Citra garang anak motor sejenak luntur di RSU Hidayah Boyolali, Minggu (21/6). Puluhan anggota klub motor klasik Bikers Brotherhood Motorcycle Club (BBMC) Central Java turun gunung. Bukan untuk touring membelah jalanan, melainkan mendampingi puluhan anak yang mengikuti khitanan massal gratis.
Bekerja sama dengan RSU Hidayah Boyolali dan Polres Boyolali, bakti sosial ini menjadi cara unik BBMC merayakan hari jadi mereka yang ke-38.
Sejak pagi, pelataran rumah sakit sudah dipadati warga. Anak-anak yang awalnya datang dengan wajah tegang, tampak keluar dari ruang tindakan dengan raut lega. Mereka pulang berbalut sarung baru sembari menenteng bingkisan dari panitia.
Vice President BBMC Central Java Agung Yudhanto mengungkapkan, antusiasme masyarakat menyambut acara ini sangat tinggi. Target awal panitia sebenarnya hanya 50 anak.
”Tapi karena pendaftar terus bertambah, kuota kami naikkan jadi 53 anak. Sebenarnya masih ada yang ingin ikut, tetapi mengingat keterbatasan waktu dan tenaga medis, kami harus membatasinya,” papar Agung kepada wartawan.
Para peserta tidak hanya datang dari area Kecamatan Mojosongo. Banyak juga anak-anak yang diantar orang tuanya dari wilayah sekitar seperti Cepogo, Sawit, hingga Musuk.
Agung menyebut, sasaran utama kegiatan ini adalah meringankan beban keluarga kurang mampu. Di tengah dinamika ekonomi saat ini, ongkos khitan kerap menjadi pikiran tersendiri bagi orang tua. Pelaksanaannya pun sengaja dieksekusi saat masa liburan sekolah, sehingga anak-anak memiliki waktu pemulihan yang cukup di rumah.
”Ini adalah bentuk kepedulian rekan-rekan bikers. Kebetulan kegiatan ini didukung RSU Hidayah dan salah satu member kami juga dokter yang bertugas di sini,” tambahnya.
Senada dengan Agung, El Presidente BBMC Jhoni Be Good menegaskan bahwa napas komunitasnya tidak melulu soal otomotif. Ada tanggung jawab sosial yang selalu berusaha mereka emban.
”Kami bukan hanya motor-motoran. Kami berusaha keras melaksanakan kegiatan yang membawa manfaat nyata bagi keluarga dan masyarakat luas,” tegas Jhoni.
Sinergi lintas sektor ini mendapat apresiasi penuh dari Direktur RSU Hidayah Boyolali Ida Wulandari. Menurut Ida, kolaborasi antara rumah sakit, kepolisian, dan anak motor adalah pemandangan yang istimewa.
”Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kawan-kawan BBMC tidak hanya punya solidaritas di jalan, tetapi juga kepedulian yang tinggi di tengah masyarakat. Kami juga sangat berterima kasih atas dukungan Polres Boyolali,” tutur Ida.
Ida menambahkan, khitan massal ini sejatinya sangat selaras dengan agenda rutin rumah sakit. Menjelang peringatan HUT ke-15 RSU Hidayah pada 23 September 2026 mendatang, acara sosial semacam ini akan terus digalakkan.
Di sudut lain, raut bahagia terpancar dari wajah Musa Taufiq, 9. Bocah asal Kecamatan Sawit itu mengaku sempat gemetar sebelum naik ke ranjang medis.
”Tadi sempat takut, tapi berani karena ditemani ibu. Sekarang sudah selesai dan aman-aman saja. Dapat bingkisan juga, jadi senang,” celoteh Musa dengan polos.