• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pemerintah Lakukan Sejumlah Langkah Strategis Wujudkan Swasembada Pangan

Pemerintah Lakukan Sejumlah Langkah Strategis Wujudkan Swasembada Pangan

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 2 February 2025

Swasembada pangan menjadi salah satu fokus utama pemerintah untuk mewujudkan ketahanan nasional yang berkelanjutan. Dengan tantangan global seperti perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan keterbatasan lahan pertanian, pemerintah mengadopsi berbagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi pangan dan mengurangi ketergantungan impor.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan program ini merupakan rencana besar pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian. Salah satu langkah strategis utama adalah meningkatkan produktivitas pertanian melalui modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan). Kementerian Pertanian telah menyalurkan ribuan unit traktor, alat pemanen, dan pompa air kepada petani di berbagai daerah. Kementan juga fokus pada revitalisasi lahan tidur yang sebelumnya tidak produktif. Kementan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi lahan potensial yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian. Hingga akhir 2024, lebih dari 500 ribu hektare lahan tidur berhasil dioptimalkan untuk penanaman padi, jagung, dan kedelai.

Sementara itu, pengelolaan irigasi juga mendapat perhatian khusus. Melalui program rehabilitasi jaringan irigasi, lebih dari 2 juta hektare lahan pertanian kini memiliki akses air yang lebih stabil. Program ini menjadi solusi atas permasalahan kekeringan yang sering mengancam hasil panen di musim kemarau.

Kolaborasi antara pemerintah, petani, dan sektor swasta menjadi kunci dalam mewujudkan swasembada pangan. Melalui program Corporate Farming, perusahaan besar diajak untuk bermitra dengan kelompok tani dalam pengelolaan lahan secara terpadu. Program ini memberikan akses teknologi, pendanaan, dan pasar bagi petani kecil.

Pemerintah juga memperluas skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah untuk mendukung pembiayaan petani. Hingga Januari 2025, lebih dari 1 juta petani telah menerima manfaat dari program ini. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan skema KUR memberikan akses keuangan yang lebih luas bagi petani kecil sehingga mereka dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan. Program ini tidak hanya membantu sektor pertanian, tetapi juga menggerakkan ekonomi pedesaan secara keseluruhan. Melalui penguatan akses modal ini, petani bisa lebih mandiri dan terlibat dalam sistem agribisnis yang modern.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat sistem pendampingan bagi petani untuk memastikan mereka dapat memanfaatkan program KUR secara optimal. Melalui kerjasama dengan lembaga keuangan dan penyuluh pertanian, petani diberi pelatihan tentang pengelolaan keuangan, penggunaan teknologi pertanian, dan strategi pemasaran hasil panen. Langkah ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kredit macet sekaligus meningkatkan kualitas hasil pertanian.

Pemerintah menyadari bahwa mewujudkan swasembada pangan membutuhkan komitmen jangka panjang. Selain memperkuat infrastruktur pertanian, pemerintah juga meningkatkan alokasi anggaran untuk penelitian dan pengembangan di sektor ini. Penelitian tentang adaptasi tanaman terhadap perubahan iklim menjadi prioritas, mengingat dampak signifikan cuaca ekstrem terhadap hasil panen.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti mengatakan program swasembada pangan ini juga memiliki dampak besar terhadap perekonomian nasional. Program ini juga dapat menghemat devisa negara, yakni dengan mengurangi impor pangan. Lebih dari itu, swasembada pangan menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat kesejahteraan masyarakat di pedesaan.

Dengan berbagai langkah strategis yang telah diambil, pemerintah optimis dapat mencapai swasembada pangan dalam beberapa tahun ke depan. Tantangan seperti perubahan iklim dan fluktuasi harga pangan global memang tidak dapat dihindari, tetapi melalui sinergi semua pihak, Indonesia berpeluang besar menjadi lumbung pangan dunia.
Komitmen pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional sebagai produsen pangan yang andal. Dengan kerja sama yang erat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, masa depan ketahanan pangan Indonesia terlihat semakin cerah.

)* Mahasiswa Pascasarjana yang tinggal di Tangerang

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional

November 6, 2026

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka

November 6, 2026

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional  Oleh: Abdul Gofar Ketahanan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian global menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mempertahankan optimisme nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,47 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada triwulan III 2026. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional masih berada dalam jalur positif dengan dukungan berbagai sektor produktif, peningkatan perdagangan, serta penguatan industri manufaktur. Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan harga konstan tercatat mencapai Rp3.633,2 triliun, sedangkan berdasarkan harga berlaku mencapai Rp6.741,0 triliun. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut memperlihatkan kemampuan Indonesia menjaga momentum pembangunan di tengah berbagai tantangan perekonomian internasional. Menurutnya, industri pengolahan menjadi sektor yang memberikan kontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan andil mencapai 1,20 poin persentase. Selain itu, perdagangan menyumbang 0,94 poin persentase, konstruksi sebesar 0,62 poin persentase, serta sektor informasi dan komunikasi memberikan kontribusi 0,49 poin persentase. Industri pengolahan sendiri mengalami pertumbuhan sebesar 5,87 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan tersebut didukung permintaan pasar domestik maupun internasional yang semakin membaik. Salah satu subsektor yang memperlihatkan perkembangan positif adalah industri makanan dan minuman dengan pertumbuhan 7,09 persen. Kinerja ini ditopang peningkatan ekspor Crude Palm Kernel Oil (CPKO), produk turunan minyak kelapa sawit atau CPO, serta pemanfaatannya untuk kebutuhan produksi biodiesel di dalam negeri. Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional juga mencatatkan pertumbuhan 8,10 persen seiring meningkatnya produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan pupuk menjelang musim tanam. Sementara itu, industri logam dasar tumbuh mencapai 9,94 persen berkat peningkatan ekspor berbagai komoditas, termasuk katoda tembaga, nickel matte, dan aluminium. Perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil serta sepeda motor, turut menunjukkan perkembangan dengan pertumbuhan 7,14 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2025 sebesar 5,46 persen dan tahun 2024 sebesar 4,85 persen. Sebelum pengumuman pertumbuhan ekonomi tersebut, sejumlah indikator makroekonomi juga telah memberikan gambaran positif mengenai kondisi perekonomian nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai stabilitas harga, perkembangan industri manufaktur, dan kinerja perdagangan luar negeri menjadi tiga faktor penting yang menjaga kekuatan ekonomi Indonesia. Ia menyampaikan bahwa pemerintah berupaya mempertahankan keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan melalui koordinasi kebijakan yang berkelanjutan. Dari sisi harga, inflasi Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan, masih berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen. Inflasi inti juga melambat menjadi 2,56 persen, sedangkan inflasi harga yang diatur pemerintah mencapai 3,24 persen. Meskipun demikian, kelompok pangan bergejolak masih perlu mendapatkan perhatian karena mengalami inflasi 5,81 persen akibat kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, dan tomat. Fenomena El Niño yang memperpanjang musim kemarau turut memengaruhi produksi dan ketersediaan sejumlah komoditas pangan.…

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika…

Optimisme terhadap Rupiah Ditopang Fundamental Ekonomi yang Kuat

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Optimisme terhadap Rupiah Ditopang Fundamental Ekonomi yang Kuat Oleh : Rivka Mayangsari Kondisi perekonomian Indonesia…

Stabilitas Rupiah Terus Dijaga di Tengah Ketidakpastian Global

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Stabilitas Rupiah Terus Dijaga di Tengah Ketidakpastian Global Oleh : Gavin Asadit Stabilitas nilai tukar…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.