<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lomba Artikel Archives - Kata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://kataindonesia.com/category/lomba-artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kataindonesia.com/category/lomba-artikel/</link>
	<description>Dengar Baca Viral</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Aug 2019 17:53:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.5</generator>

<image>
	<url>https://kataindonesia.com/wp-content/uploads/2017/12/cropped-icon-01-32x32.png</url>
	<title>Lomba Artikel Archives - Kata Indonesia</title>
	<link>https://kataindonesia.com/category/lomba-artikel/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Generasi Milenial Menjaga Persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia</title>
		<link>https://kataindonesia.com/generasi-milenial-menjaga-persatuan-negara-kesatuan-republik-indonesia/</link>
					<comments>https://kataindonesia.com/generasi-milenial-menjaga-persatuan-negara-kesatuan-republik-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kata Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Aug 2019 17:53:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lomba Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kataindonesia.com/?p=14152</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Anggie Tri Agusti Pada awalnya manusia bertukar informasi melalui bahasa, dengan bertukar informasi secara langsung melalui percakapan sehari &#8211; hari. Namun, seiring perkembangan teknologi, informasi saat ini, manusia mau tidak mau harus mengikuti perkembanganya dan pesatnya perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi. Kemajuan teknologi tersebut dapat membawa dampak negatif maupun positif terhadap kehidupan manusia. [...]</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/generasi-milenial-menjaga-persatuan-negara-kesatuan-republik-indonesia/">Generasi Milenial Menjaga Persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh : Anggie Tri Agusti</strong></em></p>
<p>Pada awalnya manusia bertukar informasi melalui bahasa, dengan bertukar informasi secara langsung melalui percakapan sehari &#8211; hari.</p>
<p>Namun, seiring perkembangan teknologi, informasi saat ini, manusia mau tidak mau harus mengikuti perkembanganya dan pesatnya perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi. Kemajuan teknologi tersebut dapat membawa dampak negatif maupun positif terhadap kehidupan manusia. Salah satu dampak negatif dari pesatnya perkembangan teknologi adalah membuat publik semakin mudah mengakses beragam informasi dan berita hanya dalam genggaman tangan. Berita bohong pun dapat ikut tersebar dengan mudah dan mampu mempuat siapa saja yang membaca atau mendengar langsung mempercayainya dan hal yang dapat memperburuk situasi ini adalah masyarakat terlalu malas untuk mencari tahu tentang kebenarannya namun sangat bersemangat untuk membagikan kabar burung itu seluas-luasnya. Hal ini dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena dapat memecah kesatuan dan persatuan Indonesia ditengah kemajuan teknologi komunikasi.<br />
Generasi milenial, atau generasi Y (teori William Straus dan Neil Howe) yang saat ini berumur antara 18–36 tahun, merupakan generasi di usia produktif. Generasi yang akan melanjutkan perjuangan dalam menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia. Karena hal ini generasi milenial dijadikan sebagai sasaran untuk memasukkan paham radikalisme. Dimulai dari keingintahuan yang besar berujung pada kesalahan dalam pencarian referensi dapat menjerumuskan generasi milenial dalam fanatisme yang berujung radikal.</p>
<p>Masih segar dalam ingatan, bagaimana pesta demokrasi Indonesia tahun 2019 seakan menjadi ajang untuk saling melemparkan provokasi, ujaran kebencian, dan berita bohong kepada kedua belah pihak. Kini pesta demokrasi telah usai, Mahkamah Konstitusi telah menetapkan hasil pemilihan umum dan baik pasangan calon terpilih maupun yang tidak terpilih sudah menerima hasil dari keputusan Mahkamah Konstitusi dilihat dengan adanya pertemuan kedua belah pihak untuk mengadakan rekonsiliasi. Hal ini seharusnya dapat dicontoh oleh pendukung dari kedua belah pihak. Jika kedua calon pemimpin yang telah dibela mati-matian oleh para pendukungnya saja sudah berekonsiliasi, maka sudah saatnya pula para pendukung untuk saling berdamai. Jangan sampai perbedaan pilihan ini memberikan celah bagi paham radikalisme untuk masuk dan menyerang ke dalam tubuh Negara Kesatuan Republik Indonesia.<br />
Indonesia merupakan Negara yang sangat luas, terbentang dari Aceh hingga Papua. Maka tidak heran jika Indonesia memiliki keberagamannya mulai dari agama, suku dan ras.</p>
<p>Keberagaman ini pula yang menjadi alasan diubahnya teks Piagam Jakarta yang awalnya berbunyi sebagai berikut “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Untuk menghargai keberadaan saudara kita lainnya yang berada di Timur Indonesia dimana sebagain besar bukan beragama Islam, maka poin dalam Piagam Jakarta tersebut diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa” pada Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Hal ini menunjukkan bahwa para pahlawan telah bersusah payah dalam menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka tidak memaksakan kehendak ataupun kepentingan satu golongan tertentu. Hal ini seharusnya dapat menjadi contoh bagi kita.</p>
<p>“Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah. Tapi perjuangan kalian akan lebih berat, karena melawan saudara sendiri,” itulah yang pernah dikatakan Ir. Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia. Kata-kata Ir. Soekarno kemungkinan besar memang benar adanya. Mungkin juga beliau sudah melihat tanda-tanda bagaimana kita kini memiliki tabiat yang tidak biasa. Perjuangan bertahun-tahun melawan penjajah memang telah usai. Para penjajah berhasil diusir dari Indonesia. Namun perjuangan kita belum benar-benar selesai. Persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus tetap dijaga dan dipertahankan.</p>
<p>Sebab jika tidak terkelola akan terjadi malapetaka dan kehancuran serta perpecahan dimana-mana. Dengan semangat perjuangan yang di wariskan oleh para pahlawan mari generasi milenial mengisi kemerdekaan Indonesia dengan menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dapat dilakukan dengan cara memperkuat idealisme, nasionalisme, dan kecintaan kita terhadap negara ini. Dan juga janganlah kita dengan mudahnya terjerumus ke dalam berita bohong dan provokasi yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. NKRI HARGA MATI!</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/generasi-milenial-menjaga-persatuan-negara-kesatuan-republik-indonesia/">Generasi Milenial Menjaga Persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kataindonesia.com/generasi-milenial-menjaga-persatuan-negara-kesatuan-republik-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Cyber Drone 9, Sistem Pemblokir Konten Negatif</title>
		<link>https://kataindonesia.com/mengenal-cyber-drone-9-sistem-pemblokir-konten-negatif/</link>
					<comments>https://kataindonesia.com/mengenal-cyber-drone-9-sistem-pemblokir-konten-negatif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kata Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Aug 2019 05:58:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lomba Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kataindonesia.com/?p=14125</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Rosyid Bagus Ginanjar Saat terjadi kerusuhan di Papua tanggal 19 Agustus kemarin, Teguh Arifiyadi geram bukan main. Pasalnya ia gagal berangkat ke Sorong untuk mengajar sebuah lembaga di sana. Setelah memastikan semua informasi yang dikumpulkan valid, penggagas Indonesia Cyber Law Community itu memutuskan untuk menunda keberangkatan sambil memantau situasi. Perayaan kemerdekaan 17 Agustus [...]</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/mengenal-cyber-drone-9-sistem-pemblokir-konten-negatif/">Mengenal Cyber Drone 9, Sistem Pemblokir Konten Negatif</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Rosyid Bagus Ginanjar</p>
<p>Saat terjadi kerusuhan di Papua tanggal 19 Agustus kemarin, Teguh Arifiyadi geram bukan main. Pasalnya ia gagal berangkat ke Sorong untuk mengajar sebuah lembaga di sana. Setelah memastikan semua informasi yang dikumpulkan valid, penggagas Indonesia Cyber Law Community itu memutuskan untuk menunda keberangkatan sambil memantau situasi.</p>
<p>Perayaan kemerdekaan 17 Agustus dua hari sebelumnya, agak sedikit ternoda dengan kejadian ini. Berawal dari salah paham antara kepolisian dan mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, banyak sekali informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya. Informasi yang dibagikan di grup whatsapp, media sosial, dan media konvensional lainnya banyak yang tidak lengkap perihal situasi terkini Papua.<br />
Laki-laki berkacamata yang juga mantan Komandan Cyber Drone 9 Kementerian Komunikasi dan Informasi RI (Kominfo) itu mengimbau kepada followernya di media sosial agar menahan diri untuk tidak membagikan dan mengomentari informasi kerusuhan di sejumlah daerah di Papua. Menurut Magister Hukum Ekonomi Universitas Indonesia itu, sikap untuk tidak membagikan informasi sensitif adalah bagian dari etika berinternet. Informasi yang benar, belum tentu baik untuk konsumsi publik di saat suasana sedang genting.</p>
<p>Apa Itu Cyber Drone 9?</p>
<p>Sebagai benteng terakhir siber Indonesia, pusat kendali yang dipimpin oleh Teguh tetap beroperasi meski kantor libur. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada gangguan atau provokasi di internet yang dapat memicu terjadinya kekerasan masif ataupun ancaman teror di masyarakat<br />
Misalnya saat libur panjang Idul Fitri pada bulan Juni lalu, jika lalu lintas kendaraan selama lebaran dilaporkan lancar dan relatif aman, lalu lintas konten internet yang terpantau tetap padat merayap. Hoaks dan berita fitnah masih menjadi konsumsi warga net yang lapar akan informasi terbaru.</p>
<p>Dalam dunia digital, penyebaran hoaks atau berita bohong tidak bisa dihindari lagi. Hoaks dalam dunia politik, sudah menjadi bagian strategi yang dimanfaatkan untuk meraih simpati pemilih. Sebenarnya orang yang rajin menyebarkan permusuhan dan hoaks di media sosial jumlahnya tidak banyak. Hanya saja keberadaan mereka itu sangat berisik di dunia maya.<br />
Jika konten di internet sudah mengarah ke fitnah dan provokasi, hal tersebut menjadi domain tim penegak hukum. Adapun Cyber Drone 9 hanya memastikan agar konten semacam itu bisa diminimalisasi penyebarannya sebab konten yang terlanjur beredar di internet mustahil untuk dibersihkan.</p>
<p>Cyber Drone 9 merupakan sistem baru yang dimiliki Kominfo. Sistem ini menggantikan sistem Trust+ yang digunakan untuk memblokir konten negatif di internet. Teguh Arifiyadi, Kasubdit Penyidikan dan Penindakan Kominfo, mengatakan sistem ini dapat melawan konten negatif secara cepat. Fitur kecerdasan buatan Aritifical Intelligence (AI) di sistemnya membuat kerja mesin sensor internet jadi serba otomatis.<br />
Dengan tim berjumlah 58 orang yang bekerja 24 jam, sistem yang terletak di lantai 8 Gedung Kominfo itu melakukan crawling konten negatif mulai dari IP filtering, hosting, URL atau dari konten yang melanggar aturan. Cyber Drone 9 terdiri dari dua ruang utama, Security Operation Center (SOC Room) dan War Room.<br />
Ibarat sebuah dapur, SOC Room adalah tempat memasak dan mengolah semua aktivitas pemantauan dan pengendalian terhadap konten negatif. Sedangkan War Room lebih mirip ruangan untuk mengambil keputusan sekaligus verifikasi kembali keputusan yang telah diambil sebelumnya.</p>
<p>Sistem yang memantau aliran data secara real time itu membantu tim untuk memberikan informasi dari jutaan situs dan akun media sosial penyebar pornografi, perjudian, penipuan, persekusi, hoaks, dan ideologi radikal dengan waktu yang sangat cepat sekitar 5 menit sampai 10 menit. Adapun keputusan untuk “membunuh” situs tersebut tidak sepenuhnya dilakukan sistem, tetapi masih berada di tangan manusia sebagai eksekutor terakhir sebab Cyber Drone 9 tidak dilengkapi senjata pembunuh akun dan situs internet.<br />
Cara Kerja Cyber Drone 9<br />
Langkah pertama yang dilakukan oleh sistem yaitu dengan memasukkan kata kunci pencarian. Mesin sensor pemburu kemudian melakukan pencarian sesuai kata kunci untuk menarik jutaan situs dan konten media sosial.</p>
<p>Crawling konten negatif yang ditemukan lalu dilempar ke mesin pendamping untuk menguji relevansi terhadap kata kunci. Pengurutan hasil pencarian berdasarkan dampak juga dlakukan oleh mesin pencari itu berdasarkan tingkat viralnya. Semakin viral maka konten negatif itu akan dianggap berbahaya oleh mesin dan ditempatkan dalam urutan paling atas.<br />
Setelah proses penghitungan dampaknya, mesin akan menangkap layar konten yang terciduk oleh mesin pencari. Hasil tangkapan layar itu kemudian dikirim kepada tim verifikator sekaligus anggota tim Cyber Drone 9 untuk menentukan kepantasan sensor oleh pemerintah.<br />
Dalam sebuah kesempatan, Tim Cyber Drone 9 memasukkan satu kata kunci ke system. Hasilnya, mesin pemburu menemukan 1,2 juta situs porno dan 200 ribu website yang terjaring. Namun setelah dikonfirmasi kembali, situs yang dikategorkan sebagai pornografi hanya berjumlah 959.547 buah, ratusan ribu sisanya tidak terbukti sebagai situs pornografi.<br />
Teguh mengungkapkan jika pelanggaran konten negatif hampir terjadi di semua platform media sosial. Meskipun Cyber Drone 9 ini beroperasi untuk mengawasi pergerakan internet Indonesia namun tidak ada jaminan bahwa semua media sosial bersih dari konten yang menyeleweng tersebut.</p>
<p>Kominfo punya prinsip tidak ingin mewariskan sifat labil, tidak berakhlak, mudah dijajah teknologi budaya asing, dan kurang bermoral agama pada generasi internet. Kominfo rela dianggap sebagai instansi yang mematikan kreativitas anak muda daripada dianggap salah karena tidak melakukan apapun untuk mempengaruhi karakter penerus bangsa.<br />
Selain untuk melindungi karakter anak-anak, pemblokiran konten negatif ini adalah salah satu cara untuk mengamankan kepentingan pembangunan nasional. Agar perencanaan yang sudah dilakukan pemerintah selama ini berjalan sesuai timeline dan tidak terganggu oleh kabar yang tidak sesuai fakta.</p>
<p>Sebagai masyarakat Indonesia yang cinta damai, tentu kita berharap kejadian kerusuhan di Papua beberapa waktu lalu karena kesimpangsiuran informasi tidak terjadi lagi. Oleh karenanya sangat tepat jika Kominfo akhirnya memblokir akses internet di Papua dan Papua Barat sebagai upaya pencegahan agar kerusuhan tidak semakin meluas.</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/mengenal-cyber-drone-9-sistem-pemblokir-konten-negatif/">Mengenal Cyber Drone 9, Sistem Pemblokir Konten Negatif</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kataindonesia.com/mengenal-cyber-drone-9-sistem-pemblokir-konten-negatif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tidak Menyebarkan Hoax Sebagai Wujud Merdeka Dari Tindakan Arogansi Informasi Yang Salah</title>
		<link>https://kataindonesia.com/tidak-menyebarkan-hoax-sebagai-wujud-merdeka-dari-tindakan-arogansi-informasi-yang-salah/</link>
					<comments>https://kataindonesia.com/tidak-menyebarkan-hoax-sebagai-wujud-merdeka-dari-tindakan-arogansi-informasi-yang-salah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kata Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Aug 2019 05:55:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lomba Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kataindonesia.com/?p=14123</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Muhammad Reyza Kemajuan teknologi informasi komunikasi saat ini tidak hanya memberikan dampak yang positif tetapi juga memberikan dampak yang sebaliknya, Penyampaian akan informasi begitu cepat. Dimana setiap orang dengan mudah memproduksi informasi yang begitu cepat tersebut melalui beberapa media sosial. seperti facebook, twitter, ataupun pesan telpon genggam whatsapp dan lain sebagainya yang tidak [...]</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/tidak-menyebarkan-hoax-sebagai-wujud-merdeka-dari-tindakan-arogansi-informasi-yang-salah/">Tidak Menyebarkan Hoax Sebagai Wujud Merdeka Dari Tindakan Arogansi Informasi Yang Salah</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh : Muhammad Reyza</strong></em></p>
<p>Kemajuan teknologi informasi komunikasi saat ini tidak hanya memberikan dampak yang positif tetapi juga memberikan dampak yang sebaliknya, Penyampaian akan informasi begitu cepat.<br />
Dimana setiap orang dengan mudah memproduksi informasi yang begitu cepat tersebut melalui beberapa media sosial. seperti facebook, twitter, ataupun pesan telpon genggam whatsapp dan lain sebagainya yang tidak dapat difilter dengan baik.</p>
<p>Sangat disayangkan apabila informasi yang disampaikan tersebut adalah informasi yang tidak akurat terlebih adalah informasi bohong (hoax) dengan judul provokatif mengiring pembaca dan penerima kepada opini yang negatif.<br />
Akhir-akhir ini dunia maya banyak dimunculkan informasi dan berita palsu atau lebih dikenal dengan istilah “hoax. Jika tidak ada kehati-hatian, siapa pun dengan mudah termakan tipuan hoax tersebut bahkan ikut menyebarkan informasi palsu itu.</p>
<p>Hoax adalah usaha untuk menipu atau mengakali pembaca untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pembuat berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut adalah palsu.<br />
Bagaimana hoax Bekerja, faktor yang dapat menyebabkan seseorang cenderung mudah percaya pada hoax. Orang lebih cenderung percaya hoax jika informasinya sesuai dengan opini atau sikap yang dimiliki versi buku psikologis Respati tahun 2017.</p>
<p>Terbatasnya pengetahuan, Kepercayaan terhadap informasi-informasi tersebut bisa jadi dikarenakan tidak ada pengetahuan sebelumnya sehingga mudah dirasuki.<br />
Melalui Informasi yang dikeluarkan media pemberitaan, ketika telah terkirim dan dibaca oleh banyak orang dapat mempengaruhi emosi, perasaan, pikiran bahkan tindakan seseorang.<br />
Berita hoax semakin sulit dibendung oleh pemerintah, karna kasus pemblokiran tersebut tidak sampai menyentuh meja hijau. Beberapa kasus di indonesia terkait berita hoax telah memakan korban, salah satunya berita hoax akan penculikan anak yang telah tersebar di beberapa media sosial dan menyebabkan orang semakin waspada terhadap orang asing.</p>
<p>Opini negatif, fitnah, penyebar kebencian yang diterima dan menyerang pihak tertentu sehingga dapat merusak reputasi dan menimbulkan kerugian.Hoax atau ‘fake news’ bukan sesuatu yang baru, sudah banyak beredar di masyarakat. bahkan lebih berbahaya karena sulit untuk diverifikasi.</p>
<p>Lalu bagaimana caranya agar tak terhasut, ada beberapa sumber referensi yang telah penulis rangkum, cara mengantisipasi hoax salah satunya dengan tidak menyebarkan info hoax tersebut, dapat dilakukan dengan berbagai macam cara.<br />
Pertama dengan mengidentifikasi mana berita hoax dan mana berita asli, inilah lima langkah sederhananya.</p>
<p>Hati-hati dengan judul provokatif, Berita hoax seringkali menggunakan judul yang provokatif Oleh karenanya, apabila menjumpainya, sebaiknya Anda mencari referensi berupa berita serupa dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda.</p>
<p>Cermati alamat situs, cermatilah alamat URL situs dimaksud Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi misalnya menggunakan domain blog, maka informasinya bisa dibilang meragukan.<br />
Periksa fakta, Perhatikan dari mana berita berasal dan siapa sumbernya. Perhatikan keberimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh.<br />
Cek keaslian foto, Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca.</p>
<p>Selanjutnya dengan Cara melaporkan berita informasi hoax tersebut. Pengguna internet bisa melaporkan hoax tersebut melalui sarana yang tersedia di masing-masing media.<br />
Untuk media sosial Facebook, gunakan fitur Report Status dan kategorikan informasi hoax kategori lain yang sesuai. Jika ada banyak aduan dari pengguna, biasanya Facebook akan menghapus status tersebut.</p>
<p>Untuk Google, bisa menggunakan fitur feedback untuk melaporkan situs dari hasil pencarian apabila mengandung informasi palsu. Twitter memiliki fitur Report Tweet untuk melaporkan twit yang negatif, demikian juga dengan Instagram.<br />
Kemudian, bagi pengguna internet Anda dapat mengadukan konten negatif ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan melayangkan e-mail ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id.<br />
Lantas, kiat-kiat apa saja untuk menghadapi hoax dan apa yang harus kita bentengi.</p>
<p>Rutinlah membaca berita dari media yang terdafatr dalam portal berita resmi dan dihormati.<br />
Orang yang paling rentan hoax adalah orang yang jarang mengonsumsi berita.<br />
Jangan share artikel/foto/pesan berantai tanpa membaca sepenuhnya dan yakin akan kebenarannya.</p>
<p>Salah satu upaya Pencegahan Berita Hoax selanjutnya “Literasi media” adalah kecakapan yang berguna dalam proses mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan pesan dalam beragam bentuk. Usaha ini sebagai upaya pencegahan secara bertahap sehingga setiap individu dapat dengan lebih kritis menanggapi apa yang mereka lihat, dengar, dan baca.</p>
<p>Munculnya gerakan literasi media khususnya internet sehat merupakan salah satu wujud kepedulian kepada masyarakat terhadap dampak buruk media internet. Tujuan gerakan internet sehat adalah untuk memberikan pendidikan kepada pengguna internet untuk menganalisis pesan yang disampaikan, mempertimbangkan tujuan dibalik pencitraan atau pesan di internet dan meneliti siapa yang bertanggungjawab atas pesan yang tersebar.</p>
<p>sehingga anak muda sebagai konsumen media internet memiliki kemampuan dalam menciptakan tafsiran dan penilaian berdasarkan informasi yang diperolehnya. Selain itu anak muda mampu menjadi produser media internet dengan caranya sendiri sehingga menjadi partisipan yang berdaya terhadap setiap informasi yang di konsumsi.</p>
<p>Inilah wujud dari merdeka yang sebenarnya, mengapa karna melek atau sadar dalam memerangi informasi yang salah sebagai wujud usaha melepaskan diri dari belengu kebodohan, kesalahan, maupun perbudakan yang disebabkan oleh minim pengetahuan dan ketidakseimbangan dalam menafsirkan suatu informasi yang tersebar.</p>
<p>Dalam melawan hoax dan mencegah meluasnya dampak negatif hoax, pemerintah pada dasarnya telah memiliki payung hukum yang memadai. Pasal 28 ayat 1 dan 2 UU No. 11 tahun 2008 tentang ITE, Pasal 14 dan 15 UU No. 1 tahun 1946, Pasal 311 dan 378 KUHP, serta UU No. 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskiriminasi Ras dan Etnis merupakan beberapa produk hukum yang dapat digunakan untuk memerangi penyebaran hoax.</p>
<p>Hadirnya pemahaman literasi media sekaligus menjadi wujud dalam pembangunan berkelanjutan dalam memerangi kesalahan informasi yang disebabkan oleh penyebaran hoax sehingga arogansi dari pihak yang tidak bertanggung jawab dapat di tekan secara bertahap dan akan terus melahirkan kebijakan yang memberi efek jera tentunya.<br />
Sadar internet atau media sosial membuat diri tidak ketinggalan zaman dalam artian kita dituntut terus berpikir luas dan mampu ikut serta dalam mewujudkan cita-cita bangsa dalam menyampaikan aspirasi dan hak warga negara. Oleh karnanya dimomen kemerdekaan ke-74 mari bebas dari kegagalan pemahaman dan merdeka dari pengaruh rusaknya keutuhan bangsa.</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/tidak-menyebarkan-hoax-sebagai-wujud-merdeka-dari-tindakan-arogansi-informasi-yang-salah/">Tidak Menyebarkan Hoax Sebagai Wujud Merdeka Dari Tindakan Arogansi Informasi Yang Salah</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kataindonesia.com/tidak-menyebarkan-hoax-sebagai-wujud-merdeka-dari-tindakan-arogansi-informasi-yang-salah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indonesia di 74 Tahun</title>
		<link>https://kataindonesia.com/indonesia-di-74-tahun/</link>
					<comments>https://kataindonesia.com/indonesia-di-74-tahun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kata Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Aug 2019 05:52:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lomba Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kataindonesia.com/?p=14121</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Nurul Yaumilda Hasibuan Kemerdekaan sejatinya sudah kita raih sejak 74 tahun lalu. Indonesia diakui sebagai negara berdaulat pun hampir sama dengan usia kemerdekaannya. Namun semangat kemerdekaan yang dilakukan para pahlawan dan pendahulu kita apakah masih sama? Semakin meningkat? Atau malah semakin menurun? Saya kira kita semua bisa menjawabnya dalam pikiran kita masing-masing. Belakanganini [...]</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/indonesia-di-74-tahun/">Indonesia di 74 Tahun</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh : Nurul Yaumilda Hasibuan</strong></em></p>
<p>Kemerdekaan sejatinya sudah kita raih sejak 74 tahun lalu. Indonesia diakui sebagai negara berdaulat pun hampir sama dengan usia kemerdekaannya. Namun semangat kemerdekaan yang dilakukan para pahlawan dan pendahulu kita apakah masih sama? Semakin meningkat? Atau malah semakin menurun? Saya kira kita semua bisa menjawabnya dalam pikiran kita masing-masing.</p>
<p>Belakanganini kemerdekaan hanya diperingati untuk berbagai perlombaan dan menghias daerah. Apakah diri kita sendiri sudah terhias dengan semarak dan semangat kemerdekaan? Masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memaknai kemerdekaan termasuk saya sendiri. Tidak perlu untuk masalah yang menyangkut negara, masalah diri sendiri pun belum bisa kita tangani. Khususnya kaum Milenial dan saya sendiri rasa malas masih menghinggapi, kurangnya kepekaan dan rasa peduli terhadap lingkungan sosialnya. Seharusnya kemerdekaan bisa dimaknai dan diimplementasikan dengan menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi persatuan, berkarya dan berinovasi untuk menjadikan Indonesia lebih baik lagi. Tugas kita memperjuangkan kemerdekaan hanya mengembangkan dan menjadikan Indonesia lebih baik lagi. Kita tidak perlu angkat senjata dan pertumpahan darah untuk merebut Indonesia, Indonesia sudah di tangan kita. Yang perlu kita perangi adalah pengaruh-pengaruh negatif dan sikap-sikap yang tidak menunjukan rasa cinta pada pahlawan dan tanah air kita.<br />
Indonesia sudah menua dan sudah menjadi orangtua bagi semua provinsi di negara kita ini. Dimana setiap provinsi memiliki penduduk dengan berbagai suku, budaya, dan kepribadian yang berbeda.</p>
<p>Keberagamandan perbedaan biasanya sensitif dengan perpecahan. Kemajuan teknologi yang kian pesat pun menjadi faktor penting dalam menghambat persatuan suatu negara. Media sosial adalah salah satu bentuk kemajuan teknologi. Jika kita mengirim dan membagikan suatu kiriman ke media sosial dampaknya cukup banyak. Bahkan dampak negatif kadang lebih menonjol daripada dampak positif walaupun yang kita kirim itu baik-baik saja dan tidak berdampak apa-apa menurut kita. Informasi dan kiriman kita bisa saja disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tak bertanggungjawab dan berniat mengadu domba. Berita-berita yang disebarluaskan ini dan belum diketahui kebenarannya bisa saja langsung diterima oleh masyarakat awam. Inilah yang dinamakan hoax.<br />
Akhir-akhir ini hoax kian marak di Indonesia. Apalagi hoax tentang agama, masalah keyakinan sangatlah sensitif untuk dijadikan hoax dan dampaknya bahkan bisa dengan cepat mengundang perpecahan. Toleransi beragama di Indonesia saat ini pun berada di masa yang genting. Baru-baru ini Ustad Abdul Somad dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia karena dinilai menistakan agama lain dalam ceramahnya. Padahal ceramah yang beliau sampaikan di dalam ruang ibadah umat Muslim dan memang di khususkan untuk umat Muslim saja serta bukan bentuk penghinaan. Lalu, mengapa umat agama lain merasa ternistakan? Inilah hoax tadi. Ada oknum yang sengaja menyebar video tersebut sehingga di saksikan publik dan menuai kontroversi. Hingga menimbulkan perpecahan antar umat beragama.</p>
<p>Hal seperti ini haruslah kita lawan. Kita harus kritis menanggapi suatu berita. Kita tidak bisa menelan suatu berita bulat-bulat tanpa mengetahui sumber dan kebenarannya. Cerdiklah dalam menerima suatu informasi dan jangan langsung membagikan berita tersebut. Karena itu kan mempercepat penyebaran berita tersebut. Sebagai generasi penerus bangsa ini, lebih baik kita memberi aspirasi dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat untuk menyukseskan pembangunan Indonesia.</p>
<p>Seperti yang sudah kita ketahui selama 5 tahun kepemimpinannya, Presiden Joko Widodo dikenal sebagai Bapak Infrastruktur. Dan beliau mendapat kesempatan untuk memimpin Indonesia satu periode lagi yaitu untuk 5 tahun ke depan. Banyak yang sudah direncanakan beliau, seperti memajukan beberapa wisata di Indonesia akan diprioritaskan pada 2020 untuk dijadikan wisata dunia seperti Danau Toba, Labuan Bajo, Candi Borobudur dan Mandalika. Satu lagi rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan yang menuai banyak pro dan kontra saat ini. Di tengah Indonesia yang memiliki banyak pinjaman pada negara lain, seperti tidak memungkinkan untuk memindahkan ibu kota karena memerlukan dana yang tidak sedikit. Sementara di sisi lain, banyak hal-hal yang mendesak dan memerlukan perhatian lebih untuk dibenahi. Kita lihat kepemimpinan beliau 5 tahun ke depan. Semoga bisa menepati janji-janjinya. Agar senantiasa mendapat pujian dan didoakan oleh rakyat, bukan sebaliknya. Sepertinya untuk mengurusi masalah untuk negara ini Presiden sudah memilih menteri-menteri yang kompeten dibidangnya, dan para wakil rakyat yang semoga bisa amanah. Kita sebagai rakyat hanya bisa menyampaikan aspirasi semua ada di tangan mereka. Setidaknya untuk memaknai kemerdekaan ini pimpinlah diri sendiri menjadi lebih baik sehingga bisa bermanfaat bagi orang banyak, bangsa dan negara. “Sebaik-baik manusia Ialah yang paling bermanfaat untuk orang lain”.</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/indonesia-di-74-tahun/">Indonesia di 74 Tahun</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kataindonesia.com/indonesia-di-74-tahun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Papua dan Ikrar Persatuan Indonesia</title>
		<link>https://kataindonesia.com/papua-dan-ikrar-persatuan-indonesia/</link>
					<comments>https://kataindonesia.com/papua-dan-ikrar-persatuan-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kata Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Aug 2019 05:49:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lomba Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kataindonesia.com/?p=14118</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Maya Andita Sebuah berita tidak menyenangkan datang dari Surabaya beberapa hari yang lalu. Masalahnya (diduga) soal rasis. Lagi &#8211; lagi rasis. Sejak itu pula hastag #sayabukanmonyet menjadi trending di sosial media. Ada banyak versi yang saya lihat dari kisruh yang terjadi saat ini. Menurut berita yang di muat oleh web CNN Indonesia pada [...]</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/papua-dan-ikrar-persatuan-indonesia/">Papua dan Ikrar Persatuan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh : Maya Andita</strong></em></p>
<p>Sebuah berita tidak menyenangkan datang dari Surabaya beberapa hari yang lalu. Masalahnya (diduga) soal rasis. Lagi &#8211; lagi rasis. Sejak itu pula hastag #sayabukanmonyet menjadi trending di sosial media. Ada banyak versi yang saya lihat dari kisruh yang terjadi saat ini.<br />
Menurut berita yang di muat oleh web CNN Indonesia pada Rabu (21/08) diduga kericuhan dipicu oleh kedatangan Tri Susanti selaku korlap aksi yang juga merupakan Caleg DPRD partai Gerindra ke asrama mahasiswa Papua di Surabaya. Untuk detail pastinya, masih sangat abu.<br />
Menurut Tri Susanti seperti yang di beritakan, ia berdalih kedatangannya kesana hanya untuk membela bendera merah putih yang telah di rusak dan di buang. Ia juga menangkis tuduhan adanya pengepungan asrama. Tapi siapa yang tahu? Karena berita yang beredar kencang adalah isu rasis dan pengepungan asrama. Dari sini saja kita sebagai masyarakat awam sudah di hadapkan pada sebuah berita yang sangat berseberangan dan belum adanya penelitian lebih lanjut tentang hal tersebut .</p>
<p>Tapi apa yang malah terjadi? Kisruh di Surabaya tersebut malah berbuntut panjang, menyulut rusuh di beberapa daerah seperti Monokwari, Jayapura, Fak-fak dan daerah lainnya di tanah air. Bahkan, sebagian aksi ada yang mulai menyinggung perjanjian New York 1962 antara Indonesia, Belanda dan juga rakyat Papua. Luka &#8211; luka lama pun pun mulai kembali dikorek &#8211; korek.</p>
<p>Kejadian tersebut dapat di ibaratkan sebagai bola saju yang makin membesar dan siap menerjang apa saja, bukan hanya keamanan di daerah Papua tapi juga persatuan Indonesia secara utuh.<br />
Isu tentang Papua, memang merupakan isu yang sangat sensitif. Bukan hanya pada saat ini tapi sudah sejak awal kemerdekaan pun sudah sangat sensitif.</p>
<p>Alangkah lebih baiknya, jika kita lebih berhati-hati menanggapinya dan bukan merupakan dugaan yang kosong pula, jika mungkin ada saja oknum &#8211; oknum yang ikut ambil bagian dari kerusuhan ini.<br />
Bisa saja salah satu caranya adalah dengan menyebar berita hoax untuk menyulut emosi berbagai pihak. Apalagi isu yang beredar ini merupakan isu yang sangat mampu menyulut emosi kedua belah pihak, yakni isu rasis dan pengrusakan bendera merah putih yang keduanya pun masih belum jelas yang mana berita yang asli. Jangan sampai hal yang memang dasarnya sudah runyam menjadi lebih runyam lagi karena berita hoax.</p>
<p>Oleh sebab itulah, untuk menjaga stabilitas keamanan nasional kita harus harus pandai dalam memilah &#8211; milih berita yang akan kita terima. Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat pun di butuhkan agar tetap terjaganya persatuan bangsa dan pembangunan dapat berjalan dengan lancar dimanapun itu, termasuk di Papua.</p>
<p>Hal yang harus dilakukan dalam menganggapi berita ini adalah : Tenang, mulailah membaca lebih banyak referensi tentang isu terkait, agar dapat memperbanyak berita dari sudut pandang yang berbeda-beda.</p>
<p>Pilih dan lihat media mana yang memberitakan, apakah media tersebut kredible atau tidak. Bila perlu, dapat pula untuk diadakannya verifikasi media oleh lembaga terkait. Kemudian, telitilah lebih lanjut tentang berita yang kita terima. Jangan sampai kita menelan mentah &#8211; mentah apalagi langsung membagikannya ke orang lain.</p>
<p>Sejarah telah mengingatkan kita berkali-kali betapa sulitnya para pendahulu kita memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia. Betapa magis nya ikrar tentang persatuan Indonesia. Jangan sampai trauma kita akan Timor Timur terulang kembali. Jangan sampai Indonesia kehilangan bagian tubuhnya kembali. Mari kita bantu pemerintah dan aparat terkait untuk sama-sama mempertahankan stabilitas nasional dengan bijak menanggapi berita yang beredar.</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/papua-dan-ikrar-persatuan-indonesia/">Papua dan Ikrar Persatuan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kataindonesia.com/papua-dan-ikrar-persatuan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berantas Hoax, Wujudkan Cita-Cita Bangsa</title>
		<link>https://kataindonesia.com/berantas-hoax-wujudkan-cita-cita-bangsa/</link>
					<comments>https://kataindonesia.com/berantas-hoax-wujudkan-cita-cita-bangsa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kata Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Aug 2019 02:07:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lomba Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kataindonesia.com/?p=14083</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Gerry Katon Mahendra Bulan ini, tepatnya tanggal 17 Agustus 2019 bangsa Indonesia merayakan ulang tahun kemerdekaan yang ke-74 tahun. Suatu fase usia yang tidak dapat dikategorikan muda, melainkan layak untuk dimaknai sebagai fase usia kematangan bagi suatu bangsa. Bukan suatu kebetulan jika pada usianya yang ke-74 tahun ini bangsa Indonesia telah mengalami berbagai [...]</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/berantas-hoax-wujudkan-cita-cita-bangsa/">Berantas Hoax, Wujudkan Cita-Cita Bangsa</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Gerry Katon Mahendra</strong></p>
<p>Bulan ini, tepatnya tanggal 17 Agustus 2019 bangsa Indonesia merayakan ulang tahun kemerdekaan yang ke-74 tahun. Suatu fase usia yang tidak dapat dikategorikan muda, melainkan layak untuk dimaknai sebagai fase usia kematangan bagi suatu bangsa. Bukan suatu kebetulan jika pada usianya yang ke-74 tahun ini bangsa Indonesia telah mengalami berbagai dinamika yang silih berganti, baik dinamika berorientasi positif maupun negatif. Tercatat setidaknya terdapat tiga peristiwa besar yang menghiasi rentang usia bangsa Indoneisa, mulai dari peristiwa G30S PKI pada rentang waktu 1960-an, unjuk rasa besar-besaran yang berujung pada lengsernya Presiden Soeharto pada akhir tahun 1990-an, dan kembalinya mandat, dimana rakyat diberikan kepercayaan penuh untuk memilih Presiden secara langsung pada awal tahun 2000-an.</p>
<p>Tiga peristiwa besar tersebut yang pada akhirnya turut berperan terhadap arah dan wajah kondisi Indonesia saaat ini. Terbaru, kita semua baru saja merampungkan salah satu hajat besar Pemilu Presiden yang turut menguras energi seluruh elemen bangsa. Menariknya, Pemilu Presiden kali ini turut ditandai dengan masifnya penyebaran berita <em>hoax</em> yang menyerang kedua kubu yang berkontestasi. Dalam pengertian sederhana menurut KBBI hoaks (<em>hoax</em>) diartikan sebagai berita bohong. Gambaran sederhana, selama bulan April 2019 saja sudah tercatat sebanyak 486 informasi <em>hoax</em> berhasil diidentifikasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo). 209 diantaranya merupakan informasi <em>hoax</em> yang berasal dari kategori politik jelang dan pasca Pemilu.</p>
<p>Secara operasional, masifnya penyebaran berita <em>hoax</em> tentu sangat meresahkan masyarakat, tidak hanya berpotensi membuat informasi menjadi kabur dan salah, juga berpotensi memicu terjadinya perpecahan bangsa. Beberapa peristiwa politik tersebut, beserta ragam cerita didalamnya seharusnya mampu menjadi bahan pembelajaran yang baik untuk menatap dan merealisasikan cita-cita masa depan bangsa Indonesia, baik jangka pendek (lima tahun mendatang) maupun jangka panjang. Berkaca dari situasi politik negara yang saat ini sudah relatif mencair dan kondusif, sudah saatnya kita alihkan energi bangsa dalam memaknai dan merefleksikan kemerdekaan yang ke-74 untuk diisi dengan rumusan-rumusan yang inovatif.</p>
<p>Hal tersebut juga sejalan dengan semangat revolusi industri 4.0, dimana hampir setiap negara di seluruh belahan bumi merasakan efeknya. Berbicara mengenai revolusi industri 4.0, konsep tersebut pertama kali dicetuskan oleh sekelompok perwakilan ahli berbagai bidang asal Jerman, pada tahun 2011 lalu di acara <em>Hannover Trade Fair</em>. Dipaparkan bahwa industri saat ini telah memasuki inovasi baru, dimana proses produksi berbagai aspek mulai berubah pesat. (Listhari Baenanda, binus.ac.id).</p>
<p><strong>Empat Modal Utama</strong></p>
<p>Lantas, dimanakah posisi Indonesia dalam memaknai Revolusi Industri 4.0 ? Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, tentu saja Indonesia sangat berpotensi memainkan berbagai macam peran strategis dalam menyambut era baru tersebut demi kemajuan bangsa. Sumber daya alam, sumber daya manusia, letak geografis, dan penguatan kultur masyarakat merupakan empat modal awal mengimplementasikan Revolusi Industri 4.0 sekaligus mengawal cita-cita bangsa lima tahun kedepan. Sumber daya alam, negara kita sudah sangat elok termasyhur memiliki berbagai potensi sumber daya alam. Sebagai gambaran, dari catatan lembaga pemerintah AS, yang mempunyai fokus di bidang Geologi <em>(US Geological Survey),</em> menunjukkan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang mempunyai produksi dan cadangan bahan tambang terbesar di Dunia. Per 2014, dari segi cadangan SDA, Indonesia mempunyai cadangan timah terbesar kedua (2) sedunia, emas (6), dan energi panas bumi (1). Sedangkan dari sisi produksi, negara kita merupakan penghasil nikel terbesar ketiga di dunia, bauksit (2), gas (9), batubara (6), crude paint oil (1) (lipi.go.id, 2015).</p>
<p>Sumber daya manusia, dengan jumlah penduduk mencapai 267 juta jiwa sudah lebih dari cukup untuk bersama-sama dimanfaatkan kearah yang lebih produktif. Terlebih lagi, Indonesia saat ini sedang menikmati masa bonus demografi di mana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dari usia tidak produktif, yakni lebih dari 68% dari total populasi (katadata.co.id, 2019). Letak geografis, jika dilihat dari sektor teknologi dan ekonomi, dengan posisi Indonesia yang strategis membuat Indonesia dijadikan sebagai jalur perdagangan dunia atau bisa dikatakan Indonesia terletak di persilangan lalu lintas yang ramai. Dengan begitu tentunya dampak positif terhadap perkembangan teknologi dan keadaan ekonomi di Indonesia akan didapatkan (romadecade.org, 2019). Mengenai kultur, meskipun bukan menjadi dengan kultur dan etos bekerja tertinggi diantara negara lain, namun kultur umum yang dimiliki masyarakat Indonesia saat ini diyakini mampu dijadikan modal mumpuni untuk mengawal cita-cita bangsa karena bangsa ini memiliki kultur yang beragam dan memiliki kekhasan yang sangat kuat.</p>
<p>Sebagaimana yang diungkapkan oleh  Sejarawan sekaligus Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Profesor Djoko Suryo “Kita punya kekhasan, Bhinneka Tunggal Ika yang mampu membingkai, membalut, dan mengikat keberagaman” (mediaindonesia.com, 2018). Satu hal lagi mengenai kultur, kita harus mau dan mampu mengakui bahwa masih diperlukan perbaikan kultur masyarakat, dari kultur reaktif menjadi kultur masyarakat antisipatif. Mengapa hal tersebut sangat diperlukan ? berkaca dari apa yang terjadi beberapa tahun belakangan ini, perlu adanya komitmen bersama untuk menangkal penyebaran <em>hoax</em> sedini mungkin. Potensi dan semangat Ke-Bhinneka-an yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, dirasa akan menjadi sia-sia apabila masyarakat masih bersikap reaktif dan tanpa filter dalam menyaring informasi yang diterima. Mengecek kebenaran sumber informasi kejadian, membiasakan diri untuk tidak reaktif dan provokatif dalam merespon suatu kejadian, dan berperan aktif dalam setiap kampanye anti-<em>hoax</em> merupakan beberapa langkah sederhana yang dapat diwujudkan dalam rangka melawan penyebaran berita <em>hoax</em>.</p>
<p>Empat modal diatas, apabila mampu dikelola secara profesional, komitmen kuat, dan berkelanjutan dirasa mampu menjadi “senjata” paling mujarab dalam upaya memaknai, mengawal, dan mengimplementasikan cita-cita bangsa Indonesia lima tahun mendatang dalam bingkai revolusi industri 4.0. Tugas kita semua, baik pemerintah maupun rakyat Indonesia untuk bersama-sama mewujudkan hal tersebut dan momentum kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang ke-74 harus mampu dijadikan tonggak awal untuk melompat lebih jauh agar bangsa kita senantisasa menjadi bangsa yang tumbuh, berkembang, dan berkemajuan seperti apa yang telah dicita-citakan oleh para bapak pendiri bangsa puluhan tahun silam. Mari kita kawal, mari kita bergerak bersama untuk Indonesia yang lebih baik. Jadikan Indonesia ber-SDM unggul menuju cita-cita Indonesia maju ! Merdeka !</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/berantas-hoax-wujudkan-cita-cita-bangsa/">Berantas Hoax, Wujudkan Cita-Cita Bangsa</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kataindonesia.com/berantas-hoax-wujudkan-cita-cita-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lawan Hoax Demi Suksesnya Pembangunan Nasional</title>
		<link>https://kataindonesia.com/lawan-hoax-demi-suksesnya-pembangunan-nasional/</link>
					<comments>https://kataindonesia.com/lawan-hoax-demi-suksesnya-pembangunan-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kata Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Aug 2019 02:03:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lomba Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kataindonesia.com/?p=14080</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Agus Oloan Naibaho Jumlah penduduk Indonesia tahun 2019 diprediksi berkisar 267 juta jiwa, sementara pengguna internet berjumlah 171,17 juta jiwa atau sekitar 64,8 persen dari total jumlah penduduk Indonesia sudah terhubung dengan internet. Artinya, masyarakat Indonesia masih menjadi lumbung pengguna pengguna media sosial terbanyak. Apalagi berdasarkan survei We Are Social di tahun 2017, [...]</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/lawan-hoax-demi-suksesnya-pembangunan-nasional/">Lawan Hoax Demi Suksesnya Pembangunan Nasional</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Agus Oloan Naibaho</strong></p>
<p>Jumlah penduduk Indonesia tahun 2019 diprediksi berkisar 267 juta jiwa, sementara pengguna internet berjumlah 171,17 juta jiwa atau sekitar 64,8 persen dari total jumlah penduduk Indonesia sudah terhubung dengan internet. Artinya, masyarakat Indonesia masih menjadi lumbung pengguna pengguna media sosial terbanyak. Apalagi berdasarkan survei <em>We Are Social</em> di tahun 2017, 18 persen pengguna media sosial berusia 13 sampai 17 tahun, yang merupakan usia pelajar.</p>
<p>Faktanya, dari sumber berita Kompas.com, anak remaja sangat rentan menjadi pelaku penyebaran hoaks atau berita bohong di jagat maya. Apalagi masa-masa menjelang Pilpres dan pasca Pilpres kemarin, tensi tinggi mengakibatkan terjadinya perang berita hoaks di media sosial. Dan beberapa pelaku penyebaran hoaks yang berhasil ditangkap polisi ternyata masih berstatus pelajar. Sungguh sangat memprihatinkan.</p>
<p>Disinyalir remaja mudah percaya pada hoaks karena anak muda memang cenderung emosional. Disamping itu, kenyataan minat baca orang Indonesia yang rendah menjadi faktor penyebab gampangnya sebuah berita yang menurut mereka sensasional langsung disebarkan tanpa dibaca dengan detail apa isi beritanya.</p>
<p>Kenyataan inilah menjadi pendorong agar pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memasukkan kembali mata pelajaran TIK atau Informatika ke dalam Kurikulum 2013. Kebutuhan untuk menghasilkan “SDM Unggul Indonesia Maju”, seperti tema Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-74 harus direalisasikan dengan sumber daya manusia yang tidak terjebak oleh berita-berita hoaks dan menjadi penyebar kebohongan tersebut.</p>
<p>Informatika, merupakan mata pelajaran pengganti TIK dan diberikan kepada siswa dari tingkat SMP hingga SMA dan sekarang baru dalam tahap uji coba di beberapa sekolah, karena belum seluruh wilayah nusantara ini telah tersambung dengan internet. Jadi sembari menunggu terwujudnya pemerataan infrastruktur, maka mata pelajaran Informatika baru tahap implementasi.</p>
<p>Lantas mengapa mapel Informatika sangat penting dan relevan dalam mewujudkan “SDM Unggul Indonesia Maju”? Apa keunggulan mapel Informatika dalam memberantas hoaks menuju suksesnya pembangunan nasional dengan modal persatuan dan kesatuan bangsa?</p>
<p>Jawbannya jelas sangat bisa, karena dengan belajar informatika sejak SMP, generasi muda kita dipersiapkan untuk menghadapi perkembangan teknologi yang cepat dengan belajar STEM-C (Science, Technology Engineering Mathematics and Computational Thingking). Artinya, siswa sejak dini diajarkan untuk berpikir kritis, dan mulai berpikir terkomputerisasi yang terstruktur dan algiritmik.</p>
<p>Berpikir tingkat tinggi, mencerna sebuah informasi dengan pemikiran yang luas, belajar untuk terbiasa membaca secara terstruktur, mencerna sebuah informasi dengan menggunakan hati dan logika, meredam emosi dan lebih menggunakan pemikiran dalam menyelesaikan sebuah persoalan adalah hal penting yang sangat diharapkan setelah belajar Informatika ini.</p>
<p>“Selama ini dari segi keilmuan TIK belum terdistribusi dan tergambarkan secara jelas kepada siswa. Maka dari itu kami sedang mengkaji khusus dari keilmuannya agar lebih baik,&#8221; begitulah penjelasan Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemendikbud Awaluddin Tjalla saat dihubungi <em>Republika.co.id</em>, (5/8) menjelaskan perihal Informatika sebagai pelajaran baru yang bermafaat untuk menangkal berita hoaks.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Peranan Informatika Menangkal Hoaks</strong></p>
<p>Hoaks merupakan ancaman terbesar dari keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Demokrasi Pancasila yang menjamin kebebasan bagi seluruh warga negaranya dalam berpendapat menjadi ancaman terbesar, karena bisa disalah artikan menjadi bebas memberikan informasi yang bohong sekalipun. Dan itu terbukti dengan menyebarnya konten maupun informasi yang didesain hampir 100 persen benar, padahal itu adalah hoaks alias berita bohong.</p>
<p>Penyebaran berita hoaks melalui media sosial menjadi masalah terbesar di negeri ini. Sungguh banyak contoh berita hoaks yang disebarkan menjadi awal kebencian yang berujung pada kerusuhan. Oleh karena itu sudah menjadi peran kita untuk memberantas hoaks dengan cara kita masing-masing.</p>
<p>Saya sebagai guru mata pelajaran Informatika, tetap optimis bahwa generasi muda sekarang tidak akan gampang menyebarkan berita hoaks, karena generasi muda sudah dipersiapkan berpikir komputasional. Artinya, berpikir kreatif dan kritis dalam menyelesaikan persoalan dengan konsep algoritma.</p>
<p>Saring berita atau informasi atau gambar sebelum sharing, bijaklah menggunakan media sosial merupakan ajakan baik demi memberantas berita hoaks atau bohong.</p>
<p>Medan, 22 Agustus 2019</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/lawan-hoax-demi-suksesnya-pembangunan-nasional/">Lawan Hoax Demi Suksesnya Pembangunan Nasional</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kataindonesia.com/lawan-hoax-demi-suksesnya-pembangunan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjadi Bijak Dengan Mengoreksi Berita Hoax</title>
		<link>https://kataindonesia.com/menjadi-bijak-dengan-mengoreksi-berita-hoax/</link>
					<comments>https://kataindonesia.com/menjadi-bijak-dengan-mengoreksi-berita-hoax/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kata Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Aug 2019 10:05:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lomba Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kataindonesia.com/?p=14076</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Diyah Rahma Febrina Hoaks (dalam bahasa Inggris : Hoax) adalah berita palsu atau tidak benar yang dibuat seolah-olah benar. Berita hoax biasanya akan tersebar melalui dunia maya, seperti internet, situs web, media sosial, dan sebagainya. Hoax bertujuan untuk membuat keresahan dan kepanikan di kalangan masyarakat dan lingkungan sekitar. Hoax sangat mudah tersebar, baik [...]</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/menjadi-bijak-dengan-mengoreksi-berita-hoax/">Menjadi Bijak Dengan Mengoreksi Berita Hoax</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Diyah Rahma Febrina</strong></p>
<p>Hoaks (dalam bahasa Inggris : <em>Hoax</em>) adalah berita palsu atau tidak benar yang dibuat seolah-olah benar. Berita <em>hoax</em> biasanya akan tersebar melalui dunia maya, seperti internet, situs <em>web</em>, media sosial, dan sebagainya. <em>Hoax</em> bertujuan untuk membuat keresahan dan kepanikan di kalangan masyarakat dan lingkungan sekitar. <em>Hoax</em> sangat mudah tersebar, baik melalui dunia maya maupun dari mulut ke mulut. Berita dan informasi palsu seperti ini dapat menimbulkan dampak yang tidak baik dalam masyarakat dan lingkungan sekitar.</p>
<p>Dunia maya yang dulu dianggap memiliki “dunaianya” sendiri kini telah berubah drastis, kehidupan nyata masyarakat di era milenial ini bahkan sangat terpengaruh oleh semua yang ada di dunia maya. Oleh karena itu, semua informasi dan berita yang tersebar dalam dunia maya sangat erat kaitannya dan sangat terasa dampaknya dalam kehidupan nyata. Seiring mudah tersebarnya berita <em>hoax</em>, bisa jadi membentuk sebuah pola pikir dalam masyarakat bahwa berita atau informasi yang tersebar melalui dunia maya, internet maupun media sosial sudah pasti adalah <em>hoax</em>. Memang dalam zaman modern ini kita sangat perlu untuk melawan <em>hoax</em>, namun tidak asal melawan, kita juga harus memiliki pemikiran yang terbuka bahwa tidak semua berita dan informasi adalah palsu atau tidak benar.</p>
<p>Menilik dari tujuan <em>hoax</em> yang banyak merugikan dan besar pengaruhnya terhadap dunia nyata, maka langkah yang dapat kita tempuh untuk melawan <em>hoax</em> antara lain<em>, pertama</em>, saring semua berita dan informasi yang kita dapat. Di era tekhnologi seperti saat ini masyarakat dituntut untuk menjadi kritis dan cerdas, serta tanggap dalam segala hal. Informasi dan berita yang kita dapat, tidak bisa begitu saja kita terima mentah-mentah tanpa memastikan dahulu kebenaran dan sumbernya. Menyaring berita dan informasi bisa kita lakukan dengan mencari sumber berita tersebut, dari instansi atau website yang resmi ataukah bukan, kemudian cari literatur yang berhubungan dengan berita tersebut, cocokkan kebenarannya. Terakhir kita juga dapat memastikannya dengan bertanya kepada ahlinya.</p>
<p><em>Kedua</em>, pilih dan pilah berita atau informasi, maksudnya setelah kita menyaring berita dan informasi yang kita dapat tersebut kita perlu memiliih berita dan informasi mana saja yang perlu kita sebar luaskan kepada teman, kerabat, saudara, dan sebagainya. Berita dan informasi yang benar serta mengandung konten positif boleh kita sebar luaskan, sedangkan berita yang mengandung konten dan dampak negatif sebaiknya biarkan berhenti sampai pada kita sendiri. Karena dengan semakin kita menyebarluaskan berita yang kurang benar dan palsu, maka semakin tujuan <em>hoax</em> akan tercapai, yaitu meresahkan dan menimbulkan kekhawatiran massa, hal ini tentu saja dapat menimbulkan kekacauan bahkan perpecahan.</p>
<p><em>Ketiga</em>, setelah kita menyaring dan memilih, yang terpenting adalah mengoreksi isi berita dan informasi tersebut. Dibalik berita dan informasi palsu, biasanya tersirat pesan yang dapat diambil hikmahnya. Misalnya saja berita <em>hoax</em> mengenai kandungan berbahaya dalam sebuah makanan atau minuman, di dalam informasi tersebut tersirat pesan bahwa kita harus selalu berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan dan minuman demi kesehatan diri kita sendiri. Tidak hanya itu, beberapa berita dan informasi sebenarnya memiliki isi yang baik dan benar, namun karena telah tersebar luas bisa jadi diubah ataupun ditambah dan dikurangi sehingga menjadi berita yang kurang benar. Oleh karena itu, berita dan informasi <em>hoax</em> bisa kita koreksi dengan cara membenarkan atau memberikan informasi yang benar dan tepat, sehingga berita dan informasi palsu dan kurang tepat bisa kita ubah menjadi sesuatu yang informatif serta berguna bagi pembacanya.</p>
<p><em>Hoax</em> atau berita palsu harus kita lawan dengan cerdas, menyaring serta memilih informasi sangatlah penting di era digital seperti sekarang ini. Kita sebagai manusia tidak hanya dituntut untuk cerdas dalam mengolah dan memberikan informasi, namun juga harus bijak. Bijak untuk memilih berita mana yang layak disebarluaskan maupun tidak, karena satu berita dan informasi yang tersebar bisa jadi menimbulkan dampak yang besar dan panjang ke depannya. Dengan bersikap bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi berarti kita juga ikut berkontribusi dalam menjaga keharmonisan lingkungan serta masyarakat. Melawan <em>hoax</em> berarti juga melawan kekacauan dan perpecahan dalam lingkungan masyarakat sehingga negeri ini akan selalu aman, damai, serta lebih maju. Kesejahteraan dan perdamaian dalam masyarakat adalah faktor penting terciptanya pembangunan nasional yang sukses, hal ini juga akan mempengaruhi sistem kepemimpinan yang baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/menjadi-bijak-dengan-mengoreksi-berita-hoax/">Menjadi Bijak Dengan Mengoreksi Berita Hoax</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kataindonesia.com/menjadi-bijak-dengan-mengoreksi-berita-hoax/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Merawat Persatuan dan Menepis Kebohongan Demi Menyongsong Masa Depan</title>
		<link>https://kataindonesia.com/merawat-persatuan-dan-menepis-kebohongan-demi-menyongsong-masa-depan/</link>
					<comments>https://kataindonesia.com/merawat-persatuan-dan-menepis-kebohongan-demi-menyongsong-masa-depan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kata Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Aug 2019 10:01:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lomba Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kataindonesia.com/?p=14073</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Andi Dwi Setiawan Perjalanan yang panjang dan berat telah dirasakan serta dialami segenap masyarakat Indonesia untuk mencicipi manisnya kebebasan dalam sebuah kemerdekaan. Kurang lebih 350 tahun bangsa Indonesia terbelenggu dan tersiksa oleh pedihnya penjajahan oleh bangsa lain. Perjuangan yang sangat sengit dan bergelimang darah untuk membela dan mempertahankan kemurnian dan harga diri tempat [...]</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/merawat-persatuan-dan-menepis-kebohongan-demi-menyongsong-masa-depan/">Merawat Persatuan dan Menepis Kebohongan Demi Menyongsong Masa Depan</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Andi Dwi Setiawan</strong></p>
<p>Perjalanan yang panjang dan berat telah dirasakan serta dialami segenap masyarakat Indonesia untuk mencicipi manisnya kebebasan dalam sebuah kemerdekaan. Kurang lebih 350 tahun bangsa Indonesia terbelenggu dan tersiksa oleh pedihnya penjajahan oleh bangsa lain. Perjuangan yang sangat sengit dan bergelimang darah untuk membela dan mempertahankan kemurnian dan harga diri tempat tinggal mereka yaitu bumi Pertiwi.</p>
<p>Kemerdekaan yang dikumandangkan tanggal 17 Agustus 1945 adalah hasil perjuangan masyarakat Indonesia dengan berbagai pengorbanan dari generasi ke generasi dan merupakan buah dari usaha dan doa yang mereka lakukan serta haturkan disetiap harinya. Namun selepas tanggal 17 Agustus 1945, kemerdekaan itu masih belum seutuhnya milik bangsa Indonesia. Karena masih belum dapat pengakuan dari penjajah terutama Belanda dan sekutu saat itu, membuat bangsa Indonesia masih harus berjuang mempertahankan kemerdekaan yang telah dideklarasikan.</p>
<p>Gejolak perlawanan diberbagai daerah di Indonesia dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Belanda dan Sekutu masih bersikuku untuk bisa merebut kemerdekaan yang telah dideklarasikan. Melihat perlawanan yang begitu sengit dan memakan korban yang tak sedikit, pihak Belanda dan Sekutu mulai menggunakan cara-cara licik dengan iming-iming perjanjian-perjanjian yang pada akhirnya akan merugikan bangsa Indonesia itu sendiri. Namun dengan perang yang berkepanjangan dan siasat keji dalam sebuat perjanjian tidaklah cukup untuk membuat bangsa Indonesia bertekuk lutut kembali. Dengan berbagai faktor yang tidak lagi mendukung bangsa Belanda mulai dari pasukan, persenjataan, dan pembiayaan serta desakan dari bangsa lain. Dari faktor itulah yang kemudian <strong>diselenggarakannya Konferensi Meja Bundar (KMB)</strong> yang bermuara diakuinya kedaulatan Republik Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949, sehingga memaksa Belanda keluar dari bumi Pertiwi.</p>
<p>Mungkin mayoritas dari kita pernah membaca ataupun mendengarkan pesan tersebut dari Bapak Ir.Soekarno. Pesan tersebut merupakan suatu peringatan kepada Bangsa Indonesia, karena perjuangan belumlah usai, namun sejatinya perjuangan barulah dimulai. Dan tantangan yang kita hadapi nantinya adalah bukan orang lain namun saudara kita sendiri. Perjuangan dalam membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar dan mandiri dengan keakayaan alam yang dimiliki yang tidak lain diperuntukan untuk kesejahteraan Masyarakat Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kita patut bersyukur karena bangsa Indonesia dianugerahi oleh tuhan dengan begitu banya kekayaan dan keanekaragaman alam,suku bangsa, budaya, bahasa, dan segala sesuatu yang ada didalamnya. Yang mana kekayaan ini membuat rasa iri bangsa lain dan membuat daya tarik tersendiri untuk mereka mengenal lebih jauh tentang Indonesia. Namun selain memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, disisi lain kekayaan dan keanekaragaman tersebut bisa menjadi ancaman untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ancaman yang dimaksud disini adalah terjadinya konflik secara horizontal di masyarakat Indonesia yang bersumber dari keanekaragaman tersebut.</p>
<p>Untuk itu diperlukanya sebuah rasa persatuan dan cinta tanah air serta saling menghargai satu satu sama lain. Pengalaman Pancasila adalah cara yang tepat untuk meminimalisir konflik horizontal yang terjadi ditengah perbedaan yang ada di Indonesia. Pancasila adalah ideologi yang sudah final dan merupakan rumusan terbaik untuk bangsa Indonesia kedepannya.</p>
<p>Berbicara banyak tentang perjuangan bangsa Indonesia hingga saat ini, tak baik rasanya jika kita tak belajar dari apa yang sudah terjadi dimasa lalu. Karena guru terbaik dalam hidup ini adalah pengalaman. Teringat akan sebuat pesan, jika hari ini lebih baik dari hari kemarin maka kita beruntung, jika hari ini sama seperti kemarin maka kita merugi, tetapi jika hari ini kita lebih<br />
buruk dari hari kemarin kita celaka. Lantas bagaimanakah keadaan Indonesia saat ini?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Memasuki usia ke 74 tahun bukanlah usai yang dibilang muda lagi untuk suatu negara. Pada usia inilah seharusnya kematangan akan pembangunan dan kesejahteraan masyarakatnya sudah dapat dinikmati. Namun Indonesia saat ini masih berbenah dengan berbagai masalah yang masih menghalangi untuk terwujudnya negara yang maju. Permasalahan yang masih menjadi pekerjaan rumah untuk bangsa Indonesia adalah masalah pengangguran, kesenjangan sosial, kemiskinan, perekonomian dan kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah satu cara untuk mewujudkan apa yang telah direncanakan dalam program kerja 5 tahun mendatang adalah dengan menciptakan situasi dalam politik serta pemerintahan yang sejuk. Tanpa adanya suatu kejadian yang membuat keruh dan menyebabkan jalannya program kerja terganggu. Serta semua pihak dapat secara bersama-sama mengawasi jalanya pemerintahan dan memberi masukan apabila terdapat kekeliruan. Kebebasan berpendapat ini telah diatur dan dijamin dalam UUD 1945 Pasal 28E Ayat (3): “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.”</p>
<p>Pada zaman sekarang, kebebasan berpendapat tak hanya di dunia nyata, namun juga sudah merambah ke dunia maya/digital/ media social. Namun dalam implementasinya masih banyak orang yang menyalahgunakan kebebasan berpendapat ini dengan tujuan menjatuhkan orang lain. Ini merupakan salah satu dampak negative dari perkembangan teknologi yang semakin canggih terutama dalam bidang teknologi, informasi dan komunikasi.</p>
<p>Hoaks adalah salah satu penyimpangan dalam kebebasan berpendapat. Hoaks merupakan berita bohong yang biasanya berisi informasi yang salah dan tak sedikit yang merugikan orang lain. Para pelaku yang dengan sengaja membuat dan menyebarkan hoaks pasti mempunyai niatan yang jahat. Menurut data dari Kemenkominfo sekitar 800.000 situs di Indonesia telah terindikasi sebagai penyebar hoaks atau berita bohong.</p>
<p>Dengan banyaknya berita hoaks yang beredar di masyarakat Indonesia, untuk itu kita dituntut untuk lebih teliti dan menyaring informasi yang kita dapat serta tidak mudah percaya akan informasi yang terindikasi provokasi. Tujuan dari hoaks itu sendiri adalah ingin membuat resah dan mengadudomba masyarakat Indonesia dan hal ini dapat mengganggu system pemerintahan yang sedang berjalan. Karena tak sedikit hoaks yang ditujuan kepada pemerintahan dan masayarakat yang terlalu mudah percaya yang kemudian dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk merusak kepercayaan terhadap pemerintahan</p>
<p>Salah satu yang dapat kita lakukan untuk membrantas hoaks adalah dengan kita membaca informasi dari sumber-sumber yang terpercaya dan sudah terbukti kredibilitasnya. Untuk itu situs kataindonesia.com terus menyajikan kebutuhan informasi seputar politik, pemerintahan,ekonomi,olahraga, hingga kuliner baik skala nasional maupun internasional. Kataindonesia.com terus berupaya untuk membrantas hoaks yang beredar ditengah masyarakat dengan menyajikan informasi berupa fakta.</p>
<p>Jadi tidak ada lagi alasan untuk kita termakan dengan berita hoaks, karena sudah ada begitu banyak sumber referensi informasi yang pastinya menyajika fakta. Dan jika kamu menemukan adanya informasi hoaks yang tersebar di masyarakat, alangkah baiknya kamu juga ikut ambil andil dalam hal memberantasnya. Yaps memberantasnya bukan malah ikut menyebarnya. Jadilah generasi yang bijak dalam mengolah informasi untuk kebaikan Indonesia dikemudian hari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/merawat-persatuan-dan-menepis-kebohongan-demi-menyongsong-masa-depan/">Merawat Persatuan dan Menepis Kebohongan Demi Menyongsong Masa Depan</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kataindonesia.com/merawat-persatuan-dan-menepis-kebohongan-demi-menyongsong-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lawan Hoax Demi Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Keberagaman</title>
		<link>https://kataindonesia.com/lawan-hoax-demi-mewujudkan-persatuan-dan-kesatuan-keberagaman/</link>
					<comments>https://kataindonesia.com/lawan-hoax-demi-mewujudkan-persatuan-dan-kesatuan-keberagaman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kata Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Aug 2019 09:55:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lomba Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kataindonesia.com/?p=14070</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Rizal Nur Pradipta (Mahasiswa Universitas Al Azhar Kebayoran) Beberapa hari terakhir media massa sedang gencar-gencarnya memberitakan peristiwa pengepungan mahasiswa asrama Papua di kota Surabaya. Aksi ini dipicu karena adanya dugaan pengrusakan bendera pusaka yang berada di depan asrama. Sehingga masyarakat sekitar yang mendengar kabar ini pun sontak berbondong-bondong mendatangi asrama tersebut. Mirisnya selama pengepungan [...]</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/lawan-hoax-demi-mewujudkan-persatuan-dan-kesatuan-keberagaman/">Lawan Hoax Demi Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Keberagaman</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Rizal Nur Pradipta (Mahasiswa Universitas Al Azhar Kebayoran)</strong></p>
<p>Beberapa hari terakhir media massa sedang gencar-gencarnya memberitakan peristiwa pengepungan mahasiswa asrama Papua di kota Surabaya. Aksi ini dipicu karena adanya dugaan pengrusakan bendera pusaka yang berada di depan asrama. Sehingga masyarakat sekitar yang mendengar kabar ini pun sontak berbondong-bondong mendatangi asrama tersebut. Mirisnya selama pengepungan ini terjadi, tak sedikit terlontar umpatan atau kata-kata bernada rasis menggunakan nama binatang kepada mahasiswa Papua. Alhasil peristiwa ini pun menyusul ke insiden lainnya yang terjadi di kota Malang dan Semarang.</p>
<p>Kemudian puncaknya, ratusan orang di Papua dan Papua Barat melalukan aksi blokade sejumlah ruas jalan. Selain itu, massa juga membakar gedung DPRD di kota Monokwari, Papua Barat, 19 Agustus 2019. Kejadian ini pun membuat tanda tanya besar, Kepolisian menduga kerusuhan yang terjadi di Manokwari, Papua Barat, di antaranya karena dipicu oleh penyebaran informasi palsu atau hoax soal intimidasi para pelajar Papua di Surabaya sebelumnya. Hal itu dibuat demi memancing emosi kubu kepolisian dan masyarakat Papua.</p>
<p>Melihat kejadian itu menjadi tamparan bagi kita, bagaimana sudah kritisnya generasi kita dalam menyikapi sebuah permasalahan yang ada. Terutama dalam menyimpulkan pemberitaan yang ada. Tentu saja, penyebaran hoax ini menjadi ancaman serius bagi pertahanan dan keamanan Indonesia. Hoax telah menjadi musuh bersama. Daya rusak hoax menembus benteng-benteng persaudaraan yang selama ini kita bina bersama.</p>
<p>Kebohongan dan kesesatan informasi dalam hoax bisa menumbuhkan kebencian, mendorong orang-orang saling bermusuhan, mencaci, dan bahkan memfitnah. Dari sana, orang seakan tak lagi mengenal persaudaraan dan penghormatan pada sesama. Etika dan adab berkomunikasi seperti lenyap entah kemana. Jelas ini membahayakan, karena hoax tak sekadar tentang informasi yang keliru. Seperti dikatakan Craig Silverman dalam tulisan berjudul Lies, Damn Lies and Viral Content, yang dikutip Muhammad Yunus (2019), hoax didefinisikan sebagai rangkaian informasi yang memang sengaja disesatkan, namun dijual sebagai kebenaran.</p>
<p>Informasi yang secara “sengaja” disesatkan mengindikasikan hoax jauh lebih membahayakan daripada sekadar informasi yang salah. Sebab di dalamnya (hoax) memang ada upaya-upaya terencana yang memanfaatkan kebohongan demi tujuan tertentu. Dalam peristiwa beberapa waktu juga terlihat, justru kebanyakan dari mereka yang termakan provokasi adalah bukan lagi orang dewasa tetapi sudah menjamah generasi muda. Jadi tak dimungkiri hoax sudah menghantui kita semua, terutama lewat saluran-saluran online seperti media sosial. Hal ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk memerangi hoax demi menjaga kutuhan bangsa. Dengan cara menumbuhkan sikap kritis dan bijaksana dalam mencerna informasi.</p>
<p>Masyarakat khususnya pemuda diharapkan dapat memepertahankan kesatuan dan perdamaian NKRI dari berbagai berita hoax. Sebab, di tangan kita ini, estafet kepmimpinan bangsa akan diemban. Maka, para pemuda harus mempersiapkan mental dan fikiran untuk berjuang melawan gempuran berita bohong.</p>
<p>Masyarakat juga dituntut untuk lebih cerdas memilih serta memilah informasi yang baik dan tepat guna. Masyarakat harus “sering dan saring”, di mana suatu informasi tidak ditelan secara mentah-mentah yang didapat. Setiap informasi harus disaring mengenai kebenaran dan dampaknya umum, dan jangan sungkan untuk sering mengenai suatu informasi kepada orang terdekat.</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/lawan-hoax-demi-mewujudkan-persatuan-dan-kesatuan-keberagaman/">Lawan Hoax Demi Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Keberagaman</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kataindonesia.com/lawan-hoax-demi-mewujudkan-persatuan-dan-kesatuan-keberagaman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semangat Kemerdekaan dan Persatuan Dalam Melawan Hoax</title>
		<link>https://kataindonesia.com/semangat-kemerdekaan-dan-persatuan-dalam-melawan-hoax/</link>
					<comments>https://kataindonesia.com/semangat-kemerdekaan-dan-persatuan-dalam-melawan-hoax/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kata Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Aug 2019 09:52:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lomba Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kataindonesia.com/?p=14067</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Dian Triwibowo Pada saat ini teknologi mempunyai peranan penting di kehidupan masyrakat Indonesia, mulai dari lingkup bisnis, mencari informasi, menjadi tempat belajar dan masih banyak lagi. Namun, disamping dampak positifnya tekonologi juga bisa memiiki dampak negatif yang sangat membahayakan salah satunya adalah hoax. Hoax adalah suatu pemberitaan palsu/pemberitahuan yang tidak jelas sumbernya dan [...]</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/semangat-kemerdekaan-dan-persatuan-dalam-melawan-hoax/">Semangat Kemerdekaan dan Persatuan Dalam Melawan Hoax</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Dian Triwibowo</strong></p>
<p>Pada saat ini teknologi mempunyai peranan penting di kehidupan masyrakat Indonesia, mulai dari lingkup bisnis, mencari informasi, menjadi tempat belajar dan masih banyak lagi. Namun, disamping dampak positifnya tekonologi juga bisa memiiki dampak negatif yang sangat membahayakan salah satunya adalah hoax. Hoax adalah suatu pemberitaan palsu/pemberitahuan yang tidak jelas sumbernya dan isi yang tidak benar. Padahal teknologi sangat diperlukan oleh masyarakat, salah satunya adalah untuk mempermudah dalam mendapatkan berita, namun justru dapat disalah gunakan oleh oknum-oknum tertentu. Salah satunya upayanya adalah menyebarkan hoax, mereka hanya mencari keuntungan dari kegiatan tersebut dan tidak memikirkan apa akibat dari kegiatan tersebut. Oleh karena itu sangat dibutuhkan sekali semangat persatuan, kesatuan, dan semangat untuk memberantas hoax dari masyarakat Indonesia, khususnya pada generasi muda melalui literasi guna mensukseskan pembangunan Indonesia untuk lima tahun kedepan.</p>
<p>Generasi muda Indonesia mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembangunan di Indonesia karena masa depan bangsa Indonesia berada di tangan generasi muda, melalui literasi mereka tidak hanya mengetahui satu aspek saja, melainkan berbagai aspek. Aspek politik, ekonomi, cara mengantisipasi hoax, cara menyaring berita, dan lainnya yang memiliki tujuan utama untuk membangun Indonesia menuju kearah progresif.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Semangat Kemerdekaan dan Persatuan Dalam Melawan Hoax Demi Suksesnya Pembangunan Serta Kepemimpinan Nasional Lima Tahun Kedepan</strong></p>
<p>Pada saat ini teknologi mempunyai peranan penting di dalam berbagai lini kehidupan masyrakat Indonesia, mulai dari lingkup bisnis, mencari informasi, menjadi tempat belajar dan masih banyak lagi. Namun disamping dampak positifnya, teknologi juga memiiki dampak negatif yang sangat membahayakan salah satunya adalah hoax. Hoax adalah suatu pemberitaan palsu / pemberitahuan yang tidak jelas sumbernya dan biasanya isinya tidak benar,  Menteri Kominfo Rudiantara menjelaskan bahwa &#8220;Situs (hoax) itu hampir 800 ribu ya, data terakhir 700 ribu hampir 800 ribu,&#8221; ujar Rudiantara saat ditemui setelah mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Kamis (29/12) dan menurut riset yang dilakukan melalui DailySocial.id, sebuah blog teknologi asal Jakarta, yang bekerja sama dengan Jakpat Mobile Survey Platform. Riset ini menanyakan tentang distribusi konten <a href="https://kumparan.com/@kumparantech/konten-hoax-yang-meresahkan-selama-2016">hoax </a>dalam platform digital terhadap 2.032 responden.</p>
<p>Riset ini mencatat masih banyak orang Indonesia yang tidak dapat mencerna informasi dengan sepenuhnya dan benar, tetapi memiliki keinginan kuat untuk segera membagikannya dengan orang lain. Sayangnya, beberapa informasi dapat membawa banyak interpretasi dan sudut pandang. Dari seluruh responden yang terlibat, riset ini mencatat sebanyak 44,19 persen responden mengaku tidak yakin mereka punya kepiawaian dalam mendeteksi berita<em> hoax</em>. Sementara responden lainnya, sebesar 51,03 persen, memilih untuk berdiam diri (dan tidak percaya) ketika menemui konten <em>hoax</em>. berdasarkan hal tersebut bisa dikatakan Indonesia sedang mengalami masalah hoax yang cukup serius, bagaimana tidak jika masih terdapat 44% orang yang belum bisa menyaring berita dari 2032 responden, oleh sebab itu sangat penting untuk masyarakat Indonesia agar mampu menyaring berita yang mereka dapatkan, salah satunya upayanya adalah melalui literasi digital.</p>
<p>Literasi digital adalah ketertarikan, sikap dan kemampuan individu yang secara menggunakan teknologi digital dan alat komunikasi untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan, menganalisis dan mengevaluasi informasi, membangun pengetahuan baru, membuat dan berkomunikasi dengan orang lain agar dapat berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat, selain itu literasi digital juga memiliki manfaat yang dapat menambah pengetahuan yang berguna untuk mengasah cara berpikir kritis anak muda guna meratakan pembangunan di Indonesia dan menyiapkan sikap pemimpin untuk lima tahun kedepan. Selain dari literasi digital, masyarakat Indonesia juga harus mempunyai semangat kemerdekaan dan persatuan guna menuju Indonesia yang lebih maju.</p>
<ol>
<li><strong>Cara Menyaring Setiap Informasi Baru Guna Menghindari Hoax</strong></li>
<li>Cek narasumber</li>
<li>Antisipasi judul berita yang provokatif</li>
<li>Baca berita secara menyeluruh</li>
<li>Cari dan bandingkan dengan sumber lainnya</li>
<li>Jangan terburu – buru membagikan berita</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>Ikut Berpartisipasi Dalam Literasi Digital</strong></li>
</ol>
<p>Literasi digital adalah ketertarikan, sikap dan kemampuan individu yang secara menggunakan teknologi digital dan alat komunikasi untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan, menganalisis dan mengevaluasi informasi, membangun pengetahuan baru, membuat dan berkomunikasi dengan orang lain agar dapat berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat. Literasi dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang dalam membaca dan menulis. Keterampilan literasi yang baik akan membantu generasi muda dalam memahami informasi baik lisan maupun tertulis. Budaya literasi bermanfaat dalam mewujudkan peran generasi muda dalam aspek pembangunan negara karena generasi muda memiliki kepribadian unggul dan mampu memahami pengetahuan serta teknologi untuk bersaing secara lokal dan global.</p>
<p>Literasi tidak hanya sekadar kemampuan membaca dan menulis,    tetapi literasi bisa berarti melek teknologi, politik, berpikir kritis, dan peka terhadapi lingkungan sekitar. Literasi sangat penting bagi seluruh lapisan masyarakat, karena melalui literasi masyarakat akan mampu mampu untuk menambah pengetahuan mereka dan mempersiapkan generasi yang unggul dalam segala bidang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><strong>Cara Bijak Dalam Menggunakan Media Sosial Guna Menjaga Persatuan Bangsa Indonesia</strong></li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>Tidak secara bebas memposting berita</strong></li>
</ol>
<p>Tidak ada yang salah dari kegiatan memposting status ataupun foto tapi jangan pernah  melakukan itu jika ada unsur-unsur hoax sebab itu hanya akan merugikan dirimu saja, jadi kepada seluruh pemilik akun postinglah yang sewajarnya saja, jangan menebar kebencian, sara dan hal negatif lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol start="2">
<li><strong>Hati-hati memilih teman di media sosial</strong></li>
</ol>
<p>Hal ini dikarenakan banyak juga kasus orang kena tipu oleh temannya sendiri dikarenakan mereka tidak hati-hati. jadi untuk kalian jangan terlalu mudah percaya kepada orang yang tidak dikenal sama sekali, namanya juga dunia maya yang pastinya banyak teman yang kita tidak tahu asli nya seperti apa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol start="3">
<li><strong>Tampilkan identitas diri yang asli tapi jangan yang bersifat pribadi</strong><strong>………….</strong><strong><br />
</strong> Bertujuan supaya orang bisa mengenalmu yang sebenarnya tapi usahakan jangan pernah menampilkan kontak pribadimu seperti nomor hp misalnya karena itu bisa saja menjadi sasaran orang yang ingin berbuat jahat.</li>
</ol>
<p>Dengan adanya semangat persatuan, kesatuan, dan semangat untuk meningkatkan literasi di Indonesia maka secara tidak langsung akan memperbaiki kondisi Indonesia melalui berbagai sisi serta menyiapkan generasi muda untuk menjadi pemimpin pada lima tahun yang mendatang untuk Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/semangat-kemerdekaan-dan-persatuan-dalam-melawan-hoax/">Semangat Kemerdekaan dan Persatuan Dalam Melawan Hoax</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kataindonesia.com/semangat-kemerdekaan-dan-persatuan-dalam-melawan-hoax/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semangat Kemerdekaan dan Budaya Melawan Hoaks Dimulai dari Rumah</title>
		<link>https://kataindonesia.com/semangat-kemerdekaan-dan-budaya-melawan-hoaks-dimulai-dari-rumah/</link>
					<comments>https://kataindonesia.com/semangat-kemerdekaan-dan-budaya-melawan-hoaks-dimulai-dari-rumah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kata Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Aug 2019 09:47:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lomba Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kataindonesia.com/?p=14064</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Karena kabar hoax dibuat oleh orang jahat, disebar oleh orang bodoh, dan dipercaya oleh orang idiot.” Oleh : Atiyattul Mawaddah “Kemerdekaan Indonesia yang didapat dengan perjuangan dan pengorbanan, harusnya diisi dengan melawan hoax dan tidak memproduksi hoaks. Bukan malah menyebar dan menciptakan hoaks, yang pada akhirnya memecah belah keberagaman indah yang ada di Indonesia sejak [...]</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/semangat-kemerdekaan-dan-budaya-melawan-hoaks-dimulai-dari-rumah/">Semangat Kemerdekaan dan Budaya Melawan Hoaks Dimulai dari Rumah</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>“Karena kabar hoax dibuat oleh orang jahat, disebar oleh orang bodoh, dan dipercaya oleh orang idiot.” </em></p>
<p><strong>Oleh : Atiyattul Mawaddah</strong></p>
<p>“Kemerdekaan Indonesia yang didapat dengan perjuangan dan pengorbanan, harusnya diisi dengan melawan hoax dan tidak memproduksi hoaks. Bukan malah menyebar dan menciptakan hoaks, yang pada akhirnya memecah belah keberagaman indah yang ada di Indonesia sejak dahulu kala. Anak jaman sekarang mulai berani menaburkan benih-benih penyebaran hoaks. Karena rata-rata dari mereka menjadi pengguna aktif internet.” ujar salah seorang rekanku yang kini mulai aktif dalam kampanye melawan hoaks di masyarakat. Hal ini adalah masalah yang harus dipikirkan oleh semua orangtua, bahwa memproduksi/ menyebarkan hoaks adalah tindakan negatif yang mencerminkan rasa tidak menghargai kemerdekaan yang telah diperjuangkan. Orang tua harus mampu memberi contoh, bagaimana cara mengisi kemerdekaan dengan bijak. Karena semangat kemerdekaan dan budaya melawan hoaks, dipelajari oleh anak-anak pertama kali di rumah, dari orang tua langsung.</p>
<p>Jika orang tua tidak menerapkan pola hidup melawan hoaks sejak dini, maka anak-anak yang berada dalam keluarga tersebut, juga akan mewarisi budaya negatif tersebut. Begitu pun sebaliknya, jika orang tua sejak dini mengajarkan pola hidup melawan hoaks, maka anak-anak akan melakukan hal yang sama, dan nantinya akan mengakar pada diri mereka hingga menjadi kebiasaan sampai dewasa. Semakin banyak orang tua yang sadar dan memahami manfaat melawan hoaks serta mengaplikasikannya, maka akan semakin banyak pula generasi muda yang mencontoh serta menerapkan budaya positif tersebut.</p>
<p>Sebagai orang tua, kita perlu memahami dampak yang akan ditimbulkan oleh hoaks. Seperti merugikan suatu pihak, memberikan reputasi buruk akan seseorang/sesuatu, menyebarkan fitnah, menyebarkan informasi yang salah, memicu perpecahan, membuang-buang waktu dan uang, penipuan publik, serta pemicu kepanikan publik. Hal ini tentu secara langsung berpengaruh pada psikologis masyarakat, yang membuat kita pada umumnya tidak percaya lagi pada sebuah fakta yang disajikan. Karena hoaks telah merasuki alam bawah sadar seseorang untuk tidak mudah mempercayai sebuah fakta, hingga menimbulkan ketidakyakinan.</p>
<p>Fakta ironi lainnya adalah seperti yang disampaikan oleh Akademisi Komarudin Hidayat (mantan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta) dalam <a href="http://www.kominfo.go.id">www.kominfo.go.id</a>. Bahwasannya momok dari penyebaran berita bohong atau hoaks tak ubahnya seperti peredaran narkotik dan pornografi. Bila dibiarkan, kata dia, berita hoaks bisa membahayakan dan merugikan masyarakat. Hoaks yang termasuk dalam tindakan kriminal di wilayah cyber ini, merupakan perpaduan antara manipulasi, kebohongan, dan kecurangan yang dapat menjatuhkan orang lain.</p>
<p>Tak cukup itu saja, hoaks ternyata menggunakan perasaan manusia sebagai obyek dan alat untuk memicu suatu reaksi. Sehingga mempengaruhi orang lain untuk melakukan hal-hal bodoh karena perasaan ingin membantu, cemas, takut, kasihan, dan marah. Maka teknik <em>social engineering </em>seperti penggunaan hoaks untuk kepentingan tertentu sering kali berhasil. Tak heran jika <em>hoax</em> dalam dalam Oxford English Dictionary didefinisikan sebagai <em>malicious deception</em> atau kebohongan yang dibuat dengan tujuan jahat. Sedangkan dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), hoaks diartikan sebagai berita bohong.</p>
<p>Para orangtua di Indonesia harus menyadari bahwa dengan melawan hoaks ternyata bisa menyelamatkan anak-anak kita dari fitnah, perpecahan, penipuan, kerugian waktu, dan bahaya lainnya. Dengan begitu, para orang tua akan memiliki motivasi untuk membiasakan diri dan keluarganya dalam melakukan perlawanan terhadap hoaks. Orang tua bisa mengajarkan pada anak-anak untuk melawan hoaks sedini mungkin dengan berbagai cara sederhana. Seperti:</p>
<ol>
<li>Tanamkan gemar membaca di rumah</li>
</ol>
<p>Melek literasi dan gemar membaca, sangat berpengaruh pada anak untuk melawan hoaks sedini mungkin. Biasakan menyediakan bacaaan yang disukai anak di rumah, kenalkan anak pada buku, buatlah rutinitas membaca yang menyenangkan. Jika anak gemar membaca, maka judul-judul bombastis yang sering dibuat oleh media (menjadi sebab hoaks), tidak akan berpengaruh pada orang-orang yang membiasakan membaca isi berita.</p>
<ol start="2">
<li>Latih anak untuk bijak menggunakan sosial media</li>
</ol>
<p>Anak genarasi sekarang memang tidak akan lepas dari sosial media, maka dari itu orang tua berperan penting dalam mendidik anak untuk bersosial media sehat. Seperti menggunakan sosial media sesuai kebutuhan, tidak memposting hal-hal yang tidak penting, tidak memposting hal yang tidak memiliki sumber berita valid, serta lebih mengaktifkan anak di dunia nyata daripada di dunia maya.</p>
<ol start="3">
<li>Latih anak untuk lebih kritis saat menerima informasi</li>
</ol>
<p>Ajarkan anak untuk lebih memahami klarifikasi dan verifikasi. Serta tidak mudah percaya dan menyebar sebuah berita dengan gegabah. Orangtua juga mengikutsertakan anak-anak dalam kegiatan menyaring informasi dalam keluarga. Seperti orang tua melibatkan anak ketika ingin mengetahui dan mengecek sebuah berita termasuk dalam hoaks atau tidak. Bisa dengan cara mengenalkan laman <a href="http://www.data.turnbackhoax.id">www.data.turnbackhoax.id</a> yang berfungsi sebagai database berisi referensi berita hoaks.</p>
<ol start="4">
<li>Memahami bersama tentang bahaya dan dampak hoaks</li>
</ol>
<p>Orang tua juga perlu menanamkan bahwa hoaks berbahaya dan selalu memiliki dampak buruk. Dengan memberi pengertian yang baik pada anak, seorang anak akhirnya memeiliki motivasi dan alasan yang kuat mengapa ia harus berpartisipasi dalam melawan hoaks.</p>
<ol start="5">
<li>Memberi contoh melawan hoaks</li>
</ol>
<p>Orang tua bisa memberi contoh pada anak dalam melawan hoaks dengan aktif untuk mengungkap hoaks-hoaks yang beredar. Tentu dengan mempertimbangkan kelima hal berikut: hati-hati dengan judul provokatif, cermati alamat situs, periksa fakta, cek keaslian foto, dan  ikut serta grup diskusi anti-hoaks.</p>
<ol start="6">
<li>Melawan hoaks dengan melaporkan hoaks</li>
</ol>
<p>Jika orang tua dan anak sudah berhadapan langsung dengan hoaks, maka orang tua perlu mengajari anak untuk jangan diam saja. Melawan hoaks bisa dengan melaporkan hoaks tersebut, agar tidak semakin menyebar. Seperti:</p>
<ol>
<li>Untuk media sosial facebook, gunakan fitur <em>report tatus</em> dan kategorikan informasi hoaks sebagai <em>hatespeech/ harrasment/ rude/ threatening</em>, atau kategori lainnya yang sesuai.</li>
<li>Untuk google, bisa menggunakan fitur <em>feedback</em> untuk melaporkan situs dari hasil pencarian apabila mengandung informasi palsu atau hoaks.</li>
<li>Untuk twitter memiliki fitur <em>report tweet</em> untuk melaporkan <em>tweet</em> yang mengandung konten negatif atau hoaks.</li>
<li>Untuk Instagram, pilih laporkan. Kemudian tentukan alasan pelaporan. Lalu akan muncul halaman terima kasih dari instagram.</li>
<li>Untuk pengguna internet bisa mengadukan konten negatif ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan mengirimkan e-mail ke alamat <a href="mailto:aduankonten@mail.kominfo.go.id">aduankonten@mail.kominfo.go.id</a>.</li>
<li>Untuk pengguna internet juga bisa mengunjungi laman <a href="http://www.data.turnbackhoax.id">data.turnbackhoax.id</a> yang menampung aduan hoax dari netizen.</li>
</ol>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/semangat-kemerdekaan-dan-budaya-melawan-hoaks-dimulai-dari-rumah/">Semangat Kemerdekaan dan Budaya Melawan Hoaks Dimulai dari Rumah</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kataindonesia.com/semangat-kemerdekaan-dan-budaya-melawan-hoaks-dimulai-dari-rumah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
