seluruh pesantren ataupun lembaga pendidikan Islam untuk ikut hadir dan berpartisipasi dalam acara GIHES. Kita perbaiki pendidikan anak didik kita secara bersama,” kata Kiai Zulkifli.
Kiai Zulkifli menutup ajakannya dengan harapan agar rangkaian peringatan 100 Tahun Gontor membawa keberkahan dan kejayaan bersama, baik di dunia maupun akhirat, serta diridai Allah SWT.
“Kita berharap dengan keikutsertaan kita dalam GIHES, menjadi berkah bagi kita sebagai pendidik generasi masa depan bangsa,” harapnya.