Pemilihan umum presiden Indonesia sudah di depan mata, hanya satu bulan lagi hingga pagelaran politik terbesar se-Indonesia dilaksanakan. Tentunya rakyat Indonesia sangat menanti-nanti acara ini. Selain karena ingin melihat wajah baru kepemimpinan Indonesia, rakyat Indonesia juga sangat suka dengan euphoria hari demi hari menjelang pemilihan umum ini.
Sebab rakyat Indonesia dipertontonkan dengan kampanye kampanye yang unik setiap harinya yang tentunya berniat untuk mengambil simpati dan suara dari kalangan masyarakat tertentu. Hingga sekarang, banyak sekali tercatat langkah-langkah kampanye yang unik dan kreatif dari masing masing pasangan calon presiden dan wakil presiden tersebut.
Mulai dari Prabowo-Gibran, paslon nomor urut dua ini memfokuskan kampanye nya untuk dilakukan dalam dunia maya dengan menggandang ratusan bahkan ribuan influencer muda untuk berpartisipasi dalam mewujudkan kampanye di dunia maya tersebut. Di TikTok, Prabowo Subianto sempat booming karena joget ‘gemoy’ nya yang merebak ke seluruh penjuru Indonesia.
Prabowo-Gibran memang sangat memfokuskan kampanye di dunia maya, beberapa pengguna di beberapa platform dunia maya juga mengakui seringkali melihat Prabowo dan Gibran.
Bermodalkan joget ‘gemoy’ yang diperagakan secara langsung oleh Prabowo dapat memikat banyak anak muda yang sering menggunakan platform TikTok untuk membuat video-video dance. Walaupun disukai beberap kalangan anak muda, Sebagian anak muda lainnya yang mungkin berpikiran kritis menolak joget ‘gemoy’ ini sebagai sarana kampanye dari Prabowo-Gibran.
Mereka menganggap bahwa Indonesia butuh lebih dari sekedar jogetan saja dan malah kampanye tersebut dianggap merendahkan anak muda. Mereka beranggapan bahwa anak muda Indonesia itu tidaklah bodoh dan hanya suka joget-joget saja tanpa beraksi, anak muda butuh seorang capres yang nyata dalam kerja nya dan dapat menyejahterakan kaum muda di Indonesia.
Baliho kampanye Prabowo-Gibran juga banyak sekali menggunakan foto yang diciptakan oleh AI atau Artificial Intelligence dimana Prabowo beserta Gibran dibuat bentuk kartunnya dan dibuat lucu bentuk muka dan badannya. Hal ini ditujukan timses Prabowo-Gibran untuk lebih mengangkat stigma masyarakat dan melanjutkan kampanye ‘gemoy’ yang sebelumnya sudah mereka citrakan kepada Prabowo dan juga Gibran.
Sementara itu, Paslon nomor urut tiga yakni Ganjar Pranowo dan Mahfud MD juga turut menguasai media sosial dan memanfaatkannya sebagai ladang untuk berkampanye. Ganjar Pranowo dan Mahfud MD lebih condong ‘menguasai’ platform media sosial Instagram dan juga Twitter.
Hal ini dikarenakan Paslon tersebut, terutama Ganjar Pranowo seringkali memposting foto-foto kegiatan beliau sehari-hari dan seringkali membalaskan komentar-komentar netizen sambil bercanda ria bersama mereka di kolom komentar. Bahkan, Pak Ganjar Pranowo ini memiliki second account di Instagram, loh! Second account di Instagram adalah sebuah fenomena yang terjadi di kalangan anak muda untuk membuat sebuah akun baru yang mana akun tersebut lebih aktif untuk membagikan kegiatan sehari hari yang tak banyak ter-ekspos di first account mereka. Ganjar Pranowo juga ternyata memiliki second account yang memposting foto-foto beliau serta meme-meme yang membuat pendukungnya tertawa terbahak-bahak. Hal inilah yang menunjukkan bahwa Ganjar merupakan seseorang yang merakyat dengan dapat turun secara langsung bercanda dan bergurau bersama kaula muda di platform media sosial.
Pada platform media sosial Twitter, beliau juga tidak kalah dalam segi ketenarannya. Sebab belakangan ini, banyak pengguna media sosial Twitter yang mengaku terhibur dengan tweet-tweet yang terdapat di laman twitter Ganjar Pranowo. Ganjar merupakan satu satunya calon presiden yang paling sering berinteraksi dan mengerti meme-meme yang tersebar di internet dan dapat bercanda bersama para kaula muda di platform media sosial manapun. Sementara Mahfud MD lebih kepada arah serius dan jarang sekali terlihat bercanda dengan pengguna platform media sosial. Namun, ternyata keseriusan Mahfud MD inilah yang justru disukai oleh para kaula muda sebab paslon nomor urut 3 ini adalah satu satunya paslon yang ‘balance’ antara capres dan cawapresnya, sama sama dapat diajak serius dan kerja nyata dan juga sama sama dapat diajak bercanda. Sejauh ini, platform media sosial Instagram adalah yang paling dikuasai oleh pasangan calon nomor urut 3 tersebut.
Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, paslon nomor urut 1, juga turut memeriahkan kampanye mereka lewat media sosial. Paslon nomor urut 1 ini banyak meng-upload video-video ke Youtube. Acara ‘Desak Anies’ menarik perhatian banyak kaula muda karena acara tersebut merupakan sebuah debat kecil-kecilan yang bebas untuk didatangi oleh seluruh kalangan dan lapisan masyarakat. Acara tersebut selanjutnya direkam dan rekamannya itu di-upload ke platform YouTube yang menarik jutaan views per videonya. Banyak kaula muda yang suka dengan konsep acaranya dimana mereka bisa secara langsung berdialog dengan calon presiden nomor urut 1 tersebut.
Pada platform media sosial Twitter, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar juga viral dan booming karena mereka mendapatkan dukungan dari para k-popers. Pembuatan akun @aniesbubble di Twitter yang fokusnya adalah membahas life update dari Anies baswedan dengan menggunakan bahasa Korea ini menarik perhatian berbagai kalangan pengguna Twitter karena jarang sekali mereka melihat Kpopers terlibat jauh dalam dunia politik. Adanya akun tersebut membuat Anies Baswedan menjadi perbincangan di kalangan kpopers karena sebelumnya belum ada Gerakan meng-korea-kan orang Indonesia apalagi calon presiden seperti apa yang terjadi sekarang.
Sejauh ini, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden masing-masing menguasai platform media sosial tertentu. Seperti Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang menguasai platform Twitter, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming yang menguasai platform TikTok, hingga Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang menguasai platform Instagram. Dalam masing masing platform media sosial, mereka berkampanye secara unik dan kreatif semata-mata demi menggaet suara kaula muda yang memang sebagian besar kehidupannya dihabiskan di dalam dunia maya.