• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Ada Kejutan dari Insan Perbukuan Jakarta, untuk Menghilangkan Indonesia Gelap Literasi

Ada Kejutan dari Insan Perbukuan Jakarta, untuk Menghilangkan Indonesia Gelap Literasi

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 8 March 2025

Penerbit Rene Turos Group menggelar acara tahunan “Buka Bersama Insan Perbukuan Jakarta” pada Jumat (7/3/2025) di Kawasan Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Bertema “Indonesia Gelap Literasi: Meneroka Dunia Perbukuan 2025”. Acara ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus diskusi bagi pelaku dan ekosistem industri buku di Jakarta, mulai dari penulis, penerjemah, penerbit, reseller, afiliator, distributor, percetakan, komunitas, media, hingga pembaca dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kami sangat senang acara Bukber Insan Perbukuan Jakarta ini terlaksana dengan baik. Silaturrahim dan penguatan ekosistem literasi seperti ini sangatlah kita butuhkan,” ujar CEO Reneturos Group, Luqman Hakim Arifin, mengawali sambutannya.

Hadir sebagai pembicara, Arys Hilman Nugraha, Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), yang memaparkan tantang dunia perbukuan di tengah rendahnya literasi masyarakat dan kebijakan pemerintah yang dinilai kurang mendukung.

Dalam sambutannya, CEO Rene Turos Group, Luqman Hakim Arifin, menekankan pentingnya dunia penerbit buku untuk tetap beradaptasi dan bertahan di tengah tantangan zaman. Ia memperkenalkan konsep “3K: Komitmen, Konsistensi, dan Kredibilitas” sebagai strategi utama agar penerbitan tetap bersinar di tahun 2025.

“Dengann memiliki 3 prinsip itu. Komitmen terhadap kualitas dan proses. Konsisten menerbitkan buku secara reguler, dan kredibel menjaga nama baik, insyaAllah masa depan penerbit buku di Indonesia akan tetap cerah,” ujarnya.

Sementara itu, Arys Hilman Nugraha menyoroti tantangan besar yang dihadapi industri perbukuan, mulai dari kebijakan pemerintah hingga penurunan tingkat literasi baca. Ia menyinggung pemetaan kementerian saat ini yang kurang terarah dalam mendukung industri buku.

“Awalnya saya optimis dengan spirit pemerintahan baru ini dibanding sepuluh tahun sebelumnya, tapi setelah melihat pemetaan kementerian yang menaungi perbukuan, sepertinya akan sama saja,” terang mantan direktur Republika Penerbit ini.

Arys juga banyak menyoroti rancangan Undang-Undang (RUU) Perbukuan yang sedang digodok oleh DPR, menurutnya RUU Perbukuan itu lebih banyak mengatur buku pendidikan dan mengabaikan sisi pengembangan literasi di masyarakat.

“Ada puluhan kata kunci buku pelajaran dan hanya satu kata buku umum di dalamnya,” ujarnya.

Arys juga menyoroti hasil studi OECD PISA, yang menunjukkan bahwa tingkat literasi baca di Indonesia mengalami penurunan drastis dalam sepuluh tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa akses terhadap bahan bacaan yang layak masih menjadi tantangan besar saat ini.

“Yang sebenarnya kita butuhkan itu RUU Literasi bukan sekadar RUU Perbukuan. Fokuslah pada peningkatan budaya literasi masyarakat, bukan sekadar industri perbukuan pelajaran,” tandasnya.

Meski begitu, Arys tetap yakin dan optimis. “Di tengah gelapnya dunia perbukuan, saya sayakin akan terus ada penerbit yang akan bersinar,” tutupnya.

Acara “Buka Bersama Insan Perbukuan Jakarta 2025” ini menjadi refleksi bagi industri perbukuan dalam menghadapi tantangan di tahun 2025. Diskusi ini menegaskan perlunya strategi adaptif bagi penerbit agar tetap bertahan di tengah disrupsi pasca pandemi, sekaligus menyoroti pentingnya dukungan ekosistem perbukuan untuk meningkatkan literasi baca.

 

 

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

June 22, 2026

Mitigasi Kemarau yang Terencana Menjaga Ketahanan Pangan Nasional

June 22, 2026

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

By Kata IndonesiaJune 22, 20260

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau Oleh: Rendra Fathian Pemerintah terus memperkuat…

Mitigasi Kemarau yang Terencana Menjaga Ketahanan Pangan Nasional

By Kata IndonesiaJune 22, 20260

Mitigasi Kemarau yang Terencana Menjaga Ketahanan Pangan Nasional Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah antisipasi…

Penguatan Infrastruktur Air Menjadi Kunci Keberhasilan Menghadapi Kemarau 2026

By Kata IndonesiaJune 22, 20260

Penguatan Infrastruktur Air Menjadi Kunci Keberhasilan Menghadapi Kemarau 2026 Jakarta – Penguatan infrastruktur air dan…

Pemerintah Jamin Keberlanjutan Fiskal dengan Pengelolaan Utang yang Aman

By Kata IndonesiaJune 22, 20260

Pemerintah Jamin Keberlanjutan Fiskal dengan Pengelolaan Utang yang Aman Oleh: Andika Saputra Pemerintah dinilai berhasil…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.