• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Efek Ganda KTT ke-43 ASEAN bagi Perekonomian Indonesia

Efek Ganda KTT ke-43 ASEAN bagi Perekonomian Indonesia

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 4 September 2023

Efek Ganda KTT ke-43 ASEAN bagi Perekonomian Indonesia

Oleh : Rivka Mayangsari

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN pada 5-7 September 2023 di Jakarta dinilai dapat memberikan efek ganda atau multiplier effect bagi perekonomian Indonesia sebagai tuan rumah. Hal ini disampaikan akademisi Universitas Sriwijaya Soekanto Saikuri, terkait pertemuan para pemimpin Perserikatan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN).

Menurutnya, KTT ke-43 ASEAN akan menggerakkan berbagai sektor, yaitu pada sektor pariwisata (akomodasi dan perhotelan), karena banyak orang yang akan datang dan tentunya membawa uang untuk dibelanjakan seingga dapat meningkatkan kredibelitas ekonomi atau menggerakkan perekonomian di Indonesia.

Tentunya, dalam momen KTT ke 43 ASEAN itu pasti berkeinginan menjadikan secara global ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN. Sehingga, diperlukan kesepakatan bagaimana cara untuk menstimulus pertumbuhan pertumbuhan ekonomi khususnya di kawasan ASEAN.

Pada kegiatan tersebut, ketika negara-negara ASEAN membawa para investor di bidang masing-masing, menjadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk meningkatkan perekonomian pada berbagai sektor. Indonesia bisa menawarkan beberapa sektor, seperti perkebunan, perdagangan dan sebagainya, dan apabila penawaran ini sukses dapat menggerakkan perekonomian nasional.

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono turut menambahkan bahwa penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN 2023 bukan sekadar menjadi cerminan Indonesia di mata dunia, tetapi juga sebagai potensi pertumbuhan dalam perputaran roda perekonomian bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Jakarta.

Untuk menyukseskan penyelenggaraan KTT ASEAN Ke-43 di Jakarta pada 5-7 September 2023 tidak bisa hanya mengandalkan peran Kementerian Luar Negeri RI dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saja, tetapi perlu melibatkan semua pihak termasuk komunitas, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan swasta (UMKM). Peran-peran semua elemen bangsa sangat penting untuk menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan Jakarta selama kegiatan berlangsung.

Heru berharap untuk mendukung Jakarta sebagai tuan rumah perhelatan internasional ini, baik di tingkat Kepala Negara, maupun Gubernur Ibu Kota negara sebagai bagian dari rangkaian Keketuaan ASEAN Indonesia 2023, pertumbuhan Jakarta menjadi kota global ini dimaknai dengan sinergi bersama elemen masyarakat.

Keberlangsungan pembangunan Kota Jakarta akan mengedepankan kemajuan manusia dan infrastruktur kota yang menekankan keseimbangan ekosistem serta lingkungan. Oleh karena itu, Heru menyebut jajarannya siap mendukung penuh kegiatan delegasi selama berada di Ibu Kota karena pasti memberikan dampak positif bagi pengembangan pariwisata dan bisnis terutama bagi pelaku UMKM.

Jakarta yang memiliki beragam tempat wisata dan atraksi yang menarik untuk dikunjungi menjadi lokasi tempat yang wajib dikunjungi para delegasi. Sehingga, Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta Prof Edy Suandi Hamid mengatakan KTT ke-43 ASEAN pada September 2023 perlu memunculkan paket wisata ASEAN. Hal ini dinilai sangat memungkinkan untuk mendukung cita-cita sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi dunia.

Pada 1988 pernah terjalin kerja sama maskapai penerbangan negara anggota ASEAN untuk mendukung konektivitas masing-masing potensi pariwisata. Seiring pertumbuhan destinasi wisata di seluruh negara anggota, semestinya kerja sama itu lebih potensial untuk kembali dikembangkan. Dengan upaya itu, ia meyakini kemajuan pariwisata di ASEAN bisa lebih merata dan tidak hanya unggul di Singapura, Malaysia, dan Thailand saja.

Dalam merancang paket wisata tersebut, seluruh negara anggota perlu mensinergikan masing-masing potensi wisata yang dimiliki sehingga dapat saling terhubung dan menguntungkan. Pasar dari paket wisata itu tidak hanya di internal ASEAN saja melainkan potensial menyasar wisatawan di luar negara anggota seperti Eropa, Amerika Serikat, dan Timur Tengah.

Indonesia sebagai ketua ASEAN 2023 perlu menginisiasi pembahasan paket wisata ASEAN guna mengakselerasi kerja sama antarnegara kawasan. KTT ke-43 ASEAN merupakan momentum yang tepat untuk saling menguatkan dalam bidang ekonomi, salah satunya melalui sektor pariwisata.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) diselenggarakan pada 5-7 September 2023 di Jakarta, sedikit berbeda dengan KTT ke-42 di Labuan Bajo yang diselenggarakan pada Mei lalu, KTT ke-43 ASEAN di Jakarta pada 5-7 September 2023 tidak hanya diikuti oleh para pemimpin negara anggota organisasi regional tersebut, tetapi juga para kepala negara/pemerintahan dari negara-negara mitra ASEAN.

Pelaksanaan KTT ASEAN ke-43 diyakini akan memberikan efek positif bagi Indonesia yang diharapkan mampu dirasakan oleh seluruh masyarakatnya. Selain dapat menggerakan sektor perekonomian rakyat, penyelenggaraan ini diyakini memberikan banyak manfaat bagi Indonesia yang telah sukses memimpin ASEAN sebagai episentrum pertumbuhan.

*) Pemerhati Sosia

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.