JAKARTA, KataIndonesia.com – Kementerian BUMN melantik Alexander Lay menjadi Komisaris PT Pertamina (Persero). Dengan itu, Dewan Komisaris Pertamina bertambah 1 orang.

Pelantikan bertempat di Ruang Rapat Besar Lantai 7 Gedung Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, sore (12/9/17).

Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah, mengungkapkan Alexander Lay ditunjuk karena latar belakangnya sebagai ahli hukum. Kemampuannya dibutuhkan di Dewan Komisaris Pertamina.

“Tambahan karena di Dewan Komisaris enggak ada yang background hukum,” kata Edwin kepada kataindonesia.com, Rabu (13/9/2017).

Alexander Lay merupakan salah satu anggota tim advokasi Jokowi –JK saat Pilpres 2015 lalu. Dia sebelumnya menjadi khusus sekretaris kabinet menemani Teten Masduki.

Nama Alexander Lay mulai terkenal lewat kasus “Cicak versus Buaya” pada tahun 2009. Dia menjadi salah satu advokat yang membela dua pimpinan KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.

Alexander Lay tercatat memperoleh gelar Sarjana Hukum di Unversitas Atmajaya pada 2003, setelah sebelumnya menimba ilmu di Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Perminyakan.

Tahun da 2006, ia memperoleh gelar Master of Laws (LL.M.) dari University of Sydney.

Pria kelahiran Ende, Flores, 21 September 1973 ini juga pernah menjabat sebagai Dewan Pengawas di Transparency International Indonesia.

Pengalamannya di firma hukum, serta keterlibatannya dalam berbagai diskusi terkait reformasi hukum, serta hukum persaingan usaha, memberikan bekal bagi Alexander Lay mendirikan firma hukum bersama rekannya dengan bendera Lasut, Lay, dan Pane.

 

Laporan: Fajrin Hakim

Comments

comments

Baca Juga :   PLN Turut Serta Peringati Hari Pelanggan Nasional