• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Jadi Tuan Rumah WWF di Bali, Indonesia ajak Seluruh Delegasi Perkuat Ketahanan Air Dunia

Jadi Tuan Rumah WWF di Bali, Indonesia ajak Seluruh Delegasi Perkuat Ketahanan Air Dunia

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 16 May 2024

Jadi Tuan Rumah WWF di Bali, Indonesia ajak Seluruh Delegasi Perkuat Ketahanan Air Dunia

*Bali*- Anggota Komisi IV DPR yang juga Politikus muda partai Golkar Ravindra Airlangga mengajak seluruh delegasi WWF Ke – 10 di Bali untuk bekerja sama dengan seluruh pihak di dunia dalam rangka menjaga ketahanan air dunia. Hal itu dinilai sangat penting mengingan dunia saat ini akan menghadapi dampak perubahan iklim global.

“Data dari satelit juga bisa memperkuat manajemen debit air dan prediksi curah hujan yang terjadi. Kita harus bisa mempelajari ini semua agar bisa bertahan dan kuat dalam menghadapi perubahan iklim global yang berdampak pada ketahanan air dunia,” ujar Ravindra saat ditemui wartawan di Bali.

Ravindra menuturkan, pelibatan ahli dari Bank Dunia juga harus disertai upaya di tiap negara berdasarkan kondisi alam masing-masing.

Politikus Partai Golkar itu juga menilai pentingnya Indonesia membagikan pengalamannya terhadap ketahanan air.

Menurutnya, untuk menghadapi krisis akibat perubahan iklim, khususnya terkait ketahanan air, Indonesia sudah menyiapkan strategi dengan membangun banyak waduk.

Ravindra memastikan pemerintah Indonesia berupaya menguatkan daya tampung air tanah dan manajemen debit air.

Menurut putra Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini, ketahanan air menjadi isu penting dampak perubahan iklim di Indonesia.

Ia mengatakan, Pemerintah Indonesia berupaya untuk menjaga ketahanan air melalui berbagai proyek pembangunan waduk yang ditargetkan selesai pada 2024.

Ada 64 proyek waduk yang ditargetkan Presiden Joko Widodo bisa dirampungkan sebelum jabatannya berakhir.

Indonesia melakukan berbagai upaya salah satunya dengan intensifikasi pembangunan waduk, dengan target 64 waduk pada tahun 2024 sehingga bisa meningkatkan irigasi premium dari 11 persen ke 20 persen, kata Ravindra.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana. Menurutnya memperkuat ketahanan air menjadi salah satu hal yang utama bagi dunia saat ini. Hal itu sebagai upaya bersama dalam menjaga keberlangsungan hidup manusia. Air adalah faktor penting yang harus tersedia bagi sebuah negara.

Putu mengatakan, pembahasan air menjadi sangat penting. Mengingat pada tahun 2030 mendatang, dunia akan dihadapkan pada tantangan besar yang berpotensi menimbulkan konflik. Menurut Putu, saat ini sudah ada sejumlah negara yang mengalami kelangkaan air bersih.

“Karena itu, isu ketahanan air menjadi sangat penting, dan kita bisa lihat dalam agenda 2030 ketahanan air khususnya air bersih pada masyarakat di belahan dunia tentu sangat-sangat berat dan berpotensi menimbulkan konflik,” katanya.

Indonesia secara khusus dalam WWF ke – 10 di Bali akan terus mengawal isu ketahanan air yang berdampak langsung pada kehidupan nyata masyarakat dunia. Terpenting, air dapat menjaga perdamaian dan keharmonisan, pungkas Putu.

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

October 26, 2026

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

October 26, 2026

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi Oleh: Dhita Karuniawati Pemerintah menempatkan Anggaran Pendapatan…

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas Oleh: Rangga Mahendra Program Makan Bergizi…

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.