• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Menakar Abad Kedua NU: Sangu Dari Gus Badawi untuk Muktamar dan Penggawa Munas-Konbes 2026

Menakar Abad Kedua NU: Sangu Dari Gus Badawi untuk Muktamar dan Penggawa Munas-Konbes 2026

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 25 May 2026

Menjelang perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan pada 20-21 Juni 2026, dinamika di tubuh PBNU kian hangat. Forum tertinggi kedua setelah Muktamar ini diproyeksikan menjadi batu pijakan krusial menuju Muktamar Ke-35. Untuk membedah arah gerak NU di abad keduanya, KataIndonesia.com berkesempatan sowan dan mewawancarai KH Ahmad Badawi Basyir (Gus Badawi), Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Bareng Jekulo, Kudus. Beliau adalah putra dari ulama kharismatik legendaris, KH Ahmad Basyir (Mbah Basyir), sang mu’jiz Dalailul Khairat. Berikut petikan wawancara mendalam bersama Gus Badawi yang sarat akan “sangu” (bekal) spiritual dan konseptual bagi para pemilik suara di Munas-Konbes mendatang.

KataIndonesia.com (KI): Assalamu’alaikum, Gus. Alhamdulillah bisa sowan. Gus, PBNU baru saja mengetok palu bahwa Munas dan Konbes NU akan digelar pada 20-21 Juni 2026, dan disepakati bertempat di Pesantren. Ada usulan kuat di Pesantren Ploso dan pembukaan di Bangkalan. Bagaimana Gus Badawi melihat simbolisme “kembalinya” NU ke pesantren di awal abad kedua ini?

Gus Badawi: Wa’alaikumussalam warahmatullah. Alhamdulillah, Mas. Gini lho, keputusan rapat balik ke pesantren itu ya wajib disyukuri. Lha wong NU itu lahirnya di pondok, gedenya juga diurusin kiai-kiai pondok. Ya masa pas udah gede dan mekar, rapatnya mau di hotel mewah melulu? Hehe.

Lagipula belakangan ini kan pesantren lagi sering digebuki isu miring, didegradasi citranya. Nah, langkah PBNU ini ibarat ngasih vitamin, ikhtiar penting buat ngembaliin trust (kepercayaan) umat. Warga NU itu ibarat ikan, pesantren itu airnya. Dipisah ya megap-megap. Di bawah itu, jamaah kita geraknya masyaallah rukun lho. Majelis taklim jalan, urusan ngurusin kaum mustad’afin (orang kecil) jalan terus. Napasnya seger. Jadi kalau elitnya balik rapat di pesantren, ya ibarat nyambungin kabel yang sempet kendor. Biar elit struktural itu ngerasain lagi napas kultural jamaah, nggak sumpek urusan politik Jakarta terus.

KI: Namun di sisi lain, dalam Rapat Pleno PBNU kemarin, terungkap bahwa agenda utama Konbes kali ini adalah mengebut aturan-aturan perkumpulan. Mulai dari Tata Kelola Keuangan, regulasi Badan Usaha Milik NU, hingga sistem digitalisasi surat-menyurat yang disebut “Tata Kelola Digdaya”. Bagaimana Gus Badawi menyoroti transformasi struktural yang serba digital dan administratif ini?

Gus Badawi: Nah, ini dia! Ini yang mau saya sentil. Modernisasi, digitalisasi, pakai nama “Tata Kelola Digdaya” itu bagus banget. Namanya gagah, Digdaya. Tapi, pesen saya buat panitia dan pengurus besok: jangan sampai aturan-aturan baru ini malah bikin NU kayak birokrasi kelurahan yang kaku!

NU ini kan aslinya ormas guede yang lincah dan luwes. Lha kok kadang aturan AD/ART barunya malah bikin ruwet orang di bawah. Jangan sampai pengurus PCNU atau MWCNU di daerah itu energinya habis cuma buat ngurusin Digdaya-Digdayaan urusan administrasi kertas, tapi jamaah yang nangis kelaparan malah nggak keurus. Struktur itu khadimul ummah (pelayannya umat), bukan mandor yang hobinya ngeluarin aturan buat pamer kekuasaan. Aturan itu harusnya nggampangke (memudahkan), bukan malah mbelenggu kultur yang udah jalan.

KI: Terkait materi Konbes, Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni sempat menyebutkan adanya urgensi menginventarisasi persoalan anggaran rumah tangga (ART) dan amandemen karena dalam praktiknya belum sepenuhnya sinkron. Ini adalah kesempatan terakhir sebelum Muktamar Ke-35. Apa catatan khusus dari Gus?

Gus Badawi: Ini sangu penting yang kedua, Mas. Mumpung ini Konbes terakhir sebelum Muktamar, saya ingetin aja: NU ke depan itu urusannya bukan cuma mbelani tahlilan sama ziarah kubur dari tuduhan bid’ah. Itu mah urusan udah khatam! Sekarang ini urusannya berlapis, mulai urusan isi perut (dharuri), sampai urusan kepatutan (istihsani).

Dunia ini muternya lagi kenceng. Geopolitik global, ekonomi megap-megap, hukum yang kadang tajam ke bawah tumpul ke atas, itu semua berimbas langsung ke piringnya orang desa. Makanya, amandemen ART besok itu otaknya harus visioner. Jangan ngutak-atik pasal cuma buat ngamanin posisi atau kelompok aja. Bikin aturan yang bikin NU trengginas (gesit) ngerespons masalah rakyat. Kalau aturannya dibikin kaku cuma buat ngekang sana-sini, ya NU bakal ketinggalan sepur. Aturan itu dibuat untuk kemaslahatan, bukan buat bikin jebakan betmen antar pengurus.

KI: Gus, satu hal yang sering luput dari perhatian adalah soal SDM. NU terkenal punya jutaan kader pasca-pelatihan berjenjang. Namun dalam poin pemikiran Gus Badawi, ada istilah “penumpukan kader yang tidak terdistribusi secara apik”. Bagaimana mengaitkan problem ini dengan laporan pengelolaan keuangan dan aset yang dipersiapkan di Munas-Konbes nanti?

Gus Badawi: Halah, ini mah penyakit lama kita. NU sama banom-banomnya itu pinter banget kalau suruh nyetak kader. Pelatihan ini, pelatihan itu, masif! Wah, kader kita itu numpuk undung (menggunung). Yang doktor banyak, jago IT bertebaran, ekonom pinter-pinter ada. Tapi habis dikader, terus ngopo? Dibiarkan ngopi!

Akhirnya apa? Kader numpuk nggak karuan, nggak terdistribusi dengan bener. Potensi sebesar itu mandek. Lha katanya mau pamer laporan keuangan dan punya sistem “Digdaya”? Ya mbok akal-akalan digital itu dipake juga buat bikin database kader yang bener, disalurkan sesuai keahliannya. Jangan sistem digital cuma dipakai buat ngurus surat keluar-masuk, masa organisasi segede gini kebanggaannya cuma urusan surat menyurat? Duit organisasi itu pakai buat buka ruang ekonomi dan pengabdian. Sayang lho, kita punya anak-anak pinter, giliran nggak kita openi (rawat), nanti kalau dimanfaatkan pihak lain, kita yang uring-uringan sendiri.

KI: Terakhir Gus, apa pesan pamungkas atau “sangu” spiritual terbesar dari Pesantren Jekulo untuk para kiai dan fungsionaris NU yang akan bersidang pada 20-21 Juni 2026 nanti?

Gus Badawi: Pesen saya ndak usah panjang-panjang. Niru mbah-mbah kita dulu aja, niru para muassis, niru Mbah Basyir. Beliau-beliau itu ngurus NU pakai hati, pakai spirit riayah (ngemong umat). Bukan pakai syahwat siyasah (politik) apalagi politik jegal-jegalan di dalem.

Munas-Konbes ini kan batu loncatan ke Muktamar. Jadikan ajang ini buat tobat struktural lah, perbaiki yang kurang-kurang. Sangu saya cuma ini: Tolong dijaga betul ruh Aswaja ini biar tetep nancep dan seger di akar rumput. Tapi di saat yang sama, struktur kepengurusan NU di atas harus berani gesit ngadepin zaman. Jangan di atas pada ribut urusan pasal dan kursi, sementara jamaah di bawah kebingungan cari beras. Selamat bersidang saja, sing rukun, moga-moga husnul khatimah untuk periode kepengurusan ini.

KI: Matur nuwun sanget atas wejangan dan sangunya yang luar biasa ini, Gus. Sehat selalu. Wassalamu’alaikum warahmatullah.

Gus Badawi: Sami-sami, Mas. Maturnuwun. Wa’alaikumussalam warahmatullah.

PP TUNAS dan Komitmen Menekan Risiko Digital pada Anak

May 25, 2026

PP TUNAS Hadir untuk Cegah Paparan Konten Berbahaya bagi Anak

May 25, 2026

PP TUNAS dan Komitmen Menekan Risiko Digital pada Anak

By Kata IndonesiaMay 25, 20260

PP TUNAS dan Komitmen Menekan Risiko Digital pada Anak Oleh : Arfan Heriyanto Perkembangan teknologi…

PP TUNAS Hadir untuk Cegah Paparan Konten Berbahaya bagi Anak

By Kata IndonesiaMay 25, 20260

PP TUNAS Hadir untuk Cegah Paparan Konten Berbahaya bagi Anak JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat…

Implementasi PP TUNAS Diperkuat melalui Pengawasan dan Verifikasi Usia

By Kata IndonesiaMay 25, 20260

Implementasi PP TUNAS Diperkuat melalui Pengawasan dan Verifikasi Usia Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital,…

Menakar Abad Kedua NU: Sangu Dari Gus Badawi untuk Muktamar dan Penggawa Munas-Konbes 2026

By Kata IndonesiaMay 25, 20260

Menjelang perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.