• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Masyarakat Wajib Waspadai Gerakan Radikalisme dan Jaga Harmonisasi Saat Imlek

Masyarakat Wajib Waspadai Gerakan Radikalisme dan Jaga Harmonisasi Saat Imlek

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 9 February 2024

Masyarakat Wajib Waspadai Gerakan Radikalisme dan Jaga Harmonisasi Saat Imlek

Oleh : Aditya Nanda

Menjelang perayaan Imlek yang jatuh pada 10 Februari 2024 mendatang, masyarakat diimbau agar menjaga harmonisasi dan toleransi beragama. Toleransi memiliki pengertian yaitu tindakan saling menghargai antar umat beragama ataupun budaya tertentu di Indonesia. Tidak peduli apapun agama ataupun antar golongan yang dianut, antar masyarakat harus saling menghargai satu sama lain.

Jika harmonisasi dan toleransi dapat terjaga, maka akan meminimalisir terjadinya konflik antar masyarakat, dan kehidupan antar umat beragama juga akan terjalin dengan tentram dan damai. Maka dari itu, sangatlah penting untuk menerapkan sikap toleransi dan harmonisasi jelang perayaan Imlek.

Ketua Peace Leader Indonesia, Redy Saputro mengatakan menjaga harmonisasi pada perayaan Imlek tahun ini akan merepresentasikan sikap toleransi masyarakat Indonesia akan keberagaman. Dengan toleransi yang selalu diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat maupun bernegara akan menciptakan persatuan yang kokoh dalam suatu bangsa. Pihaknya meminta agar sekat antar etnis untuk bisa terjalin keharmonisan dalam bermasyarakat. Semua agama mengajarkan untuk saling bantu tanpa memedulikan agamanya. Para pemeluk agama juga ditanamkan untuk saling menghormati satu sama lain Menjadi satu Indonesia haruslah tertanam dalam sikap dan pemikiran.
Perayaan imlek menunjukkan toleransi dan kerekatan antarpemeluk agama dan etnis di Indonesia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim sangat menjunjung tinggi rasa persaudaraan yang erat dalam berbagai perbedaan yang ada di tanah air. Oleh karena itu, toleransi perlu terus dirawat dan dijaga karena ancaman seperti paham berbahaya terus mengancam dan merongrong perbedaan yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah radikalisme.
Indonesia saat ini terus berjuang untuk melawan ancaman paham radikalisme yang mulai menyasar melalui berbagai lini, seperti media sosial. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat wajib memerangi paham berbahaya tersebut yang dapat mengancam kebhinekaan yang dimiliki Indonesia.
Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah meningkatkan keberadaan aparat keamanan di daerah daerah rawan aksi teror. Daerah daerah yang sering menjadi target serangan teror harus mendapatkan perhatian khusus. Keberadaan aparat keamanan yang kuat di daerah daerah ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat setempat.

Pencegahan juga merupakan bagian penting dalam pemberantasan paham radikalisme. Oleh karenanya, aparat keamanan harus terus meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi dan mencegah paham tersebut menyebar. Pendidikan moderasi beragama serta sikap toleransi perlu terus digaungkan di tingkat pendidikan hingga tempat beribadah. Dengan kerjasama dan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan dapat mengurangi potensi terjadinya tindakan intoleran jelang perayaan Imlek.
Pangdam XII / Tanjung Pura, Mayjen TNI Iwan Setiawan mengatakan TNI dan stake holder lainnya akan mendukung Polda Kalimantan Barat sepenuhnya untuk melaksanakan pengamanan rangkaian perayaan Imlek dan Cap Go Meh di wilayah Kalimantan Barat. Pihaknya meminta agar masyarakat ikut menjaga dan menyukseskan perayaan Imlek tahun ini. Toleransi harus dipupuk dengan moderasi beragama agar segala perayaan budaya ataupun acara keagamaan dapat terselenggara dengan baik dan aman. Perayaan Imlek ini akan menjadi momentum bangsa Indonesia meraih kedewasaannya dengan memelihara toleransi dan meningkatkan kualitas kesatuan serta persatuan bangsa. Jangan sampai paham radikal hingga kaum intoleran merusak keberagaman bangsa karena kerukunan menjadi kunci untuk menopang suksesnya pembangunan yang tengah digaungkan pemerintah pusat maupun daerah.
Dalam menghadapi ancaman radikalisme, aparat keamanan terus gencar melakukan pemberantasan dan tindakan tegas. Kerjasama dan koordinasi yang baik antara lembaga lembaga terkait sangat penting dalam mencapai tujuan ini. Masyarakat juga harus waspada terhadap potensi paham radikal yang menyebar dan memberikan dukungan penuh kepada aparat keamanan.

Dengan upaya yang terus dilakukan oleh aparat keamanan dan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan dapat mengurangi dan mencegah terjadinya serangan teror jelang perayaan Imlek. Keamanan dan stabilitas negara harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak. Oleh karena itu, persatuan dan sikap toleransi antar umat beragama harus terus dijaga. Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai jaringan teror untuk menjaga keamanan dan kedamaian NKRI.
Penting untuk mencegah isu Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA) mengancam kerukunan di Indonesia. Pluralitas agama di tanah air adalah kekayaan yang unik dan harus dijaga. Keberagaman ini, jika dikelola dengan pengetahuan dan toleransi, dapat menjadi sumber kekuatan yang jarang dimiliki oleh negara-negara lain. Merawat keberagaman sejak dini adalah langkah penting yang dapat diambil di berbagai lapisan masyarakat. Berdamai dengan perbedaan seharusnya menjadi aspek dasar, mendorong pemahaman dan rasa saling menghargai terhadap keragaman. Dengan begitu, muncul kesadaran akan pentingnya solidaritas dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Melibatkan pendidikan dan dialog antaragama sejak usia dini dapat membentuk pemahaman yang kokoh tentang toleransi dan keragaman. Sudah seharusnya nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika ditanamkan dalam kurikulum pendidikan. Tidak hanya itu, media massa dan sosial juga memiliki peran penting dalam membentuk persepsi positif terhadap perbedaan. Dengan upaya bersama dari pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan, Indonesia dapat membangun fondasi kuat untuk kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis, menjunjung tinggi semangat persatuan dalam keberagaman.

)* Penulis adalah mahasiswa yang tinggal di Kota Bog

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

September 29, 2026

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

September 29, 2026

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana Oleh: Miftah Hizyan Agenda pendidikan nasional…

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan Oleh: Rizky Adi Perman Perluasan…

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi Oleh : Yohanes Wandikbo Pendidikan merupakan…

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda 

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda  Oleh: Yusuf Rinaldi Program Magang Nasional yang diperluas pemerintah menjadi 150 ribu peserta pada 2026 menunjukkan upaya memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring profesional, dan memperbesar peluang masuk ke pasar kerja formal di tengah persaingan memperoleh pekerjaan yang semakin ketat. Sejak 2025, pemerintah membuka Program Magang Nasional dengan target 100 ribu peserta. Pada 2026, kuotanya diperluas menjadi 150 ribu peserta. Program berlangsung selama enam bulan dengan fasilitas pelatihan, pendampingan mentor, sertifikat, jejaring profesional, serta uang saku yang ditanggung pemerintah. Besaran uang saku mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota di lokasi pemagangan dan dibayarkan setiap bulan berdasarkan jumlah hari yang diperhitungkan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan perluasan program tersebut dilakukan secara bertahap dan tetap disertai evaluasi terhadap pelaksanaan setiap angkatan. Pada batch pertama terdapat 46.160 peserta, sedangkan batch kedua menetapkan 40.962 peserta. Pemerintah kemudian menyiapkan batch ketiga dengan sekitar 62 ribu peserta untuk memenuhi target 150 ribu peserta pada 2026. Pendaftaran penyelenggara disiapkan sejak September, seleksi peserta pada Oktober, dan pelaksanaan batch ketiga ditargetkan dimulai pada November. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan pemagangan benar-benar memberikan kesempatan kepada peserta meningkatkan kompetensi, memperoleh pengalaman kerja, membangun portofolio, serta memperluas jejaring. Untuk batch ketiga, pemerintah juga mengubah skema penempatan dengan menempatkan seluruh peserta di perusahaan, tanpa kementerian dan lembaga pemerintah. Dari perspektif ekonomi, pemberian uang saku selama enam bulan memberikan dukungan bagi lulusan baru yang berada dalam masa transisi dari pendidikan menuju pekerjaan. Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta mendapatkan tunjangan yang disesuaikan dengan upah minimum daerah. Pemerintah juga memberikan fasilitas Pajak Penghasilan Pasal 21 ditanggung pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2026 yang berlaku hingga Desember 2026. Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting dalam melihat keberlanjutan program. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menyampaikan bahwa sekitar 30 ribu dari 60 ribu alumni Magang Nasional 2025 yang menjalani pemagangan di industri telah bekerja tiga bulan setelah menyelesaikan program. Tingkat penyerapan tersebut meningkat dari sekitar 30 persen ketika peserta baru menyelesaikan masa pemagangan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.