Dubes RI untuk Azerbaijan Husnan Bay Fananie: Cerita Hangat Pimpinan Gontor dan 10 Jurnalis Indonesia

45

BAKU, KataIndonesia.com – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Azerbaijan mengadakan silaturrahmi dengan para jurnalis Indonesia termasuk kataindonesia.com di kota Baku Azerbaijan pada Selasa  (29/5) malam waktu Azerbaijan. Acara tersebut menjadi sarana bersilaturahmi dan mengenal dekat sosok Dubes RI untuk Azerbaijan.

Husnan Bay Fananie, Dubes RI untuk Azerbaijan menyambut para jurnalis dengan hangat. Pun akhirnya Husnan bercerita banyak tentang sejarah negeri Azerbaijan.

Husnan dengan lengkapnya menceritakan bagaimana Azerbaijan pernah menjadi bagian dari Persia saat imperium Safavi, sebelum akhirnya menjadi bagian dari imperium Rusia, merdeka dan kembali jadi jajahan Uni Soviet selama 71 tahun sebelum akhirnya merdeka kembali tahun 1991.

Advertisement

“Saat di bawah Soviet, banyak masjid di Azerbaijan dihancurkan. Bukan cuma masjid, juga gereja dan sinagog,” kata Husnan.

Dahulu, bahasa Azerbaijan yang mendapatkan pengaruh dari bahasa Turki lama, dihilangkan dan diwajibkan memakai bahasa Soviet karena pengaruh komunis Soviet pada saat itu.

“Pengaruh Turki juga terasa di Azerbaijan. Bahasa Azerbaijan kan bahasa Turki lama, itu dihilangkan saat era Soviet. Tentara Turki juga yang membantu mengusir tentara Soviet saat warga sipil Baku dibantai pada 20 Januari 1990. Maka Azerbaijan punya utang budi ke Turki, tapi Turki memang tulus ingin membantu,” tuturnya.

Husnan pun juga menitip salam dan turut mengundang Pimpinan Ponpes Gontor, Kyai Hasan Abdullah Sahal berkunjung ke Baku Azerbaijan sekaligus Buka Bersama dengan WNI di Baku Azerbaijan.

“Saya mengajak Pimpinan Pondok Pesantren Gontor Pak Kyai Hasan Abdullah Sahal ke Baku Azerbaijan bertujuan untuk beliau berdakwah disini, dan insyallah nanti pada tanggal 2 Juni nanti kita sekaligus akan berbuka puasa bersama WNI yang ada di Baku Azerbaijan,” tutup Husnan Bay Fananie.

 

LAPORAN: HAFYZ MARSHAL

Info Lomba Terbaru