• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pemerintah Dorong Pemerataan Ekonomi Melalui Penguatan Ekonomi Daerah

Pemerintah Dorong Pemerataan Ekonomi Melalui Penguatan Ekonomi Daerah

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 3 February 2025

Pemerataan ekonomi di seluruh pelosok negeri menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menciptakan Indonesia yang lebih adil dan berkeadilan. Dengan potensi yang luar biasa besar dari Sabang hingga Merauke, pemerataan ekonomi bukan hanya menjadi cita-cita, tetapi juga sebuah kebutuhan mendesak untuk memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal.

Pemerintah menyadari bahwa ketimpangan ekonomi antarwilayah dapat menjadi penghambat utama dalam pembangunan nasional. Oleh karena itu, penguatan ekonomi daerah kini menjadi strategi utama untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif.

Desa, sebagai wilayah pemukiman di Indonesia, diharapkan dapat bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan. Namun, untuk mewujudkan hal ini, kolaborasi multipihak antara masyarakat, perguruan tinggi, sektor swasta, dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan.
Tidak hanya itu, pemerintah juga menggencarkan berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan, peningkatan kapasitas, hingga digitalisasi layanan desa. Di sisi lain, perguruan tinggi turut mengambil peran strategis dengan mendorong riset dan inovasi untuk menciptakan model pembangunan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah.
Sementara itu, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga tidak luput dari perhatian. Melalui dukungan permodalan, pelatihan, dan pendampingan, sektor ini diharapkan mampu menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan. Dengan langkah kolaboratif yang melibatkan semua pihak, pemerintah optimis dapat mempersempit jurang ketimpangan ekonomi dan menciptakan Indonesia yang lebih sejahtera, dari desa hingga kota, dari wilayah barat hingga timur. Inilah saatnya semua elemen bangsa bersatu untuk mewujudkan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Haris, menegaskan bahwa lebih dari setengah populasi ekonomi kurang mampu di Indonesia tinggal di desa. Fakta ini menjadi panggilan mendesak untuk memastikan bahwa desa tidak lagi menjadi wilayah tertinggal, tetapi justru menjadi motor penggerak pembangunan nasional.
Abdul Haris menyampaikan pentingnya pendidikan, pelatihan keterampilan, dan inovasi untuk memberdayakan masyarakat desa. Pendekatan holistik, termasuk digitalisasi layanan desa dan peningkatan kapasitas masyarakat, menjadi rekomendasi penting untuk mendukung transformasi tersebut
Di sisi lain, perguruan tinggi seperti Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Kepulauan Riau memiliki peran strategis dalam mendukung visi ini. Rektor UMRAH, Profesor Agung Dhamar Syakti, menekankan pentingnya riset dan inovasi sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam pemberdayaan desa.
Konsep desa binaan yang dikembangkan oleh UMRAH mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan untuk menciptakan model pembangunan berkelanjutan. Hal ini mencerminkan bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar tempat belajar, melainkan juga agen perubahan yang mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, di Bali, upaya pemerataan ekonomi juga menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Dengan visi transformasi ekonomi yang dirancang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018, pemerintah Bali berusaha membangun pusat-pusat ekonomi baru di luar wilayah selatan. Infrastruktur seperti pelabuhan di Nusa Penida dan jalan pintas menuju Singaraja diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah utara Bali.
Kepala Bappeda Provinsi Bali, I Wayan Wiasthana Ika Putra, mengakui bahwa pembangunan infrastruktur di Bali belum sepenuhnya optimal dalam mendukung pemerataan ekonomi. Meskipun demikian, upaya terus dilakukan untuk mengurangi kesenjangan antara wilayah selatan dan utara.
Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, mengatakan pemerintah juga menargetkan penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah juga berencana untuk menciptakan 10 talenta pengusaha terbaik yang akan “naik kelas” dalam waktu dekat.
Upaya ini bertujuan mempercepat transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045. Pelatihan, akses permodalan, serta keterlibatan lembaga seperti PT Permodalan Nasional Madani  (PNM) diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan bagi pelaku UMKM untuk berkembang dan bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menegaskan bahwa penguatan ekonomi kerakyatan adalah kunci dalam menciptakan kesejahteraan yang merata. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan berbagai program strategis menjadi pijakan untuk memastikan UMKM mampu memberikan kontribusi besar dalam pembangunan ekonomi.
Dalam kunjungan ke Medan, Helvi juga meninjau berbagai produk unggulan yang memiliki potensi besar untuk mendominasi pasar internasional. Ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga turun langsung mendukung ekosistem UMKM yang lebih kuat dan berdaya saing.
Upaya pemerintah dalam mendorong pemerataan ekonomi melalui penguatan ekonomi daerah adalah langkah yang sangat penting untuk menciptakan Indonesia yang lebih sejahtera dan berkeadilan. Tidak dapat dipungkiri, desa dan daerah-daerah yang sebelumnya terpinggirkan memiliki potensi luar biasa yang belum sepenuhnya digali.
Dengan adanya perhatian dan kolaborasi multipihak, transformasi ekonomi yang merata di seluruh wilayah Indonesia bukan lagi sebuah impian, melainkan kenyataan yang bisa dicapai. Tentu saja, ini bukanlah tugas yang mudah. Dibutuhkan komitmen bersama, dari pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, hingga sektor swasta, untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Pemerintah telah membuka jalan, tetapi masyarakat dan sektor terkaitlah yang harus berjalan bersama di atasnya. Kini, saatnya bagi kita semua untuk turut serta mewujudkan perubahan, agar pemerataan ekonomi bukan hanya menjadi jargon, tetapi kenyataan yang bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, dari desa-desa terpencil hingga kota-kota besar di Indonesia. Bersama-sama, kita bisa mewujudkan Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan inklusif.

)* Penulis adalah kontributor Jeka Media Institute

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional

November 6, 2026

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka

November 6, 2026

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional  Oleh: Abdul Gofar Ketahanan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian global menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mempertahankan optimisme nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,47 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada triwulan III 2026. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional masih berada dalam jalur positif dengan dukungan berbagai sektor produktif, peningkatan perdagangan, serta penguatan industri manufaktur. Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan harga konstan tercatat mencapai Rp3.633,2 triliun, sedangkan berdasarkan harga berlaku mencapai Rp6.741,0 triliun. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut memperlihatkan kemampuan Indonesia menjaga momentum pembangunan di tengah berbagai tantangan perekonomian internasional. Menurutnya, industri pengolahan menjadi sektor yang memberikan kontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan andil mencapai 1,20 poin persentase. Selain itu, perdagangan menyumbang 0,94 poin persentase, konstruksi sebesar 0,62 poin persentase, serta sektor informasi dan komunikasi memberikan kontribusi 0,49 poin persentase. Industri pengolahan sendiri mengalami pertumbuhan sebesar 5,87 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan tersebut didukung permintaan pasar domestik maupun internasional yang semakin membaik. Salah satu subsektor yang memperlihatkan perkembangan positif adalah industri makanan dan minuman dengan pertumbuhan 7,09 persen. Kinerja ini ditopang peningkatan ekspor Crude Palm Kernel Oil (CPKO), produk turunan minyak kelapa sawit atau CPO, serta pemanfaatannya untuk kebutuhan produksi biodiesel di dalam negeri. Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional juga mencatatkan pertumbuhan 8,10 persen seiring meningkatnya produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan pupuk menjelang musim tanam. Sementara itu, industri logam dasar tumbuh mencapai 9,94 persen berkat peningkatan ekspor berbagai komoditas, termasuk katoda tembaga, nickel matte, dan aluminium. Perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil serta sepeda motor, turut menunjukkan perkembangan dengan pertumbuhan 7,14 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2025 sebesar 5,46 persen dan tahun 2024 sebesar 4,85 persen. Sebelum pengumuman pertumbuhan ekonomi tersebut, sejumlah indikator makroekonomi juga telah memberikan gambaran positif mengenai kondisi perekonomian nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai stabilitas harga, perkembangan industri manufaktur, dan kinerja perdagangan luar negeri menjadi tiga faktor penting yang menjaga kekuatan ekonomi Indonesia. Ia menyampaikan bahwa pemerintah berupaya mempertahankan keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan melalui koordinasi kebijakan yang berkelanjutan. Dari sisi harga, inflasi Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan, masih berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen. Inflasi inti juga melambat menjadi 2,56 persen, sedangkan inflasi harga yang diatur pemerintah mencapai 3,24 persen. Meskipun demikian, kelompok pangan bergejolak masih perlu mendapatkan perhatian karena mengalami inflasi 5,81 persen akibat kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, dan tomat. Fenomena El Niño yang memperpanjang musim kemarau turut memengaruhi produksi dan ketersediaan sejumlah komoditas pangan.…

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika…

Optimisme terhadap Rupiah Ditopang Fundamental Ekonomi yang Kuat

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Optimisme terhadap Rupiah Ditopang Fundamental Ekonomi yang Kuat Oleh : Rivka Mayangsari Kondisi perekonomian Indonesia…

Stabilitas Rupiah Terus Dijaga di Tengah Ketidakpastian Global

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Stabilitas Rupiah Terus Dijaga di Tengah Ketidakpastian Global Oleh : Gavin Asadit Stabilitas nilai tukar…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.