Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggelar doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, saat melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau, sejak Senin (7/9).
Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo mengatakan doa bersama tersebut menjadi bentuk dukungan moral bagi para jurnalis yang masih dalam proses pencarian serta keluarga yang menunggu kepastian kondisi mereka.
“Malam ini doa bersama dari Pewarta Foto Indonesia untuk kawan-kawan kami yang meliput di Gunung Anak Krakatau. Harapannya, semoga kawan-kawan kami selamat, sehat, dan kembali ke keluarga,” kata Dwi Pambudo dalam kegiatan doa bersama yang diselenggarakan di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat.
Dido, sapaan Dwi Pambudo mengatakan, kegiatan tersebut dihadiri sejumlah perwakilan keluarga serta insan pers dari berbagai media massa.
Dido, sapaan Dwi Pambudo mengatakan, kegiatan tersebut dihadiri sejumlah perwakilan keluarga serta insan pers dari berbagai media massa.
PFI juga terus melakukan pendampingan kepada keluarga melalui perwakilan dan perusahaan media masing-masing.
Ia mengajak seluruh insan pers dan masyarakat untuk memberikan dukungan moral serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait proses pencarian.
“Kami mengharapkan bantuan dari semua insan pers. Mohon nilai-nilai kemanusiaan kita kedepankan dan hindari membahas hal-hal yang tidak penting. Kami membutuhkan doa, dukungan moral, dan optimisme,” ujarnya.
Dido juga menyampaikan apresiasi kepada tim gabungan Basarnas, Polri, TNI, serta pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang terlibat dalam proses pencarian.
Menurut dia, proses pencarian tersebut diharapkan dapat memberikan titik terang sekaligus menjadi pembelajaran untuk memperkuat edukasi dan mitigasi kebencanaan, termasuk bagi jurnalis yang bertugas di wilayah berisiko.