Ini Strategi PPP Lawan Partai Baru di Pemilu

JAKARTA, KataIndonesia.com – Wakil Sekjen PPP, Achmad Baidowi mengatakan partainya memiliki strategi untuk merebut suara pemilih dengan partai-partai baru yang dinyatakan lolos sebagai peserta Pemilu 2019 oleh KPU RI pada Sabtu (17/2/2018).

Menurutnya, partai berlambang Ka’bah akan mempertahankan suara dengan cara menjaga pemilih tradisional dan tentunya juga mengambil segmen-segmen baru yang belum berpengalaman memilih sama sekali.

Baidowi menambahkan, bahwa bagi PPP kepengurusan kali ini di bawah Ketua Umum M Romahurmuziy (Romi) merupakan kepengurusan transisi, regenerasi dan masa zaman now bermunculan yang jumlahnya cukup besar.

Baca Juga

“Jadi kita memadukan pola yang berbeda di tahun 2019 dan memadukan, sedangkan pemilih yang tradisional akan dilakukan dengan cara-cara yang lama untuk tetap dipertahankan. Intinya, PPP tetap mempertahankan pemilih tradisional tapi melirik juga pemilih baru yang memang beda antara generasi lama dengan generasi baru,” katanya.

Anggota Komisi II DPR ini melihat kecenderungan yang ada dan perputaran suara pemilih sebenarnya itu saja, apalagi bagi PPP khususnya jadi tantangan. Menurut dia, kalau soal ketat tidaknya persaingan itu biasa saja. Sebab, PPP pengalaman pada pertarungan antar caleg (calon legislatif).

“Tinggal bagaimana meyakinkan hati pemilih. Toh, pemilu lalu itu kan juga banyak partainya sekitar 12 dan sekarang 14 partai. Dan dari 2009 sampe 2014, pemilih yang memilih calon itu naik signifikan. Awalnya hanya 30 persen di 2009 dan naik hingga 40 persen lebih di tahun 2014,” tutupnya.

Related Posts

Add New Playlist