• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»CKG Perkuat Kesehatan Berkualitas, Deteksi Dini Cegah Penyakit Berat

CKG Perkuat Kesehatan Berkualitas, Deteksi Dini Cegah Penyakit Berat

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 4 May 2026

CKG Perkuat Kesehatan Berkualitas, Deteksi Dini Cegah Penyakit Berat

Jakarta – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) semakin menegaskan perannya sebagai fondasi penting dalam membangun kualitas kesehatan masyarakat Indonesia. Melalui pendekatan deteksi dini, pemerintah mendorong perubahan paradigma dari pengobatan ke pencegahan, guna menekan risiko penyakit berat seperti stroke dan jantung.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya melakukan cek kesehatan gratis (CKG) minimal satu kali dalam setahun. Hal tersebut sebagai langkah pencegahan penyakit kronis yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

 

Menurut Menkes Budi, penyakit stroke, jantung, dan gagal ginjal masih menjadi penyebab utama kematian nasional yang dapat dicegah melalui deteksi dini. Pemeriksaan kesehatan berkala dinilai penting untuk mengurangi risiko penyakit kronis yang berkembang tanpa gejala awal jelas.

 

“Cek kesehatan gratis minimal setahun sekali itu semua orang harus lakukan. Kenapa?, karena kematian paling tinggi itu stroke, jantung, dan ginjal,” kata Menkes Budi.

 

Menkes Budi mengatakan, berdasarkan data pihaknya, stroke menjadi penyebab kematian tertinggi dengan sekitar 350 ribu kasus per tahun. Disusul penyakit jantung 250–300 ribu kasus, kemudian kanker dan penyakit ginjal sebagai penyebab kematian berikutnya.

 

“Stroke itu 300 ribu, jantung 250 ribu, kanker 234 ribu. Itu penyakit-penyakit kronis yang sebenarnya kita punya waktu 5 sampai 6 tahun sebelum kondisi menjadi fatal,” ucap Menkes Budi.

 

Menkes Budi mengatakan pencegahan penyakit kronis cukup sederhana dengan rutin memantau tiga indikator utama kesehatan. Tekanan darah, gula darah, dan kolesterol menjadi parameter penting yang harus diperiksa secara berkala.

 

“Tekanan darah harus di bawah 120 per 80, gula darah tidak lebih dari 200. Kolesterol ideal di bawah 200, atau LDL sebaiknya di bawah 100,” ucap Menkes Budi.

 

Menkes Budi juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan hasil pemeriksaan meski merasa sehat. Menurutnya, banyak kasus penyakit berat terjadi karena pasien terlambat melakukan pengobatan.

 

“Jangan merasa masih sehat kalau tekanan darah sudah 170 tapi tidak diobati. Nanti bisa kena stroke atau jantung,” kata Menkes Budi.

 

Selain pemeriksaan rutin, Menkes Budi juga mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat dengan olahraga teratur. Pemerintah telah menyiapkan program CKG yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan sejak dini

 

“WHO bilang 30 menit sehari, lima hari seminggu sampai seumur hidup. Itu harus konsisten,” kata Menkes Budi

 

Implementasi CKG tidak hanya berhenti pada tahap pemeriksaan. Pemerintah juga memastikan adanya tindak lanjut berupa pengobatan atau rujukan medis bagi masyarakat yang terdeteksi memiliki risiko kesehatan. Pendekatan ini memperkuat efektivitas program dalam menekan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tidak menular.

 

Dengan penguatan program CKG, pemerintah mendorong masyarakat untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan. Pemeriksaan rutin bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dasar untuk memastikan kualitas hidup yang lebih baik dan mencegah beban penyakit di masa depan.

 

CKG bukan sekadar program layanan kesehatan, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi.

Perpres Perkuat Tata Kelola, Koperasi Merah Putih Bersiap Jadi Simpul Ekonomi Desa

September 26, 2026

Pemerintah Perkuat Kopdes Jadi Simpul Distribusi Barang Subsidi di Desa

September 26, 2026

Perpres Perkuat Tata Kelola, Koperasi Merah Putih Bersiap Jadi Simpul Ekonomi Desa

By Kata IndonesiaSeptember 26, 20260

Perpres Perkuat Tata Kelola, Koperasi Merah Putih Bersiap Jadi Simpul Ekonomi Desa Oleh: Salih Naga…

Pemerintah Perkuat Kopdes Jadi Simpul Distribusi Barang Subsidi di Desa

By Kata IndonesiaSeptember 26, 20260

Pemerintah Perkuat Kopdes Jadi Simpul Distribusi Barang Subsidi di Desa Oleh : Achmad Baskoro Penyaluran…

Dari Pesantren Alumni Gontor untuk Ibu Kota: UDN Luluskan 213 Wisudawan, Rawat Jejak Pendidikan Pesantren di Kota Metropolitan

By Kata IndonesiaSeptember 26, 20260

Universitas Darunnajah (UDN) resmi melepas 213 wisudawan program sarjana dalam Sidang Terbuka Wisuda yang berlangsung…

Bansos Digital Menjadi Jalan Memastikan Bantuan Tidak Salah Alamat

By Kata IndonesiaSeptember 26, 20260

Bansos Digital Menjadi Jalan Memastikan Bantuan Tidak Salah Alamat Oleh : Jonathan Janoel Bantuan sosial…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.