• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Apresiasi Upaya Pemerintah Rangkul Pihak Swasta Kembangkan UMKM

Apresiasi Upaya Pemerintah Rangkul Pihak Swasta Kembangkan UMKM

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 2 February 2025

UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) telah lama menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Selain menyumbang 60 persen terhadap PDB nasional, sektor ini juga menyerap tenaga kerja di tanah air sebesar 96,92 persen.

Namun, tantangan besar bagi UMKM adalah bagaimana agar mereka bisa berkembang dan berdaya saing, terutama dalam menghadapi pasar global. Untuk itu, peran pemerintah bersama sektor swasta sangat penting dalam rangka membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI, Fajarini Puntodewi, mengungkapkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan ekspor produk-produk UMKM Indonesia ke pasar Korea Selatan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memfasilitasi pertemuan pengusaha dari kedua negara melalui berbagai forum bisnis dan penjajakan bisnis (business matching).

Forum semacam ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi pengusaha Indonesia untuk memperkenalkan produk mereka, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dan ekspansi pasar yang lebih luas.

Pertemuan pengusaha ASEAN-Korea Trade and Investment Facilities Mission to Indonesia juga akan mendukung berjalannya program-program prioritas Kemendag RI, salah satunya seperti perluasan pasar ekspor dan peningkatan UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor). Program seperti ini sangat penting karena membuka peluang bagi UMKM untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang melalui pengetahuan dan jaringan yang lebih luas di pasar internasional.
Kegiatan ASEAN-Korea Trade and Investment Facilities Mission to Indonesia terselenggara berkat kolaborasi ASEAN Korea Center (AKC) bersama Korean Importers Association (Koima), Kementerian Perdagangan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul, serta didukung Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan tujuan mengembangkan produk-produk UMKM Indonesia ke kancah global.
Puntodewi menjelaskan bahwa Korea Selatan merupakan salah satu mitra ekonomi terpenting Indonesia di Asia Timur. Pihaknya mencatat, hubungan perdagangan dan investasi Indonesia dengan Korea Selatan telah berkembang pesat selama bertahun-tahun. Pada Januari–November 2024, total perdagangan kedua negara mencapai USD18,37 Miliar. Perdagangan yang seimbang ini menunjukkan bagaimana Indonesia dan Korea Selatan tumbuh untuk mencapai kesejahteraan bersama.
Selain itu, Kemendag juga aktif memberikan pelatihan dan pembinaan kepada pelaku UMKM agar mereka lebih siap menghadapi tantangan dalam memasarkan produk mereka ke luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada upaya memperluas pasar, tetapi juga membekali UMKM dengan kemampuan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk bertahan dalam kompetisi global.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, yang diwakili oleh para pelaku usaha dan lembaga terkait. Atase Perdagangan Seoul, Eko Prilianto Sudradjat mengatakan bahwa tingginya angka komitmen perdagangan Indonesia dengan Korea Selatan dapat tercapai berkat kerja sama erat antara Kemendag RI dan fungsi ekonomi KBRI Seoul. Diplomasi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam sektor perdagangan ini memainkan peran vital dalam menciptakan iklim bisnis yang lebih kondusif.
Menurut Atase Perdagangan Seoul, Eko Prilianto Sudradjat, strategi diplomasi pertama adalah peningkatan pelaksanaan promosi yang melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan/pihak swasta. Kedua, pembukaan komunikasi dan pendampingan bagi pelaku usaha Indonesia yang berusaha menembus pasar Korea Selatan. Ketiga, kolaborasi dengan asosiasi pengusaha dalam penyelenggaraan kegiatan promosi. Keempat, dorongan terhadap kerja sama dengan instansi, badan usaha milik negara, dan pihak swasta untuk mendukung kegiatan promosi dan kurasi pelaku usaha yang bisa ekspor.
Strategi-strategi ini dijalankan untuk mendukung ekspor produk-produk Indonesia ke Korea Selatan dan membuka jalan bagi UMKM Indonesia yang ingin merambah pasar Korea Selatan. Tidak hanya itu, sektor swasta atau pemangku kepentingan Korea Selatan juga turut berperan dalam mendorong perkembangan UMKM. Mereka membantu membuka akses ke teknologi, jaringan distribusi, serta modal yang sangat dibutuhkan oleh pelaku UMKM agar bisa memproduksi barang berkualitas dan memenuhi standar pasar global.
Keberhasilan kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta ini menciptakan sinergi yang tak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan domestik, tetapi juga pada pengembangan potensi ekspor yang sangat besar.
Di sisi lain, dukungan terhadap UMKM tidak hanya datang dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah dan sektor swasta juga memiliki peran penting dalam memastikan pelaku UMKM bisa berkembang dengan optimal. Devi Valeriani, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bangka Belitung, mengatakan bahwa baik pemerintah maupun sektor swasta, baik pusat maupun daerah, saat ini harus fokus mengembangkan potensi UMKM agar bisa naik kelas dan menembus pasar ekspor.
Langkah-langkah yang dilakukan mencakup pemberian pelatihan terkait manajemen usaha, sertifikasi produk, dan peningkatan kualitas produk agar sesuai dengan standar internasional. Pemerintah daerah juga turut memberikan dukungan melalui penyediaan fasilitas yang memudahkan UMKM untuk mengakses pasar global. Program-program inkubator bisnis dan pusat pelatihan yang melibatkan pihak swasta menjadi salah satu upaya strategis untuk mempersiapkan UMKM agar dapat bersaing di pasar ekspor.
Lebih lanjut, sektor swasta juga berperan dalam menyediakan platform digital yang mempermudah UMKM dalam memasarkan produk mereka secara daring. Dengan memanfaatkan teknologi, UMKM bisa memperluas jangkauan pasar tanpa terbatas oleh ruang dan waktu. Inovasi semacam ini akan mempercepat transformasi digital bagi UMKM dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi mereka untuk tumbuh dan berkembang.
Upaya tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah serius dalam menjadikan UMKM sebagai kekuatan ekonomi yang tangguh dan berdaya saing global. Sebagai masyarakat, kita perlu memberikan apresiasi atas langkah-langkah pemerintah yang berfokus pada pemberdayaan UMKM ini. Selain itu, kita juga diharapkan untuk ikut serta mendukung upaya ini dengan membeli produk lokal dan mempromosikan produk-produk Indonesia ke pasar global. Dengan saling mendukung dan berkolaborasi, dapat terwujudnya UMKM Indonesia yang tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional.
)* Penulis merupakan Mahasiswa yang tinggal di Jakarta.

Danantara Buktikan Peran Besar dalam Mengelola Aset Negara

August 15, 2026

Danantara Tunjukkan Kinerja Positif sebagai Mesin Investasi Strategis Negara

August 15, 2026

Danantara Buktikan Peran Besar dalam Mengelola Aset Negara

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Danantara Buktikan Peran Besar dalam Mengelola Aset Negara Oleh : Antonius Utomo Kehadiran Badan Pengelola…

Danantara Tunjukkan Kinerja Positif sebagai Mesin Investasi Strategis Negara

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Danantara Tunjukkan Kinerja Positif sebagai Mesin Investasi Strategis Negara JAKARTA — Badan Pengelola Investasi Daya…

Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI Oleh : Rivka Mayangsari Menjelang peringatan Hari Ulang…

Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan Oleh : Garvin Reviano Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk meneguhkan kembali rasa cinta tanah air, persatuan, dan optimisme terhadap masa depan bangsa. Kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara, pengibaran Bendera Merah Putih, perlombaan, maupun berbagai kegiatan masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan. Karena itu, suasana perayaan perlu dijaga agar berlangsung aman, tertib, damai, dan penuh kegembiraan sehingga semangat kemerdekaan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Momentum kemerdekaan merupakan milik seluruh rakyat Indonesia. Kegembiraan yang hadir di tengah masyarakat menjadi cerminan kehidupan sosial yang harmonis sekaligus menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi bangsa. Berbagai kegiatan seperti kerja bakti, pemasangan bendera, perlombaan antarkampung, kegiatan kebudayaan, hingga aktivitas komunitas di ruang publik dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. Di tengah dinamika nasional yang berkembang, kegiatan tersebut juga penting untuk menjaga ruang sosial tetap positif dan tidak mudah dipengaruhi oleh narasi yang dapat menimbulkan keresahan. Pemerintah terus memberikan perhatian terhadap stabilitas keamanan menjelang peringatan kemerdekaan. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago mengatakan bahwa situasi dalam negeri hingga saat ini berada dalam kondisi terkendali. Penegasan tersebut disampaikan setelah rapat koordinasi bersama sejumlah pejabat terkait, termasuk Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala BIN. Menurut Djamari, perkembangan situasi nasional masih berada dalam kendali pemerintah dan aparat keamanan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dapat menjalankan aktivitas, termasuk mempersiapkan berbagai kegiatan peringatan HUT ke-81 RI, dengan tetap mengedepankan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Pernyataan Djamari sekaligus memberikan pesan bahwa stabilitas nasional merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Pemerintah terus melakukan koordinasi serta pemantauan terhadap berbagai perkembangan yang berpotensi memengaruhi keamanan nasional. Sementara itu, masyarakat dapat berkontribusi dengan menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing, menghindari tindakan provokatif, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Dengan kondisi keamanan yang terkendali, momentum kemerdekaan dapat dirayakan secara lebih nyaman dan positif. Pesan untuk menjaga kondusivitas juga disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Pihaknya mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu keamanan yang beredar menjelang HUT ke-81 RI. Sahroni mendorong masyarakat untuk memperkuat rasa memiliki terhadap bangsa dan menjaga kepentingan Republik Indonesia secara bersama-sama. Ajakan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang aman dan harmonis, terutama ketika ruang publik dan media sosial dipenuhi berbagai informasi mengenai perkembangan nasional. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.