Santri kelas 5 dan 6 Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 5 Darul Qiyam, Magelang, menggelar diskusi interaktif bertajuk
“Santri Berkarakter dan Berwawasan Luas”.
Acara ini diinisiasi sebagai langkah strategis untuk membekali para santri senior yang akan segera terjun ke masyarakat dengan pemahaman hukum siber serta komunikasi publik.
Diskusi ini menghadirkan dua alumni Gontor yang mumpuni di bidangnya masing-masing sebagai pembicara utama, yaitu Ustadz Muhammad Shobirin, S.H., M.H. (Alumni Gontor 2001) dan Ustadz Hafyz Marshal (Alumni Gontor 2008).
Dalam sesi pertama, Ustadz Muhammad Shobirin, S.H., M.H., yang merupakan seorang pakar hukum dan advokat (lawyer) nasional, menekankan pentingnya literasi hukum di lingkungan pendidikan Islam. Menurutnya, pemahaman regulasi saat ini sudah menjadi kebutuhan primer bagi dunia pesantren.
“Santri dan pengelola institusi pendidikan perlu memahami betul hukum yang menaungi pesantren. Hal ini krusial sebagai bentuk mitigasi dan pencegahan terhadap berbagai potensi permasalahan hukum yang mungkin muncul di kemudian hari,” ujar Shobirin.
Sementara itu, Ustadz Hafyz Marshal selaku pakar komunikasi media dan public relation (hubungan masyarakat), menyoroti derasnya arus informasi di era digital. Ia mengingatkan bahwa media sosial adalah pisau bermata dua yang harus dikuasai dengan penuh tanggung jawab.
“Santri harus melek terhadap dampak masif media sosial. Ketika lulus dari pesantren nanti, mereka harus mampu menggunakan media sosial dengan bijak, etis, dan menjadikannya sarana dakwah yang positif, bukan sebaliknya,” jelas Hafyz.
Merespons jalannya diskusi, Ustadz Imam Haryadi Wakil Pengasuh PMDG Darul Qiyam Magelang menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara ini. Beliau menegaskan bahwa penguatan di bidang hukum dan media adalah bekal mutakhir yang sangat dibutuhkan oleh alumni pondok.
”Santri tidak hanya cukup dibekali ilmu agama, tetapi juga harus melek hukum dan media. Dengan begitu, saat mereka menjadi alumni dan terjun langsung di tengah masyarakat, mereka bisa memanfaatkan instrumen hukum dan media secara tepat, lurus, dan membawa kemaslahatan bagi umat,” tutur Wakil Pengasuh Darul Qiyam.
Melalui diskusi ini, PMDG Darul Qiyam Magelang berharap dapat melahirkan pimpinan masyarakat yang tidak hanya berakar pada nilai-nilai pesantren yang kokoh (berkarakter), tetapi juga adaptif dan responsif terhadap dinamika global (berwawasan luas).