JAKARTA, KataIndonesia.com – Sebagai pengguna kartu kredit dan debit, anda perlu lebih waspada saat bertransaksi ditoko. Terutama jika toko atau merchant melakukan dua kali penggesekan kartu atau double swipe. Hal tersebut dapat menjadi berbahaya karena bisa terjadi pencurian data nasabah hingga pembobolan kartu.

Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan larangan atas dilakukannya penggesekan ganda terhadap kartu kredit dan debit. Setiap transaksi yang menggunakan kartu hanya boleh digesek sekali di mesin Electronic Data Capture (EDC).

Agus Martowardojo, selaku Gubernur BI mengatakan bahwa akan segera dilakukan tindakan jika masih ada merchant yang melakukan penggesekan ganda.

“Tentu sanksinya adalah bisa di-blacklist atau dicabut dari kewenangan untuk menjalankan pembayaran melalui electronic data capture,” ujar Agus, di Jakarta Convention Center, Rabu (6/9).

Jika terlanjur terjadi kejadian double swipe, Ia mempersilakan masyarakat melapor ke aquiring bank dan BI.

“Kalau masih ada yang meneruskan itu segera laporkan pertama kepada aquiring bank yang bekerja sama dengan pedagang-pedagang atau merchant itu. Kedua, kalau perlu lapor ke Bank Indonesia supaya nanti ditindak oleh Bank Indonesia,” tambah Agus.

Pengaturan mengenai penggesekan ganda kartu nontunai iniĀ  juga telah tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia No. 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran.

 

Laporan: Indira

Comments

comments

Baca Juga :   Terbukti Korupsi, Patrialis Akbar Siap Dikurung Penjara 8 Tahun