• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Khazanah»Akbaryadi Al- Gontory Alumni Gontor Launching Lagu 100 Tahun Gontor, Judul “Seratus Tahun Cahaya”

Akbaryadi Al- Gontory Alumni Gontor Launching Lagu 100 Tahun Gontor, Judul “Seratus Tahun Cahaya”

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 26 March 2025

Dalam rangka memperingati 100 Tahun berdirinya Pondok Modern Gontor, alumni Gontor angkatan 2001 Akbaryadi Al-Gontory dengan bangga mempersembahkan lagu barunya yang berjudul “Seratus Tahun Cahaya”.

Lagu ini tidak hanya menjadi simbol kebanggaan alumni, tetapi juga menggugah semangat dan tekad para santri untuk terus melanjutkan warisan pendidikan dan nilai-nilai Islam yang telah ditanamkan oleh pendiri Gontor.

“Dengan penuh rasa syukur dan cinta yang mendalam, kami mempersembahkan sebuah karya istimewa sebagai ungkapan rindu dan hormat untuk 100 tahun perjalanan Pondok Modern Darussalam Gontor,” jelas Akbaryadi Al- Gontory seusai launching Lagunya di Tanggerang, selasa 25 Maret 2025.

Sebuah lantunan yang lahir dari hati, menggambarkan kerinduan tak berbatas kepada almamater tercinta—tempat kami tumbuh, belajar, dan menemukan jati diri. Semoga karya ini menjadi pengobat rindu, penguat tali ukhuwah, dan pengingat akan nilai-nilai luhur yang terus mengalir dari Gontor untuk dunia.

“Melalui lagu ini, saya ingin mengingatkan kita semua akan pentingnya nilai-nilai yang diajarkan di Gontor, seperti keikhlasan, kerja keras, dan cinta ilmu. Semoga lagu ini dapat menginspirasi generasi mendatang untuk terus berkarya dan berkontribusi positif bagi umat,” ujar Akbaryadi Al- Gontory.

Terima kasih kami haturkan kepada segenap keluarga besar Gontor, Trimurti, IKPM, DAMS Gontor, Diminis Music Project, ADA Media, DefJones Production, dan seluruh alumni di seluruh penjuru dunia. Kebersamaan ini adalah anugerah yang tak ternilai.

Persembahan spesial ini dibawakan oleh:

🎙 Vokal: Muhammad Akbaryadi (Alumni Gontor 2001)

🎼 MD / Arr / Comp: Anto Kakang (Alumni Gontor 2002)

🎧 Studio Recording: Diminis Music Project

🎚 Mixing & Mastering: DefJones Production & Hilman Aljaidi

📽 Video Production: Artoclassic

📹 Producer: ADA Media

 

Mari kita resapi setiap bait dan nadanya, semoga menyentuh hati dan menyalakan kembali semangat kebersamaan.

Saksikan videonya di YouTube dan jangan lupa LIKE, COMMENT, dan SHARE agar semangat ini tersebar luas, menembus batas ruang dan waktu.

Salam hangat,

ALGONTORY – Alumni Gontor Reuni

Berikut Link Videoclip

Lagu “Seratus Tahun Cahaya”

 

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

July 21, 2026

Taklimat Presiden Tegaskan Optimisme Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia

July 21, 2026

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

By Kata IndonesiaJuly 21, 20260

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden  Oleh: Fajar Dwi Santoso Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing. Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi. Presiden juga menilai berbagai kritik terhadap MBG perlu dilihat secara proporsional. Alih-alih hanya memperdebatkan besaran anggaran, perhatian publik seharusnya diarahkan pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Dalam pandangannya, indikator keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka makroekonomi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga stabilitas harga pangan, memastikan pupuk tersedia bagi petani dengan harga terjangkau, serta menjamin anak-anak memperoleh makanan bergizi di sekolah. Penegasan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dan pembangunan manusia merupakan dua agenda yang berjalan beriringan. Pendekatan tersebut sejalan dengan berbagai kajian internasional yang menempatkan investasi pada gizi anak sebagai salah satu instrumen paling efektif untuk meningkatkan produktivitas nasional dalam jangka panjang. Anak yang memperoleh gizi memadai sejak dini memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat, memiliki kemampuan belajar yang baik, serta menjadi tenaga kerja produktif pada masa depan. Karena itu, keberlanjutan MBG memiliki dimensi strategis yang jauh melampaui pemberian makanan semata. Pandangan serupa juga pernah disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang. Ia menjelaskan bahwa fokus pemerintah tidak hanya memperluas jangkauan penerima manfaat, tetapi juga memastikan kualitas layanan, keamanan pangan, dan tata kelola program terus diperbaiki agar manfaat MBG benar-benar dirasakan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program bergantung pada pengawasan yang baik, keterlibatan pemerintah daerah, serta sinergi dengan pelaku usaha lokal sehingga manfaat ekonomi turut mengalir ke daerah. Di sisi lain, Presiden juga memberikan penekanan kuat terhadap reformasi birokrasi sebagai prasyarat percepatan pembangunan. Ia mengakui Indonesia telah berada pada jalur pembangunan yang benar, namun efektivitas pemerintahan masih perlu terus ditingkatkan. Salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah banyaknya regulasi yang tumpang tindih dan prosedur birokrasi yang belum sepenuhnya efisien. Karena itu, pemerintah memilih mempercepat transformasi digital melalui pengembangan GovTech serta implementasi Single National Identity Card. Gagasan ini menjadi langkah penting untuk menyederhanakan pelayanan publik yang selama ini tersebar di berbagai kementerian dan lembaga. Dengan identitas digital nasional yang terintegrasi, masyarakat diharapkan tidak lagi menghadapi proses administrasi yang berulang, sementara pemerintah dapat meningkatkan akurasi data serta efektivitas penyaluran berbagai program.…

Taklimat Presiden Tegaskan Optimisme Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia

By Kata IndonesiaJuly 21, 20260

Taklimat Presiden Tegaskan Optimisme Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia Oleh: Shafiq Tauqy Optimisme Indonesia menjadi…

Percepatan Infrastruktur dan Ekonomi Desa Jadi Fokus Taklimat Presiden

By Kata IndonesiaJuly 21, 20260

Percepatan Infrastruktur dan Ekonomi Desa Jadi Fokus Taklimat Presiden Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk…

Taklimat Presiden Soroti Penguatan Infrastruktur, Pangan, dan Efisiensi BUMN

By Kata IndonesiaJuly 21, 20260

Taklimat Presiden Soroti Penguatan Infrastruktur, Pangan, dan Efisiensi BUMN Presiden Prabowo Subianto menyoroti percepatan pembangunan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.