SURABAYA, KataIndonesia.com – Bank Sampah Bintang Mangrove Layani Pembayaran Listrik Dengan Sampah – Kawasan Pesisir pantai biasanya identik dengan kesan kumuh dan kotor. Namun hal ini tidak akan anda jumpai di daerah pesisir Mangrove Gunung Anyar Tambak – Surabaya. Hal ini di karenakan di tempat tersebut telah berdiri Bank Sampah yang di beri nama Bintang Mangrove.

Bank Sampah Bintang Mangrove ini awalnya lahir dari kesadaran penduduk sekitar akan pentingnya kebersihan di lingkungan mereka. Pada saat masih terdapat banyak sampah, ibu-ibu kerapkali mengeluh anaknya yang sering sakit. Begitu juga para bapak yang sering kesal karena perahunya selalu tersangkut oleh sampah. Setelah timbul kesadaran maka mereka berusaha secara swadaya untuk mengumpulkan sampah yang ada. Sampah ini ada yang berada di lingkungan sekitar rumah maupun di sekitar sungai.

Pada tahun 2010 Perusahaan Listrik Negara (PLN) mulai masuk ke Gunung Anyar Tambak, awalnya perusahaan negara tersebut mengajak masyarakat untuk menanam bibit mangrove.

Namun setelah melihat potensi yang ada, PLN berinisiatif untuk mendirikan Bank Sampah. Wisnu Yulianto selaku Manager Komunikasi Hukum dan Administrasi PT. PLN Distribusi Jatim menjelaskan didepan wartawan yang hadir, bahwa pendirian Bank Sampah Bintang Mangrove ini didasari oleh keinginan untuk membantu masyarakat nelayan agar tetap semangat untuk menjaga lingkungan. Secara perlahan PT.PLN mulai memberikan pelatihan-pelatihan meliputi pengertian bank Sampah hingga bagaimana menjalankan manajemen Bank Sampah dengan baik.

“Dengan adanya Bank Sampah Bintang Mangrove ini masyarakat bisa menyetorkan sampah. Sampah yang disetorkan berjenis plastik dan maupun jenis lainnya yang bisa di daur ulang. Bahkan dari setoran inilah para warga Gunung Anyar Tambak bisa mendapatkan tambahan penghasilan. Bank Sampah Bintang Mangrove Layani Pembayaran Listrik Dengan Sampah melalui setoran sampah yang dikumpulkan warga.” ungkap Wisnu

Setelah sampah menghilang, kondisi kawasan Gunung Anyar menjadi lebih baik. Sudah jarang ada warga yang sakit. Dan perahu nelayan saat ini bebas dari jeratan sampah.

Chusniyati selaku pendiri Bintang Mangrove mengatakan, bahwa dengan adanya Bank Sampah ini sangat terbantu, terutama bagi anak – anak sekitar.

“Alhamdulillah saat ini anak – anak disekitar sini dari hasil Bank Sampah ini mendapat beasiswa sebanyak 30 orang. Yaitu Rp. 1.500.000 untuk anak SD, Rp. 2.000.000 untuk anak SMP dan Rp. 2.500.000 untuk anak SMA,” ucap Chusniyati.

Chusniyati juga menambahkan, saat ini sudah terdapat 218 orang yang menjadi nasabah.