• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Politik»Berikut Ungkapan Keras Demokrat, Soal Duet Anies – Cak Imin 

Berikut Ungkapan Keras Demokrat, Soal Duet Anies – Cak Imin 

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 1 September 2023

31 Agustus 2023 menjadi tanggal kehancuran bagi koalisi perubahan yang mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden. Hal ini dikarenakan terdapat dugaan pengkhianatan yang dilakukan oleh ketua koalisi tersebut, yakni partai Nasdem. Pengkhianatan ini dilakukan Nasdem kepada partai Demokrat. Hal ini dianggap sebagai pengkhianatan karena Nasdem bergerak secara diam-diam dan tidak memberikan informasi apapun soal pergerakan besar mengenai pengusungan cawapres dari Anies Baswedan. Demokrat yang mengetahui hal terebut sontak kaget sejadi-jadinya karena antara kedua partai tersebut sudah memegang komitmen yang serius dalam menjadikan ketum partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai calon wakil presiden yang akan menemani Anies Baswedan berjuang di pemilihan umum tahun 2024. Alih-alih menjadi wakil presiden Anies, AHY malah dikesampingkan dan tidak dijadikan wakil presiden dari Anies Baswedan. Anies Baswedan, Nasdem, Bersama partai PKB malah mennyetujui duet dari anies dan cak imin yang membuat rencana nya berubah 180 derajat.

Jubir partai demokrat, Herzaky Mahendra diwawancarai oleh Kompas mengenai tanggapannya terhadap apa yang terjadi di Jakarta, pada tanggal 31 Agustus 2023
“Menurut kami, ini sudah memasuki ranah politik yang tidak pantas dan tidak beretika. Karena Nasdem dan Anies dianggap sudah mengkhianati apa yang sudah menjadi kesepakatan diantara partai demokrat dan juga partai Nasdem. Kami tentunya kaget bukan kepalang karena pengukuhan cak imin sebagai cawapres Anies tidak kami ketahui sama sekali sebelumnya. Jadi, partai Nasdem bisa dibilang bergerak secara diam diam di belakang kami. Sungguh merupakan perilaku yang tidak pantas dan tidak professional.” Ujar juru bicara partai Demokrat, Herzaky Mahendra seperti yang dia katakana di kanal youtube Kompas. (31/08/2023)

Menanggapi hal ini, Demokrat meminta kejelasan kepada Anies Baswedan dan juga Partai Nasdem. Namun, hal ini belum dapat tercapai karena diketahui Anies Baswedan sedang berada di Surabaya. Setelah muncul berita bahwa adanya duet antara Anies dengan Cak Imin, Demokrat langsung bertanya kejelasan berita ini ke Partai Nasdem dan Nasdem membenarkan hal ini dengan ucapan yang katanya sangat enteng. Demokrat tentunya kesal karena pengkhianatan dan tindakan sepihak ini dari Nasdem.
“Tidak ada komunikasi atau kejelasan juga dari Mas Anies terhadap apa yang terjadi. Mas Anies juga dikabarkan belum sama sekali menghubungi Mas AHY perihal pengusungan cawapres ini. Kami anggap perbuatan dari Mas Anies ini tidak Gentle dan tidak berani. Padahal pada Januari 2023, Mas Anies sendiri yang mengajak Mas AHY untuk menjemput “jalan tuhan” dan “jalan takdir” dengan Mas Anies sebagai capres dan Mas AHY sebagai cawapres dan berjuang Bersama teman teman PKS. Kami juga sudah menandatangani perjanjian koalisi. Namun, rencana deklarasi tersebut gagal terus selama berbulan-bulan padahal sudah dalam tanda kutip fix nih, capres dan cawapres nya. Loh, ini Nasdem dengan PKB katanya baru sehari dua hari bertemu sudah langsung fix nama cawapresnya yakni ketua umum PKB itu sendiri, Pak Muhaimin. Lalu, mana komitmen tersebut? Sekarang kami minta komitmen tersebut dari Mas Anies. “ Ujar Jubir Demokrat tersebut.

Demokrat bersaksi bahwa selama ini, jika ada yang berubah atau apapun, Demokrat pasti mengkomunikasikan hal tersebut dengan partai-partai koalisi perubahan secara terang-terangan. Tentu Partai Demokrat bingung dan merasa tidak dihiraukan karena Nasdem bergerak di belakang mereka secara diam diam dan tidak ada sama sekali komunikasi atau penyampaian apapun. Bila koalisi perubahan dirasa sudah keluar jalur dan tidak bisa diajak Kerjasama lagi, sebaiknya dikomunikasikan lagi secara baik baik, bukannya malah diam diam membunuh dari belakang seperti ini. Demokrat menganggap bahwa Nasdem mencari jalan selamat sendiri dan sangat tidak beretika karena sudah melanggar apa yang sudah dikomitmenkan di awal pendirian koalisi partai perubahan tersebut.

Demokrat menambahkan pernyataannya mengenai kekecewaannya terhadap Anies Baswedan yang dirasa sudah keterlaluan.
“Saya setuju dengan apa yang tadi diakatakan oleh bung andi ari yang menyebut Nasdem dan Anies ini pengecut karena tidak berani mengkomunikasikan hal ini. Bagi kami, peristiwa ini menunjukkan karakter yang sebenarnya dari Mas Anies kalau dalam situasi yang tertekan, beliau akan memilih jalan yang paling pendek walaupun itu melanggar. Nah peristiwa ini menunjukkan ke kami apakah beliau merupakan seorang pemimpin yang pantas atau tidak. Mohon maaf, kami sangat kecewa karena beliau memiliki karakter yang tidak menghormati kesepakatan, tidak tetap kepada komitmen, dan tidak memiliki moral. Itulah hal yang membuat kami sangat sedih, harusnya seorang pemimpin apalagi masih calon pemimpin itu sampaikan apa adanya di depan, bukan yang main di belakang dan secara diam diam. Katanya akan sama sama memperjuangkan perubahan untuk rakyat Indonesia, berikhtiar Bersama, memiliki komitmen, ternyata salah besar dan semuanya tidak terealisasi. Mohon maaf kepada Mas Anies Baswedan karena kader partai Demokrat berpikir bahwa anda merupakan pemimpin yang menjunjung tinggi integritas dan beretika, ternyata hanya jago bersilat lidah, sangat mengecewakan.” Kata Herzaky Mahendra mewakili semua kader Partai Demokrat di seluruh Indonesia.

Kader partai Demokrat sudah setuju untuk pelan-pelan mencopot baliho yang menampilkan Anies Baswedan dan men take down semua postingan kami yang berkaitan dengan Anies Baswesdan. Demokrat juga sudah lepas tangan dan membiarkan Anies Baswedan untuk menghadapi sendiri akibat yang muncul, mulai dari serangan dan tekanan yang lain. Ketika ditanya tentang apa tindakan yang akan dilakukan oleh Demokrat selanjutnya, dengan berkomitmen tinggi, Partai Demokrat mennyebut bahwa mereka tidak akan keluar dari koalisi perubahan karena mereka sudah berkomitmen penuh di koalisi perubahan. Sungguh merupakan Tindakan yang dewasa dan professional ditunjukkan oleh partai Demokrat.

Partai Demokrat malah bersyukur hal ini dapat terjadi karena dapat mengetahui sifat asli dari calon pemimpin yang mereka usung.
“Alhamdulillah ya, ini merupakan cara Allah SWT memberitahu kami mana yang sebenarnya pantas untuk kita hormati dan jadikan pemimpin. Yang jelas, 2 hari kedepan akan diadakan rapat untuk membicarakan hal ini. Teman-teman kader dari seluruh Indonesia juga sudah menyatakan bahwa kami sudah dikhianati oleh pengkhianat yang tidak tahu diri, yang tidak beretika, dan tidak bermoral. Kami tidak fokus untuk pindah atau apa, kami fokus dulu untuk meredam amarah dari kader kader kami yang meluap karena hal ini. Kami ini orang yang tahu etika, kami tidak ingin langsung pindah ke capres lain namun kami untuk sekarang akan putus hubungan dulu dengan partai Nasdem.”

Terlihat jelas bahwa Partai Demokrat merupakan partai yang professional dari pernyataan-pernyataan tersebut. Nasdem nampaknnya sudah jatuh dan tertimpa tangga pula, pengkhianatan ini menjadi yang ke sekian kalinya Nasdem melakukan blunder yang fatal. Blunder yang satu ini adalah blunder terparah yang dilakukan oleh Nasdem. Dengan kehilangan dukungan dari Demokrat, Nasdem sudah benar benar tidak memiliki partai pendukung yang benar benar kuat dan dapat menyokong elektablitas Anies. Sebelumnya, elektabilitas Anies terlihat sudah menurun dan dengan adanya peristiwa ini, sudah tidak ada harapan bagi Anies untuk menang di Pemilihan Presiden tahun 2024. Massa akan lebih memilih capres lain seperti Ganjar Pranowo yang sekarang sedang naik daun dan sangat kuat. Demokrat hanya bisa mengucapkan selamat kepada Anies dan Cak Imin, selamat berjuang di pemilihan presiden 2024 dan selamat menahan tekanan dari berbagai pihak yang sangat berat.

Apresiasi Pelayanan Haji sebagai Buah Perbaikan Tata Kelola

May 27, 2026

Pelayanan Haji Indonesia Dinilai Semakin Profesional dan Responsif

May 27, 2026

Apresiasi Pelayanan Haji sebagai Buah Perbaikan Tata Kelola

By Kata IndonesiaMay 27, 20260

Apresiasi Pelayanan Haji sebagai Buah Perbaikan Tata Kelola Oleh : Ricky Rinaldi Penyelenggaraan ibadah haji…

Pelayanan Haji Indonesia Dinilai Semakin Profesional dan Responsif

By Kata IndonesiaMay 27, 20260

Pelayanan Haji Indonesia Dinilai Semakin Profesional dan Responsif Jakarta, – Pemerintah terus memperkuat kualitas penyelenggaraan…

Tata Kelola Haji 2026 Mendapat Pengakuan Berbagai Pihak

By Kata IndonesiaMay 27, 20260

Tata Kelola Haji 2026 Mendapat Pengakuan Berbagai Pihak Jakarta — Pemerintah terus memperkuat tata kelola…

MBG Papua Membangun Generasi Sehat dan Menggerakkan Ekonomi Lokal

By Kata IndonesiaMay 26, 20260

MBG Papua Membangun Generasi Sehat dan Menggerakkan Ekonomi Lokal Oleh: Markus Yarangg Program Makan Bergizi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.