JAKARTA, KataIndonesia.com – Setelah gempa berkekuatan 8,2 skala Richter mengguncang Meksiko, kurang dari 24 jam bencana alam lainnya badai tropis Katia melanda.

Pusat Badai Nasional AS mengatakan, badai tersebut menerjang Tecolutla di Meksiko. Pejabat Negara mengatakan bahwa Katia diperkirakan menghasilkan total akumulasi hujan 10 sampai 15 inci lebih di utara Veracruz, Hidalgo timur, dan Puebla.

Mereka menambahkan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat bahwa badai tersebut dapat menyebabkan tanah longsor dan banjir, dan mendesak orang-orang yang tinggal di bawah bukit dan lereng harus bersiap untuk dievakuasi.

Sementara itu, rumah, sekolah dan rumah sakit telah hancur dan 61 orang tewas setelah gempa terbesar di Meksiko selama satu abad. Gempa tersebut dirasakan di seluruh Meksiko, menggulingkan rumah, mengguncang gedung-gedung di ibukota negara tersebut dan meninggalkan satu juta tanpa listrik di tengah laporan bahwa getaran terdeteksi sejauh lebih dari 1.300 mil dari pusat gempa. Penduduk yang ketakutan di Mexico City berlari ke jalan setelah gempa melanda, ujar saksi mata.

Menurut Presiden Enrique Pena Nieto, gempa tersebut lebih besar daripada gempa dahsyat pada tahun 1985 yang melanda ibukota yang meratakan bangunan di kota tersebut dan membunuh ribuan orang. Gempa terjadi pukul 11.49 jumat malam, 76 mil barat daya kota Pijijiapan, pada kedalaman 43 mil.

Beberapa laporan mengungkapkan bahwa wilayan yang terkena kerusakan terbesar yaitu kota Juchitan di negara bagian Oaxaca. Dalam hal ini, bagian balai kota, sebuah hotel, sebuah bar dan bangunan lainnya telah menjadi puing-puing. Di pusat kota Juchitan, sisa-sisa dinding bata dan atap genteng tanah liat berantakan.

Alejandro Murat, gubernur negara bagian tersebut, mengatakan bahwa 23 orang tewas terdaftar di Oaxaca, 17 di antaranya berada di Juchitan. Pihak berwenang pada awalnya menyatakan peringatan tsunami yang membentang sepanjang selatan ke Ekuador, namun kemudian mencabutnya beberapa jam kemudian. Pantai Puerto Madero dengan cepat dievakuasi di tengah kekhawatiran gelombang hingga 12 kaki.

Baca Juga :   Jokowi Akan Berikan Orasi Ilmiah di Universitas Padjajaran

 

Laporan: Ayu

Comments

comments