• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Breaking News! Di Acara 100 Tahun Gontor, Kyai Gontor: Andai NU dan Muhammadiyah Bersatu Dahsyat Indonesia

Breaking News! Di Acara 100 Tahun Gontor, Kyai Gontor: Andai NU dan Muhammadiyah Bersatu Dahsyat Indonesia

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 27 September 2023

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Hasan Abdullah Sahal secara resmi membuka perayaan peringatan 100 tahun Gontor. Pelaksanaan tersebut dibuka secara resmi dengan penabuhan beduk sebagai tanda dimulainya peringatan.

“Allahu Akbar, Allahu Akbar,” kata Hasan Abdullah Sahal saat menabuh beduk pada Rabu (27/9/2023).

Sebelum membuka acara, Hasan menyampaikan sejumlah pesan dalam pidatonya. Di antaranya dorongan agar menjaga persatuan antar bangsa baik di level partai politik maupun organisasi keagamaan.

“Andaikata NU dan Muhammadiyah bersatu. Dahsyat Indonesia,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu faktor masyarakat di Indonesia sulit untuk bersatu adalah faktor keengganan untuk menata hati. Dia berharap setiap individu masyarakat mau menginstrospeksi demi persatuan.

“Masalahnya cuma satu, orang Indonesia yang dinyanyikan cuma Tombo Ati. Warga dan partai di Indonesia agar Noto Ati (menata hati), karena tidak bisa Noto Ati akhirnya Sakit Ati lalu menyanyikan Tombo Ati,” terangnya.

Selain menyampaikan pesan mengenai tata hati, Hasan juga mengibaratkan mengenai keteladanan. Dia menilai keteladanan telah menjadi barang langka di Indonesia. Oleh karenanya perlu didorong setiap lembaga pendidikan agar para pemimpinnya menjadi teladan bukan sekedar memberi contoh.

“Kami mendesain pondok ini dengan keteladanan, memberi contoh itu pekerjaan orang awam tapi menjadi teladan itu pekerjaan luar biasa,” jelasnya.

Nantinya peringatan 100 tahun Gontor akan dilakukan dalam kurun tiga tahun dan ditutup pada 20 September 1926.

Berkas Lengkap, Majelis Hakim Ditunjuk, Kasus Air Keras Disidangkan Transparan

April 27, 2026

Pengadilan Militer dalam Sidang Kasus Air Keras Dipastikan Transparan

April 27, 2026

Berkas Lengkap, Majelis Hakim Ditunjuk, Kasus Air Keras Disidangkan Transparan

By Kata IndonesiaApril 27, 20260

Berkas Lengkap, Majelis Hakim Ditunjuk, Kasus Air Keras Disidangkan Transparan JAKARTA – Proses hukum atas…

Pengadilan Militer dalam Sidang Kasus Air Keras Dipastikan Transparan

By Kata IndonesiaApril 27, 20260

Pengadilan Militer dalam Sidang Kasus Air Keras Dipastikan Transparan Jakarta – Proses persidangan kasus dugaan…

Data-Driven Selection: DTSEN dalam Rekrutmen Sekolah Rakyat

By Kata IndonesiaApril 27, 20260

Data-Driven Selection: DTSEN dalam Rekrutmen Sekolah Rakyat Oleh : Rivka Mayangsari Transformasi kebijakan sosial di…

Equity in Education: Peran DTSEN dalam Menjamin Akses Sekolah Rakyat

By Kata IndonesiaApril 27, 20260

Equity in Education: Peran DTSEN dalam Menjamin Akses Sekolah Rakyat Oleh: Asep Faturahman Prinsip equity…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.