• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Danantara Percepat Proyek PSEL di Sejumlah Daerah

Danantara Percepat Proyek PSEL di Sejumlah Daerah

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 16 May 2026

Danantara Percepat Proyek PSEL di Sejumlah Daerah

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah penanganan sampah nasional melalui percepatan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai daerah. Upaya ini dilakukan melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara guna menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Melalui PT Danantara Investment Management, Danantara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan proyek PSEL di enam wilayah, yakni Lampung, Serang, Medan, Semarang, Bogor-Depok, dan Kabupaten Bekasi.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menyelesaikan persoalan sampah perkotaan yang semakin mendesak.

“Baru saja telah ditandatangani MoU antara Danantara dengan pemda untuk percepatan pembangunan PSEL di enam lokasi,” ujarnya.

Menurut Zulhas, pembangunan PSEL difokuskan pada daerah dengan kondisi darurat sampah, khususnya wilayah yang memiliki timbunan lebih dari 1.000 ton per hari. Pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di sekitar 25 lokasi yang mencakup 62 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

 

“Ditargetkan hampir 25 lokasi dengan 62 kabupaten/kota yang di atas 1.000 ton. Nanti di bawah 1.000 kita selesaikan bergantian, tapi target yang darurat dulu,” jelasnya.

 

Ia menegaskan bahwa penanganan sampah harus dilakukan secara cepat karena dampaknya telah mengancam lingkungan dan kesehatan masyarakat. Beberapa lokasi bahkan memiliki timbunan sampah setinggi 14 hingga 15 lantai bangunan, sehingga membutuhkan solusi yang terintegrasi dan berteknologi tinggi.

 

Pemerintah menilai pembangunan PSEL menjadi langkah strategis untuk mengubah persoalan sampah menjadi sumber energi bersih yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

“Yang harus dipercepat menjadi energi bersih, listrik. Tanpa bau dan tanpa racun,” tegas Zulhas.

 

Sementara itu, Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan proyek PSEL merupakan investasi besar yang akan memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan ketahanan energi nasional.

 

“Ini merupakan proyek pengolahan sampah yang secara fundraising mencapai 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp87 triliun, jadi ini bukan nilai yang kecil,” ungkap Pandu.

 

Ia menambahkan bahwa percepatan pembangunan PSEL membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat. Menurutnya, persoalan sampah kini telah menjadi tantangan serius di berbagai wilayah sehingga membutuhkan langkah cepat dan kolaboratif.

 

“Waktu kita sangat kecil, jadi semua harus bekerja sama, semua bergerak cepat,” ujarnya.

 

Sebagai dasar percepatan program, pemerintah telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang menjadi landasan pembangunan PSEL di berbagai daerah.

 

Dengan hadirnya proyek PSEL, pemerintah optimistis penanganan sampah nasional dapat dilakukan lebih efektif sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih. Program ini juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Transformasi Pengelolaan Aset Negara Kian Cepat dengan Hadirnya PP 19/2026

June 7, 2026

Ketahanan Pangan dan Mitigasi Kemarau: Menjaga Produksi di Tengah Tantangan Iklim

June 7, 2026

Transformasi Pengelolaan Aset Negara Kian Cepat dengan Hadirnya PP 19/2026

By Kata IndonesiaJune 7, 20260

Transformasi Pengelolaan Aset Negara Kian Cepat dengan Hadirnya PP 19/2026 Pemerintah mempercepat transformasi pengelolaan aset…

Ketahanan Pangan dan Mitigasi Kemarau: Menjaga Produksi di Tengah Tantangan Iklim

By Kata IndonesiaJune 7, 20260

Ketahanan Pangan dan Mitigasi Kemarau: Menjaga Produksi di Tengah Tantangan Iklim *) Oleh: Gavin Asadi…

Mitigasi Kemarau sebagai Pilar Penguatan Ketahanan Pangan Nasional

By Kata IndonesiaJune 7, 20260

Mitigasi Kemarau sebagai Pilar Penguatan Ketahanan Pangan Nasional Oleh Tania Yuliarahmi Ketahanan pangan merupakan salah…

Ketahanan Pangan dan Mitigasi Kemarau Menjadi Prioritas, Jaga Produksi Nasional

By Kata IndonesiaJune 7, 20260

Ketahanan Pangan dan Mitigasi Kemarau Menjadi Prioritas, Jaga Produksi Nasional Jakarta – Pemerintah terus memperkuat…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.