• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Khazanah»Indonesia Dapat 2.210 Kuota Petugas Haji, Menag Terus Melobi Arab Saudi

Indonesia Dapat 2.210 Kuota Petugas Haji, Menag Terus Melobi Arab Saudi

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 15 January 2025
Mulai tahun ini Garuda dan Saudi Airlines akan angkut jamaah haji asal Indonesia menuju Tanah Suci. Hal ini sesuai dengan penandatanganan kesepakatan antara Kementerian Agama bersama Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines di Kantor Kemenag. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nizar Ali menandatangai dokumen kesepakatan bersama Direktur Niaga PT Garuda Indonesia, Pikri Ilham, serta VP Hajj dan Umrah Saudi Arabian Airlines, Abdul Majid. “Asumsi jumlah jamaah haji reguler dan petugas kloter yang akan diterbangkan sebanyak 206.535 orang dengan 507 kloter. Sebanyak 104.055 jamaah akan terbang dengan Garuda Indonesia, sedang 102.475 jamaah terbang dengan Saudi Arabian Airlines,” ucap Nizar Ali. Nizar juga menerangkan perihal embarkasi pemberangkatan jamaah haji untuk masing-masing airlines. “Nantinya Garuda Indonesia akan memberangkatkan jamaah haji dari Embarkasi Aceh, Medan, Padang, Jakarta-Pondok Gede, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok sementara Saudi Arabian Airlines akan menerbangkan jamaah haji dari Embarkasi Batam, Palembang, Jakarta-Bekasi, dan Surabaya,” imbuhnya. Lebih lanjut lagi, ia juga mengungkapkan perihal masa operasional pemberangkatan jamaah haji tahun 2019 ini. "Masa operasional pemulangan jamaah haji Indonesia juga berlangsung 30 hari. Kloter pertama akan terbang ke Tanah Air pada 17 Agustus 2019. Kloter terakhir terbang ke Tanah Air pada 15 September 2019,” ucapnya. Di akhir keterangan, Nizar menegaskan bahwa transportasi udara jamaah haji dari Indonesia ke Arab Saudi (pergi-pulang) menggunakan sistem charter. “Prinsip transportasi udara ini berbasis pelayanan prima bagi jamaah agar nyaman, aman, dan tentram saat berangkat ke Tanah Suci dan kembali ke Tanah Air,” tutupnya.

Kementerian Agama (Kemenag) RI menyampaikan bahwa Indonesia saat ini mendapat kuota petugas haji sebanyak 2.210 atau 1 persen dari kuota jamaah.

Menteri Agama (Menag) Prof Nasaruddin Umar terus berupaya melobi Menteri Haji dan Umroh Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah agar Indonesia bisa mendapatkan tambahan kuota petugas haji.

“Kita terus mengupayakan untuk mendapatkan tambahan kuota petugas agar jumlahnya lebih memadai untuk memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada jamaah haji Indonesia,” kata Menag Nasaruddin dalam siaran pers yang diterima Republika, Ahad (12/1/2025).

Sebelumnya, pemerintah Republik Indonesia bersama Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah menandatangani kesepakatan perhajian (MoU) untuk musim haji 1446 H /2025 M.

Dalam salah satu klausul MoU disebutkan bahwa Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi memiliki hak untuk mengurangi atau menaikkan persentase petugas haji sesuai kebutuhan. Hal itu akan diperbarui setelah selesai tahapan kontrak layanan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

MoU Menag RI dan Menteri Haji dan Umroh Arab Saudi juga mengatur masalah keamanan. Seluruh jamaah haji diminta mematuhi dan menaati peraturan Kerajaan Arab Saudi termasuk terkait pergerakan saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Jamaah juga diminta tidak melakukan aktivitas propaganda dan mengeraskan suara di tempat umum. Sebaliknya, jamaah diminta untuk menghormati dan menjaga kesucian Dua Tanah Suci.

Aturan lainnya berkenaan penggunaan perangkat fotografi, termasuk telepon genggam, agar tidak mengganggu keamanan dan ketertiban umum. Larangan lainnya antara lain mengibarkan bendera negara tertentu, mempublikasikan slogan-slogan politik dan partai, atau mempolitisasi musim haji.

“Kami juga sudah menyepakati beberapa aturan keamanan yang diterapkan selama pergerakan jamaah haji. Pada prinsipnya, pemerintah Indonesia siap bekerja sama dengan Kerajaan Arab Saudi terkait dengan keamanan dan kenyamanan jamaah selama di tanah suci,” kata Menag.

Selain menandatangani MoU, kunjungan Menag ke Arab Saudi juga dalam rangka menghadiri Mu’tamar dan Pameran Haji di Jeddah. Menag juga akan bertemu dengan sejumlah pihak di Arab Saudi untuk memastikan kesiapan pelayanan jamaah.

“Fokus kita adalah bagaimana jamaah haji Indonesia bisa mendapat layanan terbaik. Ini akan kita persiapkan sejak awal,” kata Menag.

 

Reshuffle Kabinet Upaya Presiden Tingkatkan Produktivitas Pemerintah

April 28, 2026

APBN di Tengah Badai Global: Stabilitas yang Terjaga

April 28, 2026

Reshuffle Kabinet Upaya Presiden Tingkatkan Produktivitas Pemerintah

By Kata IndonesiaApril 28, 20260

Reshuffle Kabinet Upaya Presiden Tingkatkan Produktivitas Pemerintah Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan perombakan…

APBN di Tengah Badai Global: Stabilitas yang Terjaga

By Kata IndonesiaApril 28, 20260

APBN di Tengah Badai Global: Stabilitas yang Terjaga Oleh : Lisa Ramadhani Di tengah ketidakpastian…

Ketahanan APBN dalam Menghadapi Gejolak Global

By Kata IndonesiaApril 28, 20260

Ketahanan APBN dalam Menghadapi Gejolak Global Oleh : Ricky Rinaldi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara…

APBN Terkelola Baik, Dampak Global Direspon Terukur

By Kata IndonesiaApril 28, 20260

APBN Terkelola Baik, Dampak Global Direspon Terukur Jakarta – Pemerintah memastikan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.