<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Khazanah Archives - Kata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://kataindonesia.com/category/khazanah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kataindonesia.com/category/khazanah/</link>
	<description>Dengar Baca Viral</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Jun 2026 14:18:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.5</generator>

<image>
	<url>https://kataindonesia.com/wp-content/uploads/2017/12/cropped-icon-01-32x32.png</url>
	<title>Khazanah Archives - Kata Indonesia</title>
	<link>https://kataindonesia.com/category/khazanah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sambut Reuni Akbar 100 Tahun Gontor, Ratusan Alumni Angkatan 2008 Siap Hadir dari Berbagai Belahan Dunia</title>
		<link>https://kataindonesia.com/sambut-reuni-akbar-100-tahun-gontor-ratusan-alumni-angkatan-2008-siap-hadir-dari-berbagai-belahan-dunia/</link>
					<comments>https://kataindonesia.com/sambut-reuni-akbar-100-tahun-gontor-ratusan-alumni-angkatan-2008-siap-hadir-dari-berbagai-belahan-dunia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kata Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 14:18:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kataindonesia.com/?p=78693</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ratusan alumni Pondok Modern Darussalam Gontor angkatan tahun 2008 (akrab disapa angkatan Forza Youth Generation dari seluruh penjuru dunia dipastikan akan berkumpul kembali di Ponorogo. Kehadiran massal ini dalam rangka menyemarakkan perhelatan bersejarah Reuni Akbar 100 Tahun Gontor yang dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 20 September 2026 mendatang. ​Sebagai salah satu elemen penting dalam sejarah [...]</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/sambut-reuni-akbar-100-tahun-gontor-ratusan-alumni-angkatan-2008-siap-hadir-dari-berbagai-belahan-dunia/">Sambut Reuni Akbar 100 Tahun Gontor, Ratusan Alumni Angkatan 2008 Siap Hadir dari Berbagai Belahan Dunia</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 14px;">Ratusan alumni Pondok Modern Darussalam Gontor angkatan tahun 2008 (akrab disapa angkatan Forza Youth Generation dari seluruh penjuru dunia dipastikan akan berkumpul kembali di Ponorogo. Kehadiran massal ini dalam rangka menyemarakkan perhelatan bersejarah Reuni Akbar 100 Tahun Gontor yang dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 20 September 2026 mendatang.</span></p>
<p>​Sebagai salah satu elemen penting dalam sejarah panjang pondok, alumni angkatan 2008 berkomitmen penuh untuk menyukseskan perayaan satu abad berdirinya Gontor.</p>
<p>​Ketua Angkatan Alumni Gontor 2008, Irwan, mengungkapkan bahwa antusiasme rekan-rekan seangkatannya sangat tinggi untuk kembali ke kampung halaman kedua mereka. Menanggapi lonjakan kehadiran tersebut, pihak panitia internal angkatan telah menyiapkan strategi khusus demi kenyamanan bersama.</p>
<p>​&#8221;Kami selaku panitia dari angkatan 2008 akan menyediakan basecamp khusus bagi kawan-kawan yang hadir. Tempat ini nantinya akan berfungsi sebagai pusat koordinasi, titik kumpul, sekaligus ruang temu kangen untuk melepas rindu setelah sekian lama terpisah oleh jarak dan kesibukan,&#8221; ujar Irwan.</p>
<p>​Irwan juga menambahkan bahwa momentum satu abad ini bukan sekadar ajang bernostalgia, melainkan sebuah batu pijakan penting untuk memperkuat sinergi antarlulusan.</p>
<p>​&#8221;Kami berharap inisiatif ini akan menjadi gerakan yang baik dan berdampak positif bagi seluruh alumni 2008. Dari basecamp ini, kami ingin merajut kembali potensi-potensi yang tersebar di seluruh dunia untuk berkontribusi nyata, baik bagi pondok tercinta maupun masyarakat luas,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>​Acara Reuni Akbar 100 Tahun Gontor ini diprediksi akan menjadi salah satu berkumpulnya alumni terbesar dalam sejarah pesantren. Kehadiran alumni angkatan 2008 dari berbagai belahan dunia diharapkan dapat membawa energi positif dan semangat baru dalam mengawal nilai-nilai Gontor menuju abad kedua.</p>
<p>​<strong>Tentang Alumni Gontor 2008:</strong></p>
<p>Alumni Gontor Angkatan 2008 adalah wadah silaturahmi para lulusan Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 2008. Saat ini, para anggotanya telah berkarier dan tersebar di berbagai sektor profesional, akademisi, pengusaha, serta bidang keagamaan yang tersebar di dalam negeri maupun internasional.</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/sambut-reuni-akbar-100-tahun-gontor-ratusan-alumni-angkatan-2008-siap-hadir-dari-berbagai-belahan-dunia/">Sambut Reuni Akbar 100 Tahun Gontor, Ratusan Alumni Angkatan 2008 Siap Hadir dari Berbagai Belahan Dunia</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kataindonesia.com/sambut-reuni-akbar-100-tahun-gontor-ratusan-alumni-angkatan-2008-siap-hadir-dari-berbagai-belahan-dunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Nyantri, Apa Gunanya?</title>
		<link>https://kataindonesia.com/mahasiswa-nyantri-apa-gunanya/</link>
					<comments>https://kataindonesia.com/mahasiswa-nyantri-apa-gunanya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kata Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 02:54:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kataindonesia.com/?p=78282</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap Juli, ritual itu berulang. Ibu-ibu sibuk memilih kasur lipat di marketplace. Ayah-ayah menghitung ulang tabungan sambil pura-pura tidak khawatir. Dan si anak — calon mahasiswa yang baru lulus SMA itu — sudah lebih dulu sibuk memilih kos dengan WiFi kencang, kamar mandi dalam, dan yang paling penting: bebas pulang malam. Itulah gambaran awal kehidupan [...]</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/mahasiswa-nyantri-apa-gunanya/">Mahasiswa Nyantri, Apa Gunanya?</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Setiap Juli, ritual itu berulang.</strong></p>
<p>Ibu-ibu sibuk memilih kasur lipat di marketplace. Ayah-ayah menghitung ulang tabungan sambil pura-pura tidak khawatir. Dan si anak — calon mahasiswa yang baru lulus SMA itu — sudah lebih dulu sibuk memilih kos dengan WiFi kencang, kamar mandi dalam, dan yang paling penting: bebas pulang malam.</p>
<p>Itulah gambaran awal kehidupan kuliah yang dianggap normal. Kos-kosan. Kamar 3&#215;3 meter yang katanya tempat belajar mandiri, tapi yang lebih sering jadi tempat rebahan, doom-scrolling TikTok sampai subuh, dan menunda cucian baju hingga bau sendiri sudah tidak tercium lagi karena hidung sudah terbiasa.</p>
<p>Kita semua tahu ceritanya. Tapi kita jarang mau bicara jujur soal itu.</p>
<p><strong>Fenomena yang Kita Pura-Pura Tidak Lihat</strong></p>
<p>Seorang HRD perusahaan besar di Jawa Tengah pernah bercerita kepada saya dengan nada lelah. Bukan soal sulitnya mencari kandidat yang punya nilai bagus. Tapi soal betapa sulitnya menemukan kandidat yang punya karakter.</p>
<p>&#8220;Mereka pintar. IPK 3,7. Tapi disuruh presentasi di depan lima orang, tangannya gemetar. Dikasih tugas tim, malah perang dingin. Dikritik sedikit, langsung posting quotes &#8216;toxic workplace&#8217; di Instagram.&#8221;</p>
<p>Di balik kisah itu ada pola yang tidak bisa kita abaikan. Ribuan mahasiswa di negeri ini tumbuh dalam isolasi yang mereka pilih sendiri. Kamar kos yang sempit mengajarkan satu hal dengan sangat baik: bahwa dunia bisa dijalani sendirian. Tak ada yang menegur ketika malas. Tak ada yang mengajak shalat ketika adzan berkumandang. Yang ada hanya kipas angin butut, tumpukan mie instan, dan kebebasan yang perlahan-lahan menggerogoti disiplin, adab, dan arah hidup.</p>
<p>Kos bukan jahat. Tapi kos juga bukan jawaban terbaik untuk membentuk generasi yang siap menghadapi dunia.</p>
<p><strong>Dunia Sedang Tidak Sabar Menunggu</strong></p>
<p>Wahai para orang tua — tolong dengarkan ini sebelum mentransfer uang kos pertama.</p>
<p>Dan kamu, calon mahasiswa yang sedang sibuk bikin list perabot kamar kos di Notes HP — taruh dulu sebentar.</p>
<p><strong>Dunia tidak sedang berbaik hati kepada generasi muda kita.</strong></p>
<p>Artificial intelligence sedang menelan pekerjaan-pekerjaan rutin dengan lahap dan tanpa rasa bersalah. Lapangan kerja formal makin sempit. Persaingan sudah tidak lagi soal siapa yang paling pintar di kelas, tapi siapa yang paling siap di dunia nyata. World Economic Forum mencatat bahwa hampir semua keterampilan paling dibutuhkan di masa depan adalah soft skills: kepemimpinan, kreativitas, kecerdasan emosional, kemampuan berkolaborasi, dan berpikir kritis.</p>
<p><strong>Tidak satu pun dari keterampilan itu bisa tumbuh dari kasur kos.</strong></p>
<p>Keterampilan itu butuh lingkungan. Butuh komunitas. Butuh gesekan nyata dengan manusia lain — bukan debat kusir dengan akun anonim di kolom komentar YouTube.</p>
<p>Dan di sinilah pesantren mahasiswa menjadi jawaban yang sudah terlalu lama kita abaikan.</p>
<p><strong>Pesantren Bukan Penjara. Ini Laboratorium</strong></p>
<p>Para orang tua sering panik mendengar kata pesantren. Langsung terbayang anak mereka antri mandi sejam, tidur di kasur tipis tanpa AC, dan HP disita pengasuh. Saya tidak menyalahkan gambaran itu. Sebagian pesantren memang begitu — dan percayalah, itu justru mendidik.</p>
<p><strong>Tapi pesantren mahasiswa hari ini jauh lebih dari sekadar itu.</strong></p>
<p>Pesantren mahasiswa adalah laboratorium hidup. Tempat di mana nilai tidak hanya diajarkan dalam ceramah, tapi dilatih dalam keseharian. Tempat di mana adab diasah dalam interaksi nyata — bukan lewat emoji dan voice note. Tempat di mana kepemimpinan tumbuh bukan dari seminar motivasi berbayar, tapi dari tanggung jawab kecil yang diemban setiap hari.</p>
<p>Para psikolog punya kalimat yang layak diingat: &#8220;You are the average of the five people you spend the most time with.&#8221; Kamu adalah cerminan dari orang-orang yang paling sering bersamamu. Kalau lima orang terdekatmu ahlinya rebahan dan stalking mantan, kamu akan terseret ke sana juga. Tapi kalau kamu dikelilingi teman yang berakhlak, punya visi, dan saling mendorong — tanpa sadar kamu akan terangkat bersama mereka.</p>
<p>Itulah keunggulan terbesar pesantren mahasiswa: lingkungan yang membentuk, bukan sekadar fasilitas yang melayani.</p>
<p><strong>Pondok Pesantren Wali: Bukan Sekadar Tempat Bermukim</strong></p>
<p>Di antara pilihan pesantren mahasiswa di kawasan Salatiga dan sekitarnya, ada satu nama yang layak disebut dengan hormat: Pondok Pesantren Wali.</p>
<p>Berlokasi di Jalan Mertokusumo No. 99, Candirejo, Tuntang, Kabupaten Semarang — posisinya strategis dan mudah dijangkau dari UIN Salatiga maupun kampus-kampus lain di sekitarnya. PP Wali bukan sekadar menyediakan atap dan kasur. Ia menawarkan sesuatu yang jauh lebih berharga: sistem pembinaan yang memadukan kearifan salaf dengan tuntutan zaman modern.</p>
<p>Mottonya sederhana tapi dalam: &#8220;Tempat Bertumbuh, Belajar, dan Bergerak Bersama.&#8221;</p>
<p>Dan itu bukan kalimat manis di spanduk semata. Itu filosofi yang diwujudkan dalam setiap program yang mereka rancang.</p>
<p>Program unggulannya tidak main-main. Ada Pembelajaran Membaca dan Memahami Kitab Kuning — memastikan akar keilmuan Islam tetap kokoh di tengah riuhnya kehidupan kampus. Ada Entrepreneurship Teori dan Praktik — karena santri bukan hanya harus bisa mengaji, tapi juga harus bisa menghidupi diri dan berdampak secara ekonomi. Ada Skill Literasi: Membaca, Menerjemahkan, dan Menulis Buku — sebuah program yang langka dan berharga di era di mana orang makin malas membaca lebih dari tiga paragraf. Dan ada Praktik Bahasa Arab dan Bahasa Inggris — karena ilmu langit harus mampu berbicara dalam bahasa dunia.</p>
<p>Hasilnya? Santri yang keluar dari PP Wali bukan hanya mahasiswa yang selesai kuliah. Mereka adalah pribadi yang Beradab, Berakhlak, dan Berdigital — kombinasi yang justru paling dicari dunia kerja dan dunia nyata hari ini.</p>
<p><strong>Soal Biaya, Ini Hitung-Hitungannya</strong></p>
<p>Kepada para orang tua yang sedang menimbang-nimbang: mari kita bicara angka.</p>
<p>Biaya pendaftaran PP Wali sebesar Rp 1.100.000 — dan itu sudah mencakup administrasi, wakaf pembangunan, perlengkapan santri, uang kertas setahun, uang kegiatan setahun, uang kesehatan setahun, uang makan, iuran listrik dan kebersihan, serta kartu tanda santri. Syahriyah bulanannya Rp 450.000 — dan bisa dicicil dua kali bagi yang membutuhkan.</p>
<p>Bandingkan dengan kos biasa di Salatiga yang bisa menelan Rp 400.000 hingga Rp 800.000 per bulan, tanpa makan, tanpa pembinaan, dan tanpa jaminan anak Anda pulang dengan akhlak yang terjaga. Di PP Wali, ada makan, ada ilmu, ada komunitas, dan ada orang yang peduli ketika anak Anda mulai kehilangan arah.</p>
<p><strong>Ini bukan biaya. Ini investasi.</strong></p>
<p><strong>Jangan Tunda. Kursi Terbatas</strong></p>
<p>Pendaftaran Santri Mahasiswa/i Baru PP Wali Tahun Ajaran 2026/2027 kini resmi dibuka dalam dua gelombang:</p>
<p>Gelombang I: 20 Mei – 20 Juli 2026</p>
<p>Gelombang II: 22 Juli – 10 Agustus 2026</p>
<p>Pendaftaran online bisa dilakukan melalui: https://forms.gle/uqspPmKqcEFkgFKBA</p>
<p>Untuk informasi lebih lanjut, hubungi langsung:</p>
<p>Ustadz Musyofi: 0870-0122-4189</p>
<p>Ustadz Rafli: 0831-4341-5204</p>
<p>Ikuti juga di media sosial: Instagram, Facebook, dan TikTok @ponpeswali</p>
<p><strong>Pilihan yang Akan Kamu Kenang</strong></p>
<p>Masa kuliah adalah masa paling strategis dalam hidup. Bukan hanya karena pengetahuan diserap di sana. Tapi karena kebiasaan dibentuk, karakter dibangun, dan pola pikir ditempa di sana — di tempat kamu tinggal, di orang-orang yang kamu temui setiap pagi dan malam.</p>
<p>Memilih kos adalah memilih mandiri secara fisik. Memilih pesantren mahasiswa adalah memilih tumbuh secara utuh.</p>
<p>Kelak, ketika kamu berdiri di depan pewawancara kerja, memimpin tim pertamamu, atau menjalani hari-hari paling berat dalam hidupmu — kamu akan mensyukuri satu pilihan kecil yang kamu buat di bulan Juli ini.</p>
<p><strong>Bukan pilihan kampusmu. Tapi pilihan tempat tinggalmu.</strong></p>
<p>&#8220;Di sini, kami tidak hanya tinggal bersama. Kami belajar hidup bersama.&#8221;</p>
<p>Pondok Pesantren Wali — Beradab • Berakhlak • Berdigital</p>
<p>Jl. Mertokusumo No. 99, Candirejo, Tuntang, Kabupaten Semarang</p>
<p>@ponpeswali | Ustadz Musyofi: 0870-0122-4189</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/mahasiswa-nyantri-apa-gunanya/">Mahasiswa Nyantri, Apa Gunanya?</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kataindonesia.com/mahasiswa-nyantri-apa-gunanya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengetuk Pintu Langit: Tabligh Akbar Gontor Bersama Ustadz Das&#8217;ad Latif, UAS, KH. Lukmanul Hakim, &#038; Ustadz Fakhrurrozi Ansor</title>
		<link>https://kataindonesia.com/mengetuk-pintu-langit-tabligh-akbar-gontor-bersama-ustadz-dasad-latif-uas-kh-lukmanul-hakim-ustadz-fakhrurrozi-ansor/</link>
					<comments>https://kataindonesia.com/mengetuk-pintu-langit-tabligh-akbar-gontor-bersama-ustadz-dasad-latif-uas-kh-lukmanul-hakim-ustadz-fakhrurrozi-ansor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kata Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 05:55:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kataindonesia.com/?p=78026</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pondok Modern Darusslam Gontor (PMDG), mengadakan Tabligh Akbar pada Senin (08/06), yang bertempat di lapangan sepak bola Gontor Kampus Pusat. Kegiatan ini merupakan rentetan peringatan 100 tahun umur PMDG, yang dihadiri oleh Al-Ustadz H. Abdul Somad Batubara, Al-Ustadz Das&#8217;ad Latif, Al-Ustadz Luqmanulhakim, dan Al-Ustadz H. Muhammad Fakhrurrazi Anshar. Acara ini diawali dengan penampilan nasyid dari [...]</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/mengetuk-pintu-langit-tabligh-akbar-gontor-bersama-ustadz-dasad-latif-uas-kh-lukmanul-hakim-ustadz-fakhrurrozi-ansor/">Mengetuk Pintu Langit: Tabligh Akbar Gontor Bersama Ustadz Das&#8217;ad Latif, UAS, KH. Lukmanul Hakim, &#038; Ustadz Fakhrurrozi Ansor</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pondok Modern Darusslam Gontor (PMDG), mengadakan Tabligh Akbar pada Senin (08/06), yang bertempat di lapangan sepak bola Gontor Kampus Pusat. Kegiatan ini merupakan rentetan peringatan 100 tahun umur PMDG, yang dihadiri oleh Al-Ustadz H. Abdul Somad Batubara, Al-Ustadz Das&#8217;ad Latif, Al-Ustadz Luqmanulhakim, dan Al-Ustadz H. Muhammad Fakhrurrazi Anshar.</p>
<p>Acara ini diawali dengan penampilan nasyid dari Senhada, grup hadrah santri Gontor. Turut tampil pula Mazziqo Band bersama Muqadam El-Corona, grup musik tersohor di Indonesia yang populer membawakan lagu-lagu bergenre gambus, dangdut melayu, dan kasidah.</p>
<p>Acara kemudian dibuka secara resmi dengan pidato dari Pimpinan Pondok Modern Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal. Dalam kesempatan tersebut, beliau menuturkan, “Di Gontor ini, semuanya untuk mendidik: menyanyi untuk mendidik, pidato untuk mendidik, menulis untuk mendidik. Tidak ada satu kata pun yang tidak untuk mendidik, tidak ada sepeser pun uang yang tidak untuk mendidik, tidak ada seorang pun yang tidak untuk mendidik, tidak ada waktu sedetik pun yang tidak untuk mendidik, dan tidak ada satu pelajaran pun yang tidak untuk mendidik. Inilah lembaga pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor.”</p>
<p>Setelah itu, secara berurutan para dai nasional ini menyampaikan pesan-pesan mereka.</p>
<p>Ustadz Luqmanulhakim, pendiri Lembaga dan Yayasan Masjid Kapal Munzalan Kalimantan Barat, menuturkan bahwa setiap manusia harus selalu berbuat baik dengan penuh keikhlasan tanpa mengharapkan pujian sesama.</p>
<p>“Mungkin manusia lupa berterima kasih, tetapi Allah dan malaikat-Nya tidak pernah luput mencatat amalan tersebut.”</p>
<p>Selanjutnya, Ustadz Das&#8217;ad Latif, dai nasional asal Makassar yang juga merupakan pakar ilmu komunikasi sekaligus dosen di Universitas Hasanuddin, mengingatkan jemaah mengenai keutamaan berbagi. Beliau menekankan bahwasanya tangan di atas jauh lebih baik daripada tangan di bawah.</p>
<p>“Tidak ada orang yang jatuh bangkrut karena sedekah. Yang saya tahu, dia justru menjadi kaya karena bersedekah.”</p>
<p>Antusiasme tinggi peserta terlihat di sepanjang acara. Ribuan jemaah yang hadir mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan khidmat hingga selesai. Kehadiran masyarakat ini menjadi bukti nyata besarnya dukungan terhadap peran pesantren dalam membangun kehidupan beragama dan sosial yang harmonis.</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/mengetuk-pintu-langit-tabligh-akbar-gontor-bersama-ustadz-dasad-latif-uas-kh-lukmanul-hakim-ustadz-fakhrurrozi-ansor/">Mengetuk Pintu Langit: Tabligh Akbar Gontor Bersama Ustadz Das&#8217;ad Latif, UAS, KH. Lukmanul Hakim, &#038; Ustadz Fakhrurrozi Ansor</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kataindonesia.com/mengetuk-pintu-langit-tabligh-akbar-gontor-bersama-ustadz-dasad-latif-uas-kh-lukmanul-hakim-ustadz-fakhrurrozi-ansor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Universitas Darunnajah Bawa Isu Wakaf Pendidikan ke ICOP 2026</title>
		<link>https://kataindonesia.com/universitas-darunnajah-bawa-isu-wakaf-pendidikan-ke-icop-2026/</link>
					<comments>https://kataindonesia.com/universitas-darunnajah-bawa-isu-wakaf-pendidikan-ke-icop-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kata Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 01:34:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kataindonesia.com/?p=77853</guid>

					<description><![CDATA[<p>Upaya memperkuat peran wakaf sebagai instrumen strategis pembangunan pendidikan menjadi fokus utama The 4th International Conference on Pesantren (ICOP) 2026 yang digelar Universitas Darunnajah bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Forum internasional tersebut berlangsung di Kampus Universitas Darunnajah, Jakarta, Sabtu (6/6/2026), dengan rangkaian agenda termasuk penyerahan sertifikat wakaf kepada sejumlah [...]</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/universitas-darunnajah-bawa-isu-wakaf-pendidikan-ke-icop-2026/">Universitas Darunnajah Bawa Isu Wakaf Pendidikan ke ICOP 2026</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 14px;">Upaya memperkuat peran wakaf sebagai instrumen strategis pembangunan pendidikan menjadi fokus utama The 4th International Conference on Pesantren (ICOP) 2026 yang digelar Universitas Darunnajah bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Forum internasional tersebut berlangsung di Kampus Universitas Darunnajah, Jakarta, Sabtu (6/6/2026), dengan rangkaian agenda termasuk penyerahan sertifikat wakaf kepada sejumlah penerima manfaat.</span></p>
<p>Mengusung tema “Rooted in Tradition, Leading in Education”, konferensi ini menjadi ruang pertemuan para pembuat kebijakan, akademisi, peneliti, serta praktisi keuangan syariah dari berbagai negara. Mereka akan membahas berbagai tantangan dan peluang dalam pengembangan ekosistem wakaf dan endowment yang berkelanjutan, khususnya untuk mendukung kemajuan sektor pendidikan.</p>
<p>Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir sebagai pembicara utama, di antaranya Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, serta Presiden Universitas Darunnajah Assoc. Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si.</p>
<p>Forum ini juga menghadirkan pembicara internasional seperti Ketua Komite Ilmiah Islamic Forum Sharjah Uni Emirat Arab Dr. Nuruddin Anis, akademisi Universiti Teknologi MARA Malaysia Prof. Dr. S. Salahudin Suyurno, dan Wakil Ketua Ikatan Alumni International Islamic University Cabang Nigeria Prof. Dr. Aliyu Dahiru Muhammad.</p>
<p>Presiden Universitas Darunnajah Assoc. Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf menegaskan bahwa pesantren memiliki modal historis yang kuat dalam pengembangan wakaf untuk pendidikan. Menurutnya, tradisi tersebut perlu diperkuat dengan pendekatan tata kelola yang lebih profesional dan transparan agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas.</p>
<p>“Pesantren memiliki tradisi panjang dalam pengelolaan wakaf untuk pendidikan. Melalui ICOP 2026, kami ingin tradisi ini bertemu dengan tata kelola modern yang transparan dan berdampak luas bagi masyarakat,” ujar KH Sofwan Manaf dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).</p>
<p>Rangkaian kegiatan ICOP 2026 dibagi dalam dua sesi utama. Grand Opening akan berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB di Sports Hall Universitas Darunnajah, sementara sesi konferensi dan pemaparan gagasan ilmiah digelar pukul 13.00–17.00 WIB di Al-Ghozali Hall Universitas Darunnajah.</p>
<p>Penyelenggaraan konferensi internasional ini mendapat dukungan dari berbagai mitra strategis, termasuk Bank Muamalat, ParagonCorp, dan MNC Group.</p>
<p>Sejumlah perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri juga turut menjadi co-host, di antaranya UNIDA Gontor, Universiti Teknologi MARA Malaysia, Universitas Al-Amien Prenduan, ITB Dewantara, hingga Universiti Sains Malaysia.</p>
<p>Melalui ICOP 2026, Universitas Darunnajah berharap lahir berbagai rekomendasi dan kolaborasi konkret yang mampu memperkuat peran wakaf sebagai instrumen pembangunan pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, sekaligus pengentasan kemiskinan di era modern.</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/universitas-darunnajah-bawa-isu-wakaf-pendidikan-ke-icop-2026/">Universitas Darunnajah Bawa Isu Wakaf Pendidikan ke ICOP 2026</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kataindonesia.com/universitas-darunnajah-bawa-isu-wakaf-pendidikan-ke-icop-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Muktamar NU ke-35 Memanas: Arus Bawah Tolak Wajah Lama, Nama Gus Yusuf  Mencuat</title>
		<link>https://kataindonesia.com/muktamar-nu-ke-35-memanas-arus-bawah-tolak-wajah-lama-nama-gus-yusuf-mencuat/</link>
					<comments>https://kataindonesia.com/muktamar-nu-ke-35-memanas-arus-bawah-tolak-wajah-lama-nama-gus-yusuf-mencuat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kata Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 14:04:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kataindonesia.com/?p=77672</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menjelang Muktamar NU ke-35, isu yang selama ini beredar di ruang-ruang diskusi Nahdliyin mulai mengemuka secara terbuka:, perlukah dilakukan penyegaran total terhadap jajaran inti Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)? Gelombang aspirasi tersebut menguat setelah sejumlah tokoh dan peserta Halaqoh Nasional di Boyolali menyoroti pentingnya mengembalikan independensi organisasi dari konflik kepentingan dan polarisasi elite. Di tengah [...]</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/muktamar-nu-ke-35-memanas-arus-bawah-tolak-wajah-lama-nama-gus-yusuf-mencuat/">Muktamar NU ke-35 Memanas: Arus Bawah Tolak Wajah Lama, Nama Gus Yusuf  Mencuat</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 14px;">Menjelang Muktamar NU ke-35, isu yang selama ini beredar di ruang-ruang diskusi Nahdliyin mulai mengemuka secara terbuka:, perlukah dilakukan penyegaran total terhadap jajaran inti Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)?</span></p>
<p>Gelombang aspirasi tersebut menguat setelah sejumlah tokoh dan peserta Halaqoh Nasional di Boyolali menyoroti pentingnya mengembalikan independensi organisasi dari konflik kepentingan dan polarisasi elite. Di tengah meningkatnya dinamika internal, muncul pandangan bahwa Muktamar kali ini tidak cukup hanya memilih pemimpin baru. Yang lebih krusial adalah memastikan posisi-posisi strategis diisi oleh figur yang tidak terseret dalam faksi maupun tarik-menarik kepentingan yang membelah perhatian warga NU.</p>
<p>&#8220;Yang perlu diselamatkan bukan kursi dan struktur, tetapi amanah pendiri, kepemimpinan ulama, dan kepercayaan masyarakat,&#8221; ujar Gus Mustafid.</p>
<p>Pernyataan tersebut dibaca banyak kalangan sebagai kritik tajam terhadap kecenderungan organisasi saat ini yang dinilai terlalu sibuk mengelola pertarungan internal, ketimbang memperkuat agenda keumatan.</p>
<p>Rapor Merah Internal: 5 Persoalan Besar NU</p>
<p>Dalam halaqoh di Boyolali tersebut, para peserta memetakan sedikitnya lima persoalan besar yang tengah dihadapi NU saat ini:</p>
<p>1. Melemahnya posisi dan wibawa Syuriyah.</p>
<p>2. Kaburnya batas antara otoritas ulama dan kepentingan politik praktis.</p>
<p>3. Lambatnya regenerasi ulama organisatoris.</p>
<p>4. Terjadinya polarisasi elite yang berdampak ke akar rumput.</p>
<p>5. Kurangnya fokus pada penguatan ekonomi dan pendidikan warga.</p>
<p>Di tengah situasi tersebut, muncul gagasan kuat agar Muktamar ke-35 menjadi momentum regenerasi total Figur-figur yang akan mengisi posisi sentral PBNU diharapkan hadir dari kalangan yang memiliki rekam jejak keilmuan mapan, independensi, integritas, serta relatif bebas dari kontroversi politik.</p>
<p>Gus Yusuf Chudlori Dinilai Layak Nakhodai Tanfidziyah PBNU</p>
<p>Seiring dengan penajaman kriteria calon pemimpin tersebut, beberapa nama potensial mulai digandeng oleh arus bawah. Salah satu nama yang mencuat kuat ke permukaan adalah KH. Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang.</p>
<p>Gus Yusuf dinilai sangat layak untuk mengisi posisi strategis di jajaran Tanfidziyah. Sosoknya dipandang mampu menjadi motor penggerak organisasi yang tidak hanya cakap secara manajerial, tetapi juga berkomitmen penuh untuk menjaga marwah dan wibawa Syuriyah sebagai lembaga tertinggi di NU.</p>
<p>Hal ini diungkapkan secara terbuka oleh Alfin Andriansyah S., seorang kader muda NU asal Boyolali. Menurutnya, sosok pemimpin ke depan haruslah merepresentasikan denyut nadi pesantren.</p>
<p>&gt; &#8220;Gus Yusuf merupakan salah satu tokoh pesantren yang menurut kami sangat layak untuk menakhodai Tanfidziyah PBNU ke depan,&#8221; tegas Alfin saat memberikan pandangannya terkait kriteria ideal figur PBNU.</p>
<p>&gt;</p>
<p>Dukungan serupa juga diperkuat oleh tuan rumah Halaqoh Nasional, **KH Raden Muhammad Yasin**. Ia menilai Gus Yusuf adalah sosok pemimpin muda yang memiliki jaringan multikultural yang luas, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai dasar organisasi karena **sangat paham terhadap tradisi, tata krama, dan adab-adab NU**. Karakter ini dinilai krusial untuk mengembalikan keharmonisan hubungan antara Tanfidziyah dan Syuriyah.</p>
<p>Selain itu, Gus Yusuf juga dipandang sebagai figur yang cukup representatif dan mampu merangkul serta menaungi semua kalangan di dalam tubuh NU. Apalagi, dalam forum tersebut, sejumlah peserta halaqoh sempat menyampaikan aspirasi agar NU di masa depan lebih serius mendorong pondok pesantren untuk mendekatkan diri dengan dunia seni dan budaya.</p>
<p>&gt; “Sosok itu (yang dekat dengan seni-budaya, memahami adab NU, dan bisa menaungi semua kalangan) ada pada Gus Yusuf,” ungkap KH Raden Muhammad Yasin.</p>
<p>&gt;</p>
<p>### Tantangan di Arena Muktamar</p>
<p>Wacana penyegaran total dan pemunculan nama-nama alternatif untuk jajaran eksekutif (Tanfidziyah) ini tentu tidak akan berjalan mulus. Setiap gelaran Muktamar NU selalu menjadi arena pertarungan gagasan sekaligus kontestasi pengaruh yang sengit antar-faksi.</p>
<p>Namun, satu hal mulai terasa jelas di Boyolali: di tingkat akar rumput Nahdliyin, **tuntutan terhadap wajah baru, penegakan adab organisasi, dan energi baru semakin sulit diabaikan.**</p>
<p>Pertanyaannya kini bukan lagi apakah akan ada perubahan. Tetapi, seberapa jauh dan berani perubahan itu akan diwujudkan dalam Muktamar ke-35 nanti.</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/muktamar-nu-ke-35-memanas-arus-bawah-tolak-wajah-lama-nama-gus-yusuf-mencuat/">Muktamar NU ke-35 Memanas: Arus Bawah Tolak Wajah Lama, Nama Gus Yusuf  Mencuat</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kataindonesia.com/muktamar-nu-ke-35-memanas-arus-bawah-tolak-wajah-lama-nama-gus-yusuf-mencuat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sinyal Kuat Kebangkitan Filantropi: Kurban di LAZNAS Darunnajah 1447 H Melesat 46%</title>
		<link>https://kataindonesia.com/sinyal-kuat-kebangkitan-filantropi-kurban-di-laznas-darunnajah-1447-h-melesat-46/</link>
					<comments>https://kataindonesia.com/sinyal-kuat-kebangkitan-filantropi-kurban-di-laznas-darunnajah-1447-h-melesat-46/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kata Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2026 00:15:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kataindonesia.com/?p=77454</guid>

					<description><![CDATA[<p>‎​Bertepatan dengan perayaan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 H yang jatuh pada hari ini, Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Darunnajah—yang mengonsolidasikan gerakan penghimpunan LAZISWAF Darunnajah—secara resmi mengumumkan pencapaian luar biasa dalam pelaksanaan program &#8220;Kita Qurban Darunnajah&#8221;. Lembaga berhasil menghimpun dan mengelola total amanah qurban sebanyak 41 ekor sapi/kerbau dan 432 ekor kambing/domba dari [...]</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/sinyal-kuat-kebangkitan-filantropi-kurban-di-laznas-darunnajah-1447-h-melesat-46/">Sinyal Kuat Kebangkitan Filantropi: Kurban di LAZNAS Darunnajah 1447 H Melesat 46%</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>‎​Bertepatan dengan perayaan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 H yang jatuh pada hari ini, Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Darunnajah—yang mengonsolidasikan gerakan penghimpunan LAZISWAF Darunnajah—secara resmi mengumumkan pencapaian luar biasa dalam pelaksanaan program &#8220;Kita Qurban Darunnajah&#8221;. Lembaga berhasil menghimpun dan mengelola total amanah qurban sebanyak 41 ekor sapi/kerbau dan 432 ekor kambing/domba dari para donatur dan muhsinin.</p>
<p>‎​Jika seluruh perolehan tersebut dikonversikan dengan ketentuan syariat (di mana 1 ekor sapi setara dengan 7 ekor kambing), maka total akumulasi pemotongan hewan qurban pada tahun ini mencapai angka yang luar biasa, yaitu 719 ekor setara kambing. Angka ini mencatatkan sejarah baru sebagai volume perolehan qurban tertinggi kedua sepanjang masa pendataan institusi sejak pasca-pandemi.</p>
<p>‎​Pencapaian tahun ini merepresentasikan lonjakan pertumbuhan yang sangat masif, yakni sebesar +46% dibandingkan dengan perolehan tahun 2025. Sinyal positif ini menjadi indikator penguatan kepercayaan publik yang sangat kokoh sekaligus menandai momentum kebangkitan gerakan filantropi terkuat dalam kurun waktu lima tahun terakhir di bawah pengelolaan terpadu LAZNAS Darunnajah.</p>
<p>‎​Melihat tren jangka panjang dalam rentang waktu 14 tahun ke belakang (sejak integrasi data dimulai dari tahun 2012 hingga 2026), LAZNAS Darunnajah mencatat kurva pertumbuhan akumulatif yang impresif hingga mencapai +119% dengan total keseluruhan hewan qurban yang berhasil disalurkan sepanjang sejarah mencapai 7.717 ekor. Rekam jejak pertumbuhan yang konsisten ini membuktikan dedikasi tanpa henti dari seluruh elemen internal pesantren, rektorat, universitas, serta kesetiaan berlapis dari para donatur.</p>
<p>‎​Keberhasilan pengelolaan ini merupakan cerminan mutlak dari kokohnya modal sosial dan kepercayaan (trust) yang diberikan oleh ekosistem kemitraan Darunnajah yang inklusif, mulai dari jajaran alumni lintas generasi, wali santri, korporasi mitra, hingga donatur ritel publik. Distribusi amanah ini dilaksanakan secara serentak dan terintegrasi melalui jaringan strategis di 23 Pondok Pesantren Cabang Darunnajah yang tersebar di wilayah pelosok Nusantara, serta diperkuat penuh oleh keterlibatan civitas akademika Universitas Darunnajah.</p>
<p>‎​Direktur Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Darunnajah Zakiyanto Arief menegaskan komitmen akuntabilitas publik yang melekat pada pencapaian tahun ini.</p>
<p>‎​&#8221;Kepercayaan besar yang dititipkan kepada kami tahun ini bukan sekadar sebuah transaksi spiritual biasa antara pequrban dan lembaga. Ini adalah bentuk ikatan ukhuwah islamiyah yang mendalam, yang senantiasa kami rawat di atas fondasi transparansi mutlak, akuntabilitas regulasi serta syar&#8217;i, dan komitmen penuh untuk mengantarkan setiap amanah daging qurban kepada mustahik yang paling berhak menerimanya di seluruh penjuru negeri,&#8221; jelan Zakiyanto Arief. M.M kepada media, Rabu 27 Mei 2026.</p>
<p>Zakiyanto juga mengatakan, bahwa pada Idul Adha Tahun Ini Pesantren Darunnajah melalui Laznas Darunnajah menrima Sapi Hewan Qurban dari Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah Sapi hewan qurban seberat 850 Kg dari Presiden Prabowo sudah kami sembelih dan sudah dinikmati oleh ribuan santri, ustadz, ustadzah serta warga sekitar kawan pesantren Darunnajah,&#8221; jelasnya.</p>
<p>‎​Segenap manajemen LAZNAS Darunnajah menghaturkan rasa terima kasih yang tulus, apresiasi setinggi-tingginya, serta penghormatan terdalam kepada seluruh shohibul qurban (para pequrban) yang telah memercayakan jembatan ibadahnya melalui program &#8220;Kita Qurban Darunnajah&#8221;.</p>
<p>‎​Semoga Allah SWT menerima ibadah qurban ini sebagai amal shalih yang berbobot berat di yaumil akhir, serta mengonversi setiap tetes darah dan pengorbanan hewan tersebut menjadi limpahan keberkahan, kesehatan, serta kelancaran rezeki yang mengalir mulia bagi para donatur, para santri, jajaran asatidz (guru), hingga ribuan keluarga penerima manfaat di seluruh penjuru Indonesia. Taqabbalallahu minna wa minkum.</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/sinyal-kuat-kebangkitan-filantropi-kurban-di-laznas-darunnajah-1447-h-melesat-46/">Sinyal Kuat Kebangkitan Filantropi: Kurban di LAZNAS Darunnajah 1447 H Melesat 46%</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kataindonesia.com/sinyal-kuat-kebangkitan-filantropi-kurban-di-laznas-darunnajah-1447-h-melesat-46/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Innalillahi! Sempat Hilang, Jemaah Haji Indonesia Ditemukan Sudah Tiada di Makkah</title>
		<link>https://kataindonesia.com/innalillahi-sempat-hilang-jemaah-haji-indonesia-ditemukan-sudah-tiada-di-makkah/</link>
					<comments>https://kataindonesia.com/innalillahi-sempat-hilang-jemaah-haji-indonesia-ditemukan-sudah-tiada-di-makkah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kata Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2026 15:51:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kataindonesia.com/?p=77272</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kabar mengenai keberadaan Muhammad Firdaus Ahlan (73), jemaah yang tergabung dalam rombongan 1 kloter 27 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 27), akhirnya terungkap. Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI, Moh. Hasan Affandi, menyampaikan bahwa Firdaus telah ditemukan dalam keadaan wafat. “Berdasarkan laporan di lapangan dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, Bapak Firdaus ditemukan dalam [...]</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/innalillahi-sempat-hilang-jemaah-haji-indonesia-ditemukan-sudah-tiada-di-makkah/">Innalillahi! Sempat Hilang, Jemaah Haji Indonesia Ditemukan Sudah Tiada di Makkah</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kabar mengenai keberadaan Muhammad Firdaus Ahlan (73), jemaah yang tergabung dalam rombongan 1 kloter 27 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 27), akhirnya terungkap.</p>
<p>Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI, Moh. Hasan Affandi, menyampaikan bahwa Firdaus telah ditemukan dalam keadaan wafat.</p>
<p>“Berdasarkan laporan di lapangan dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, Bapak Firdaus ditemukan dalam keadaan wafat,” kata Hasan, dalam konferensi pers di Makkah, Jumat 22 Mei 2026.</p>
<p>Sebagai informasi, Firdaus dilaporkan hilang sejak Jumat, 15 Mei 2026. Berdasarkan rekaman CCTV hotel di kawasan Misfalah, Makkah, Firdaus terlihat keluar seorang diri sekitar pukul 09.04 waktu setempat. Ia diduga hendak menuju masjid untuk salat Jumat.</p>
<p>Pada Jumat dini hari, 22 Mei 2026, Petugas Penyelenggaraan Haji Indonesia (PPIH) Arab Saudi 2026 menerima informasi mengenai adanya jenazah tanpa identitas di salah satu rumah sakit di Makkah.</p>
<p>Menindaklanjuti kabar tersebut, Tim Perlindungan Jamaah (Linjam) PPIH Daerah Kerja Makkah bersama istri Firdaus, Nafsiah Nawan, segera menuju rumah sakit untuk melakukan identifikasi. Setelah proses pengecekan dilakukan, Nafsiah memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan suaminya, Muhammad Firdaus Ahlan.</p>
<p>PPIH Arab Saudi, kata dia, menyampaikan duka cita mendalam. “Semoga Allah melimpahkan rahmat dan ampunannya kepada almarhum dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.</p>
<p>Hasan mengatakan, PPIH Arab Saudi menyampaikan terima kasih kepada keluarga almarhum, KJRI Jeddah, otoritas Arab Saudi, para petugas yang melakukan pencarian, dan seluruh rakyat Indonesia yang mendoakan almarhum.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa pemerintah akan membadalkan ibadah haji almarhum melalui PPIH Arab Saudi 2026.</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/innalillahi-sempat-hilang-jemaah-haji-indonesia-ditemukan-sudah-tiada-di-makkah/">Innalillahi! Sempat Hilang, Jemaah Haji Indonesia Ditemukan Sudah Tiada di Makkah</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kataindonesia.com/innalillahi-sempat-hilang-jemaah-haji-indonesia-ditemukan-sudah-tiada-di-makkah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rajut Kepedulian Jelang Idul Adha, SDI Darunnajah dan LAZNAS Hadirkan ‘Harapan Gizi Indonesia’ di Ulujami</title>
		<link>https://kataindonesia.com/rajut-kepedulian-jelang-idul-adha-sdi-darunnajah-dan-laznas-hadirkan-harapan-gizi-indonesia-di-ulujami/</link>
					<comments>https://kataindonesia.com/rajut-kepedulian-jelang-idul-adha-sdi-darunnajah-dan-laznas-hadirkan-harapan-gizi-indonesia-di-ulujami/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kata Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 10:19:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kataindonesia.com/?p=77209</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha, Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Darunnajah berkolaborasi dengan siswa-siswi Sekolah Dasar Islam (SDI) Darunnajah mengadakan aksi sosial pembagian paket sembako. Melalui program bertajuk &#8220;Harapan Gizi Indonesia&#8221;, penyaluran bantuan ini menyasar keluarga pra-sejahtera yang berdomisili di lingkungan sekitar Kelurahan Ulujami, Jakarta Selatan. Aksi distribusi sembako ini merupakan wujud nyata kepedulian [...]</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/rajut-kepedulian-jelang-idul-adha-sdi-darunnajah-dan-laznas-hadirkan-harapan-gizi-indonesia-di-ulujami/">Rajut Kepedulian Jelang Idul Adha, SDI Darunnajah dan LAZNAS Hadirkan ‘Harapan Gizi Indonesia’ di Ulujami</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 14px;">Menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha, Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Darunnajah berkolaborasi dengan siswa-siswi Sekolah Dasar Islam (SDI) Darunnajah mengadakan aksi sosial pembagian paket sembako. Melalui program bertajuk &#8220;Harapan Gizi Indonesia&#8221;, penyaluran bantuan ini menyasar keluarga pra-sejahtera yang berdomisili di lingkungan sekitar Kelurahan Ulujami, Jakarta Selatan.</span></p>
<p>Aksi distribusi sembako ini merupakan wujud nyata kepedulian para siswa SDI Darunnajah kepada sesama, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemenuhan gizi masyarakat rentan di momen besar keagamaan.</p>
<p>Uniknya, pendanaan untuk program sembako ini murni bersumber dari dana infak dan sedekah yang dikumpulkan secara kolektif oleh para siswa SDI Darunnajah. Dana tersebut dihimpun melalui kampanye unggulan LAZNAS Darunnajah, yakni program &#8220;One Thousand a Day&#8221; (Satu Hari Seribu Rupiah), di mana para santri dan siswa diajak menyisihkan uang jajan mereka secara konsisten.</p>
<p>Manager Fundraising LAZNAS Darunnajah, Mohamad Afdhal Fikri, menjelaskan bahwa program ini dirancang bukan sekadar untuk menghimpun dana, melainkan sebagai wadah edukasi karakter sejak dini.</p>
<p>&#8220;Dana sembako yang dihimpun merupakan dana yang sudah anak-anak SDI Darunnajah sedekahkan melalui program One Thousand a Day. Program ini mendidik anak SDI Darunnajah untuk peduli terhadap sesama, melestarikan budaya berbagi, dan melatih anak untuk terbiasa berkontribusi dalam kebaikan,&#8221; ujar Mohamad Afdhal Fikri selaku manager Fundraising.</p>
<p><strong>Menebar Kebahagiaan untuk Lansia dan Janda Dhuafa</strong></p>
<p>Program &#8220;Harapan Gizi Indonesia&#8221; kali ini memprioritaskan kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Mayoritas penerima manfaat dari penyaluran sembako ini adalah masyarakat dhuafa yang terdiri dari kalangan lansia dan janda di kawasan Ulujami.</p>
<p>Manager Program &amp; Pemberdayaan LAZNAS Darunnajah, Muhammad Gymnasiar Azis, menyampaikan bahwa penyaluran kali ini membawa nuansa emosional dan spiritual yang mendalam, mengingat momentumnya yang berdekatan dengan Hari Raya Idul Adha.</p>
<p>&#8220;Pemberian sembako menjelang Idul Adha ini sangat spesial karena selain kita membagikan sembako tetapi juga menebarkan kebahagiaan untuk sesama. Tak luput juga kita mendoakan para penerima manfaat agar selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan oleh Allah SWT, serta kita meminta doa kepada penerima manfaat agar anak-anak SDI Darunnajah menjadi anak yang sholeh-sholehah dan rezeki orangtuanya dilancarkan oleh Allah SWT,&#8221; terang Muhammad Gymnasiar Azis Selaku Manager Program &amp; Pemberdayaan.</p>
<p>Melalui sinergi antara LAZNAS Darunnajah, pihak sekolah, para siswa, dan dukungan para wali murid, program ini diharapkan dapat terus berkelanjutan (sustainable). Aksi kebaikan &#8220;One Thousand a Day&#8221; membuktikan bahwa satu aksi kecil yang dilakukan dengan istiqomah oleh generasi muda dapat mewujudkan ribuan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/rajut-kepedulian-jelang-idul-adha-sdi-darunnajah-dan-laznas-hadirkan-harapan-gizi-indonesia-di-ulujami/">Rajut Kepedulian Jelang Idul Adha, SDI Darunnajah dan LAZNAS Hadirkan ‘Harapan Gizi Indonesia’ di Ulujami</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kataindonesia.com/rajut-kepedulian-jelang-idul-adha-sdi-darunnajah-dan-laznas-hadirkan-harapan-gizi-indonesia-di-ulujami/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Transformasi Pelayanan Haji 2026 Perkuat Kenyamanan dan Perlindungan Jamaah</title>
		<link>https://kataindonesia.com/transformasi-pelayanan-haji-2026-perkuat-kenyamanan-dan-perlindungan-jamaah/</link>
					<comments>https://kataindonesia.com/transformasi-pelayanan-haji-2026-perkuat-kenyamanan-dan-perlindungan-jamaah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kata Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2026 12:34:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kataindonesia.com/?p=76959</guid>

					<description><![CDATA[<p>Transformasi Pelayanan Haji 2026 Perkuat Kenyamanan dan Perlindungan Jamaah Oleh: Naira Khairani Transformasi pelayanan haji tahun 2026 menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang semakin modern, nyaman, dan berorientasi pada perlindungan jamaah Indonesia. Berbagai pembenahan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan fasilitas di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), penguatan pengawasan layanan, hingga [...]</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/transformasi-pelayanan-haji-2026-perkuat-kenyamanan-dan-perlindungan-jamaah/">Transformasi Pelayanan Haji 2026 Perkuat Kenyamanan dan Perlindungan Jamaah</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Transformasi Pelayanan Haji 2026 Perkuat Kenyamanan dan Perlindungan Jamaah</p>
<p>Oleh: Naira Khairani</p>
<p>Transformasi pelayanan haji tahun 2026 menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang semakin modern, nyaman, dan berorientasi pada perlindungan jamaah Indonesia. Berbagai pembenahan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan fasilitas di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), penguatan pengawasan layanan, hingga optimalisasi pendampingan kesehatan dan manasik bagi jamaah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah bersama Satgas Operasi Armuzna terus mempercepat penyempurnaan fasilitas menjelang fase puncak ibadah haji. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh infrastruktur siap digunakan sebelum jamaah tiba di kawasan Armuzna.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah, Ian Heryawan, turun langsung memimpin pengecekan kesiapan tenda dan sarana pendukung lainnya. Pemerintah ingin memastikan jamaah Indonesia dapat menjalankan ibadah wukuf dengan tenang, aman, dan khusyuk melalui fasilitas yang lebih layak dan tertata dibanding tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penguatan pelayanan tidak hanya dilakukan pada aspek fisik, tetapi juga melalui sistem pengawasan terpadu. Pemerintah memasang kamera pengawas atau CCTV yang beroperasi selama 24 jam di kawasan maktab untuk mendukung keamanan dan pengendalian layanan jamaah selama berada di Armuzna.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Koordinasi lintas sektor juga diperkuat dengan melibatkan kepala sektor, koordinator markaz, pengawas katering, pengawas transportasi, pihak syarikah, serta otoritas Arab Saudi. Langkah ini dilakukan agar proses penempatan jamaah berjalan tertib dan sesuai dengan pengaturan kloter masing-masing.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Transformasi fasilitas tenda menjadi salah satu perhatian utama pemerintah pada musim haji tahun ini. Tenda jamaah kini dilengkapi lantai tambahan yang lebih tebal guna meratakan permukaan sekaligus mengurangi hawa panas dari tanah. Setiap jamaah juga disiapkan kasur busa baru, bantal, selimut, dan pendingin ruangan agar kondisi istirahat jamaah tetap nyaman di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemerintah juga memastikan informasi penempatan jamaah di setiap tenda tersusun lebih rapi melalui pencantuman kapasitas tenda, daftar kloter, dan identitas jamaah. Penataan tersebut diharapkan memudahkan mobilitas jamaah sekaligus mengurangi potensi kepadatan selama fase puncak ibadah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aspek perlindungan jamaah lanjut usia turut menjadi perhatian penting dalam transformasi layanan tahun ini. Pemerintah memastikan jamaah lansia tidak ditempatkan jauh dari anggota keluarganya agar pendampingan tetap berjalan optimal selama pelaksanaan ibadah di Armuzna.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain fasilitas istirahat, pembenahan juga dilakukan pada sektor sanitasi. Pemerintah menambah fasilitas urinoir pria di luar bilik toilet untuk mengurangi antrean panjang yang selama ini kerap menjadi kendala pada masa puncak haji. Penyempurnaan fasilitas kebersihan dan sekat tenda terus dipantau secara berkala agar seluruh layanan benar-benar siap sebelum puncak ibadah dimulai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Bidang Perlindungan Jamaah, Muftiono, menilai percepatan pembangunan infrastruktur di Mina menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Pemerintah optimistis seluruh persiapan dapat mencapai kondisi maksimal lima hari sebelum puncak haji berlangsung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan juga tercermin melalui pendekatan perlindungan kesehatan jamaah. Menjelang fase Armuzna, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus mengimbau jamaah agar menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri menjalankan aktivitas ibadah sunnah yang berlebihan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Madinah, Khalilurrahman, menekankan pentingnya pengelolaan stamina dan kesiapan fisik menjelang puncak haji. Pemerintah memandang bahwa ibadah wajib dan kesiapan menghadapi Armuzna harus menjadi prioritas utama agar jamaah dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan lancar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain menjaga kesehatan, pemerintah juga memperkuat pembinaan manasik agar jamaah memahami alur pelaksanaan ibadah selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Edukasi tersebut mencakup tata cara ibadah, alur pergerakan jamaah, hingga ketentuan teknis selama menjalani wukuf dan pelontaran jumrah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>PPIH secara aktif mengingatkan jamaah untuk menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi air putih, serta mengurangi aktivitas di luar penginapan pada siang hari guna menghindari dehidrasi akibat suhu panas yang tinggi di Arab Saudi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Transformasi pelayanan haji 2026 menunjukkan arah baru penyelenggaraan ibadah haji Indonesia yang semakin profesional dan berorientasi pada kenyamanan jamaah. Pemerintah tidak hanya fokus pada kelancaran teknis penyelenggaraan, tetapi juga memastikan setiap jamaah memperoleh perlindungan maksimal selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penguatan fasilitas, pengawasan layanan, perlindungan jamaah rentan, hingga peningkatan kualitas pendampingan kesehatan menjadi bukti bahwa pemerintah terus melakukan pembenahan secara menyeluruh. Upaya tersebut sekaligus memperlihatkan keseriusan negara dalam menjaga kualitas pelayanan publik bagi jamaah haji Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan berbagai transformasi yang dilakukan, penyelenggaraan haji tahun 2026 diharapkan mampu menghadirkan pengalaman ibadah yang lebih aman, tertib, nyaman, dan khusyuk bagi seluruh jamaah Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Transformasi pelayanan haji tahun 2026 juga memperlihatkan penguatan tata kelola penyelenggaraan ibadah yang semakin adaptif terhadap kebutuhan jamaah. Pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas fisik, tetapi juga memperkuat sistem koordinasi antarpetugas di lapangan agar pelayanan berjalan lebih cepat dan responsif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penggunaan sistem pemantauan terpadu memungkinkan berbagai kendala teknis segera ditangani sebelum berdampak pada kenyamanan jamaah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan penyelenggaraan haji yang modern, transparan, dan akuntabel. Dengan dukungan pengawasan yang semakin ketat serta peningkatan kualitas pelayanan di seluruh sektor, kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan haji nasional diharapkan terus meningkat dari tahun ke tahun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*) pemerhati kebijakan publik</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/transformasi-pelayanan-haji-2026-perkuat-kenyamanan-dan-perlindungan-jamaah/">Transformasi Pelayanan Haji 2026 Perkuat Kenyamanan dan Perlindungan Jamaah</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kataindonesia.com/transformasi-pelayanan-haji-2026-perkuat-kenyamanan-dan-perlindungan-jamaah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fix Keren Banget! Trailer Panggung Gembira Imersif Gontor Lampung Selatan</title>
		<link>https://kataindonesia.com/fix-keren-banget-trailer-panggung-gembira-imersif-gontor-lampung-selatan/</link>
					<comments>https://kataindonesia.com/fix-keren-banget-trailer-panggung-gembira-imersif-gontor-lampung-selatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kata Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2026 16:37:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kataindonesia.com/?p=76650</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 7 kembali menarik perhatian publik lewat peluncuran trailer perdana Panggung Gembira yang mengusung tema: &#8220;The Beginning&#8221;. Trailer ini dibuka dengan satu momen dramatis: runtuhnya sebuah bangunan yang memecah keheningan. Adegan itupun, menjadi simbol awal dari sebuah perjalanan besar bukan sekadar tampilan visual, melainkan penanda lahirnya sesuatu yang lebih kuat, utuh, [...]</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/fix-keren-banget-trailer-panggung-gembira-imersif-gontor-lampung-selatan/">Fix Keren Banget! Trailer Panggung Gembira Imersif Gontor Lampung Selatan</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 14px;">Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 7 kembali menarik perhatian publik lewat peluncuran trailer perdana Panggung Gembira yang mengusung tema: &#8220;The Beginning&#8221;. Trailer ini dibuka dengan satu momen dramatis: runtuhnya sebuah bangunan yang memecah keheningan.</span></p>
<p>Adegan itupun, menjadi simbol awal dari sebuah perjalanan besar bukan sekadar tampilan visual, melainkan penanda lahirnya sesuatu yang lebih kuat, utuh, dan penuh makna.</p>
<p>Seiring berjalannya trailer, visual demi visual tampil semakin hidup, dengan Perpaduan gerak, cahaya, dan suasana membawa penonton masuk ke pengalaman yang lebih mendalam.</p>
<p>Nuansa pertunjukan ini dibangun secara bertahap hingga menghadirkan kesan imersif, di mana batas antara penonton dan panggung seolah melebur menjadi satu disaksikan oleh ribuan para santri dan santriwati pondok pesantren.</p>
<p>Trailer ini menjadi pembuka dari rangkaian besar yang tengah dipersiapkan panitia. Apa yang ditampilkan dalam trailer tersebut disebut baru permulaan dari sebuah pertunjukan yang diproyeksikan akan menghadirkan pengalaman berbeda bagi para penikmatnya.</p>
<p>Melalui Trailer Panggung Gembira perdana ini, Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 7 Lampung Selatan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kreativitas visual dan konsep pertunjukan yang segar, inovatif, serta mampu membangun antusiasme publik sejak awal.</p>
<p>“Kami ingin menghadirkan bukan hanya tontonan, tetapi pengalaman yang benar-benar dirasakan penonton. Ini baru awal, dan ke depan akan lebih besar serta lebih mendalam,” Ahmad Syifa Rabu,(6/5/2026).</p>
<p>Trailer ini telah tayang melalui kanal resmi media sosial Gontor Kampus 7 dan langsung menarik perhatian publik.</p>
<p>Antusiasme warganet pun terus meningkat, menandakan tingginya ekspektasi terhadap pertunjukan Panggung Gembira tahun ini.</p>
<p>Dengan konsep kuat dan visual sinematik, Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 7 kembali menunjukkan eksistensinya sebagai pelopor kreativitas pertunjukan modern berbasis pesantren di Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/fix-keren-banget-trailer-panggung-gembira-imersif-gontor-lampung-selatan/">Fix Keren Banget! Trailer Panggung Gembira Imersif Gontor Lampung Selatan</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kataindonesia.com/fix-keren-banget-trailer-panggung-gembira-imersif-gontor-lampung-selatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cahaya Qur’an dari Magelang: Santriwati Bina Madani Putri Raih Penghargaan 30 Juz</title>
		<link>https://kataindonesia.com/cahaya-quran-dari-magelang-santriwati-bina-madani-putri-raih-penghargaan-30-juz/</link>
					<comments>https://kataindonesia.com/cahaya-quran-dari-magelang-santriwati-bina-madani-putri-raih-penghargaan-30-juz/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kata Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2026 11:39:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kataindonesia.com/?p=76555</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Hendro Risbiyantoro, M.S. (Guru Bina Madani Putri Magelang) *Magelang, 4 Mei 2026* – Pondok Pesantren Tahfidz Bina Madani Putri Magelang menggelar acara haflah takrim (wisuda dan pemberian penghargaan) bagi para santriwati penghafal Al-Qur’an 30 juz angkatan ke-11, pada Senin (4/5). Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh haru, dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan pejabat [...]</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/cahaya-quran-dari-magelang-santriwati-bina-madani-putri-raih-penghargaan-30-juz/">Cahaya Qur’an dari Magelang: Santriwati Bina Madani Putri Raih Penghargaan 30 Juz</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Hendro Risbiyantoro, M.S. (Guru Bina Madani Putri Magelang)</strong></p>
<p>*Magelang, 4 Mei 2026* – Pondok Pesantren Tahfidz Bina Madani Putri Magelang menggelar acara haflah takrim (wisuda dan pemberian penghargaan) bagi para santriwati penghafal Al-Qur’an 30 juz angkatan ke-11, pada Senin (4/5). Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh haru, dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan pejabat daerah.</p>
<p>Sebanyak 49 santriwati menerima penghargaan atas keberhasilan mereka menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz. Capaian ini menjadi bukti komitmen pesantren dalam mencetak generasi Qur’ani yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing.</p>
<p>Acara ini turut dihadiri oleh Bupati Magelang Grengseng Pamuji, S.Pt., perwakilan Kementerian Agama, anggota DPRD, unsur Forkopimcam, serta para wali santri yang datang dari berbagai daerah untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut.</p>
<p>Pendiri dan Pimpinan Pesantren Bina Madani, K.H. Masrur Syamhari, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada para hafidzah.</p>
<p>“Ini adalah karunia luar biasa dari Allah. Para penghafal Al-Qur’an kembali lahir dari Bina Madani. Dengan fadilah menghafal Al-Qur’an, mereka akan dijaga oleh Allah dan hidup dalam kebahagiaan. Itulah janji Allah kepada Ahlul Qur’an,” ujarnya.</p>
<p>Dalam sambutannya beliau juga bercerita tentang Abdurrahman Ibnu Abza, seorang budak, namun ia mengisi hidupnya dengan menghafal Al-Qur&#8217;an dan mendalami ilmu agama. Ketika tuannya, Nafi&#8217; bin Abdul Harits, pergi bertemu Khalifah Umar bin Khattab, ia menunjuk Ibnu Abza sebagai penggantinya memimpin Mekkah. Umar yang terkejut pun menerima setelah tahu bahwa Ibnu Abza adalah seorang hafizh yang berilmu, seraya mengingat sabda Nabi bahwa Allah benar-benar mengangkat derajat manusia dengan Al-Qur&#8217;an, tak peduli siapa mereka.</p>
<p>Tidak ketiggalan, Bupati Magelang Bapak Grengseng Pamuji S.Pt. sangat mendukung program tahfidz di Bina Madani. Beliau mendorong untuk terus membumikan Al-qur&#8217;an dan mengajarkannya di Bumi Magelang. Beliau juga menyampaikan bahwa Bina Madani merupakan kebanggan yang dimiliki oleh Kabupaten Magelang.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Pesantren Bina Madani Putri, Ustadzah Nely Maghfirah, menyampaikan bahwa hingga saat ini pesantren telah melahirkan 499 hafidzah.</p>
<p>“Hari ini bertambah 49 penjaga wahyu Allah. Ini adalah kekuatan besar bagi masa depan umat dan bangsa. Mereka adalah bagian dari generasi emas Indonesia,” ungkapnya.</p>
<p>Dalam rangkaian acara, para hafidzah juga memperdengarkan hafalan mereka dengan qira’ah sab’ah bersanad di hadapan para tamu. Penampilan tersebut menjadi momen yang sangat menyentuh, terutama bagi para orang tua yang menyaksikan langsung capaian putri-putri mereka.</p>
<p>Haflah takrim ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga simbol kebangkitan generasi Qur’ani yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban.</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/cahaya-quran-dari-magelang-santriwati-bina-madani-putri-raih-penghargaan-30-juz/">Cahaya Qur’an dari Magelang: Santriwati Bina Madani Putri Raih Penghargaan 30 Juz</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kataindonesia.com/cahaya-quran-dari-magelang-santriwati-bina-madani-putri-raih-penghargaan-30-juz/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lawan Kejenuhan Santri, MA Taruna Paren Gelar Psikoedukasi untuk Perkuat Mental dan Visi Peserta Didik</title>
		<link>https://kataindonesia.com/lawan-kejenuhan-santri-ma-taruna-paren-gelar-psikoedukasi-untuk-perkuat-mental-dan-visi-peserta-didik/</link>
					<comments>https://kataindonesia.com/lawan-kejenuhan-santri-ma-taruna-paren-gelar-psikoedukasi-untuk-perkuat-mental-dan-visi-peserta-didik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kata Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 06:40:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kataindonesia.com/?p=75964</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tantangan pendidikan di lingkungan madrasah kini tak lagi soal distraksi teknologi, melainkan bagaimana menjaga konsistensi mental dan minat belajar para siswa. Menyadari hal tersebut, MA Taruna Paren menggelar program Psikoedukasi Kelompok intensif bertajuk &#8220;Membangun Navigasi Diri&#8221; pada Selasa/21 April 2026. Program ini dirancang khusus untuk menyasar isu-isu psikologis remaja di madrasah, mulai dari menurunnya minat [...]</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/lawan-kejenuhan-santri-ma-taruna-paren-gelar-psikoedukasi-untuk-perkuat-mental-dan-visi-peserta-didik/">Lawan Kejenuhan Santri, MA Taruna Paren Gelar Psikoedukasi untuk Perkuat Mental dan Visi Peserta Didik</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 14px;">Tantangan pendidikan di lingkungan madrasah kini tak lagi soal distraksi teknologi, melainkan bagaimana menjaga konsistensi mental dan minat belajar para siswa. Menyadari hal tersebut, MA Taruna Paren menggelar program Psikoedukasi Kelompok intensif bertajuk &#8220;Membangun Navigasi Diri&#8221; pada Selasa/21 April 2026.</span></p>
<p>Program ini dirancang khusus untuk menyasar isu-isu psikologis remaja di madrasah, mulai dari menurunnya minat belajar, prokrastinasi (kebiasaan menunda) dalam mengerjakan tugas, hingga kebiasaan membolos dari kelas.</p>
<p><strong>Urgensi Kesehatan Mental di Lingkungan Madrasah</strong></p>
<p>Kepala MA Taruna Paren, Bapak Fauzan Sulthoni, S.Ag., menegaskan bahwa psikoedukasi bukan lagi sekadar kegiatan tambahan, melainkan kebutuhan mendasar dalam ekosistem pendidikan madrasah. Menurutnya, perkembangan psikologis sangat penting dan perlu diperhatikan karena aspek psikologis telah terbukti sebagai kunci bagi santri agar mampu menyerap ilmu dengan optimal.</p>
<p>&#8220;Siswa yang &#8216;kabur&#8217; dari jam pelajaran atau enggan mengerjakan tugas sering kali bukan karena nakal, melainkan karena mereka kehilangan makna dan arah. Di era sekarang, tekanan akademik dan pengaruh media sosial menciptakan tantangan mental yang nyata bagi siswa. Tanpa intervensi psikoedukasi untuk merawat kesehatan mental mereka, risiko kejenuhan dan hilangnya motivasi akan menjadi ancaman serius bagi masa depan mereka,&#8221; tegas Fauzan.</p>
<p>Beliau menambahkan bahwa kematangan psikologis adalah fondasi bagi produktivitas. Tanpa kesadaran diri yang kuat, santri hanya akan menjalani rutinitas sebagai beban, bukan sebagai persiapan masa depan.</p>
<p><strong>Membangun Produktivitas Tanpa Distraksi </strong></p>
<p>Meski lingkungan madrasah sudah bebas dari gangguan gadget, tantangan internal seperti munculnya rasa bosan dan ketidakpastian visi masa depan tetap menjadi fokus utama. Dalam sesi ini, para siswa diajak untuk:</p>
<p>Membangun Self-Awareness: Memahami potensi diri dan alasan fundamental mengapa mereka menuntut ilmu.</p>
<p>Strategi Produktivitas: Mengelola tugas-tugas madrasah dengan metode yang lebih ringan namun konsisten.</p>
<p>Literasi Masa Depan: Mempersiapkan mental untuk menghadapi dunia perkuliahan dan karier profesional yang kompetitif.</p>
<p>&#8220;Kami ingin siswa kami tidak hanya unggul secara ukhrawi dan akademik, tapi juga memiliki ketangguhan mental (resilience). Psikoedukasi ini adalah langkah preventif agar mereka lebih siap secara psikologis saat harus membaur dengan masyarakat luas nantinya,&#8221; lanjut Fauzan.</p>
<p><strong>Respon Positif dan Harapan ke Depan </strong></p>
<p>Kegiatan yang diikuti oleh 8 siswa ini berlangsung dinamis dengan sesi diskusi interaktif dan refleksi personal. Pihak madrasah berharap kegiatan ini dapat menekan angka pelanggaran kedisiplinan dan meningkatkan gairah akademik.</p>
<p>Dengan adanya program rutin seperti ini, MA Taruna Paren berkomitmen untuk menciptakan lingkungan madrasah yang tidak hanya disiplin secara aturan, tetapi juga nyaman dan mendukung pertumbuhan psikis para siswanya</p>
<p>The post <a href="https://kataindonesia.com/lawan-kejenuhan-santri-ma-taruna-paren-gelar-psikoedukasi-untuk-perkuat-mental-dan-visi-peserta-didik/">Lawan Kejenuhan Santri, MA Taruna Paren Gelar Psikoedukasi untuk Perkuat Mental dan Visi Peserta Didik</a> appeared first on <a href="https://kataindonesia.com">Kata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kataindonesia.com/lawan-kejenuhan-santri-ma-taruna-paren-gelar-psikoedukasi-untuk-perkuat-mental-dan-visi-peserta-didik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
