Jokowi Unggul di Beberapa Lembaga Survey Pemilu 2019

0

Oleh : Ahmadi Rahmat (Mahasiwa Universitas Udayana)

Dalam hasil survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin, berhasil mengungguli penantangnya. Paslon nomor urut 01 tersebut berhasil meraup 54.9 % suara, sedangkan Prabowo – Sandiaga mendapatkan 32,1 % suara.

Politikus Partai Perindo Denny Adin berpendapat, bahwa keberhasilan Jokowi – Ma’ruf mengungguli penantangnya dalam beberapa lembaga survei merupakan sesuatu yang dinilai wajar. Terlebih menjelang Pemilu serentak 2019, banyak kelompok yang mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi – Ma’ruf Amin.

Advertisement

“Dalam waktu hari – hari yang mendekati pencoblosan adalah wajar terjadi hasil survey Jokowi – Ma’ruf Amin unggul. Saa ini TKN yakin, kita masih unggul dan semakin banyak deklarasi dukungan dari berbagai kalangan, baik akademis, ormas, maupun masyarakat di luar negeri,” ujarnya.

Banyaknya dukungan kepada Jokowi, tentu tak lepas dari kinerjanya dalam periode pertama. Ia menilai, mantan Gubernur DKI Jakarta itu melakukan pembangunan infrastrukur yang pesat sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Saat ini tidak bisa dipungkiri bahwa peningkatan infrastruktur melebihi dari presiden – presiden sebelumnya dari sejak reformasi tahun 1998,” Tutur Denny.

Selain SMRC, Lembaga survey seperti LSI, Denny JA, Cyrus Network, PolMark Indonesia, Populi Center, Y – Publica, Alvara Research Center dan Indikator Politik Indonesia, semuanya menempatkan pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin dalam posisi unggul melawan Prabowo – Sandiaga dalam hal elektabilitas.

Cyrus Network menempatkan Jokowi Ma’ruf dengan raihan 55,2 % sementara penantangnya Prabowo – Sandi meraup 36 %. Sedangkan hasil survey dari Denny JA, menunjukkan perbedaan yang cukup jauh, yakni 58,7 % untuk Jokowi – Ma’ruf dan 30,9 % untuk Prabowo – Sandi.

Survey Populi Center menunjukkan bahwa pasangan Jokowi – Ma’ruf masih unggul dari pasangan calon nomor urut 02 Prabowo – Sandiaga. Survei tersebut menunjukkan, bahwa elektabilitas Petahana masih berhasil unggul dengan raihan 54,1 % sementara Prabowo – Sandi mendapakan raihan 31,0 %. Adapun 14,9 persen yang tidak menjawab / memberikan dukungannya.

“Hasil ini relatif sama dengan temuan survei pada bulan – bulan sebelumnya,” tutur Dimas Ramadhan selaku peneliti Populi Center.

Pada bulan Desember 2018, hasil survei Populi Center juga menunjukkan elektabilitas yang tidak jauh berbeda dimana Jokowi – Ma’ruf memperoleh 52 % sedangkan Prabowo Sandi 30,7 %.

Hal ini jelas menunjukkan tidak ada perubahan yang signifikan terkait dengan elektabilitas kedua paslon pasca debat kandidat pertama yang digelar pada 17 Januari 2019 lalu. Keduanya mengalami kenaikan, Paslon nomor urut 01 naik 2,1 % sedangkan Paslon nomor urut 02 naik 0,3 persen.

Tentu merupakan sesuatu yang wajar apabila terselenggaranya debat kandidat tidak berpengaruh signifikan pada elektabilitas kedua paslon. Hal ini disebabkan mayoritas masyarakat sudah lama terpolarisasi dan memiliki pilihannya masing – masing.

Menurut Djayadi selaku peneliti SMRC mengatakan, debat kandidat hanya akan berpengaruh kepada masyarakat yang belum menentukan pilihan serta pemilih mengambang. Namin, biasanya jumlahnya tidak banyak.

Hasil survey tersebut menurut Andreas Hugo selaku Ketua DPP PDI-P mengatakan bahwa hal ini mencerminkan masyarakat pemilih yang lebih menyukai dan memili calon presiden yang sudah terbukti dan memiliki rekam jejak yang baik.

Andreas Pareira juga menambahkan, bahwa hasil survey tersebut juga menjadi bukti bahwa masyarakat masih lebih percaya dengan fakta daripada hoax yang beredar selama ini. Artinya berbagai hoax yang ditujukan kepada Jokowi tidak sepenuhnya mempengaruhi elektabilitas dan masyarakat pemilih yang kritis.

Tak luput generasi milenial pun yang notabene merupakan kelompok dengan jumlah pemilih terbanyak, nyatanya lebih berpihak kepada pasangan calon nomor urut 01 Jokowi – Ma’ruf Amin.

“Kelompok ini kritis dan menolak isu – isu negatif, pesimisme yang berkembang selama ini. Karena mereka melihat fakta – fakta optimisme yang terjadi di bangsa ini,” Tambah Andreas Pareira.

Tidak hanya lembaga survey di Indonesia, namun lembaga survei asal Australia Roy Morgan, menyebutkan bahwa calon presiden nomor urut 01 Jokowi masih mengungguli penantangnya Prabowo Subianto dengan angka 58 % berbanding 42 %.

Keunggulan tersebut terjadi pada kategori pemilih pada segmen perempuan dan masyarakat pedesaan, serta ditopang oleh kinerja ekonomi.

Roy Morgan menyebut sejumlah segmen memaparkan perbedaan keunggulan masing – masing paslon. Pada segmen pemilih berdasarkan usia 25 – 34 tahun, Jokowi cukup unggul telak dengan torehan 61,5 % berbanding 38,5 %, pemilh usia 35 – 49 tahun 59,3 % berbanding 40,5 % dan pemilih usia 50 tahun keatas 58,5 % berbanding 41,4 %.

Meski beberapa lembaga survey telah menempatkan Jokowi – Ma’ruf pada posisi yang lebih unggul dari Paslon Prabowo – Sandi. Namun pihak pengusung Prabowo – Sandiaga yaitu Partai Gerindra meyakini bahwa elektabilitas Paslon yang diusungnya lebih unggul daripada Capres Petahana.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono. Keunggulan elektabilitas Prabowo atas Jokowi tersebut menurut Arief didasarkan oleh sebuah lembaga survei yang mana Arief sendiri tidak berkenan menyebutkan nama lembaga surveinya.

Dalam ranah politik, hasil survey sebelum pemilu tentu tak bisa menjadi patokan secara 100 persen. Karena bagaimanapun juga penghitungan yang dilakukan oleh KPU kelak adalah penghitungan secara manual. Tentu akan menjadi sebuah tamparan apabila ada pihak yang terlanjur sujud syukur namun ternyata tidak berhasil menduduki jabatan Presiden.

Info Lomba Terbaru