• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Sport»Dyah Ayu Phitaloka: Dari Bangun Lapangan, Kini Siap Cetak Juara Padel dari Salatiga!

Dyah Ayu Phitaloka: Dari Bangun Lapangan, Kini Siap Cetak Juara Padel dari Salatiga!

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 1 April 2026

Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Salatiga secara resmi memasuki babak baru. Ibu Dyah Ayu Phitaloka telah dilantik sebagai Ketua Umum PBPI Kota Salatiga untuk masa bakti 2026 – 2030. Pelantikan ini menandai langkah strategis dalam mempercepat popularitas olahraga padel—perpaduan antara tenis dan squash—di wilayah Jawa Tengah.

​Dyah Ayu Phitaloka bukan sosok asing dalam dunia olahraga lokal. Sebagai pemilik Padel Beans Salatiga, beliau telah menjadi pionir yang menyediakan fasilitas padel pertama di kota ini. Dedikasinya dalam membangun infrastruktur dan komunitas dari akar rumput menjadikannya sosok yang tepat untuk menahkodai organisasi ini selama empat tahun ke depan.

Visi Strategis: Inklusi dan Prestasi

​Dalam sambutannya setelah prosesi pelantikan, Dyah Ayu menyampaikan komitmennya untuk menjadikan Salatiga sebagai “hub” padel di Indonesia. Fokus utamanya meliputi:

• ​Pemesalan Olahraga: Memperkenalkan padel ke sekolah-sekolah dan komunitas muda di Salatiga.

• ​Pengembangan Atlet: Menciptakan sistem turnamen lokal yang rutin untuk menjaring talenta berbakat menuju level nasional.

• ​Sport Tourism: Memanfaatkan fasilitas Padel Beans dan kolaborasi dengan pemerintah kota untuk menarik wisatawan olahraga ke Salatiga.

“Padel bukan sekadar olahraga, tapi gaya hidup yang membangun kebersamaan. Amanah ini adalah tanggung jawab besar bagi saya untuk memastikan Padel Indonesia, khususnya di Salatiga, dapat tumbuh secara profesional dan melahirkan atlet-atlet yang mampu bersaing di kancah internasional,” ujar Dyah Ayu Phitaloka kepada Media, Selasa 31 Maret 2026.

​Tentang PBPI Kota Salatiga

Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Salatiga adalah organisasi resmi yang menaungi cabang olahraga padel di tingkat kota. Di bawah kepemimpinan baru ini, PBPI berkomitmen untuk bersinergi dengan KONI Salatiga dan para pemangku kepentingan guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam gaya hidup sehat melalui olahraga padel.

Tentang Padel Beans

​Padel Beans merupakan fasilitas olahraga modern yang terletak di Salatiga, menawarkan lapangan padel standar internasional dan suasana komunitas yang hangat. Sebagai pusat kegiatan padel, Padel Beans terus mendukung perkembangan olahraga ini melalui coaching clinic dan kegiatan komunitas harian.

​

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

August 30, 2026

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia

August 29, 2026

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih  Oleh: Catur Ronggo Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Bali pada 25 Agustus 2026 layak dibaca sebagai salah satu langkah konkrit dalam membangun kemandirian energi. Target tersebut bukan sekadar menambah kapasitas pembangkit, tetapi juga menunjukkan perubahan cara pandang pemerintah: energi bersih ditempatkan sebagai instrumen ketahanan nasional, penguatan industri, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan ketergantungan pada energi fosil. Presiden Prabowo menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp dapat diselesaikan dalam tiga tahun. Tenggat agresif menunjukkan pemerintah ingin mempercepat eksekusi, bukan membiarkan transisi energi berhenti pada dokumen perencanaan. Target itu sekaligus menjadi tantangan koordinasi bagi kementerian, PLN, pelaku usaha, dan seluruh ekosistem energi nasional untuk mengubah potensi surya Indonesia menjadi kapasitas listrik yang nyata. Pilihan energi surya memiliki dasar yang kuat. Pemerintah mencatat potensi energi surya Indonesia mencapai sekitar 3.294 GWp, sementara kapasitas terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp. Kesenjangan tersebut memperlihatkan besarnya ruang yang masih dapat dimanfaatkan. Karena itu, megaproyek 100 GWp bukan hanya proyek infrastruktur, melainkan upaya mengubah sumber daya alam yang selama ini belum optimal dimanfaatkan menjadi kekuatan ekonomi dan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memperkirakan kebutuhan investasi untuk keseluruhan program mencapai sekitar 73 miliar dolar AS atau lebih dari Rp1.140 triliun. Nilai tersebut memang sangat besar, tetapi harus dilihat sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat fondasi energi nasional. Bahlil juga memperkirakan program ini dapat menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan menghasilkan efisiensi subsidi energi hingga Rp73,9 triliun setiap tahun. Dengan demikian, belanja pembangunan diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas. Besarnya kebutuhan investasi juga membuka ruang kolaborasi antara negara dan sektor swasta. Pemerintah menyiapkan skema Independent Power Producer bagi investor yang mampu menawarkan harga listrik kompetitif. Apabila tidak terdapat penawaran yang memenuhi prinsip efisiensi, pemerintah menyiapkan opsi pembangunan melalui Danantara. Pola ini menunjukkan negara tetap memegang kendali strategis, sekaligus membuka kesempatan bagi modal dan kemampuan usaha untuk mempercepat pembangunan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan bertahap agar pelaksanaan dapat dikawal secara terukur. Tahap awal diarahkan pada 17 GWp, dilanjutkan 18 GWp, kemudian sekitar 35 GWp pada fase berikutnya, sementara kapasitas sisanya akan ditetapkan melalui tahapan lanjutan. Peta jalan tersebut penting karena proyek sebesar 100 GWp membutuhkan kesiapan lahan, jaringan transmisi, pembiayaan, teknologi penyimpanan, serta koordinasi lintas sektor.…

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia Oleh : Radjiman Arif Indonesia sedang memasuki babak…

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja JAKARTA – Pemerintah di…

Pemerintah Dorong PLTS 100 GWp untuk Hemat Subsidi Rp73,9 Triliun

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

Pemerintah Dorong PLTS 100 GWp untuk Hemat Subsidi Rp73,9 Triliun JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.