Dua Kepala Daerah di Aceh Beri Dukungan Kepada Jokowi – Ma’ruf

0

Penulis : Gilbran Pratama (Mahasiswa Universitas Surakarta)

Optimisme kemenangan Jokowi – Ma’ruf mulai terasa di Serambi Mekah. Dua kepala daerah di Aceh menegaskan akan memenangkan Capres – Cawapres Nomor urut 01 Jokowi – Ma’ruf Amin, di daerahnya pada Pemilu 2019. Keduanya, yakni Wakil Bupati Aceh Selatan Tengku Amran dan Wali Kota Subulussalam Meurah Sakti.

Pernyataan dukungan itu disampaikan oleh Tengku Amran dan Meurah Sakti, di hadapan Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf Amin, Hasto Krisyanto. Saat itu, Hasto sedang melakukan acara silaturahim dengan masyarakat Aceh Selatan, di Pantai Lhok Rukam, Tapaktuan, Aceh Selatan.

Advertisement

Wakil Bupati Aceh Selatan Tengku Amran, mengajak masyarakat Aceh Selatan, untuk sama – sama mendukung dan pasangan capres – cawapres 01, Joko Widodo – Ma’ruf Amin. Ketua Partai Nangroe Aceh (PNA) Kabupaten Aceh Selatan ini mengaku sudah memerintahkan kadernya untuk memenangkan capres petahana.

Ia juga mendoakan ketua DPD PDI Perjuangan Aceh Karimun Usman terpilih sebagai anggota DPR RI. “Saya mengucapkan terimakasih kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh Bapak Karimun, karena telah mendukung saya saat saya maju sebagai Wakil Bupati Aceh Selatan. Apalagi PDI Perjuangan sama sekali tidak memungut mahar,” ujarnya.

Kepada Hasto, Amran menilai pembangunan era jokowi sudah bagus, namun ia meminta Presiden Jokowi dapat menyelesaikan masalah banjir tahunan yang kerap terjadi di daerahnya. “Semoga kepemimpinan dua periode bisa mencarikan solusi,” tuturnya.

Amran juga mendapati, ada bagian jalan lintas Provinsi dari Sumatera Utara menuju Aceh Selatan yang rusak. Ia juga berharap pemerintah pusat dapat memperbaiki jalan penyambung itu agar ekonomi Aceh Selatan bisa meningkat.

“Di Aceh Selatan ini juga ada bandara perintis yang seharusnya dapat dirati pesawat ATR, tapi sampai saat ini belum ada pesawat yang mendarat di sana,” ujarnya.

“Kami sudah buat pengumuman bahwa PNA mendukung Jokowi – Ma’ruf,” ungkap Irwandi selaku Ketua Umum Partai Nangroe Aceh (PNA)
Irwandi menjelaskan alasan mengapa PNA menukung Jokowi dan Ma’ruf Amin di kontestasi pilpres 2019. Sebab, kata Irwandi, pada pilpres 2014, PNA juga telah mendukung Jokowi.

“Karena tahun 2014 dukung juga. Artinya, saya kenal beliau (Jokowi) sudah ada semenjak di Solo dan dia pernah kerja di Aceh sampai 3 tahun lebih,” terangnya.

Menurut dia, Jokowi sudah mengetahui seluk – beluk Aceh. Bahkan, Irwandi menganggap Jokowi di periode pertama cukup bagus.
“Karena saya kenal dan sudah ada performanya dalam tahun ini, walaupun bukan top tapi lumayan,” tuturnya

Sementara itu, Wali Kota Subulussalam Meurah sakti mengatakan, Kepemimpinan Presiden Jokowi memberikan banyak kemajuan di wilayahnya. Terutama, pembangunan jalan di Fakfak barat yang menghubungkan delapan wilayah.

Sakti juga mengingatkan masyarakat, agar hidup rukun dan damai, tidak boleh saling menyakiti. Sebagai wali kota, Sakti mengizinkan pembangunan gereja di Subulussalam, yang menunjukkan bukti adanya kebhinekaan di Aceh.

Pada kesempatan tersebut, Hasto Kristiyanto didampingi oleh utusan khusus KH Ma’ruf Amin, KH Lukmanul Hakim, Tim KH Ma’ruf Amin Habib Sholeh Al Muhdar, Kepala Lembaga Pengkajian Islam Bung Karno, Ustad Ali Assegaf, dan Caleg PDI Perjuangan Zuhairi Misrawi.

Aceh merupakan tempat yang punya kesan bagi Jokowi, Hasto Kristiyantoro juga pernah mengungkapkan bahwa Aceh merupakan “rumah kedua” bagi calon presiden (capres) Jokowi. Sebab, Jokowi pernah meniti kariernya di Aceh.

Pihaknya mengatakan, Jokowi menganggap Aceh sangat penting meskipun jumlah pemilih di provinsi itu pada pemilu 17 April 2019 kelak tergolong sedikit apabila dibandingkan wilayah pulau Jawa dan Sumatera.

Di sisi lain Provinsi yang terletak paling barat tersebut merupakan gerbang kemajuan, penyebaran islam dari Aceh, bahkan dulunya untuk menunaikan ibadah Haji, itu dari Aceh, maka dari semangat itu dibangun.

Hasto juga menjelaskan bahwa Jokowi sangat meresapi seluruh nilai – nilai kepahlawanan masyarakat Aceh yang begitu luar biasa, warganya ramah dan santu. “Target kami baru akan bahas setelah kami keliling seluruh Aceh dan bertemu dengan masyarakat dan tokoh, baru kamu akan tetapkan berapa target itu.

Saat itu Jokowi – JK hanya meraih 45,61 persen suara. Jika kalah dari pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno yang menghindar dengan 54,39 persen di Aceh.

Ma’ruf optimis Jokowi dan dirinya bakal mengambil alih keunggulan suara di Provinsi Aceh Pilpres 2019 mendatang.

Ma’ruf mengatakan Aceh terkenal dengan daerah yang religius dan banyak tersedar kader dan santri Nahdlatul Ulama di daerah tersebut,
Oleh karena itu, dirinya bakal memanfaatkan modal politiknya sebagai kader NU dan sosok ang mewakili pesantren untuk meraih suara di Aceh.

Ma’ruf juga turut mengatakan bahwa dirinya menggunakan strategi mendekati para Ulama dan tokoh masyarakat Islam untuk meraih kemenangan Aceh. Ia mengaku akan heran jika Jokowi dan dirinya kembali menelan kekalahan di daerah tersebut.

Dalam hal Ini Jokowi sangat memahami bagaimana caranya bermanuver dalam dunia politik, memang pada pemilu 2014 Jokowi harus mengakui kemenangan lawannya saat itu, namun saat ini kondisi sudah berbeda, tim kampanye lebih solid dan didukung pula oleh program pemerintah yang dinilai pro terhadap rakyat.

Info Lomba Terbaru