• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Bersama Jaga Iklim Demokrasi Aman dan Sejuk Jelang Pilkada 2024

Bersama Jaga Iklim Demokrasi Aman dan Sejuk Jelang Pilkada 2024

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 9 July 2024

Bersama Jaga Iklim Demokrasi Aman dan Sejuk Jelang Pilkada 2024

Oleh : Clara Diah Wulandari

Seluruh elemen lintas sektor secara bersama-sama harus mampu menjaga agar iklim demokrasi bisa berjalan dengan aman, tentram dan sejuk utamanya menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Dengan adanya stabilitas iklim demokrasi tersebut, maka diharapkan pelaksanaan Pilkada dapat berjalan aman dan lancar sesuai dengan harapan.

Seluruh elemen masyarakat perlu untuk menjaga stabilitas politik jelang Pilkada. Tentunya dengan menjaga supaya iklim demokrasi tersebut tetap berjalan dengan aman, tenteram dan sejuk menjelang Pilkada 2024, akan menjadikan pelaksanaan pesta demokrasi tingkat daerah tersebut mampu melahirkan para pemimpin wilayah yang bisa memajukan dan semakin mengembangkan masyarakatnya.

Untuk itu, menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 ini, segenap elemen masyarakat secara lintas sektor harus bersama-sama mampu terus menjaga supaya iklim demokrasi di Indonesia terus berjalan dengan aman, tentram dan juga sejuk.
Hal tersebut menjadi tugas bersama, termasuk dan terutama bagi aparat keamanan. Terkait hal itu, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim) Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Imam Sugianto mengatakan bahwa seluruh jajarannya tengah memiliki motivasi yang sangat tinggi untuk bisa berbuat dengan jauh lebih baik lagi dalam menjaga kondusivitas, utamanya menjelang momentum Pilkada Serentak 2024.
Profesionalitas dari seluruh jajaran aparat keamanan sebenarnya juga sudah tidak perlu diragukan lagi, terlebih mereka bahkan secara sangat konkret mampu mengawal penuh pelaksanaan pesta demokrasi dalam perhelatan Pemilihan Umum Presiden (Pemilu Pilpres) bulan Februari 2024 lalu.
Oleh karenanya, dengan berbekal pengalaman keberhasilan tersebut, tentunya pengamanan dalam pelaksanaan Pilkada 2024 kali ini sudah pasti akan berjalan dengan maksimal dan optimal demi menjaga kondusivitas masyarakat.
Keberhasilan terselenggaranya Pemilu bulan Februari 2024 lalu, merupakan bukti nyata dari komitmen kuat aparat keamanan untuk terus berupaya mewujudkan iklim demokrasi yang damai, aman, tentram dan sejuk demi tercapainya cita-cita bangsa menuju Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045.
Bukan tidak mungkin pula dengan penjagaan iklim demokrasi yang demikian kondusif dalam Pilkada 2024, tentu akan berdampak hal yang sama, terlebih bagi kebaikan daerah setempat agar seluruh wilayah di Indonesia mampu mengalami kemajuan serta pemerataan pembangunan.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta, Heru Budi Hartono juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga iklim demokrasi yang baik tersebut dengan cara membuat kesejukan di kalangan warga dan tetap berusaha mewujudkan kondusivitas bersama.
Pesta demokrasi tingkat daerah hendaknya memang mampu disikapi dan dirayakan dengan penuh sukacita, gembira bersama serta yang paling penting adalah agar masyarakat terus dalam kondisi yang damai dan kondusif.
Karena dengan demikian, maka akan menjadikan seluruh daerah di Indonesia tetap terjaga keamanannya sehingga berbagai macam program pemerintah pun bisa berjalan dengan maksimal dan mengarah kepada kemajuan perkembangan wilayah masing-masing.
Tidak hanya bagi aparat keamanan dan masyarakat sipil saja, namun menjaga bersama iklim demokrasi yang damai, aman dan tentram tersebut juga menjadi bagian dari tugas penting Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan terus menjaga netralitas dan profesionalitas mereka.
Apabila seluruh ASN tersebut mampu menjalankan semua peran dan fungsinya dengan tepat, yakni sesuai dengan aturan dan hukum perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, maka bukan tidak mungkin iklim demokrasi tetap terus terjaga.
Para ASN hanya harus berfokus pada apa tugas pokok dan fungsi mereka saja, yakni menjadi pelayan bagi masyarakat dan mampu menyediakan apapun yang masyarakat butuhkan agar berjalannya pemerintahan berlangsung dengan baik, termasuk memastikan pelaksanaan Pilkada tidak sampai terjadi hambatan.
Kemudian ke depannya, apabila Pilkada telah berakhir dan siapapun pemenang atau pemimpin daerah telah terpilih serta sah dilantik, maka hendaknya masyarakat mampu menerimanya dengan penuh lapang dada.
Karena justru kelapangan dada dari seluruh masyarakat ketika mengetahui siapapun yang terpilih dan terlantik menjadi sosok pemimpin ke depan atau kepala daerah, adalah esensi dari berlangsungnya iklim demokrasi yang baik di Indonesia.
Tidak kalah pentingnya pula, bagaimana berlangsungnya kerukunan antar umat beragama di Indonesia supaya tetap berlangsung dengan kondusif meski Pilkada berjalan.
Pesta demokrasi tingkat daerah ke depan merupakan salah satu sejarah di Republik Indonesia (RI) ini, sehingga sudah barang tentu segenap masyarakat harus menyambutnya dengan penuh sukacita dan berupaya menyukseskannya.
Seluruh masyarakat Indonesia, termasuk mereka yang berasal dari perbedaan latar belakang hingga agama, hendaknya mampu terus menjaga kondusivitas masing-masing agar persatuan dan kesatuan tetap terjaga.
Justru dengan adanya Pilkada Serentak 2024 ini harusnya menjadi momentum terbaik untuk terus saling melekatkan persatuan dan kesatuan satu sama lain meski di tengah perbedaan latar belakang apapun.
Ketua FKUB Bandung, Ahmad Suherman menuturkan bahwa meski saat ini sedang dalam tahun politik, namun jangan sampai hal tersebut merusak persaudaraan antar umat beragama di Indonesia.
Oleh karena itu, kebersamaan menjadi hal yang sangat penting dalam menjaga iklim demokrasi agar tetap berlangsung dengan damai, aman dan tentram, terlebih dalam momentum Pilkada Serentak 2024. Dengan adanya situasi tersebut, pelaksanaan Pilkada diharapkan dapat berjalan lancar dan keberlanjutan pembangunan nasional di daerah dapat diteruskan.

)* Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantara

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

October 26, 2026

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

October 26, 2026

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana Jakarta – Pemerintah…

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi Oleh: Dhita Karuniawati Pemerintah menempatkan Anggaran Pendapatan…

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas Oleh: Rangga Mahendra Program Makan Bergizi…

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.