SINGAPURA, KataIndonesia.com – Negara tetangga, Singapura, akan mencatat sejarah. Hal itu terjadi dengan akan tampilnya Halimah Yacob menjadi  wanita pertama yang menjabat sebagai Presiden Singapura. Tidak Wanita berhijab ini juga akan menjadi orang etnis  Melayu pertama dalam 47 tahun terakhir jadi Presiden Singapura.

Halimah Yacob hari ini Rabu (13/9/17) akan dilantik setelah Departemen Pemilu menyatakan, hanya dialah yang layak mendapatkan sertifikat untuk pencalonan ini.

Wanita berhijab itu berjanji, kelak kalau memerintah, dia akan memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat Singapura.

“Saya berjanji untuk melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan untuk melayani masyarakat Singapura dan itu tidak berubah apakah ada pemilihan atau tidak ada pemilihan,” ujarnya.

Masa remajanya dihabiskan sebagai anak yatim dengan ibu yang bekerja sebagai penjual nasi Padang keliling. Dia membantu ibunya setelah memiliki warung makan. Ia mencuci, membersihkan meja dan melayani pelanggan.

Akhir 1960-an, dia menimbah ilmu di Singapore Chinese Girls ‘School, dan merupakan salah satu dari sedikit murid Melayu di sekolah itu. Pada 1970 Dia kemudian pergi ke Tanjong Katong Girls ‘School dan University of Singapore. Di universitas ini dia lulus dengan gelar sarjana hukum.

Pada tahun 1978, Halimah bergabung dengan National Trades Union Congress (NTUC) sebagai staf bidang hukum. Dia menghabiskan lebih dari 30 tahun di sana dan akhirnya ditunjuk sebagai wakil sekretaris jenderal.

Pada 1980, dia menikahi kekasihnya semenjak kuliah, Mohamed Abdullah Alhabshee, seorang pengusaha. Mereka memiliki lima anak yang kini berusia antara 26 sampai 35 tahun.

Pada 2001, dia masuk politik atas desakan Perdana Menteri Goh Chok Tong dan memenangkan 4 pemilu parlemen sejak itu.

Baca Juga :   Double Trouble: Meksiko Dilanda Badai Tropis Katia, Setelah Gempa Berkekuatan 8,1 SR

Halimah Yacob yang berkecimpung dalam dunia politik pada usia yang tidak muda, kemudian menjadi anggota parlemen wanita Melayu pertama sejak kemerdekaan. Pada 2013, Halimah ditunjuk sebagai ketua parlemen wanita pertama di Singapura.

Comments

comments