Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW) secara resmi memastikan bahwa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akan hadir langsung pada acara puncak peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2026 mendatang.
HNW menyampaikan bahwa kehadiran Presiden Prabowo bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk pengakuan dan penghormatan tinggi negara terhadap kontribusi institusi pendidikan Islam dalam sejarah dan masa depan Indonesia. Momentum seabad Gontor ini, menurut HNW, menjadi bukti nyata betapa pesantren telah menjadi pilar kokoh dalam mencerdaskan bangsa.
“Kehadiran Presiden di puncak peringatan 100 tahun Gontor nanti adalah penegasan atas perhatian negara terhadap eksistensi lembaga pendidikan Islam. Ini menjadi pesan kuat bahwa santri dan pesantren adalah bagian tak terpisahkan dari kepemimpinan nasional,” kata HNW dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, HNW menyampaikan bahwa pemerintah memiliki atensi terhadap Gontor tidak hanya terkait kehadiran Prabowo, namun juga dari keikutsertaan dalam proses pelaksanaan Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 5–6 September 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta.
HNW menilai forum ini merupakan langkah strategis untuk membawa institusi pendidikan Islam Indonesia ke kancah dunia. Ia menekankan pentingnya sinergi antarlembaga pendidikan, baik di level domestik maupun internasional, guna melahirkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing global.
“GIHES adalah wadah yang sangat strategis untuk memadukan berbagai potensi. Kualitas lulusan pesantren kita sudah teruji oleh zaman. Alumni pondok pesantren kini telah banyak berkiprah dan sukses menjadi tokoh-tokoh penting di berbagai bidang, baik nasional maupun internasional,” lanjutnya.
Dirinya juga mengapresiasi langkah pemerintah yang terus memberikan dukungan nyata
melalui berbagai program afirmasi, termasuk beasiswa khusus bagi santri. Ia berharap kolaborasi yang terjalin dalam GIHES dapat mempercepat transformasi pendidikan Islam sebagai pusat peradaban dunia.
“Semoga ini bukan menjadi yang terakhir, namun menjadi langkah pertama dan terus berkelanjutan di masa depan,” harapnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua GIHES, KH. Anang Rikza Masyhadi, menyambut baik kabar kehadiran Presiden dan arahan dari Ketua MPR RI Bapak Ahmad Muzani.
“Kami sangat bersyukur bahwa Bapak Ketua MPRI RI Ahmad Muzani akan membuka acara GIHES pada 5-6 September. GIHES ini hadir sebagai ikhtiar untuk mengonsolidasikan kekuatan pendidikan Islam. Fokus kami adalah bagaimana nilai-nilai pesantren dan kualitas pendidikan tinggi Islam bisa memberikan kontribusi lebih besar bagi perdamaian dan kemajuan peradaban global,” pungkas Anang Rikza.