• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Hindari Golput Guna Wujudkan Pemilu yang Berintegritas

Hindari Golput Guna Wujudkan Pemilu yang Berintegritas

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 18 December 2023

Hindari Golput Guna Wujudkan Pemilu yang Berintegritas

Oleh : Doni Laksana

Mengajak masyarakat untuk menghindari golput dan aktif berpartisipasi dalam pemilu adalah langkah penting untuk mewujudkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang bermartabat dan berintegritas. Pemilu merupakan salah satu momen penting dalam kehidupan demokrasi di Indonesia. Tetapi sayangnya, masih banyak warga yang memilih untuk Golput, atau tidak memberikan suara mereka. Sehingga hal tersebut dapat menyia-nyiakan partisipasi dan hak pilih dalam memilih pemimpin kedepan. Partisipasi dalam Pemilu 2024 adalah hak dan kewajiban warga negara. Sehingga hal ini adalah cara untuk memastikan bahwa kepentingan mereka diwakili dan hak-hak mereka dijaga.

Pemilihan umum merupakan salah satu cara yang penting untuk berpartisipasi dalam sistem demokrasi dan mempengaruhi arah negara atau pemerintahan. Selain itu, Golput, atau singkatan dari “golongan putih,” mengacu pada tindakan tidak memberikan suara atau tidak ikut serta dalam Pemilu. Golput dapat menyebabkan pemimpin yang mungkin tidak mencerminkan nilai atau kepentingan menjadi terpilih, yang dapat berdampak buruk pada masyarakat. Dengan memilih, masyarakat memiliki kesempatan untuk mempengaruhi kebijakan Pemerintah dengan menjaga demokrasi.

Partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Pemilu dapat membantu menciptakan perubahan yang diinginkan, seperti kebijakan lingkungan, kesejahteraan sosial, atau ekonomi. Selain itu, berpartisipasi dalam Pemilu adalah tanggung jawab sosial yang harus diemban oleh setiap warga negara. Hal ini adalah bagian dari kewajiban untuk menjaga demokrasi tetap hidup dan berfungsi. Oleh karena itu, golput bukanlah solusi yang tepat dalam iklim demokrasi saat ini.

Dengan memberikan hak suara, warga masyarakat telah berkontribusi dalam memilih pemimpin dan perwakilan yang akan memutuskan kebijakan dan tindakan yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Selain itu, dengan partisipasi aktif dalam Pemilu, masyarakat dapat membantu memilih perwakilan atau pemimpin yang sesuai dengan nilai dan visi yang diinginkan, sehingga menciptakan pemerintahan yang lebih sesuai dengan keinginan rakyat.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengatakan pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat yang sudah memenuhi syarat sebagai calon pemilih, diharapkan dapat menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2024, sehingga pada pemungutan suara nanti tidak ada warga masyarakat yang melakukan golput.

Selain itu, Mahfud juga mengatakan semakin tinggi partisipasi pemilih dalam suatu Pemilu dan Pilkada, maka semakin besar pula menghasilkan perwakilan dan pemerintahan yang merepresentasikan seluruh lapisan dan aspirasi masyarakat. Karena Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024 memerlukan peran serta masyarakat untuk menjadikan pesta demokrasi lima tahunan sekali itu sebagai instrumen dalam mencapai Indonesia yang maju.

Golput memiliki beberapa potensi bahaya dan berdampak negatif, baik pada tingkat individu maupun pada tingkat masyarakat dan negara. Selain itu, Golput dapat mengurangi representasi rakyat dalam proses demokratis. Ketika banyak warga memilih untuk tidak memilih, hasil Pemilu mungkin tidak mencerminkan keinginan dan kepentingan sebenarnya dari beragam kelompok dalam masyarakat. Sehingga dengan tingkat partisipasi yang rendah, Pemilu dapat menjadi rentan terhadap manipulasi atau penyimpangan hasil oleh kelompok kecil atau pihak yang berkepentingan.

Sehingga dengan tidak berpartisipasi dalam Pemilu, individu mungkin melewatkan kesempatan untuk memengaruhi pemilihan calon atau kebijakan yang akan memengaruhi mereka secara langsung. Selain itu, dalam situasi golput, kelompok-kelompok kecil yang aktif dalam Pemilu mungkin memiliki pengaruh yang lebih besar dalam menentukan hasil dan kebijakan, yang bisa tidak selalu mencerminkan kepentingan umum.

Masyarakat perlu hati-hati ketika mengajak orang lain untuk golput. Sebab, perilaku tersebut akan dikenakan sanksi pidana selama tiga tahun dan denda yang tidak main-main, yakni sebesar Rp36 juta. Hal ini diatur dalam pasal 515 UU Pemilu yang berbunyi, “Setiap orang yang dengan sengaja pada hari pemungutan suara menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada Pemilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya atau memilih Peserta Pemilu tertentu dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp36.000.000,00 (tiga puluh enam juta rupiah)”.

Dalam Pasal 515 UU Pemilu, hanya membatasi seseorang yang dapat dipidana hanya mereka yang menggerakkan orang lain untuk golput pada hari pemilihan dengan cara menjanjikan sesuatu berupa uang atau materi. Jika di luar hari pemilihan, dan tidak menjanjikan suatu apapun tidak bisa dikenakan ketentuan tersebut.

Selanjutnya, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin berharap keterlibatan masyarakat dalam memastikan pelaksanaan Pemilu 2024 berjalan dengan baik. Selain berperan menjaga kondusivitas, Wapres Ma’ruf Amin menilai penggunaan hak pilih dengan baik menjadi salah satu kuncinya. Selain itu, penggunaan hak pilih yang baik penting dilakukan untuk menghindari adanya golput. Sebab, suara masyarakat merupakan penentu jalannya roda pemerintahan dan kemajuan Indonesia ke depan.

Sehingga penting untuk diingat bahwa dalam sistem demokrasi yang sehat, partisipasi aktif warga negara adalah kunci untuk menjaga proses politik yang adil, transparan, dan berwawasan ke depan. Oleh karena itu, lebih baik untuk berpartisipasi dalam Pemilu dan menggunakan hak suara untuk membantu membentuk masa depan negara.

)* Penulis adalah Pengamat Politik Dalam Neger

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.