• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Distribusi THR Jadi Penopang Konsumsi Nasional Jelang Lebaran

Distribusi THR Jadi Penopang Konsumsi Nasional Jelang Lebaran

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 14 March 2026

Distribusi THR Jadi Penopang Konsumsi Nasional Jelang Lebaran

Oleh: Nabila Rahmawati

Distribusi tunjangan hari raya (THR) mulai mengalir ke masyarakat menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Pemerintah memulai pencairan THR bagi aparatur sipil negara dan pensiunan sejak 26 Februari 2026 sebagai bagian dari kebijakan stimulus ekonomi yang dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat.

 

Momentum Ramadan dan Idulfitri secara tradisional selalu menjadi periode dengan tingkat konsumsi yang tinggi. Pemerintah memanfaatkan momentum tersebut dengan memastikan distribusi THR berjalan tepat waktu dan menjangkau jutaan penerima manfaat. Selain THR bagi aparatur negara dan pensiunan, pemerintah juga memastikan pengemudi ojek daring kembali menerima bonus hari raya (BHR) sebagai bentuk dukungan terhadap sektor ekonomi digital yang terus berkembang.

 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa stimulus ekonomi melalui THR dan BHR tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah memandang kebijakan tersebut sebagai instrumen penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada awal tahun.

 

Airlangga menyampaikan bahwa peningkatan nilai stimulus diharapkan dapat memberikan dampak lebih kuat terhadap aktivitas ekonomi. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama berada di kisaran 5,4 hingga 5,6 persen. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian pada kuartal keempat tahun sebelumnya.

 

Menurut Airlangga, momentum Ramadan dan Idulfitri yang jatuh pada kuartal pertama memberikan peluang bagi perekonomian untuk tumbuh lebih kuat. Dengan adanya pencairan THR bagi jutaan aparatur negara serta tambahan penghasilan bagi pengemudi ojek daring, perputaran uang di masyarakat diperkirakan meningkat secara signifikan.

 

Distribusi THR bagi pensiunan dilaksanakan melalui sistem pembayaran pensiun yang terintegrasi dengan puluhan mitra bayar di seluruh Indonesia. PT Taspen sebagai pengelola program pensiun memulai penyaluran THR kepada para peserta pensiun melalui jaringan pembayaran yang telah terhubung dengan berbagai lembaga keuangan.

 

Komisaris Independen PT Taspen, Ariawan, melakukan pemantauan langsung terhadap proses penyaluran tersebut di sejumlah mitra bayar di Makassar, Sulawesi Selatan. Dari hasil pemantauan tersebut, ia melihat proses distribusi berjalan tertib dan lancar melalui berbagai lembaga keuangan yang menjadi mitra pembayaran.

 

Pemantauan dilakukan di beberapa titik layanan, termasuk Bank Mandiri Taspen, Bank BRI, kantor pos, serta Bank Sulselbar. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa mekanisme penyaluran THR bagi pensiunan dapat berjalan dengan baik dan aman.

 

Ariawan juga melihat antusiasme para pensiunan yang menerima THR menjelang Idulfitri. Penyaluran yang tertib dan tepat waktu dinilai menjadi bukti bahwa sistem distribusi yang disiapkan mampu menjangkau penerima manfaat secara efektif.

 

Menurut Ariawan, penyaluran THR bagi pensiunan merupakan bentuk penghargaan atas pengabdian para purnabakti kepada negara. Selain itu, distribusi dana tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan daya beli masyarakat menjelang hari raya.

 

Pada tahun ini, PT Taspen menyalurkan THR kepada lebih dari 3,2 juta peserta pensiun. Pembayaran dilakukan berdasarkan komponen penghasilan yang diterima pada bulan sebelumnya, yang terdiri dari pensiun pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, serta tambahan penghasilan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Pemerintah juga memastikan bahwa pembayaran THR bagi pensiunan tidak dikenakan potongan iuran maupun potongan lainnya, kecuali pajak penghasilan yang ditanggung oleh pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku. Kebijakan ini memberikan jaminan bahwa dana yang diterima pensiunan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan hari raya.

 

Aliran dana dalam jumlah besar ke masyarakat dinilai mampu memperkuat konsumsi rumah tangga. Perputaran dana tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima secara langsung, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor usaha.

 

Ekonom dari Kisi Asset Management Arfian Prasetya Aji menjelaskan bahwa dampak distribusi THR dan BHR dapat menciptakan efek berantai dalam perekonomian. Menurutnya, tambahan pendapatan yang diterima masyarakat menjelang hari raya biasanya akan segera dibelanjakan untuk berbagai kebutuhan Lebaran.

 

Kondisi tersebut membuat sejumlah sektor usaha mengalami peningkatan aktivitas. Sektor ritel, misalnya, biasanya mencatat kenaikan penjualan karena meningkatnya permintaan terhadap pakaian baru, makanan, serta kebutuhan rumah tangga lainnya.

 

Selain sektor ritel, aktivitas logistik juga meningkat seiring dengan tingginya permintaan barang. Perdagangan daring yang terus berkembang membuat proses distribusi dan pengiriman barang menjadi semakin intensif menjelang hari raya.

 

Arfian menilai bahwa peningkatan permintaan barang sebelum Lebaran mendorong aktivitas distribusi dan pengiriman meningkat secara signifikan. Hal ini memperlihatkan bagaimana tambahan pendapatan masyarakat mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi secara bersamaan.

 

Dampak positif juga diperkirakan dirasakan oleh sektor transportasi dan pariwisata. Tradisi mudik yang menjadi bagian dari perayaan Idulfitri meningkatkan mobilitas masyarakat di berbagai daerah.

 

Mobilitas tersebut mendorong pertumbuhan bisnis transportasi darat, udara, maupun laut. Di saat yang sama, kunjungan ke berbagai destinasi wisata juga mengalami peningkatan selama masa libur Lebaran.

 

Arfian menilai bahwa konsumsi rumah tangga merupakan salah satu pilar utama perekonomian Indonesia. Saat ini, sekitar 54 persen pertumbuhan ekonomi nasional berasal dari belanja masyarakat.

 

Dengan kontribusi sebesar itu, suntikan dana melalui THR dan BHR menjadi instrumen yang efektif untuk memperkuat daya beli masyarakat. Kebijakan ini memungkinkan peningkatan konsumsi terjadi dalam waktu relatif cepat.

 

Melalui kebijakan distribusi THR yang tepat waktu dan terarah, pemerintah menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dukungan terhadap daya beli masyarakat menjelang Idulfitri diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada awal tahun.

 

*) Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Publik

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

September 29, 2026

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

September 29, 2026

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana Oleh: Miftah Hizyan Agenda pendidikan nasional…

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan Oleh: Rizky Adi Perman Perluasan…

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi Oleh : Yohanes Wandikbo Pendidikan merupakan…

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda 

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda  Oleh: Yusuf Rinaldi Program Magang Nasional yang diperluas pemerintah menjadi 150 ribu peserta pada 2026 menunjukkan upaya memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring profesional, dan memperbesar peluang masuk ke pasar kerja formal di tengah persaingan memperoleh pekerjaan yang semakin ketat. Sejak 2025, pemerintah membuka Program Magang Nasional dengan target 100 ribu peserta. Pada 2026, kuotanya diperluas menjadi 150 ribu peserta. Program berlangsung selama enam bulan dengan fasilitas pelatihan, pendampingan mentor, sertifikat, jejaring profesional, serta uang saku yang ditanggung pemerintah. Besaran uang saku mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota di lokasi pemagangan dan dibayarkan setiap bulan berdasarkan jumlah hari yang diperhitungkan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan perluasan program tersebut dilakukan secara bertahap dan tetap disertai evaluasi terhadap pelaksanaan setiap angkatan. Pada batch pertama terdapat 46.160 peserta, sedangkan batch kedua menetapkan 40.962 peserta. Pemerintah kemudian menyiapkan batch ketiga dengan sekitar 62 ribu peserta untuk memenuhi target 150 ribu peserta pada 2026. Pendaftaran penyelenggara disiapkan sejak September, seleksi peserta pada Oktober, dan pelaksanaan batch ketiga ditargetkan dimulai pada November. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan pemagangan benar-benar memberikan kesempatan kepada peserta meningkatkan kompetensi, memperoleh pengalaman kerja, membangun portofolio, serta memperluas jejaring. Untuk batch ketiga, pemerintah juga mengubah skema penempatan dengan menempatkan seluruh peserta di perusahaan, tanpa kementerian dan lembaga pemerintah. Dari perspektif ekonomi, pemberian uang saku selama enam bulan memberikan dukungan bagi lulusan baru yang berada dalam masa transisi dari pendidikan menuju pekerjaan. Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta mendapatkan tunjangan yang disesuaikan dengan upah minimum daerah. Pemerintah juga memberikan fasilitas Pajak Penghasilan Pasal 21 ditanggung pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2026 yang berlaku hingga Desember 2026. Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting dalam melihat keberlanjutan program. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menyampaikan bahwa sekitar 30 ribu dari 60 ribu alumni Magang Nasional 2025 yang menjalani pemagangan di industri telah bekerja tiga bulan setelah menyelesaikan program. Tingkat penyerapan tersebut meningkat dari sekitar 30 persen ketika peserta baru menyelesaikan masa pemagangan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.