JAKARTA, KataIndonesia.com – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengakui masih banyak kendala dalam menggenjot pembangunan di Indonesia. Salah satunya adalah soal perizinan yang rumit. Alhasil, upaya percepatan pembangunan di Indonesia
cukup tertinggal dengan negara-negara lain.

Joko Widodo selaku Presiden RI mengatakan bahwa masih terdapat banyak kendala dalam mengembangkan pembangunan di Indonesia, terutama masalah rumitnya perizinan. Hal tersebut membuat pembangunan di Indonesia cukup tertinggal oleh negara negara lain.

“Negara kita penuh dengan aturan. Sedikit-sedikit aturan. Semua jadi tidak teratur,” ujarnya. Ia juga menyebutkan hingga saat ini, terdapar 42 ribu aturan yang saling tumpang tindih. Untuk mendapatkan sebuah izin, harus melalui ratusan aturan yang diterapkan. “Nega

“Sebetulnya izin hanya satu, yang banyak itu syarat. Tetapi syarat itu menjadi izin. Izin itu beranak pinak,” tambah Jokowi.

Presiden Jokowi memberi contoh mengenai pengalamannya 16 tahun lalu saat membuat perizinan di Uni Emirat Arab. Proses yang diajukan untuk sebuah izin tidak sampai menunggu berbulan-bulan, cukup satu jam.

Jokowi berharap para notaris dapat mengadopsi percepatan kepengurusan administrasi. “Sekarang ini bukan negara besar mengalah negara kecil, tetapi negara yang cepat mengalahkan negara yang lambat,” tutupnya.

 

Laporan: Indira

Comments

comments

Baca Juga :   Jokowi Lakukan Kunjungan Kerja ke Bali